GENERASI MUDA

01/12/2014 Comments off

Kalau saya amati sepintas jumlah penduduk Malang Raya kayaknya semakin padat saja dan hal ini bisa dilihat dari padatnya kendaraan di jalan raya, mulai dari angkutan umum yang muatannya kebanyakan anak sekolah, mobil dan motor mulai dari produk terbaru sampai yang terjadul semua turun ke jalan ikut berdesakan belum lagi becak becak yang mestinya sudah tak di operasikan malah jadi penghambat menambah kemacetan lalu lintas terutama pada jam jam tertentu dimana para pekerja, karyawan, pegawai, mahasiswa dan pelajar akhirnya saling terobos karena ingin secepatnya sampai di tujuan bahkan jalan pintas maupun jalan tikuspun sekarang tak ada celah dan kondisi seperti ini banyak ditemui diwilayah Malang Raya
Kebutuhan Hidup Suatu pemandangan yang amat menarik dan ini bisa disaksikan setiap pagi di jalan arteri dari Tumpang kearah Blimbing, bak bertemunya kendaraan dari segala jalur pedesaan sehingga ribuan kendaraan roda dua tergabung tanpa kesepakatan tapi punya niat dan arah yang sama, maka terjadilah iring iringan (konvoi)an yang sangat panjang dan rapat sehingga kendaraan lain atau orang mau menyeberang agak kesulitan. Suatu ketika saya tanyakan pada salah seorang diantara mereka,ternyata mereka adalah para pekerja dari pedesaan menuju kota karena dipaksa oleh keadaan sehingga meskipun jarak rumah dengan tempat ia bekerja sangat jauh tapi ditempuhnya juga.Di desa rata rata mereka tak punya lahan untuk diperjuangkan juga tak pernah ada kesempatan untuk menjadi petani meskipun sekedar menggarap sawah atau ladang milik orang lain, akhirnya mereka lebih memilih mengadu nasib dikota meskipun gaji belum bisa mencukupi,..biarlah asalkan halal,itu kata salah seorang dari mereka. Kemajuan teknologi Memang tak dapat dipungkiri kalau ilmu pengetahuan sekarang seakan mampu melipat dunia, mampu membebaskan kungkungan kefanaan dunia, akan tetapi ilmu pengetahuan masih belum bisa dijadikan standar kebenaran sebab ilmu pengetahuan tak mengenal moral manusia dan buktinya masih belum bisa memberikan solusi bagi problematika manusia, misalnya betapa banyaknya sarjana di negeri ini yang terpaksa harus menganggur? Potensi dan kemampuan (skill) nya ternyata masih di kalahkan oleh tenaga mesin dengan sistem robotnya yang otomatis? dan sekarang fakta telah menginformasikan pada kita bahwa dunia
nyata ternyata hanya membutuhkan tenaga teknisi daripada akademisi, demikian juga yang terjadi dinegara maju dengan tenaga buruhnya amat besar juga sama berguguran, bertumbangan sebab kehilangan pekerjaannya apalagi dinegeri yang masih berkembang seperti Indonesia ini tentu akan lebih parah lagi. Lantas apa kaitannya dengan padatnya penduduk Malang raya dan berbondong bondongnya mereka dalam mencari pekerjaan?dan apakah yang dikerjakannya? Sebagai fakta bahwa negara maju saja terkejut apalagi negara yang belum maju pasti akan terguncang,sebab dampak dari globalisasi pada pelarian terakhirnya adalah negara berkembang yang menjadi sapi perahan karena mereka menggunakan sistem”sweat shops”dengan kata lain berjalan dengan tangan dibawah kaki diatas dengan gaji sedikit dan itupun dalam kurun waktu yang sangat lama, yah mungkin inilah yang dikatakan oleh I.Wibowo dalam bukunya”Negara Centeng” bahwa nasib mereka tak ubahnya “race to the bottom”..berlomba lomba masuk jurang, Jadi tidak heranlah jika tenaga tenaga muda dari Indonesia yang punya ketrampilan membanggakan malah lebih memilih keluar negeri meskipun menurut orang luar negeri gajinya paling rendah tapi serendah rendah gaji disana cukup besar menurut kurs Indonesia.
Kita butuh Tuhan Bisa dibayangkan bagaimanakah nasib generasi dan negeri kita dimasa mendatang? Mudah mudahan pemegang amanah yang terpilih pada periode ini diberi kepekaan yang tinggi olehNya, diantaranya adalah ”baddallu ni’matalloohi kufroon”yaitu selamat dari kesalahan dalam manajemen nikmat, dan menjadi asy syifa’ penyembuh dari banyaknya peristiwa yang mencoreng negeri ini, dan kalau saya sebut kita butuh Allah artinya kita sangatlah membutuhkan sandaran kepada Yang Maha Kuat, bagaimanapun juga manusia tak bisa menipu dirinya sendiri akan kenyataan dari efek negativnya teknologi dan kita membutuhkan Yang Maha Benar, agar aktivitas kita dalam bekerja tetap berada dalam jalan yang benar…dan Ahmad Thompson(ulama Amerika) ikut mengingatkan kita bahwa beliaunya menyebut zaman sekarang ini sebagai “A Godless Civilization” yaitu zaman dengan peradaban yang tak bertuhan artinya manusia yang hidup pada zaman fitnah ini banyak yang meninggalkan nilai nilai kenabian…….(fs-d7)

Kategori:5-Pendapat Tag

Informasi Yudisium FT UM Semester Gasal Tahun Akademik 2014/2015

17/11/2014 Comments off
NO WAKTU KETERANGAN
1. 18 Nopember 2014

s.d.

12 Desember 2014

Pendaftaran Peserta Yudisium di Subbag Akademik FT Gedung H5 Lantai I dengan cara:

  1. Mengisi Buku Pendaftaran Yudisium dengan menulis Nama, NIM, Jurusan, Prodi, dan No.Telp./HP
  2. Menerima, mengisi dan mengembalikan Format Pendaftaran Yudisium.
  3. Mengumpulkan semua KHS Asli, foto copy KRS terakhir, foto copy STTB/Ijazah terakhir (SLTA/Diploma), dan foto copy KTM
  4. Menerima DHSS, bersama Dosen PA meneliti dan mencocokkan antara DHSS dengan KHS, kemudian ditandatangani mahasiswa yang bersangkutan, Dosen PA, dan Ketua Jurusan
  5. Memasukkan berkas dan kelengkapan kedalam map kertas warna: Merah (T. Mesin), Kuning (T. Sipil), Biru (T. Elektro), dan Hijau (T. Industri) serta ditulis identitas Nama Lengkap, NIM, Jurusan, Program Studi dan Lama Studi yang bersangkutan.

 

2. 8 Desember 2014

s.d.

19 Desember 2014

Mengembalikan berkas Pendaftaran Yudisium ke subbag Akademik FT Gedung H5 Lantai I dengan cara:

  1. Mengambil   DHSY untuk dilengkapi KHS terakhir serta diteliti kembali kebenaran datanya.
  2. Jika ada ketidakcocokan data, harap dilaporkan ke staf subbag Akademik FT UM untuk ditindaklanjuti.
  3. Jika data DHSY sudah benar, dikembalikan ke Subbag Akademik FT.
3. Jadwal Menyusul Pengumuman Yudisium dan Kelulusan diupload di website Fakultas Teknik (www.ft.um.ac.id) dan dipasang di Papan Pengumuman

 

4. Jadwal Menyusul
  1. Proses penandatanganan DHSY oleh Ketua Jurusan dan Dekan melalui Subbag Akademik FT
  2. Mahasiswa mengambil fotocopy berkas yang sudah ditandatangani Ketua Jurusan dan Dekan yang sudah disusun menjadi   3 set:
  3. DHSY (Asli), KHS, KTM, KRS, Ijazah (foto copy)
  4. KHS (Asli), DHSY, KTM, KRS, Ijzah (foto copy)
  5. DHSS (Asli), DHSY, KHS, KTM, KRS, Ijazah (foto copy)

 

5. Jadwal Menyusul Subbag Akademik FT mengirim SK kelulusan dan Yudisium beserta lampiran ke Subbag Akademik dan Evaluasi (AE) UM dan unit kerja lain yang terkait
6. Jadwal Menyusul Mahasiswa memproses Kartu Proses Penjajakan Lulusan (SKPPL) di Subbag AE Gd. A3 Lantai I UM
7. Jadwal Menyusun Peserta yudisium yang dinyatakan Lulus WAJIB HADIR pada acara Penetapan Yudisium dan Kelulusan di Gedung H5 Lantai 4 dengan memakai pakaian Atasan Putih, Bawahan Gelap, dan Jas Almamater (berdasi bagi laki-laki)

Sumber: http://ft.um.ac.id/2014/11/alur-proses-yudisium-semester-gasal-tahun-akademik-2014-2015/

DIKIRIM KE KEMENDAGRI

17/11/2014 1 komentar

Hari ini, Senin, 17 November 2014, Prof. Joko Saryono datang ke ruang Tatausaha. Saya senang kalau bertemu beliau, biasanya membawa pelajaran melalui humor segar dan baru.

Dikisahkan, di suatu perumahan ada warga yang meninggal dunia. Satpam perumahan segera melaporkan bahwa Pak X meninggal dunia. Mohon petunjuk tindak lanjutnya.

“Segera temui Pak Modin untuk pimpin memandikan/mensucikan, mengafani, dan  menguburkan”, kata Ketua RT.

“Pak X tidak beragama Islam, Pak”, timpal Satpam.

“Kalau begitu, segera temui Pendeta atau Pastur”, jawab Ketua RT.

“Lho, Pak X tidak bergama Katolik atau Kristen Protestan, Pak,” jawab Satpam.

“Ya kalau begitu, segera bawa ke Vihara atau …,” jawab Ketua RT.

“Mohon maaf Pak, Pak X juga tidak beragama Hindu atau Buddha”, jawab Satpam cepat sebelum ujaran Ketua RT selesai.

“Di KTP-nya, kolom agama tidak ada isinya, Pak,” tambahan penjelasan Satpam.

(Sambil mengerutkan dahi), “Baik, segera kirim ke Kemendagri”, jawab Ketua RT.

“(?)” (Satpam bingung, tak tahu harus berbuat apa).

(Prof. Joko Saryono berkomentar, “Ternyata, isian kolom agama dalam KTP tidak hanya persoalan diisi atau tidak. Implementasi di lapangan bisa membingunkan.”)

 

Malang, 17 November 2014

Dawud

FS UM

Kategori:5-Pendapat Tag

MENTERI BARU, KOP SURAT BARU

Pemerintah yang baru telah mengumumkan nama kementerian dan nama menterinya. Universitas Negeri Malang yang semula berada di bawah kementerian pendidikan dan kebudayaan berubah menjadi di bawah kementerian ristek dan dikti.
Dengan demikian seluruh papan, kop surat, laman, dll harus dirubah menjadi kementerian ristek dan dikti.

Siti Awaliyah
Dosen Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan

Kategori:Tanpa Kategori Tag

PENGGUNAAN REJEKI

23/10/2014 1 komentar

Semua para ulil albab pasti punya jiwa kreatif dan sejak mengenal arti dari kehidupannya tentu dia akan selalu mengupayakan dirinya agar menjadi orang yang berbahagia lahir batinnya dari aspek dunia mau bekerja keras dan aspek akherat juga ok. Awal petualangan sejak mengenal arti hidup semua orang tentu mengalami cerita yang berbeda dalam mencari pekerjaan untuk rejeki tetapnya, suka duka itu pasti, pasang surut selalu dialami yang jelas bagi orang orang yang menggunakan potensi akalnya tentu tak bosan bosan mengejar mimpinya tanpa mengetahui ukuran suksesnya dan seiring lantunan doa yang tiada terputus merajut hari begitu panjang dan akhirnya peluh yang deras itu terjelma menjadi kristal kristal emas ibarat orang tidur ditempat tidur yang sempit tapi ”milik sendiri”,alhamdulillah, itulah kalimat yang selalu diucapkan padahal dengan ucapan itu sanggup ciptakan ketenteraman kedamaian dan menambah kesejukan hati maupun jiwanya.
Waktu terus ciptakan masa dan pola pikirpun ikut berkembang, kesederhanaan yang sekian lama telah dinikmatinya,wajarlah jika tiba tiba ia berharap lebih dari sekedar yang diterima saat ini, melalui angannya ia berkata,”andaikan gajiku naik tentu aku bisa menabung…padahal kenaikan gaji regulernya sudah rutin diterima tapi yang dirasakannya tetap sama “selalu pas pasan”,dan pada saat yang lain mungkin pikirannya lagi jernih ia pun mengeluh perlahan “iya ya,pengeluaran kok semakin besar” (besar pasak daripada tiang),tapi gumamnya telah dijawab sendiri dan ketika ia istirahat setelah didera oleh kelelahannya, lagi lagi pikiran jernihnya datang menghampiri, ia bertanya pada hatinya “apakah aku termasuk dari golongan orang yang safih? yaitu orang yang tidak pandai mengatur rejeki atau aku termasuk golongan orang yang israf? yaitu orang yang suka boros,berlebih lebihan dalam penggunaan rejeki?sebagai pelajaran berharga boleh juga disebut ujian yang Maha Kuasa adalah bukankah beberapa saat yang lalu pemerintah telah mencairkan tukin? uang yang lumayan banyak untuk ukuran pegawai negeri level pelaksana, dan sebagian pegawai yang menerima tukin mungkin ada yang tak memperhitungkan bahwa yang diterimanya kemarin adalah yang terakhir kalinya mengingat masa kepemimpinan Presiden SBY telah berakhir dan amat merugilah mereka yang membelanjakannya tidak berhati hati – ibarat “sak bathok ngorok sak kati mati” – menghamburkan uang tanpa memikirkan kalau kalau didepan kemarau sangat panjang……..( fs-d7).

Kategori:Tanpa Kategori Tag

Pameran Produk Akademik Fakultas Teknik 2014

23/10/2014 Comments off

Tahun 2014 menjadi tahun inovasi baru dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, khususnya program yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (BEM FT UM). Dimana salah satu program baru tersebut adalah menyelengarakan Kegiatan Pameran Produk Akademik Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Dimana tujuan dari kegiatan ini adalah memperkenalkan kepada mahasiswa dan masyarakat mengenai produk-produk unggulan dan tepat guna dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dr. Waras, M.Pd selaku Dekan Fakultas Universitas Negeri Malang, yang dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan seperti ini perlu untuk diteruskan pada tahun-tahun mendatang dan produk-produk akademik yang ditampilkan lebih banyak lagi. Pelaksanaan Pameran Produk Akademik Fakultas Teknik 2014 berlangsung mulai dari Tanggal 22-24 Oktober 2014, Pukul 10.00 s/d 16.00 WIB. Lokasi di depan Gedung H5 FT UM.

Sumber: http://ft.um.ac.id/2014/10/pameran-produk-akademik-fakultas-teknik-2014/

Pameran Pendidikan Lustrum XII UM 2014

15/10/2014 Comments off

Pameran Pendidikan Lustrum XII UM 2014 – Suasana ramai oleh pelajar-pelajar SMA, SMP, dan UMUM di Gedung Graha Cakrawala tersebut merupakan serangkaian acara dari Lustrum XII UM yang melaksanakan kegiatan Pameran Pendidikan. Acara pameran tersebut berlangsung mulai dari tanggal 13-16 Oktober 2014. Ada banyak produk-produk pendidikan yang di pamerkan, mulai dari tingkat fakultas, lembaga, dan sarana lain yang menarik untuk dicoba. Selain itu ada juga serangkaian pameran UKM, mahasiswa berprestasi, kejuaraan, dan lain sebagainya.

Seminar Nasional Teknik Sipil UM 2014

10/10/2014 Comments off

Salah satu agenda kegiatan tahunan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang adalah menyelengarakan Seminar Nasional. Dimana pada tahun 2014 ini Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil mengambil sebuah tema “Transportasi Unggul dan Terpadu: Sistem Manajemen dan Struktur Transportasi untuk Menigkatkan Mobilitas Penduduk“. Acara Seminar Nasional tersebut berlangsung di Gedung Sasana Budaya, Universitas Negeri Malang, pada tanggal 9 Oktober 2014. Pada Seminar Nasional Teknik Sipi Universitas Negeri Malang 2014 kali ini menghadirkan pemateri sebagai berikut:

1. Prof. Ir. Ofyar Z Tamin , M.Sc., Ph.D.
Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB)
Ahli Manajemen Transportasi Indonesia
2. Dr. Ir. Wiryanto Dewobroto , M.T.
Dosen Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang
Ahli Analisa Struktur

Sumber: http://ft.um.ac.id/2014/10/seminar-nasional-teknik-sipil-um-2014/

Seleksi Proposal Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2014

08/10/2014 Comments off

Seleksi Proposal Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) 2014 – Beberapa waktu yang lalu tepatnya hari Jumat, 3 Oktober 2014 Bagian Kemahasiswaan melakukan seleksi Proposal yang sudah di ajuhkan oleh mahasiswa-mahasiswa dalam program mahasiswa wirausaha 2014. Ada banyak ide dan gagasan yang sudah terkumpul dalam proposal mulai dari ide makanan, ayam, ternak, burung, coklat, dan lain-lain yang sangat bagus untuk dijadikan bisnis ala mahasiswa. Berikut beberapa foto kegiatan Seleksi Proposal PMW 2014 yang dilakukan oleh Bapak Fahmi (Dosen FT UM), Bapak Ayat (Bank BTN), Ibu Ariya (INBIS UB), dan Mas Dedi Mukhlas (Alumni PMW 2010).

JAYABAYA BICARA TUKIN

01/10/2014 1 komentar

Pancen wolak waliking jaman, amenangi jaman edan, ora edan ora keduman, sing waras padha nggagas, wong tani padha ditaleni, wong dhora padha ura ura, beja bejane sing lali, isih beja kang eling lan waspadha ( Sriaji jayabaya – ilustrasi )
Diartikan bahwa suatu ketika jaman akan berubah dan islampun sudah memberitakan bahwa jaman akan selalu berubah untuk dipergilirkan pada generasi berikutnya (QS Ali Imran 140) dan sampailah pada jaman kita sekarang ini yang diramalkan jayabaya sebagai jaman edan,kalau tidak ikut menjadi gila maka tidak mendapat penghasilan. Yang bisa berpikir secara sehat hanya selalu berwacana, orang yang bekerja demi sebuah kehidupan yang layak tidak bisa lagi secara bebas berkreasi,orang yang senang berbohong justru berbangga hati dengan selalu bersenandung. Tapi patut di ingat dari semua itu bahwa seberuntungnya orang yang lupa masih lebih beruntung orang yang selalu ingat dan waspada dalam perikehidupannya
Kita sebagai PNS melihat apa yang dikatakan jayabaya hampir seluruhnya benar terjadi di masa sekarang,ada ungkapan yang bisa mewakili anggukan kita yaitu ”cari yang haram saja susah apa lagi cari yang halal “ inilah ungkapan jaman edan yang menggambarkan banyak orang sudah merambah pada keputusasaan ( dipaksa tunduk oleh kebohongan)
Wong tani, dalam syair itu dapat ditafsirkan sebagai orang orang yang bekerja tanpa pamrih demi kehidupannya,dan tanggung jawab profesinya saat ini banyak yang “ditaleni”(di ikat) mereka bekerja tidak lagi dihargai sebagai manusia tapi hanya sebuah bagian dari”mesin” atau robot yang terprogram artinya mereka bekerja menggunakan tangan dan kaki berdasarkan aturan baku dan dibatasi untuk lebih luas memberdayakan pikiran dan hatinya juga yang memprihatinkan adalah pekerjaannya dibatasi oleh kontrak yang telah ditanda tanganinya
Wong dhora,(yang suka berbohong) justru bangga hatinya,lega hatinya,dan selalu bersenandung (ura ura). Sekarang tak ada pembeda yang jelas,antara sebuah kejujuran dan kebohongan ketika di jaman ini orang pandai merangkai kata kata dan membuat penghalusan penghalusan bahasa ( berdalih regulasi) sehingga kebohongan tak lagi menjadi suatu yang tabu…………………( FS – D7)

Kategori:Tanpa Kategori Tag