Adakah Perubahan?

Untuk menciptakan sebuah karya memang dibutuhkan kemampuan tinggi, mewujudkan visi,misi ibarat menguak misteri di dunia mimpi artinya dibutuhkan kerja keras, energi ekstra juga stamina prima, dan para pemegang amanah, juga dituntut untuk selalu terjaga terhadap semua yang jadi tanggung jawabnya, dan kami dari kalangan bawah hanya bisa berharap adanya perubahan, dan bertepatan tahun 2014 ini merupakan tahun yang istimewa bagi bangsa Indonesia sebab ada pesta demokrasi pilpres juga tahun istimewa bagi Lembaga pendidikan UM Malang karena ada pilihan rektor baru, walau beda skupnya tapi kami tetap menyebutnya sama yaitu ”pemimpin” mudah mudahan saja para pemimpin dinegeri ini, mereka oleh Tuhan diberi kemudahan untuk bisa menjawab segala tantangannya.
Ibarat seorang raja dari kerajaan seribu satu malam yang membuat sayembara, siapapun boleh mengikutinya dengan ketentuan siapa yang bisa menjawab diberi hadiah sekantong emas dan bagi yang tidak bisa menjawab adalah hukuman penjara, pertanyaan raja tersebut adalah ”dulu mana,ayam apa telur” ? (ini kisah usang yang sudah lama terjawab) Cuma, pertanyaan diatas mempunyai makna filosofi yang panjang dan terkait dengan logika,
Yang lebih jelas lagi jika para pemegang amanah mau membaca kitab al hikam karya Syekh Ahmad Atailah halaman 99,beliau mengatakan “jika kalian kalau ingin berjalan dari situasi ke situasi lain, agar tidak seperti keledai penggilingan, ia berjalan tetapi jalan yang dilaluinya adalah jalan yang sudah di lewatinya, tapi berangkatlah dari situasi kearah yang menciptakan situasi, sesungguhnya kepada Tuhan jua berakhirnya semua persoalan………..

Kategori:Tanpa Kategori Tag

Suasana Seleksi Jalur Mandiri Tulis 2014 di FT UM

registrasi mahasiswa baru

14/07/2014 1 komentar

saya Ardini mahasiswa sastra Indonesia tahun 2010. Saya ingin bertanya mengenai tata cara registrasi untuk mahasiswa baru jalur SBMPTN 2014. JIka calon mahasiswa tersebut sudah diterima bagaimana cara registrasinya?

Kategori:Tanpa Kategori Tag

Monitoring Evaluasi oleh DIKTI 2014 di UM

11/07/2014 Comments off

Suasana Seleksi SBMPTN di FT UM

17/06/2014 Comments off

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang di ikuti oleh seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia belangsung pada tanggal Selasa, 17 Juni 2014. Salah satu peserta yang menyelengarakan kegiatan SBMPTN 2014 adalah Kampus Universitas Negeri Malang (UM). Kegiatan seleksi yang di mulai pukul 07.10 WIB tersebut berlangsung dengan aman dan lancar.

Sumber: http://ft.um.ac.id/2014/06/tes-seleksi-jalur-sbmptn-2014-di-ft-um/

4 Prodi Baru FT UM di Seleksi Mandiri Jalur Ujian Tulis Tahun Akademik 2014/2015

Penerimaan Mahasiswa Baru Seleksi Mandiri Jalur Ujian Tulis UM Tahun Akademik 2014/2015 – Kampus Universitas Negeri Malang (UM) tahun 2014 membuka program studi baru khususnya di Fakultas Teknik (FT). Ada 4 program studi baru yang dibuka dijalur Seleksi Mandiri Ujian Tulis UM Tahun Akademik 2014/2015.

http://ft.um.ac.id/2014/06/4-prodi-baru-ft-um-di-seleksi-mandiri-jalur-ujian-tulis-tahun-akademik-20142015/

registrasi semester ganjil untuk mahasiswa lama

08/06/2014 1 komentar

selamat siang
saya ingin menanyakan mengenai registrasi untuk semester ganjil bagi mahasiswa lama… itu bagaiamana prosesnya dan khususnya bagi mahasiswa penerima bidikmisi karena pengalaman yang t\semster kemarin ada yang ngumpulkan fc ktm ke gedung a2 dan juga ada yang tidak,,
lalu untuk kalender akademik di web um mengapa susah untuk di unduh,,,
mohon informasi selengkapnya terimah kasih.

Kategori:Tanpa Kategori Tag

penerimaan mahasiswa baru [SELESAI]

27/05/2014 8 komentar

saya ardini mahasiswa sasindo 2010 saya ingin bertanya mengenai jalur penerimaan mahasiswa baru di UM. Apakah perbedaan Seleksi Mandiri Jalur Prestasi dengan Seleksi Mandiri Jalur Ujian Tulis?? bagaimana dengan Jalur Mandiri 1 dan 2 ??

 

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[ASK] Registrasi Semester 2014/2015

Dear UM,
Saya ingin menanyakan jadwal registrasi semester untuk mahasiswa lama, khususnya Registrasi Semester 2014/2015. Mohon informasinya.

Terima Kasih
Dedi Mukhlas – TEP UM

KEISTIMEWAAN GURU

19/05/2014 2 komentar

Pepatah arab mengatakan: “ Kun kitabaan mufiidaan bila’unwanaan walaatakun ‘unwanaan bilakitabaan” Maksudnya adalah, Jadilah kitab yang bermanfaat walaupun tanpa judul namun jangan menjadi judul tanpa kitab.
Pepatah diatas cukup menggelitik juga dan tak ada salahnya kalau kita berikan apresiasi dengan meresponnya sebagai hikmah yang positif apalagi kalau mengingat proses awal dihadirkannya kita didunia ini diberi bekal fitrah dan bekal dasar intelektual yang menjadikan manusia berbeda dengan mahluk lainnya dan bagi fitrah yang belum dicemari oleh sistem negatif tentu akan termotivasi untuk meningkatkan nilai nilai moral dan spiritual sebagai perwujudan rasa syukur dengan merealisasikan perbuatan yang menunjukkan jati diri sebagai manusia mulia.
Pepatah diatas juga mengingatkan agar keberadaan kita didunia ini bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain bukan malah sebaliknya merugikan orang lain atau membuat sengsara orang lain,kalau memakai bahasanya orang kampus menjadi”agen of change” tapi kita sama tahu bahwa konsep merubah dan meneladani orang lain tidak semudah membalik telapak tangan apalagi hidup di era sekarang ini sarat dengan konflik dan hidup ditengah dinamika membutuhkan pemikiran fokus dan disiplin yang tinggi dengan berpikir sungguh sungguh maka seseorang akan menyadari bahwa potensi,idea maupun konsep yang tersimpan pada dirinya tak mungkin dibiarkan berkelana tanpa arah namun semua hendaklah diarahkan kesuatu tujuan tertentu yaitu memperdalam ilmu pengetahuan sebagai landasan untuk ditebarkannya kembali demi kemaslahatan sesama khususnya bangsa indonesia
Pepatah diatas identik dengan profesi seorang guru apalagi saat ini memilih menjadi guru adalah opsi yang cerdas,juga di mata masyarakatpun menjadi sangat menarik bahkan menjadi idola,beda dengan guru dimasa lampau orang kerap memandang sebelah mata sebab disamping tak bergengsi tingkat kesejahteraannyapun kurang memadai,tapi bagi seseorang yang disingkapkan sedikit tirai hijab sungguh merasa terilhami bahwa sebagai pendidik merupakan ladang amal yang menjanjikan kemuliaan dunia akhirat dan sesungguhnyalah guru adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu, sekarang dan masa mendatang
Siklus kehidupan terasa kian singkat,roda waktu tanpa ampun menggilas disemua aspek kehidupan bagai air mengalir mencari ruang-ruang yang kosong, sebagaimana kondisi kekinian meskipun masyarakat pedalaman tak lagi telanjang dan manusia rimba tak lagi menggunakan kapak batu dan panah beracun tapi dampak teknologi membuat keresahan baru bagi mereka sebab dengan perubahan perubahan yang cepat itu telah memicu hegemoni kehidupan dalam bentuk ketatnya persaingan diantara sesama,dan dalam kondisi seperti sekarang inilah sangat dibutuhkan peran guru, peran pemimpin untuk memberikan solusi agar masyarakat, bangsa merasa dipedulikan dan merasa diperhatikan suara jeritannya…..saya pernah baca bahwa pak presiden SBY pun pingin menjadi guru dan keinginan itu disampaikannya dalam peringatan HUT PGRI di istora senayan (27 nopember2013) beliau mengatakan:”insya Allah tahun depan setelah selesai dari tugas sebagai presiden rasanya profesi yang baik bagi saya adalah menjadi guru,betapa guru dengan misi yang besar untuk anak didik harus pandai pandai mengatur dapur agar tetap mengebul,” dan ditegaskan juga oleh pakar spiritual Imam Al Ghazali bahwa seorang berilmu kemudian bekerja dengan ilmunya,dialah dinamakan orang besar dikolong langit ini ia bagai matahari memberi cahaya orang lain sedang ia sendiripun bercahaya ibarat minyak kasturi yang baunya dinikmati orang lain iapun sendiri harum
Jadi bisa kita simpulkan bahwa pepatah diatas semakna dengan orang yang profesinya sebagai sosok teladan, guru (ustadz) secara etimologi profesinya memang mengajar ilmu pengetahuan, tapi banyak orang yang memaknai secara sempit (identik dengan agama) beda dengan da’i, kalau da’i adalah sebutan untuk aktivis dakwah yang menyeru mengajak umat manusia menuju jalan Allah tapi konotasinya orang orang merubahnya menjadi”penceramah” padahal tugasnya lebih khusus dari sekedar ustadz maupun muballigh kalau menurut saya baik yang profesinya sebagai ustadz (guru-dosen) pemimpin maupun da’i kalau niatnya sudah benar dan tidak semata mata khubbuddun-ya,maka merekalah yang pantas disebut pejuang sejati pantas menyandang predikat agen of change, mereka sama sama punya kemampuan profesional dibidangnya dan masing masing mampu membaca dan bertindak, berani dan siap menghadapi segala konsekwensinya…tapi sayang orang orang seperti mereka konon..sangat sedikit jumlahnya.(d720mei2014)

Kategori:Tanpa Kategori Tag