“KRS-an” via Internet, Mengapa Tidak?

Selama ini, registrasi akademik yang berwujud pendaftaran matakuliah dengan mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) on line melalui jalur intranet dalam kampus UM telah berjalan. Secara garis besar, proses yang dilalui diawali dengan membayar SPP/BPP/SPSA di bank yang ditunjuk. Setelah itu, melakukan registrasi administrasi (lagi) di subbag registrasi BAAKPSI dengan menyetempelkan Kartu Tanda Registrasi. Kalau semua itu sudah OK, barulah dapat registrasi akademik di fakultas masing-masing secara on line via jaringan internal UM.

Proses registrasi akademik yang harus dilalui mahasiswa di fakultas adalah melihat sajian matkuliah dalam jadwal kuliah semester yang akan berjalan. Matakuliah yang akan ditempuh ditulis di KRS(S) di komputer setelah mendapatkan persetujuan dari dosen Penasihat Akademik (PA). Semua mahasiswa, baik mahasiswa yang brilian dengan capaian kredit maksimal dan IP tinggi maupun mahasiswa yang “bermasalah” yakni mahasiswa yang capaian kreditnya sedikit dengan IP di bawah standar, tanpa terkecuali, harus berkonsultasi dengan dosen PA.

Proses yang rumit dan melelahkan serta memerlukan dana yang tidak sedikit tersebut—karena mahasiswa luar kota harus datang ke kampus saat registrasi administrasi dan registrasi akademik—dapat diefisienkan dengan “KRS-an” via internet dengan gambaran prosedur sebagai berikut.

Pertama, mahasiswa membayar SPP/BPP/SPSA di bank yang ditunjuk. Data bank tersebut harus link dengan bagian keuangan BAUK UM dan bagian registrasi BAAKPSI UM secara otomatis. Dengan cara begini, data mahasiswa UM sangat akurat, karena melalui satu pintu. Tidak seperti sekarang ini, bagian keuangan punya data sendiri, bagian akademik punya data sendiri, dan sering tidak sama!

Kedua, mahasiswa mengisi data diri yang diperlukan, membaca sajian matakuliah dalam jadwal, dan mengisikannya dalam KRS. Semua dilakukan secara on line melalui jaringan internet di mana pun di dunia ini. Untuk itu, deperlukan format data on line dan jadwal telah di-up load oleh fakultas masing-masing.

Tentu saja untuk mahasiswa lama, sebelum mengisi KRS, harus “membaca” dulu capaian studi pada semester sebelumnya. Jika capaian prestasinya baik (misalnya, IP > 2,25 dengan capaian SKS > 18) langsung dapat mengisi KRS, sedangkan yang capaian prestasinya kurang, tidak bisa KRS on line via internet, tetapi harus menemui dosen PA dulu untuk mengkonsultasikan kendala capaian prestasi kurang tersebut.

Dengan proses registrasi administrasi dan registrasi akademik on line via internet tersebut, tenaga dan biaya mahasiswa dapat dihemat dan kinerja birokrasi UM sangat efektif dan efisien.

Saya yakin Pusat TIK dapat menyediakan perangkat lunaknya. Tinggal “kemauan politik” birokrasi AUK dan AAKPSI saja yang perlu “ditantang” untuk mewujudkannya. Bagaimana menurut Anda?

20 tanggapan untuk ““KRS-an” via Internet, Mengapa Tidak?

  1. SETUJU….registrasi online..tak perlu antri di ruang komputernya fakultas sastra…cukup lewat internet..tinggal cari hotspot area atau warnet di kampung halaman masing-masing…..TEKNOLOGI untuk mempemudah…bukan utk mempersulit……(jangan alasan SDM kurang, jangan alasan dana kurang, lha uang SPP sebegitu banyaknya dikemanakan?

  2. Wah…usulan Pak Dawud memang OK…
    Jaman masih kuliah dulu saya selalu ngiri sama adek saya yang kuliah di Bandung tapi segala proses registrasi, KRS, KHS, dsb bisa dilakukan secara on-line di mana saja, bahkan bisa lewat sms, sementara saya sampai semester lalu masih harus datang ke Malang, ambil slip di A3, lalu antri ke BNI cabang UM (padal dulu pernah bisa di BNI mana saja), balik ke A2 untuk stempel, antri lagi di RR, bener-bener menguras tenaga, materi dan emosi. Saya yakin bukan hanya mahasiswa saja yang direpotkan dengan sistem jadul itu, tapi juga para petugas yang harus melayani kami. Semoga usulan Pak Dawud ini bisa terwujud sehingga adik-adik kelas saya dan para petugas yang melayani mahasiswa tak perlu mengalami nasib seperti dulu,,,

    PASTI BISA! HARUS BISA!

  3. KRSan mmg online,tp prakteknya mhsswa d persulit…. d KHS tertera jika mhsswa mndpat IP diatas 3,dapat menempuh 24SKS.tp nyatax te2p sj g bs….
    mohon di perhatikan….

  4. Hmm… Semoga Uangnya UM cukup.. mengingat aplikasi KRS & KHS online ituh cukup rumit pembuatannya dan butuh biaya yg besar. Desain databasenya MAHAL. Walaupun tabel-tabel dan sudah di normalisasi, tapi klo bandwith internetnya masih kurang juga berbahaya seperti pengalaman Pendaftaran Maba online.

  5. satu lagi, pa UM ga bisa bli program jadi gt?brapa juta c?masak UM yang segede ini n semahal itu(bayar SPSAnya) ga bisa bli program untuk KRSn???

  6. @INTAN
    setuju in,tp klo TU NON REG agak lebih friendly mesti harus sedikit sabar nuggu semuanya sepi heheh. wis pokoke UM harus bisa maju dalam hal administrasi. kan udah jadi kampus terbaik dalam hal kearsipan masak ngurus admin harus diajari juga. Cayooo UM

  7. Wah ….kalau itu segera terwujud ya baguslah, sehingga kami para pelayan mahasiswa ini tidak stres menghadapi antrian yang panjang. Selama ini kami, terutama teman-teman keuangan, harus mengentry dulu untuk masuk ke data base. Belum lagi tulisan di kwitansi pembayaran tidak jelas/sulit dibaca sehingga menambah lama proses. Nah kalau sudah begitu untuk menghindari antrian panjang petugas langsung menyetempel kwitansi. Antrian akan beralih ke loket registrasi, petugas registrasi juga akan melakukan hal yang sama yaitu menyetempel kwitansi walaupun nama mahasiswa belum ada di data base karena belum di entry di loket keuangan.

    Celakanya tindakan ini akan berdampak di fakultas, karena mahasiswa tidak bisa KRS karena namanya tidak ada di data base fakultas. Kalau sudah begini mahasiswa akan bolak- balik menelusur dari awal lagi, dan bisa menimbulkan kejengkelan para mahasiswa.

    Oleh karena itu UM harus SEGERA bekerja sama dengan SWITCHER supaya nama mahasiswa yang sudah membayar di bank langsung bisa LINK dengan BAUK dan BAAKPSI sehingga kami tidak mengentry lagi dan tidak stres lagi menghadapi antrian puannjang.

  8. ya kalo gak ribet smua psti setuju. tapi sayang loadingnya lama bgt. n ribet bgt. harus antri lagi…mesti bikin emosi.smpek kmrn pintu d lab FE pecah kacanya gara2 saling berebut masuk…ya,moga lebih ditingkatkan lagi fasilitasnya biar um lebih maju.

  9. Zaman dah begini maju, teknologi dah begitu pesat, dunia bagai di genggaman tangan. Klo mau menjadi “world university” dan “learning university” yaaaaaa harus mau “ngutek” (bermain otak, memeras otak).

    Mana bisa menaikan rating dengan ongkang-ongkang kaki sambil rokokan?
    Pola dan cara berpikir lama harus disingkirkan……………….
    Cara kerja manual yang antri panjang perlu dihapuskan…………..
    Efektif dan efisien perlu jadi pegangan kerja…………………………

    Udah, tinggal kemauan, niat, dan realisasi……………………….

    Berpikir, berbuat, menghasilkan……. menikmati

  10. iyow ….msok UM sek manual trus cak ,ngisin2i ta >,<
    ksian mhasisiwany lh , trutma yg dr luar daerh msk hrus jaoh2 blk kcing nang mlng lg bwt ngrus KRS

  11. iya nie.. kapan bisa online kyk kmpus2 laen?? ms klh ma tetangga sebelah??
    jujur nie, aq kaget bgt wktu awal msuk kul d um n wktu tu pas krs-an,..udah lama bgt, hrus desak2 an ma tmen2, capek, pusing juga palagi klo jdwl kul x bentrok, hrus bolak-balik ganti..arrgghh..bnr2 membosankan…jgn kyk gni dunk,, qt kan mahasiswa juga butuh kenyamanan dalam proses belajar d kampus.. msa dari tahun k tahun g da perubahan sama sekali..!! apalagi aq mahaiswa input, jelas kaget dgn perubahan nie…smula d kmpus yg lama, krs -an lgsg online/ bs ktmu lgsg ma dosen pembimbing..
    smoga aja k depannya , kmpus UM bisa lebih maju dr kampus2 laennya..

  12. halah kayaknya percuma aja, mw manual, mw online, gak da bedanya.
    pa lagi di FAKULTAS EKONOMI. ujung-ujungnya tetep aja harus ngantri ngambil KRS di TU.
    Dan yang paling bikin EMOSI tiap KRSan adalah “PELAYANAN TU AKUNTANSI REGULER AMAT SANGAT MENGECEWAKAN, SAMA SEKALI TIDAK WELCOME & GAK BISA MELAYANI MAHASISWA DENGAN BAIK”.
    udah enak2 dapet KRS penuh lewat ONline, di cek hari terakhir modif isi KRS masih full tapi ternyata pas modif ditutup mw ngeprint malah KRSko NOL SKS, mana bisa dapet kelas lg?????
    jadi intinya, kalo emang mw KRS online, siapin semuanya dengan baik.
    juga buat para petugas TU khususnya AKUNTANSI REGULER hendaknya lebih FRIENDLY lagi!!! kayak gak punya anak/keluarga yang kuliah aja. pasti tiap musim KRS harus menahan emosi. nyebelin pol

Komentar ditutup.