Adakah Perubahan?

Untuk menciptakan sebuah karya memang dibutuhkan kemampuan tinggi, mewujudkan visi,misi ibarat menguak misteri di dunia mimpi artinya dibutuhkan kerja keras, energi ekstra juga stamina prima, dan para pemegang amanah, juga dituntut untuk selalu terjaga terhadap semua yang jadi tanggung jawabnya, dan kami dari kalangan bawah hanya bisa berharap adanya perubahan, dan bertepatan tahun 2014 ini merupakan tahun yang istimewa bagi bangsa Indonesia sebab ada pesta demokrasi pilpres juga tahun istimewa bagi Lembaga pendidikan UM Malang karena ada pilihan rektor baru, walau beda skupnya tapi kami tetap menyebutnya sama yaitu ”pemimpin” mudah mudahan saja para pemimpin dinegeri ini, mereka oleh Tuhan diberi kemudahan untuk bisa menjawab segala tantangannya.
Ibarat seorang raja dari kerajaan seribu satu malam yang membuat sayembara, siapapun boleh mengikutinya dengan ketentuan siapa yang bisa menjawab diberi hadiah sekantong emas dan bagi yang tidak bisa menjawab adalah hukuman penjara, pertanyaan raja tersebut adalah ”dulu mana,ayam apa telur” ? (ini kisah usang yang sudah lama terjawab) Cuma, pertanyaan diatas mempunyai makna filosofi yang panjang dan terkait dengan logika,
Yang lebih jelas lagi jika para pemegang amanah mau membaca kitab al hikam karya Syekh Ahmad Atailah halaman 99,beliau mengatakan “jika kalian kalau ingin berjalan dari situasi ke situasi lain, agar tidak seperti keledai penggilingan, ia berjalan tetapi jalan yang dilaluinya adalah jalan yang sudah di lewatinya, tapi berangkatlah dari situasi kearah yang menciptakan situasi, sesungguhnya kepada Tuhan jua berakhirnya semua persoalan………..

Satu tanggapan untuk “Adakah Perubahan?

  1. pak…. kebetulan saya sampai sekarang masih mencoba berpikir tentang arah tulisan Bapak hehehehe, butuh penelaahan lebih dalam, tapi kalo untuk pertanyaan “dulu mana, ayam apa telur ?” saya bisa menjawab dengan pertanyaan “ayam yang mana dan telur yang mana ?” karena kalo ayam yang keluar dari telur itu, maka telurnya lebih duluan, kalo ayam yang mengeluarkan telur itu, maka ayamnya yang duluan…. Namun menanggapi tentang pemilihan pemimpin baru, menurut saya, pada masa-masa sekarang ini terlalu banyak orang yang frustasi atas keadaan, banyak yang sudah kehilangan harapan, sehingga siapapun pemimpinnya, saya kira tidak semudah itu akan merubah kondisi. Justru sebaliknya, apa yang bisa kita lakukan ? Adalah dengan menjadi orang yang berani maju untuk selalu memberikan semangat dan membangkitkan harapan bagi siapapun yang ada di sekitar kita. Karena 5 (lima) orang yang terbangkitkan semangatnya, dan mempunyai harapan baru, sungguh setimpal dengan hinaan dan cacian pada diri kita sendiri.

Komentar ditutup.