Sehebat Rajawali

Kita semua sama tahu bahwa Tuhan menciptakan alam semesta ini bukanlah untuk main main dan kitapun tahu akhir dari segala jawaban adalah Dialah pemegang semua kunci kerahasiaan itu, bila kita tengadahkan wajah kelangit cerah, tampaklah bintang berserak tak terbatas dan berapa banyak gugusan bintang beserta planet planetnya, Maha Suci Dia betapa kerahasiaan itu sebagian besar belum terungkap oleh pengetahuan manusia, sejauh mata memandang langit dan bumi dihamparkan segala isinya telah ditawarkan menantang seberapa jauh akal dalam mencari tahu maksud dibalik penciptaan itu. Tapi Tuhan telah memberikan jalan sebagai ibroh yang pernah diperankan oleh burung gagak yang mengajarkan kepada Qabil bagaimana caranya memperlakukan mayat saudaranya Habil yang telah ia bunuh,merasa dihantui rasa sesal tiada tara dan deras air mata tak kunjung reda,ia bawa terus mayat adiknya mengikuti kemana langkahnya berjalan dan disaat kelelahan itulah ia melihat burung gagak mengkais kais tanah sampai agak dalam dan memasukkan gagak satunya yang telah mati kedalam lubang kaissannya. Pada ibroh yang lain bagaimana Tuhan telah mengilhamkan cara hidup lebah yang bersih, bekerja sama dan tak mau merusak lingkungan disekitarnya dan masih banyak yang lain ayat ayatNya di alam ini dan tentu semuanya mengandung isyarat hikmah bagi manusia yang mengimani dibalik segala yang diciptakanNya
Dan disini saya ketengahkan karakter kehidupan dari jenis burung rajawali yang menurut ilmuwan mempunyai lima ciri khas,yaitu selalu terbang tinggi, tidak pernah membangun sarangnya sendiri, tidak ingin memakan mangsa binatang lain, tidak pernah menyisakan mangsanya untuk keesokan harinya dan kadang senang menyendiri
– Terbang tinggi mengisyaratkan hidup hendaklah punya cita cita dan setiap individu pasti mempunyai naluri untuk memenuhi segala kebutuhannya,itulah langkah awal dimana seseorang mulai memahami diri dan menyadari bahwa kemuliaan, kebahagiaan tidaklah datang dengan sendirinya tapi harus diraih dengan jalan bekerja keras, niat yang kuat ibarat menyalakan api yang tak mudah padam atau bagai obor yang nyalanya terjaga terus dan selalu memberi motivasi untuk hidup dinamis
– Tidak pernah membangun sarangnya sendiri mengisyaratkan bahwa ia tidak mau terikat oleh taqlid atau terikat oleh apa kata orang atau terikat oleh pemahaman yang sempit dan bisa juga mengingatkan pada kita agar tidak terpaku oleh apa yang telah dicapainya sekarang,ia bebaskan diri dalam penggapaian maqom maqom berapapun nilainya tapi atas risetnya sendiri dan ketika ditanya oleh saudara lain.”apakah madzabmu?”ia terdiam sejenak lalu menjawab,”aku adalah seorang muslim”
– Tidak ingin memakan mangsa binatang lain mengisyaratkan kebebasannya untuk mencari,bebas memasuki pintu pintu gerbang ilmu maupun lorong lorong rezeki yang telah disediakanNya,dikaisnya penuh kejujuran dan tidak mau meraih keuntungan dengan jalan tidak dibenarkan, salah satu kaidah yang ia pegang adalah”maa laa yudroku kulluh,laa yudroku kulluh” yaitu apa apa yang tidak bisa diraih semua, maka janganlah ditinggalkan semua” dan ia yakin bahwa dengan kesungguhannya Tuhan pasti akan menempatkan sesuai porsi yang diraihnya, sungguh sifat ini adalah bagian dari akhlak yang terpuji dan andai saja ia menjadi pemimpin umat atau rakyat tentu Tuhan akan menjadikan negeri ini menjadi negeri yang gemah ripah lohjinawi tenteram damai bersama ampunanNya
– Tidak pernah menyisakan mangsanya untuk keesokan harinya, menunjukkan bahwa apa yang telah diusahakan dan apapun yang telah diterimanya baik keuntungan sedikit atau besar jika dalam bentuk materi selalu tak lupa diprosentasi bagi orang lain yang berhak menerimanya dan jika dalam bentuk tambahan pengetahuan selalu berusaha untuk bisa mengamalkannya sebab ia sadar bahwa pada saatnya nanti setiap individu akan mempertanggung jawabkan kepada Tuhannya
– Dan terkadang senang menyendiri mengisyaratkan bahwa sebagai warga negara yang baik ia tiada meninggalkan etikanya hidup bermasyarakat, berinteraksi penuh empati tapi pada saat yang lain iapun membutuhkan untuk sendiri, berfikir, introspeksi dan mengatur strategi guna membenahi kekurangan diri yang ia sadar sesungguhnya sebagai mahluk pasti tak bisa terhindar dari salah dan khilaf………..