PENGGUNAAN REJEKI

Semua para ulil albab pasti punya jiwa kreatif dan sejak mengenal arti dari kehidupannya tentu dia akan selalu mengupayakan dirinya agar menjadi orang yang berbahagia lahir batinnya dari aspek dunia mau bekerja keras dan aspek akherat juga ok. Awal petualangan sejak mengenal arti hidup semua orang tentu mengalami cerita yang berbeda dalam mencari pekerjaan untuk rejeki tetapnya, suka duka itu pasti, pasang surut selalu dialami yang jelas bagi orang orang yang menggunakan potensi akalnya tentu tak bosan bosan mengejar mimpinya tanpa mengetahui ukuran suksesnya dan seiring lantunan doa yang tiada terputus merajut hari begitu panjang dan akhirnya peluh yang deras itu terjelma menjadi kristal kristal emas ibarat orang tidur ditempat tidur yang sempit tapi ”milik sendiri”,alhamdulillah, itulah kalimat yang selalu diucapkan padahal dengan ucapan itu sanggup ciptakan ketenteraman kedamaian dan menambah kesejukan hati maupun jiwanya.
Waktu terus ciptakan masa dan pola pikirpun ikut berkembang, kesederhanaan yang sekian lama telah dinikmatinya,wajarlah jika tiba tiba ia berharap lebih dari sekedar yang diterima saat ini, melalui angannya ia berkata,”andaikan gajiku naik tentu aku bisa menabung…padahal kenaikan gaji regulernya sudah rutin diterima tapi yang dirasakannya tetap sama “selalu pas pasan”,dan pada saat yang lain mungkin pikirannya lagi jernih ia pun mengeluh perlahan “iya ya,pengeluaran kok semakin besar” (besar pasak daripada tiang),tapi gumamnya telah dijawab sendiri dan ketika ia istirahat setelah didera oleh kelelahannya, lagi lagi pikiran jernihnya datang menghampiri, ia bertanya pada hatinya “apakah aku termasuk dari golongan orang yang safih? yaitu orang yang tidak pandai mengatur rejeki atau aku termasuk golongan orang yang israf? yaitu orang yang suka boros,berlebih lebihan dalam penggunaan rejeki?sebagai pelajaran berharga boleh juga disebut ujian yang Maha Kuasa adalah bukankah beberapa saat yang lalu pemerintah telah mencairkan tukin? uang yang lumayan banyak untuk ukuran pegawai negeri level pelaksana, dan sebagian pegawai yang menerima tukin mungkin ada yang tak memperhitungkan bahwa yang diterimanya kemarin adalah yang terakhir kalinya mengingat masa kepemimpinan Presiden SBY telah berakhir dan amat merugilah mereka yang membelanjakannya tidak berhati hati – ibarat “sak bathok ngorok sak kati mati” – menghamburkan uang tanpa memikirkan kalau kalau didepan kemarau sangat panjang……..( fs-d7).

Satu tanggapan untuk “PENGGUNAAN REJEKI

  1. pak hartono…. wonten dasare menopo pak ? hehehehe SBY lengser, TUKIN juga lengser, menopo panjenengan mboten maos perpres 88 th 2013 ? UU no 5 th 2014 ? di waos rumiyin bapak nggih….

Komentar ditutup.