Dikirim ke Mendagri

Hari ini, Senin, 17 November 2014, Prof. Joko Saryono datang ke ruang Tatausaha. Saya senang kalau bertemu beliau, biasanya membawa pelajaran melalui humor segar dan baru.

Dikisahkan, di suatu perumahan ada warga yang meninggal dunia. Satpam perumahan segera melaporkan bahwa Pak X meninggal dunia. Mohon petunjuk tindak lanjutnya.

“Segera temui Pak Modin untuk pimpin memandikan/mensucikan, mengafani, dan  menguburkan”, kata Ketua RT.

“Pak X tidak beragama Islam, Pak”, timpal Satpam.

“Kalau begitu, segera temui Pendeta atau Pastur”, jawab Ketua RT.

“Lho, Pak X tidak bergama Katolik atau Kristen Protestan, Pak,” jawab Satpam.

“Ya kalau begitu, segera bawa ke Vihara atau …,” jawab Ketua RT.

“Mohon maaf Pak, Pak X juga tidak beragama Hindu atau Buddha”, jawab Satpam cepat sebelum ujaran Ketua RT selesai.

“Di KTP-nya, kolom agama tidak ada isinya, Pak,” tambahan penjelasan Satpam.

(Sambil mengerutkan dahi), “Baik, segera kirim ke Kemendagri”, jawab Ketua RT.

“(?)” (Satpam bingung, tak tahu harus berbuat apa).

(Prof. Joko Saryono berkomentar, “Ternyata, isian kolom agama dalam KTP tidak hanya persoalan diisi atau tidak. Implementasi di lapangan bisa membingunkan.”)

 

Malang, 17 November 2014

Dawud

FS UM

Satu tanggapan untuk “Dikirim ke Mendagri

  1. Memang Pak Djoko Saryono terkenal dengan dagelannya. Dulu ketika kami berbincang-bincang di Warung Sari sambil menikmati nasi pecel, Saya biasa bertanya: “Pak Jack, hari ini ada cerita/berita apa?”

    Djoko Rahardjo, Staf Subag Umum LP3 UM

Komentar ditutup.