[SELESAI] Segarnya Udara Pagi di Dalam Kampus

Sebelum ini kalau saya datang pagi hari sekitar jam 06.00 – 06.30 saya selalu merasa rugi karena udara sekitar kampus yang tidak bersahabat, karena merasa lebih segar kalau berada di luar kampus.

Hal ini terjadi karena bagian halaman dalam menyirami tumbuhan/tanaman di sekitar kampus pada pagi hari tidak menggunakan air bersih tetapi menggunakan air sungai atau air comberan, sehingga udara sekitar menjadi berbau amis dan terkadang bisa dibilang basin (bahasa jawa).  Beberapakali saya melihat bebeapa mahasiswa berlari menghindar dari percikan siramam air tersebut sambil menutup hidungnya

Belum lagi kalau merasa pakaian ini sedikit terkena percikan airnya yang bisa membuat rasa was-was di hati, takut kalau najis sehingga tidak bisa dipakai sholat.

Kira-kira lebih dari 3minggu terakhir ini saya sudah merasakan lagi segarnya udara pagi di dalam kampus.  Terimakasih, mudah-mudahan segarnya udara pagi hari tetap terjaga dengan tidak menggunakan air comberan lagi. Terimakasih

6 tanggapan untuk “[SELESAI] Segarnya Udara Pagi di Dalam Kampus

  1. Sekarang sedang diusahakan penggunaan air bersih dari sumber dalam tanah untuk menyiram tanaman dan tumbuh-tumbuhan di kampus. Tandon besar juga sedang dibangun, menyatu dengan garasi Jln Gombong, untuk penyediaan air bersih untuk menyiram tanaman dalam kampus. Air diambilkan dari sumber dalam tanah. Dengan air tandon itu, dalam waktu dekat diharapkan air untuk menyiram tanaman dan tumbuh-tumbuhan di kampus bukan lagi air yang kotor.

  2. Saya selalu menyediakan obat sakit kepala di saku saya, sebab sering sakit akibat menghirup asap rokok, kenapa banyak orang tidak sadar kalau asap rokoknya membuat orang lain sakit.
    Bukankah kita hidup di”haram”kan untuk menyakiti orang lain.
    Sudah seharusnya kampus bebas asap rokok.
    Boleh merokok asal asapnya ditelan kembali (tidak boleh terhirup orang lain).
    Saya merasa terganggu oleh ulah Anda (Perokok), semoga saya tetap diberi kelapangan hati untuk selalu memaafkan Anda (perokok).

  3. @Noor Farochi
    Amiin. trims dukungannya. Selama ini kayaknya saya cuman sendirian berteriak “Pak roko’e!” Tahu komentarnya? “AKU NDAK BISA KERJA NEK NDAK NGROKOK!” (Ndak mikir yo Pak, kalau yang lain juga ndak bisa kerja dengan asap rokok mereka).
    Doa orang yang teraniaya dan terdholimi makbul Pak, langsung diangkat ke langit.
    @ PAK JO, thx kirimannya.

  4. @Elfin
    Masalah asap rokok kalau tidak dimulai dari masing-masing individu memang sulit, terlebih lagi kalau “para ahli hisap” itu tidak menyadari pada saat itu dia telah “mendholimi” orang lain yang tidak merokok menjadi perokok pasif yang menurut beberapa penelitian justru lebih berbahaya.
    Mari bersama kita do’akan semoga “para ahli hisap” itu segera sadar tanpa menunggu ada yang jatuh sakit lebih dahulu. amin

  5. @Elfin
    Setuju Bu, saya kalau jalan-jalan ke Subag PE , Subag RS, dan Subag Sardik agak lama maka 1-3 hari kepala saya pusing gara-gara ISAP ASAP ROKOK. Apalagi Ibu yang tiap hari di sana. Jika ingin menjadi universitas kelas dunia mestinya TIDAK ADA ASAP ROKOK DI KAMPUS. Mari berusaha Bu, menggalang dukungan. TEMBAKAU sekarang akan digolongkan menjadi ZAT ADITIF dalam UU RI sehingga akan dibatasi peredarannya. Jadi rokok digolongkan seperti narkoba, zat aditif. Saya sangat bersyukur di Pusat TIK, kami sudah memulai bebas asap rokok dalam gedung sejak 2 Juni 2008 (hari pelantikan pejabat Pusat TIK), kalau tidak demikian saya pasti sudah mundur dari jabatan, kesehatan harus diutamakan. MUDAH-MUDAHAN SEGERA BISA DIKELUARKAN ATURAN UNTUK MEROKOK DI LUAR GEDUNG, agar udara segar dari pagi sampai malam.

  6. Nggih Pak, ternyata kita sehati menikmati udara pagi yang segar. Apalagi pas masuk ruangan kantor udara tetap segar sampai menjelang pulang. TANPA ADA ASAP ROKOK! Subhanallah, nikmat sekali bekerja waktu ramadhan. Rasanya pengen setiap saat ramadhan. Udara bersih, semua menahan sabar, kerja barokah.
    Kapan yo Pak, UM tercinta bisa bebas dari asap rokok?

Komentar ditutup.