Satpam dan Ketidaknyamanan Jalan

Dengan telah diputuskannya oleh Senat, UM menghadap ke Timur dengan alamat baru Jalan Semarang 5 Malang, maka perlu ada petugas satpam seperti yang ada di Jalan Surabaya. Satpam yang dimaksud adalah untuk membantu kendaraan yang akan masuk ke Jalan semarang mengingat padatnya arus lalu lintas di jalan Jakarta menuju Jalan Semarang pada jam-jam sibuk, terutama pagi hari.
Selain itu ada sedikit ketidaknyamanan ketika masuk UM melewati Jalan Semarang, yaitu rel tempat jalannya pintu gerbang terlalu tinggi sehingga sekalipun perlahan-lahan saat melaluinya guncangan yang ditimbulkan dari gundukan rel tersebut sangat-sangatlah terasa. Rel tempat jalannya pintu gerbang yang posisinya lebih tinggi dibandingkan โ€œpolisi tidurโ€ (yang keberadaannya di lingkungan kampus sudah dihilangkan), perlu diturunkan sejajar dengan jalan, atau ada sedikit polesan dari jalan rel tempat jalannya pintu gerbang menjadi agak lebih landai ke jalan aspalnya untuk kenyamanan ketika lewat disitu. Terimakasih.

14 tanggapan untuk “Satpam dan Ketidaknyamanan Jalan

  1. Saya sependapat dengan bapak Noor, seringkali saya melewati gerbang jalan Semarang, hal yang sama dengan Pak Noor juga saya rasakan, bahkan sebelumnya juga saya sempat bertanya dalam hati, ketika jalan semarang dijadikan jalan utama, beberapa waktu selanjutnya selokan yang terdapat persis disebelah pintu gerbang sempat ambrol atau berlubang, sempat bertanya tanya dalam diri saya “kok tiap kali ada perubahan pembangunan fisik di UM ini terkesan sangat tidak terencana dengan baik…?” bukti yang paling mencolok begitu jalan semarang di jadikan jalan utama, tidak dipikirkan kekuatan selokan atau sarana penunjang lain yang ada kalo dilewati mobil/bus/truk atau kendaraan lain dampaknya bagaimana, jalur antara parkir (selatan pos) dan jalur masuk kendaraan masih belum jelas karena ada saja sepeda motor yang melawan arus. Menurut saya, tiap kali ada perbaikan/pembangunan fisik sarana prasarana harusnya di kaji dan diperhitungkan dulu dampak negatif dan positifnya baik pengguna jalan maupun kenyamanan di lingkungan UM sendiri. Agar tidak terkesan asal asalan.

  2. wah setuju kalo di buat taman lagi.. tapi satpamnya di tambah dong,, biar jaga pintu gerbang di jalan ambarawa, biar lebih aman,, kan dah ada tempatnya tu , kenapa kok gak di gunakan? tempatnya malah di pake orang berjualan , gimana sich,!!!! banyak pengemis dan pencuri masuk kampus lewat jalan itu. makanya sering yang kecolongan, trus buat apa tempat atpam itu???? kalo gak di pake mendingan di hancurkan ja biar jalanya lebih luas.. biar pencuri dan pengemis gampang masuk..

  3. saya juga mau berbagi keluhan soal gerbang kecil(gerbang untuk pejalan kaki), baik itu yang ada di selatan FIP, ataupun di depan rektorat. sekarang dengan adanya aturan baru, kami merasa terbebani, karena untuk masuk ke UM pada pukul 18.00-21.00 harus lewat gerbang surabaya(nyelinap diantara pagar dan tembok), sehingga para pejalan kaki (mahasiswa yang ingin ke kampus dengan berjalan kaki) harus muter2 dulu… kan capek! padahal kalau dulu, kami enak lewat gerbang kecil di selatan FIP (shortcut) jadi bisa lebih cepat sampai dan hemat tenaga…. mohon kebijaksanaan dari senat atau UHPT…

  4. Segarnya udara pagi di UM sesungguhnya telah menghilang beberapa tahun terakhir. Gemericik air yang mengalir di selokan kecil seputar kampus dan nyanyian burung yang berebut kasih sayang induknya seolah menjadi lebur diterkam kelamnya malam. Yang tersisa hanya kerinduan, ya rindu akan kampusku yang indah dan lestari di masa lalu.
    Seandainya, ya seandainya lingkungan kampus ini diberi sentuhan beda agar setidaknya mimpi yang kemarin hadir bisa sedikit menjadi kenyataan… oh alangkah indahnya kampusku.
    Apa yang seharusnya dilakukan ? agar bisa menjadi bagian dari langkah kebijakan bagi pimpinan tentunya.

  5. MARI KITA PERBAIKI PELAYANAN DI UM, PELAYANAN DI UM INI MEMANG SANGAT SULIT SENYUM (3S). KATANYA BAAN LAYANAN UMUM (BLU)….BUKTIKAN DONK PELAYANAN YG BAIK…

  6. Kondisi UM sesuai dengan Lambang pada LOGO, “POHON KALPATARU”

    ๐Ÿ™

    Saling menyalahkan, mengkritik, mari kita jaga fasilitas yang ada dengan baik.

    ๐Ÿ™‚

  7. @caknoors
    aku jadi penasaran membaca tulisan cak noor tanggal 30 okt tentang ketidaknyamanan wakt lewati pintu masuk jalan semarang. Tingginya seberapa sih, soalnya jarang lewat sana. Nah tadi pagi aku buktikan langsung lewati rel itu. Ada dua pengalaman langung yang aku peroleh. Pertama, rel ternyata memang benar terlalu tinggi dan bisa membahayakan pengendara sepeda motor yang belum hafal kondisi pintu masuk jalan semarang. Hal tsb hendaknya dapat dijadikan bahan pertimbangan pihak terkait sekiranya membangun fasilitas lain di kampus, faktor kenyamanan mohon mendapat perhatian yang lebih. Kedua, kalau kita mau masuk ke UM lewat jalan Semarang dari arah utara (jalan Bandung), gerbang UM yang sudah dibangun amat bagus dan gagah tidak dapat terlihat dari jauh sebelum mendekati jalan semarang. Justru yang kita lihat tulisan besar berwarna merah milik sebuah kafe/toko. Bagaimana ya menyiasati agar dari jarak jauh sudah bisa terlihat kalau tidak berapa lama lagi akan memasuki kawasan UM. Kalau warga UM sendiri sih sudah hafal, tetapi bagaimana dengan tamu kita?

  8. satpam harus tegas dalam menindak segala pelanggaran tanpa pandang bulu, terutama masalah parkir sembarangan di lingkungan kampus UM..Masak hanya motor mahasiswa yang digembosi waktu parkir sembarangan???sedangkan mobil2 (mungkin itu milik dosen dan pegawai) tidak dilakukan tindakan apa2, terutama di FE..

  9. Barangkali kendaraaan yang parkir di lintasan masuk jalan Semarang perlu juga ditertibkan, misal larangan parkir kendaraan di depan LPM/koperasi mahasiswa (mie pangsit). Larangan ini perlu karena banyaknya sepeda motor yang parkir dan tidak ada trotoar tempat lalu lalang pejalan kaki menyebabkan mobil kesulitan melintas saat berpapasan dengan mobil lain di depan.

  10. Iya Pak Zul, malah ketika masuk pada bundaran di Jl. semarang itu tampak dari timur papan spanduk dan baliho yang menurut hemat saya agak sedikit kurang nyaman, lain kali perlu dihilangkan atau ditata yang cantik, saya juga setuju tanaman dan rumput yang asri itu dimulai dari masuk pertigaan jalan semarang, dan dimulai/dicoba pemberlakuan pengecekan STNK, Karcis, dan apalah namanya, sehingga akan sedikit membantu dari sisi kemanan kendaraan.

  11. @syamsul Tulisan dan komentar ini belum dicetak dan dikirim ke yang berwenang. Kalau tidak mendesak maka akan ditunggu hadirnya komentar-komentar yang bersifat membangun UM, barulah disampaikan ke yang berwenang. Semuanya mendapatkan respon yang baik.

    Kemarin siang sewaktu menyampaikan cetakan tulisan “Tingkatkan Layanan untuk Mahasiswa Pascasarjana” kepada Ibu Komariyah (Kasubag TU PPs), keluhan tersebut diterima dengan penuh pengertian dan menjelaskan bahwa hal itu kemungkinan disebabkan karena nilai yang belum masuk dan segera ditindaklanjuti ke Pak Marthen Pali (Direktur Pascasarjana).

    Kemarin siang sewaktu melaporkan ke Pak Andoyo (Kepala BAUK) tentang adanya kritik untuk Sekuriti UM maka kritik juga diteruskan ke Kabag UHTP dan Kasubag RT.

    Kemarin siang sewaktu saya menyerahkan tulisan tentang Sekuriti UM ke Pak Muhtarom (Kabag UHTP) ternyata malam hari sebelumnya Pak Muhtarom telah melakukan koordinasi dengan jajaran Satpam untuk membicarakan tulisan tersebut. Salut atas tindakan yang sangat cepat ini.

    Kemarin sore, sangat menggembirakan kita semua, Prof. Suparno (Pak Rektor) juga menyempatkan diri memberi komentar untuk “menjelaskan cara memperoleh air bersih” pada tulisan “Segarnya Udara Pagi di Dalam Kampus”. Salut, Pak Rektor yang kesibukannya sangat tinggi masih sempat meluangkan waktu untuk memberi komentar.

    Peristiwa kemarin menunjukkan bahwa situs UM merupakan media komunikasi untuk semua warga UM. Semoga semakin meningkat dan dapat digunakan untuk memberikan masukan-masukan yang membangun sehingga UM berjalan cepat MENUJU KEMANDIRIAN.

  12. Setuju usulan Pak Noor… untuk menugaskan beberapa orang Satpam di Jalan Semarang khususnya pada pagi hari untuk mengatur lalu lintas dan rel jalannya pintu gerbang agar tidak terlalu tinggi, perlu dipikirkan teknisnya bagi pihak unit yang terkait.
    Selain itu karena ada perubahan gerbang utama UM di Jln. Semarang, pada tahun depan perlu ada penataan taman nan asri serta rerumputan yang hijau pada halaman bundaran masuk ke UM di Jln. Semarang (depan Gedung Sasana Budaya).

Komentar ditutup.