Honor Komunikasi seretnya sampai 2 bulan dan ribet!!!

sudah 4 kali saya menulis pada majalah Komunikasi. yang ingin saya tanyakan apa honor yang diberikan itu memang setelah umur dari terbitan majalah tersebut 2 BULAN? atau memang sama pihak administrasinya sengaja DIULUR-ULUR? mohon para pimpinan komunikasi mengecek fakta ini, soalnya saya juga capek kalo harus naik turun di lantai 3 gedung A3 untuk sekedar menanyakan dan jawaban yang saya terima MENGECEWAKAN. hal yang sama juga dialami teman-teman saya yang menulis di majalah Komunikasi. bagi pihak-pihak yang tidak percaya, silakan coba menulis di komunikasi, pasti honornya akan LAMA dan RIBET.

5 tanggapan untuk “Honor Komunikasi seretnya sampai 2 bulan dan ribet!!!

  1. Terima kasih atas tulisan Sdr. Anavia tentang Hr. Komunikasi di Suara Kita. Komentar tsb kami tanggapi sbg hal yg positif, paling tdk ada perhatian terhadap Komunikasi. Sayangnya, Sdr. Anavia tdk menjelaskan identitas dan judul tulisan serta dimuat pada edisi ke berapa. Sy lacak mulai edisi 260-263 nama Anavia tdk tercantum sbg penulis. Sebaiknya, penulis di Suara Kita mencantumkan identitas yg jelas sehingga unit kerja ybs dapat lebih mudah dan cepat untuk menanggapi.

    Informasi yg dapat sy sampaikan adalah bahwa Komunikasi terbit tdk setiap bln, dlm 1 thn terdapat 6 edisi. Edisi pertama Bulan Januari – Maret, Edisi kedua Bulan April – Mei, Edisi Ketiga Bulan Juni – Juli, Edisi Keempat Bulan Agustus- September, Edisi Kelima Oktober – Nopember, dan Edisi Keenam Bulan Desember. Pemberian Hr kpd penulis baru dapat diproses setelah komunikasi selesai dicetak pada satu edisi karena harus ada bukti terbit. Proses tsb mulai dari mengajukan Uang Muka Kerja (UMK) ke Bagian Keuangan sampai turunnya dana ke Kemahasiswaan merupakan mekanisme baku yg hrs dilalui.

    Jadi, statement Sdr. Anavia “atau memang sama pihak administrasinya sengaja DIULUR-ULUR” itu tidak benar. Dalam hal membayarkan Hr kpd yg berhak, kami sangat hormat terhadap slogan “Lebih Cepat Lebih Baik”. Untuk memperoleh informasi ttg Hr tdk perlu naik turun ke A3 lt 3, cukup telp sj ke psw 137 (Bu Rini) atau 354 (Mbak Nida).

    Kepada penulis tolong mencantumkan nama asli (bukan inisial), jurusan, fakultas, dan kontak person (tdk akan kami publikasikan) untuk memudahkan pendistribusian Hr. Kesulitan kami, banyak penulis yg hanya mencantumkan inisial, sehingga kami sulit untuk mendistribusikan kpd ybs dan akan menghambat pencairan dana edisi berikutnya (Satu edisi blm SPJ, tdk akan bisa mengajukan dana untuk edisi berikutnya walaupun edisi berikutnya sdh terbit).

    Mudah2an smkn bnyk yg peduli dg majalah Komunikasi dan kami akan selalu memperbaiki kualitas terbitan dan layanan.

    Terima kasih.
    Salam,
    Redaksi Komunikasi

  2. benar, saya juga pernah nulis di majalah komunikasi. dan memang HR yang dibagikan pada penulis atau kontributor terbilang lama, sampai waktu itu saya lupa kalo masih ada “tabungan” di komunikasi walau nilainya tak seberapa. seingat saya waktu itu saya mengambil saat terbitan baru, kira-kira juga 2 bulanan setelah terbitan sebelumnya beredar. saya jadi males nulis lagi, kapok. teman saya juga ada yang mengeluh seperti saya.

Komentar ditutup.