Belajar Bertanggung Jawab di Dunia Maya

Setelah beberapa waktu berperan serta dalam wadah Suara Kita, ada satu hal yang menurut saya perlu peningkatan dan perbaikan dari sisi pengelolaan sistem penulisan, baik artikel yang masuk maupun komentar yang masuk.

Saya ingin mengusulkan kepada administrator atau pengelola Suara Kita bahwa dalam hal penulisan, baik artikel maupun komentar, perlu adanya suatu sistem verifikasi sehingga tulisan yang dihasilkan dapat dipertanggung jawabkan baik dari sisi penulis maupun dari pihak UM sebagai pihak yang menjadi “Obyek Penulisan”.

Seperti kita ketahui bersama, pada saat kita menuliskan sesuatu di Suara Pembaca/Surat Pembaca baik di media cetak (koran, majalah), maupun elektronik, ada beberapa hal yang patut disertakan jika ingin tulisan kita mendapatkan tanggapan dari pihak yang terkait. Dalam ilmu jurnalistik publikasi, ada yang disebut dengan 5W (Who, What, Where, When, Why) dan 1H (How). Secara kasar, masing-masing bisa dijelaskan sebagai berikut:

Who – Subyek berita (manusia) dalam sebuah artikel. Siapa subyek yang terlibat dalam suatu tulisan. Tanpa kehadiran Subyek ini, maka sebuah tulisan tidak akan berarti apa-apa.

What โ€“ inti dari permasalahan yang ditulis dalam sebuah artikel. Ini bisa dipahami juga sebagai sebuah tema dalam suatu tulisan.

Where – Dimana kejadian/peristiwa dalam tulisan itu berlangsung. ย Dengan menyebutkan lokasi kejadian, maka pembaca akan tahu secara langsung maksud dari penulis.

When – Kapan terjadinya peristiwa tersebut, yang bisa diungkapkan dalam hari, jam, dan menit. Dengan melengkapi informasi ini maka pembaca akan tahu apakah tema yang dibicarakan sudah usang atau sedang menjadi topik yang hangat.

Why – Mengapa pokok masalah yang kita tulis itu bisa terjadi, dan kemudian dianggap penting? Di sinilah mungkin keinginan untuk mendapatkan response pembaca akan sangat tampak.

How – Bagaimana proses kejadiannnya. Bagian ini biasanya menjelaskan runtutan sebuah proses. Dengan adanya urutan proses, maka pembaca akan dapat memahami sisi kronologis dari sebuah tulisan.

Selain elemen jurnalistik, elemen lain yang sangat penting untuk disertakan dalam sebuah tulisan adalah IDENTITAS PENULIS dan foto/gambar pendukung.

Tanpa IDENTITAS yang jelas, maka bisa dianggap tulisan yang dimuat hanyalah surat kaleng yang bisa saja memiliki tendensi yang bermacam-macam, tanpa ada sisi tanggung jawab dari penulis.

Untuk itu, setelah melihat tulisan-tulisan yang ada di Suara Kita, dan juga komentar-komentar yang muncul, perlu kiranya pihak administrator Suara Kita melakukan verifikasi atau sortir terhadap tulisan yang masuk, tanpa berniat untuk mengekang kebebasan berpendapat dari kalangan civitas akademik UM. Bisa dibayangkan kemana arah tulisan jika penulisnya saja tidak jelas, bisa saja hanya mengeluh tanpa dasar yang jelas, memberikan pencitraan negatif atau hal-hal/tendensi lain yang mungkin juga tidak jelas maksud dan tujuannya.

Dengan demikian, masing-masing dari kita dapat mulai belajar untuk bertanggung jawab, meski di balik perisai Dunia Maya (yang kadang disepelekan karena semua orang bisa menyembunyikan identitasnya)

Semoga bisa jadi pertimbangan.

– Indahnya Menapaki Hidup –

15 tanggapan untuk “Belajar Bertanggung Jawab di Dunia Maya

  1. @Eko Wahyu Setiawan
    iya pak Eko, kan tulisan bapak diatas berbunyi “elemen lain yang sangat penting untuk disertakan dalam sebuah tulisan adalah IDENTITAS PENULIS dan foto/gambar pendukung”, nah….

  2. @Cak Noor …

    Perihal gambar profil/avatar, saya rasa ini masalah selera dan juga bisa dijadikan acuan, tapi berhubung beberapa dari kita sudah memiliki gambar profil berbasis wordpress (gravatar), mengganti gambar profil tersebut akan berdampak tampilan blog/situs pribadi ybs yang kadang sudah menjadi trademark meski belum didaftarkan di dep hukum dan ham, he he he .. (saya contohnya).

    Plus, menambah gambar profil/avatar di account contributor/subscriber kelihatannya tidak bisa dilakukan.

    Tapi patut dipertimbangkan juga tentang gambar profil/avatar ini.

    thanks

  3. Yang tidak menampilkan foto/gambar pendukung dari sebuah IDENTITAS PENULIS, apa juga termasuk kurang bertanggung jawab Pak?

  4. ya saya setuju dengan pengelolaan sistem penulisan tersebut karena dengan begitu kita lebih peduli dengan wahana komunikasi yang lebih baik. jika kita menerapkan 5W dan identitas penulis tersebut maka orang lain yang membaca informasi akan semakin jelas dan mengerti.

  5. yohan.. saya tidak berkomentar tapi hanya ingin menjadi teman karena saya adalah teman lama semasa SMA..

  6. Saya setuju sekali identitas penulis harus jelas. Setidaknya ditulis nama panggilan sehingga unit kerja dan orang yang akan memberi komentar tahu arahnya kemana. Contoh: Imam Kh, orang UM tahu itu namanya Pak Imam Khotib TIK. Begitu juga Kusmain, fatma, dsb. Jangan hanya menggunakan inisial karena dilacak sulit sekali. Dan saya punya pengalaman mendapat kritik di rubrik ini tentang seretnya honor komunikasi. Setelah saya cek yang mengatasnamana kan anavia tidak ada dalam daftar kami. Dengan menuliskan identitas, kita juga mendidik sikap kritis, kreatif tetapi tetap sportif. Bisa jadi “keluhan” yang ditulis merupakan sebuah kasus sehingga solusi juga dilakukan per kasus dan kalau sejak awal sudah ada identitas yang jelas akan mempermudah memberikan jalan keluar. Mari kita junjung tinggi sopan santun di dunia maya. Terima kasih. Salam.

  7. Yth. Sdr Eko Wahyu Setiawan, pada situs UM versi 1.0 (sebelumnya), kami memakai sistem verifikasi, ternyata respon yang masuk kurang, terutama jika ada pihak luar yang ingin menyampaikan keluhan. Pada situs UM versi 2.0 ini, kami mencoba tidak memakai sistem verifikasi tetapi membaca tulisan dan komentar dan jika tidak berhubungan dengan UM maka tulisan atau komentar akan dihapus. Tulisan dan komentar juga akan dihapus jika menggunakan kata-kata yang tidak pantas. Cara yang diterapkan pada versi 2.0 ini mengakibatkan interaksi menjadi lebih hidup, karena itu cara ini akan kami teruskan.

    Tujuan utama kami saat ini adalah agar sebanyak mungkin warga UM ataupun masyarakat umum bisa menggunakan situs ini sebagai tempat mendapatkan informasi, tempat belajar, tempat menyampaikan keluhan dan saran, tempat berdiskusi. Semakin banyaknya interaksi akan meningkatkan kualitas situs.

    Sampai saat ini, kami belum bisa mengangkat tim redaksi untuk mengembangkan blog karena belum ada dana rutin yang dapat digunakan. Dana sebenarnya ada tetapi dibutuhkan komitmen, perhatian, inovasi, daya kreatif, dan keadilan dari pengelola dana agar dana bisa digunakan secara maksimal. Dana yang tepat sasaran dan berdasarkan atas prestasi kerja akan meningkatkan kinerja, sebaliknya dana yang dibagi-bagikan kepada mereka yang tidak bekerja akan membuat yang rajin bekerja menjadi tidak bekerja, dan yang tidak bekerja tetap tidak bekerja.

    Informasi tentang 5W dan 1H yang dituliskan sangat berguna, semoga bisa meningkatkan kualitas tulisan yang ada.

    Terima kasih.

  8. @Eko Wahyu Setiawan
    Setuju bapak, sebenarnya sih bisa dicari dari alamat e-mailnya, tapi lebih bagus jikalau sejak awal sudah diketahui identitas yang sebenarnya, toh para penulis juga ingin membangun pencitraan kampus tercinta ini.

Komentar ditutup.