7 tanggapan untuk “Seragam Kerja UM

  1. walah jadi staf pengajar hampir pensiun/…. ga pernah mendapat seragam…. baru bebebrapa tahun belakanagn ini… dapat seragam….syukurlah seragam biru , batikpun dipotong dari HR (kasien deh lu…)… ya lumayan…. seragam boleh2 saja tapi yang keren…. lah/….model yang sesuai…jangan asal2an biar UM keren…. penampilan boleh isi boleh… padat… eh emangnya apaan padat pokonya harus keren deh …
    dahlia- Biology – UM PAR – B OHIO State Unversity USA

  2. @caknoors
    Kalau baju resmi UM, saya usul sebaiknya jas almamater saja. Jadi kalau upacara resmi, semua yang hadir (dosen, pegawai dan mahasiswa) menggunakan baju yang sama, yaitu almamater. Sebagai warga UM harus bangga dengan baju almamaternya tersebut. Kalau baju batik motif UM bagus juga, tetapi harus dipikirkan lebih matang supaya unsur keindahannya tidak ketinggalan (indah warna dan motifnya). Mungkin bisa mengadopsi batik yang dipakai pramugari maskapai penerbangan. Motifnya batik tetapi sangat menarik. Berbeda dengan batik KORPRI, yang menurut saya kurang menarik sehingga memakainya ya hanya pada saat upacara. Selepas upacara dilepas lagi. Terima kasih. Salam.

  3. bagus juga saran pak zul apalagi batiknya bermotif logo UM yang warnanya dah cantik dipadu dengan logo The Learning University, wah sosialisasi yang komplit deh

  4. Urun rembug yoo bos.., pake seragam harian (PSH) siapa takut… cuma seragam di kantor ini masih belang bonteng alias tidak sama antar unit (ada yang abu2, ada yang cokat, ada yang biru, hitam dan masih banyak lagi) kalo menurut q seh yang namanya seragam yaa baek warna ataupun potongan, model mestinya khan sama yaa g bro… gimana kalo ada penyeragaman tentang ini … setuju gak.
    O yaa satu lagi x pernah liat di instansi laen kalo upacara semua pesertane pake jaket almamater baek dosen, karyawan, ataupun mahasiswanya, wuiihhh kelihatan cuakep-cuakep dan berwibawa gt. kita khan bs gt
    Wis yoo segitu dulu matur nuwun….

  5. Berdasarkan surat edaran Pembantu Rektor II, ada 3 (tiga) jenis pakaian kerja di UM, khususnya untuk pakaian batik biasanya satu minggu di pakai hanya pada hari Jum’at, maka mulai 1 Desember 2009 ini pakaian batik di pakai satu minggu dua kali. Saya mendukung, baju batik dua kali digunakan dalam satu minggu untuk memasyarakatkan pakain batik khususnya di UM, dan mendukung kebijakan pemerintah, pakaian batik hasil karya bangsa Indonesia yang harus kita lestarikan. Saran, perlu juga dipikirkan kedepan ada seragam batik di UM. ha…ha…ha… persoalannya apa ada anggarannya ndak!

Komentar ditutup.