Panggung Hiburan di Kampus

Pada hari Senin tanggal 30 November 2009 diadakan panggung hiburan oleh Fakultas “sebelah selatannya” Fakultas Sastra.

Perkuliahan di Gedung D7 dan D8 terganggu oleh kegiatan tersebut, bahkan suara adzan Dhuhur pun tidak dihiraukan, apa layak kegiatan tersebut diadakan pada saat proses belajar mengajar berlangsung?

Seharusnya kegiatan seperti itu diadakan pada hari Sabtu atau Minggu agar tidak mengganggu aktifitas belajar mengajar.

fa'ul

Kasubbag Tenaga Administrasi UM

14 tanggapan untuk “Panggung Hiburan di Kampus

  1. Panggung hiburan tempatnya di tempat hiburan, bukan di tempat pendidikan. Mengapa kita tidak ubah pola pikir kita yang salah. Kita semua tahu, uang yang dihasilkan dari sponsor (terutama sponsor rokok) dari panggung hiburan yang diadakan di UM sangat menggoda dan menggiurkan. Tetapi bukan menjadi alasan untuk membenarkan adanya panggung hiburan di kampus UM. Saya hanya ingin bertanya pada civitas academica UM,apakah pantas, budaya hedonis yang ditransformasikan lewat panggung hiburan dan hura-hura,memasuki dan merasuki UM?Bukankah UM mencetak insan yang berilmu dan bermoral,bukan insan yang suka hura-hura dan hedon.
    Ada satu hal yang menarik yang sudah diketahui para organisatoris di UM:Akan lebih mudah dan “gampang” untuk mengadakan acara-acara hiburan,panggung hiburan, dan lainnya yang bersifat hedonis, daripada acara-acara yang mengedepankan moral, ilmiah maupun yang bersifat religius.Pasti lebih mudah,baik dari segi pendanaannya dari birokrat, maupun masalah perizinan. JIKA UM masih seperti itu, maka 10 tahun ke depan, UM akan menjadi Universitas yang dipenuhi dengan hedonitas dan hura-hura,bukan The Learning University

  2. Untuk mas Doni dan mas Paijo, perlu kami sampaikan bahwa pihak penyelenggara kegiatan tersebut telah kami panggil pada saat itu juga untuk klarifikasi mengenai kesalahan prosedur yang terjadi. Mereka juga sudah menyampaikan pernyataannya (di situs fakultas ekonomi). Sebelumnya juga telah kami sampaikan pernyataan kami mengenai hal tersebut (3 Des. 2009), dan kami berterima kasih terhadap segala komentar yang telah disampaikan. Sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasakan ketidaknyamanan dan terganggu dengan kegiatan tersebut. Terima kasih.
    Ery Tri Djatmika (Dekan Fakultas Ekonomi UM)

  3. dengan saling mengingatkan dan menyadari kekurangan kita, Insyaalloh bisa membuat lembaga ini lebih baik

  4. @joko
    kegiatan tersebut yg mengadakan memang fakultas yg berada di sebelah selatan fakultas sastra gedung D. jadi sebagai mahasiswa yg ada diselatannya sebenarnya juga terganggu, memang kesalahan dari LSO fakultas kami itu. saya pun juga merasa terganggu.

  5. @Rahadianto
    Membaca tulisan Sdr. Rahadianto tentang komplek UKM yang terkesan “kumuh” dan sedemikian rupa, kami menyampaikan terima kasih atas apresiasi Saudara. Kondisi UKM yang demikian tersebut telah menjadi perhatian kami, sehingga kami harus “bertindak”. Sejak awal Nopember Bagian Kemahasiswaan dan pengurus UKM telah merencanakan penataan sekretariat dan area sekitar UKM. Karena kegiatan yang padat, penataan baru terlaksana pada hari Sabtu, 5 Desember 2009 dengan acara kerja bakti bersama. Sasaran kerja baikti adalah sekretariat UKM dan area sekitarnya. Peraalatan untuk membersihkan ruang sekretariat juga sudah kami distribusikan kepada pengurus, sedangkan peralatan untuk membersihkan dan merapikan area sekitarnya/taman juga sudah kami siapkan (disimpan oleh staf Pengelola Perlengkapan MPI/pak Slamet). Pasca kerja bakti kami mengharapkan kepada seluruh pengurus dan anggota UKM untuk menjaga kebersihan dan kerapian di sekretariat masing-masing dan area sekitarnya.
    Para aktivis UKM marilah kita jaga ruang kerja masing-masing agar bersih dan rapi. Bukankah kebersihan sebagian dari iman?
    Terima kasih. Salam
    Fatmawati, Kabag Kemahasiswaan UM

  6. @Arini Eka
    Menanggapi tulisan sdr Arini, saya jadi ingat bahwa komplek ormawa yang terkesan “kumuh” bukan hanya di J9. Komplek UKM juga demikian (sekalipun tidak semuanya). Ketia saya datang ke UKM untuk bertemu teman, masya Allah ruang UKM sedemikian rupa tidak nyaman. Jika dibiarkan terus lantas apa yang menarik dari UKM?

  7. Salut untuk Bapak Dawud (Dekan Fakultas Sastra UM),yang cepat tanggap dalam menangani masalah ini. Begitu juga dengan Bapak Ery Tri Djatmika (Dekan Fakultas Ekonomi UM),yang secara lapang dada bersama-sama menyelesaikan masalah ini. Untuk (Pak) Joko dan (Mbak) Arini, masukan dari anda masukan yang berharga dan semoga ditindaklanjuti oleh semua civitas akademika UM bagi kemajuan UM. Dengan adanya kesadaran semua pihak, baik birokrat, karyawan, maupun mahasiswa serta warga sekitar UM, UM tidak lagi dicap sebagai kampus hiburan (meminjam istilah Pak Joko), tapi tetap terdepan dalam kampus pedidikan yang bermartabat, sebagai “The Learning University”…Jaya Terus UM…

  8. Mohon maaf kepada semua pihak atas tulisan saya, jika menimbulkan salah arti.
    Saya tidak menyebut Fakultas Tertentu dengan jelas dengan alasan kritik/saran yang saya sampaikan tidak untuk menyerang Fakultas/Unit Lain, tapi untuk kemajuan UM secara bersama.
    Untuk Saudara Joko dan Arini Eka, mohon lebih hati-hati dalam membaca dan memahami sesuatu.

  9. @joko
    Kami mengucapkan terima kasih atas kritik Saudara Joko dan Saudara Arini Eka, sekali pun kritik Saudara Joko salah alamat dan menyerang pribadi staf kami, PD 3 FS. Kritik dari Saudara Arini Eka perlu kami jelaskan sebagai berikut.
    Pertama, saya mohon maaf, jika selama ini ada kegiatan anak-anak kami mengganggu kenyamanan Anda dan orang lain. Sekalipun tidak jelas kegiatan mana yang mengganggu, masukan ini sangat berarti bagi kami.
    Kedua, kesan kompleks ORMAWA FS di J yang terkesan kumuh, kami akui itu. Kami hanya mampu secara rutin ikut mebersihkannnya. Tempat itu memang tidak menguntungkan dari berbagi sisi. Dari sisi topografi, bangunan itu lebih rendah dari tanah lapangnya. Dari sisi peruntukannya, ke depan gedung J itu akan dibangun KANTOR PUSAT UM menghadap ke timur. Jadi, sekarang harus status quo, kami tidak boleh membangunnya. Sementara, kami belum memperoleh lahan pengganti untuk membangun fasilitas FS UM, termasuk membangun “kantor” kegiatan ORMAWA FS. Andai sudah dapat jatah lahan, di mana pun, di UM ini, pasti kami bangun kantor ormawa yang representatif! Sekali lagi, kami hanya bisa “membina” tempat tersebut. Pagi ini juga akan kami bersihkan (lagi).
    Ketiga, tempat itu Anda citrakan sebagai tempat minuman keras, tidak selamanya benar. Kami sering mengadakan sidak, tidak pernah menemukan itu. Terakhir, tadi malam, Jumat 4 Dsember 2009, di tengah acara menghadiri Pergelaran Seni dalam acara Lustrum XI UM di Sasana Budaya, pukul 21.30 s.d. 22.00 saya sidak ke tempat tersebut. Memang sejumlah botol minuman berserakan: botol air Aqua, Nutrisari, dll; tapi bukan botol minuman keras dan tidak berisi minuman keras! Sudah saya cek satu per satu malam itu.
    Keempat, kami sangat senang jika saat Anda menemukan penyimpangan kegiatan anak-anak kami, Anda langsung menghubungi kami. Kami akan menyelesaikan saat itu juga. Kami lebih senang lagi kalau pengritik kami mencantumkan identitas dengan jelas: nama jelas, status jelas (mahasiswa, dosen, karyawan, alumni, atau status lain), dan unit kerja atau alamat Saudara sehingga kami dapat konfirmasi & tabayuun dengan enak untuk kebaikan kami dan UM tercinta ini.
    Terima kasih, atas perhatian Saudara.

    Malang, 5 Desember 2009
    Dawud (Dekan Fakultas Sastra UM)

  10. Assaalamu’alaikum Wr. Wb.
    Kami informasikan bahwa penyelenggara kegiatan tersebut adalah salah satu ormawa (salah satu LSO) dari Fakultas Ekonomi. Kami sampaikan bahwa kami telah memproses kesalahan prosedur dengan pihak pelaksana kegiatan. Pada kesempatan ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada segenap pihak, baik civitas akademika maupun masyarakat lingkungan sekitar, yang merasakan ketidaknyamanan atas penyelenggaraan pentas tersebut.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
    Ery Tri Djatmika (Dekan Fakultas Ekonomi UM)

  11. Mungkin yang dimaksud oleh Pak Faul di sini adalah pentas yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi, bukan yang diselenggarakan oleh Fakultas Sastra. Karena setahu saya di depan gedung D3 Fakultas Ekonomi ada pentas musik begitu.

  12. setuju dengan pak joko,seringkali acara yang diadakan oleh fakultas sastra tidak memperhatikan etika dan aspek kenyamanan orang lain.Apalagi ketika suatu kali saya bertandang (sebagai mahasiswi non fakultas sastra) ke kompleks Ormawa,untuk nemui teman,saya melihat kompleks ormawa sastra(di dekat gdung J ya kalo gak salah?) terkesan kumuh dan semrawut.belum lagi dengan “citra” minuman keras…..

  13. Kepada pak Eko sebagai penanggungjawab dan PD3 fakultas sastra anda harusnya sadar bahwa kegiatan yang anda selenggarakan, mengganggu hak orang lain.Kegiatan yang hura-hura seperti itu sebaiknya dikurangi. UM itu tempat untuk belajar, bukan tempat hura-hura.UM itu universitas pendidikan,bukan universitas hiburan.Yang terganggu bukan saja mahasiswa,tetapi juga warga sekitar UM.Sadarlah…..anda berpendidikan juga kan…
    REDAKSI: YANG MENGADAKAN ACARA BUKAN FAKULTAS SASTRA TETAPI FAKULTAS EKONOMI. Komentar disampaikan dengan tujuan untuk membangun UM bukan untuk menyerang pribadi. Terima kasih.

  14. Terima kasih masukannya atas adanya gebyar musik yang dirasa menggaggu, memang ada kesalahan teknis bahwa kami tidak membayangkan sedemikian kerasnya sound sistem yang dipakai, oleh karena itu penaggung jawab sempat kami pangggil dan bahkan pada pukul 13.30 kami stop, dan pada sore harinya dapat diteruskan lagi dengan catatan menjaga ketertiban dan memperhatikan kondisi lingkungan, seperti waktu adzan/ shalat haris berhenti, Ke depan mudah-mudahan dapat kita tata yang lebih baik. (suma.fe.um)
    REDAKSI: Pak Sumadianto adalah Kabag TU Fakultas Ekonomi.

Komentar ditutup.