Rindu FaceBook

Di Web UM pada footer nya ada link tentang facebook UM dan sudah banyak alumni yang gabung disana. Sepertinya komunikasi sangat efektif untuk alumni yang sudah lama tidak bertemu, di media facebook ini bisa terjalin komunikasi kembali. Saya sebagai alumni UM sangat menyayangkan di Blokirnya facebook dijaringan UM, sehingga komunikasi dengan temen-temen alumni tidak bisa pakai jaringan Internet UM. Kalau menjadi lambat bukan web nya yang di blokir, mustinya Bandwicht nya yang di tambah.

Wicak

Manajer PKBI

33 tanggapan untuk “Rindu FaceBook

  1. Sebenarnya masalah ini sudah dapat dianggap selesai, karena sudah ada solusi sementara dari pusat TIK sebelum penerapan sistem login diberlakukan.

    Solusi sementara itu adalah:
    Blokir Facebook dan situs yang lain dibuka pada hari Senin–Jumat (jam 15.00–07.00 WIB) dan Sabtu, Minggu, Libur (24 Jam).

    Michael
    Mahasiswa FS UM

  2. kq jadi eyel2 an y??…
    he…
    saya setuju sama usul p.samsul..
    FB ada keuntungan dan kerugiannya..
    tp 9 salah kalau bandwithnya juga ditambah…

  3. Sekedar bertanya, apa benar Facebook menghabiskan bandwith? CMIIW, setau saya implementasi Facebook menggunakan ajax, yang diketahui umum hanya merequest ke server yang diperlukan saja, sehingga beban untuk load halaman tetap ringan tidak seberat youtube, friendster, bahkan mungkin YMail.
    – JF –

  4. menurut saya setuju klo bandwithnya di tambah biar gak lemot…
    dan saya juga sangat tidak setuju jika uang parkir sangat mahal padahal di UB saja cuma 300 rupiah,,,
    tolong kepada pak rektor agar ada kebijakan.makasih

  5. Ikut kebijakan kampus aja dah. Lha wong proxy tu bisa d bypass kok. Huehehe.
    Intinya sih ada banyak jalan menuju roma. Ok, kembali ke topik. Saya sih setuju kalo situs2 social networking, file sharing, sama video sharing itu diblok asalkan sesuai kebijakan sekarang yaitu setelah jam 3 sore semua situs telah di unblock. Soalnya saya pernah liat bahkan sering dulunya sebelum diblokir banyak temen temen yang hobinya download. Haduh penghabis bandwith. Nggarai Lemot……
    (Drajad, Mahasiswa FS UM)

  6. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Robert Half Technology, sebuah perusahaan konsultan staf IT, menyatakan bahwa 54 persen perusahaan di U.S telah melarang pegawainya untuk menggunakan situs jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, LinkedIn, dan MySpace ketika sedang bekerja. Penelitian (diumumkan 7 Okt 2009) ini juga menemukan bahwa 19 persen perusahaan memperbolehkan penggunaan jejaring sosial hanya untuk tujuan bisnis, sedangkan 16 persen lainnya mengatakan membatasi penggunaan jejaring sosial personal.

    Hanya sebanyak 10 persen dari 1.400 CIO yang diwawancarai mengatakan bahwa perusahaan mereka memperbolehkan pegawai untuk akses penuh ke jejaring sosial selama jam kerja. β€œMembuka situs jejaring sosial mungkin dapat membagi konsentrasi pegawai dan jadi memberikan prioritas yang berbeda, sehingga sangat dimengerti ketika perusahaan kemudian membatasi akses pegawai. Namun, untuk beberapa profesi, bagaimanapun situs jejaring sosial tersebut dapat digunakan sebagai alat bisnis yang efektif, yang mungkin disadari 1 dari lima perusahaan yang memperbolehkan pegawainya untuk membuka situs jejaring sosial untuk kaitannya dengan pekerjaan.” ungkap Dave Willmer, Executive Director Robert Half Technology.
    Sumber:
    http://www.computerworld.com/s/article/9139020/Study_54_of_companies_ban_Facebook_Twitter_at_work

  7. Saat ini UM (ULP & PUSTIK) sedang proses lelang untuk pengadaan sewa bandwith th 2010. Direncanakan tahun 2010 bandwith UM sudah 16 MBps ( Jan-Jun) & 24 MBps (Jul- Des). Semoga tahun selanjutnya lebih meningkat lagi sehingga layanan terhadap para pengguna lebih baik lagi. (Imam-ULP).

  8. nah itu dia solusi yg lebih “cerdas dan modern” dari Pak Muladi, dipertimbangkan juga prosedur registrasi loginnya. bravo TIK…!!

  9. KOMPAS, SELASA, 15 DESEMBER 2009
    MALANG RAYA
    Wali Kota Larang Gunakan Facebook
    Dalam penguatan program e-government di lingkup Pemerintah Kota Malang, Senin (14/12), Wali Kota Malang Peni Suparto dalam apel paginya menuturkan agar fasilitas Internet tidak disalahgunakan untuk mengakses Facebook di jam-jam dinas. “Internet seharusnya ditujukan untuk kepentingan pelayanan prima pada masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. Untuk itu sebaiknya Facebook tidak diakses pada jam-jam dinas agar layanan pada masyarakat tidak terganggu,” tutur Peni.

  10. Salam,
    Terimakasih atas komentar dan saran dari kawan-kawan khususnya argumen dari Pak Dawud berkaitan dengan kebijakan pengaturan akses yang telah dilakukan oleh Pusat TIK.
    Pada saat ini kami sedang menyiapkan pengaturan akses intranet dan internet yang lebih baik (setidaknya menurut kami). Diharapkan pada bulan April sistem akses dengan cara login akan diujicobakan. Sistem ini telah banyak digunakan di warnet, internet cafe, hotel, dan tempat-tempat umum lain yang meyediakan akses internet. Selanjutnya segmentasi pengguna juga akan dilakukan dengan memperhatikan tugas dan fungsi setiap individu di UM ini.
    Kebijakan yang kami terapkan saat ini merupakan kebijakan yang terbaik yang dapat kami lakukan kepada UM dan sivitas akademika. Mohon maaf bila ada kekurangnyamanan terkait dengan hal ini.

    Terimakasih.
    Muladi,
    Kepala Pusat TIK

  11. ikut urun rembug..

    Kalau saya pribadi, mengikuti kaidah “Menolak kerusakan itu lebih didahulukan ketimbang menarik kemaslahatan”.

    Facebook, ada kerusakan dan ada manfaat. Timbang aja, mana yang lebih besar dan mana yang lebih ringan. Dalam lingkup pemanfaatan bandwith universitas tentu saja banyak yang lebih penting ketimbang facebook.
    Jadi kebijakan kampus sudah pada proporsinya…

  12. Kalau berdebat dari segi positif dan negatif pastilah panjang, persepsi seseorang tentang FB sesuai dengan apa yang ia bisa lakukan dengan FB. Di tempat kami informasi lowongan kerja ke alumni dan pengumuman2 ketika mahasiswa praktek di perusahaan sangat efektif melalui group yang ada di FB. Bagi saya kebijakan diatas jam 15.00, sudah cukup. tetapi jika ada kebijakan baru lebih dari itu saya sampaikan terimakasih.

  13. semua khan ada positif ma negatif ya….jd kita sbg kaum terpelajar pazti tau apa dampoak + maupun – dr yg kita lakukan…dmpak pstf FB : Mempererat silaturahmi, Sarana diskusi, Tempat curhat yg bngung mau crta k capa….tp dampak (-) nya jg bnyak…Lebih banyak waktu kita yang terbuang sia – sia untuk hal yang kurang bermanfaat
    Apa lagi kalau sudah kena sindrom facebookholic alias kecanduan, Memicu terjadinya pergaulan bebas tanpa batas.
    Ya, namanya juga dunia maya, dunia tanpa batas, seseorang bisa menjelma menjadi siapa saja dan berbuat apa saja, baik atau buruk,,,, pokoknya kita sbg agent of change harus bisa menggunakan teknologi baru dengan sebaik – baiknya untuk melakukan perbuatan – perbuatan yang baik, bermanfaat, dan tidak merugikan diri sendiri atau orang lain. Semoga bermanfaat πŸ˜€

    syukron

  14. menurut gw ….facebook,friendster..dll……g perlu d blokir…..klo d blokir jd borring donk kehidupan gw d um ny…………………..makin malez..kuliah……..
    jd g bsa download lagu2………….dan klo g ada music…dunia terasa seperti neraka……..
    oke bro…jd jgn d blokir yaw………..

  15. berikut beberapa tujuan mhs mengakses situs file sharing (secara common sense):
    youtube => download serial filem kartun, video klip
    FB/friendster => sekedar chat
    rapidshare, megaupload, dkk => download mp3, software , movies bajakan

    mungkin teman2 mhs mau mencoba mengembangkan potensinya dengan cara menulis blog shg waktu yg tersedia benar2 bermanfaat. Pihak TIK mungkin bisa mencoba mengadakan kompetisi blogger untuk mhs UM secara berkala, memberi penghargaan utk blog mhs terbaik, dsb utk membangkitkan motivasi mrk.

    haikal (staf FMIPA_biologi UM)
    terima kasih

  16. @Adi Wijaya

    dari sisi lain, saat ini para penggemar jejaring sosial juga banyak yg kreatif utk menggunakan berbagai freeproxy utk tetap bisa konek dan hal ini sudah byk menyebar dikalangan mahasiswa bahkan jg para dosen dan karyawan.

    Ya, ada sebagian yang menggunakan cara ini, sebaiknya situs-situs freeproxy juga diblokir.

    Michael (Mahasiswa FS UM)

  17. wah, rame sekali nih…klu sy simpulkan mungkin jadi begini

    1. facebook, friendster dll = jejaring sosial = menurunkan/menggangu kinerja
    2. 4shared, rapidshare,youtube dll = file sharing/video streaming = boros bandwith

    Yang pertama dg alasan mengganggu kinerja (lebih byk negatifnya drpd manfaat yg diperoleh), sehingga ditutup pd jam kerja sy kira itu merupakan solusi yg cukup bijaksana utk saat ini.
    yang kedua, jejaring sosial ditutup pada jam kerja krn boros bandwith, namun banyak kali juga materi2 atau ebook yg bagus2 juga didapat dari sana termasuk software bajakan. klu alasannya hy krn boros bandwith alangkah baiknya klu dibatasi saja masing2 koneksinya agar pengguna filesharing utk alasan positif tersebut msh bisa berharap meski harus sabar dg koneksi yg “terlimit”, para pengguna yg bertujuan positif ini juga cukup banyak koq. asusmsi lain bahwa para pengguna filesharing yg positif ini biasanya hy membutuhkan file dg ukuran yg relatif kecil (spt pdf, rar dsb)

    dari sisi lain, saat ini para penggemar jejaring sosial juga banyak yg kreatif utk menggunakan berbagai freeproxy utk tetap bisa konek dan hal ini sudah byk menyebar dikalangan mahasiswa bahkan jg para dosen dan karyawan.

    ini adalah masalah bersama, mohon didengarkan opini dr berbagai pihak untuk memberikan solusi yg lebih “cerdas”.

    trims

  18. @Budi
    Mas Budi yang Berpikir Cerdas dan Modern,
    Fasilitas dinas dan jam dinas dimaksimalkan untuk keperluan kedinasan. Bandwith UM termasuk fasilitas dinas, sudah semestinya digunakan untuk kedinasan, misalnya, pembelajaran e-learning, self access center, unggah, dan unduh karya ilmiah dan kreatif untuk pembelajaran, pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
    Solusi yang ditawarkan Pusat TIK UM, menurut saya, sudah sangat cerdas dan modern. Pada saat dinas, yakni pukul 07.00–15.00 situs jejaring sosial itu diblokir, pukul 15.00–07.00 dibuka, demikian juga pada hari libur. Kalau jam dinas itu ada yang ingin menggunakan situs jejaring sosial, ya gunakanlah fasilitas pribadi, misalnya di warnet atau internet rumah kita sendiri.
    Kebijakan ini banyak diterapkan di banyak tempat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, termasuk di beberapa kantor modern di Amerika saat ini. Apakah mereka juga kuno dan tidak cerdas, ya?
    Terima kasih.
    Malang, 11 Desember 2009
    Dawud (Dekan FS UM)

  19. saya kira dengan pemblokiran situs2 yang disebutkan diatas adalah solusi yang paling tepat untuk saat ini. Mungkin untuk dimasa mendatang kebijakan yang diterapkan bisa lebih diatur contohnya dengan mengharuskan pengguna internet untuk login sehingga akses penggunaan internet dapat dimonitoring (kemarin saya dan teman2 mencoba programnya membuat tapi belum berhasil…hehehe). Bila ada sistem seperti itu maka akan dapat dilihat apakah fasilitas yang diberikan itu telah dapat digunakan secara tepat dan bijak oleh pengakses internet di UM. Buat apa ditambah bandwith sampai ber-Mbps”, namun kalau kegiatan internetnya tidak bisa menunjang iklim belajar dan bekerja yang baik.
    Namun saya ingin memberikan saran, untuk situs-situs filesharing semacam 4shared,rapidshare sebaiknya jangan diblock. Soalnya ketika kami (mahasiswa teknik informatika) sedang ingin mendownload program yang sangat dibutuhkan menjadi tidak bisa. πŸ™
    Terimakasih semoga UM semakin jaya…

  20. @Budi
    Sehubungan dengan banyaknya keluhan soal lambatnya Internet (10 Mbps) maka Pusat TIK memblokir situs “rakus bandwidth” pada pukul 07.00-15.00. Secara umum sudah lebih cepat. UM kemudian merencanakan bandwidth menjadi 16 Mpbs dan setelah itu menjadi 24 Mbps (lihat komentar saya tanggal 7 Desember 2009).

    Jika hal itu belum memuaskan Saudara, bisakah Saudara membantu dengan memberikan solusi yang cerdas?

    Malang, 10 Desember 2009
    Johanis Rampisela (Ketua Divisi Perangkat Lunak Pusat TIK)

  21. @Budi
    Mas budi yang cerdas… apa anda berani bertaruh apabila akses ke situs2 rakus bandwidth (rapidshare, youtube, 4shared, ziddu, indowebster, dan termasuk facebook) dibuka, pengguna internet gratisan di UM ini akan juga cerdas seperti anda?

    Sayang sekali saya tidak punya akses ke bandwidth monitoring, cuman saya pernah dapat informasi dari yang punya akses bahwa pada IP tertentu (IP wireless radio) traffic selalu tinggi yang akhirnya radio tersebut terpaksa dilimit secara manual selain blokir default ke situs2 tertentu dari TIK.

    Menurut saya tindakan blokir ini sudah tepat.

  22. @Budi
    Memang logikanya begitu, tapi untuk saat ini fasilitas internet di UM di shared (kalau tidak salah).
    Apa yang terjadi apabila 30 dari 80 pemakai internet di UM sedang senggang dan sama-sama mendownload file yang besar atau mengakses situs yang berat, sedangkan 50 yang lain sedang benar-benar membutuhkan koneksi internet yang memadai untuk mencari referensi?
    Tentunya internet menjadi lambat semua, tetapi yang lebih menjadi “korban” adalah si 50 orang yang benar-benar membutuhkan.

    Alternatif Pemecahan:
    1. Akses situs yang diblokir dibuka pada jam istirahat. (Asumsi: pada jam istirahat, mayoritas warga UM senggang)
    2. Pembatasan pemakaian bandwidth per orang (Apakah bisa?)
    3. Pelokalan. Misal: akses situs yang diblokir hanya dapat dilakukan di Area Pujasera.

    Michael (Mahasiswa FS UM)

  23. Saya sangat tidak setuju bila facebook, facebook, 4share, friendster, myspace di blokir, menurut saya itu pemikiran kuno dan sama sekali tidak cerdas, ibarat lagi cacingan dan minum baygon dengan tujuan lekas sembuh dan masalah selesai namun modar sekalian.
    facebook merupakan bagian dari kemajuan teknologi yang sedikit banyak mengubah model komunikasi saat ini, tentunya dapat disikapi dengan bijaksana karena tidak semua muatan dari facebook, 4share, friendster, myspace bersifat negatif / merugikan, akan sangat tergantung dari pengguna/user itu sendiri.
    Seadainya masih ada tugas yang harus dikerjakan, apa ya mungkin buka facebook, 4share, friendster, myspace, dll. Tentunya hal itu dilakukan jika sudah longar atau tugas telah diselesaikan, ya.. khan ?
    sebagai contoh : Bapak A atau Bapak J akan mengajar atau ada rapat, apa ya mungkin meninggalkan rapat atau tugas mengajar demi facebook, tentu tidak khan..
    lha klo sudah selesai tugasnya, tentunya tidak ada salahnya buka internet cari informasi sambil buka facebook, 4share, friendster, myspace, ya toh…, lha dari pada terus keluar cari kopi tapi ndak kembali ke kampus/kantor…, hayo…gimana ?.
    Ayo dong cari solusi yang cerdas…
    Salam..

  24. Ya memang Facebook mempunyai berbagai manfaat.
    Namun, saya tidak setuju kalau demi facebook, keperluan lain dikesampingkan.
    Bandwidth memang perlu ditambah, tapi tidak bertujuan untuk membuka facebook.

    Saya lebih setuju, kalau Facebook di jaringan UM hanya dibuka pada jam istirahat sesuai yang diatur universitas, serta pada hari Sabtu dan hari libur.

    Jika ingin komunikasi di luar jam tersebut, silakan ke warnet atau gunakanlah forum UM untuk komunikasi antarwarga UM.

    Michael (Mahasiswa FS UM)

  25. facebook tidak hanya untuk chat, banyak sekali manfaat yang bisa di peroleh dari facebook, selain komunikasi dengan temen2 alumni, media dakwa, juga berbagai komunitas yang bisa saling bagi ilmu. sangatlah sempit kalau mengidentikan FB dengan chat (yang biasa dilakukan siswa+Mahasiswa).

  26. Yahh mas Wicak, daripada di buat facebook-an. Mendingan di buat blogging aja lebih enak… apalagi sekarang banyak lomba blog lohh…
    Klo mau facebook-an pake hape aja kan lebih praktis…

    Devid Haryalesmana(Pend. Teknik Informatika 2007)

  27. @Johanis Rampisela
    SAYA setuju Pak Joe, kalau di atas jam 15.00 tidak diblokir, seringkali karena menunggu sampai sore, biasanya ngecek info2 yang ada di facebook, tapi selama ini kok belum bisa yah?????. Mudah2 an mulai hari ini bisa di pakai diatas jam 15.00.
    Trimakasih

  28. Fasilitas Internet dari Pusat TIK untuk akses jejaring sosial dan beberapa situs lain ditutup dari pukul 07.00-15.00 dan dibuka 15.00-07.00 (hari kerja/libur).

    Bulan Nov 2008 fasilitas Internet ditingkatkan dari 1 Mbps menjadi 3 Mbps, bulan Mei 2009 menjadi 8 Mbps, bulan Juli 2009 menjadi 10 Mbps (Rp 55 juta per bulan).

    Tahun 2010 sedang ditenderkan 16 Mbps (Jan-Jun) dan 24 Mbps (Jul-Des).

    Catatan: UI 185 Mbps (8 Agu 2008), UGM 28 Mbps (8 Nov 2009), Brawijaya 28 Mbps (31 Okt 2009).

    Malang, 7 Desember 2009
    Johanis Rampisela (Ketua Divisi Perangkat Lunak Pusat TIK UM)

  29. berapapun bandwidth yang disediakan tidak akan pernah cukup kalau tidak membatasi dimulai dari diri sendiri.

    situs2 jejaring sosial, file sharing dan live streaming dikenal rakus bandwidth jadi sampai berapapun bandwidth yang mampu dibeli tetap tidak akan cukup. Saya pribadi di rumah sudah bereksperimen dari sejak hanya menggunakan bandwidth 32kbps sampai sekarang 2 mbps karena semakin lama teknologi web sendiri sudah sangat berkembang pesat, yg dulunya hanya berbasis teks, dilanjutkan dengan berbasis gambar, dan yang paling baru dengan berbasis flash … nah, situs2 yang menggunakan teknologi flash ini dikenal juga sangat rakus bandwidth.

    Khusus untuk facebook, saya hanya sempat menengok sebentar dan sudah tidak memanfaatkan lagi karena saya rasa sama saja dengan layanan jejaring sosial lainnya. Kenapa facebook sangat rakus bandwidth, dia update-nya adalah real time jadi setiap kali ada perubahan konten maka otomatis akan langsung tayang. Bayangkan saja kalo update konten ini berisi materi gambar, film atau bahkan suara yang dapat menyedot bandwidth dengan luar biasa rakus, dan ditambah dengan banyaknya jumlah jejaring pertemanan yang dimiliki oleh seseorang yang otomatis semuanya terhubung, bisa dilihat akibatnya pada pemanfaatan bandwidth…

    Semoga dapat dijadikan renungan, masih banyak pemanfaatan internet untuk tujuan lain yang lebih bijak.

    eko wahyu s (fs-um)

  30. Menurut saya, berapa pun bandwidthnya, kalau digunakan untuk “mainan jejaring sosial” facebook, 4share, friendster, myspace, dll. serta portal video You Tube, pasti akan lemot. Kami sudah pernah “mengukurnya”. Sudah banyak kantor yang melakukan pemblokiran situs itu, baik kantor di dalam negeri maupun di luar negeri, termasuk di Amerika sendiri. Masih banyak kegiatan yang harus lebih diprioritaskan dibandingkan “melayani” situs itu. Toh kalau kita mau melakukan kegiatan itu, kita bisa melakukannya dari internet rumah atau warnet, di luar jam kantor pula. Pada saat jam dinas, biar fokus untuk kepentingan dinas. Terima kasih.
    Malang, 7 Desember 2009
    Dawud (Dekan Fakultas Sastra UM)

Komentar ditutup.