Mending Kehilangan 500 Perak daripada Kehilangan Motor…

Dua hari yang lalu tepatnya hari Senin sekitar pukul 10 pagi temenku motornya hilang pas ditaruh di depan KOPMA. Pas habis lihat pengumuman di UPT PPL motornya ditaruh di depan kopma, ditinggal bentar eh udah gak ada motornya… Gara-gara gak mau ngeluarin uang 500 perak buat parkir, malah motornya yang hilang. Dan yang mengejutkan lagi dengar-dengar pada hari itu juga ada 3 motor yang hilang di tempat yang sama tapi waktunya berbeda…

Wah di UM banyak komplotan malingnya juga ya… serem … Saran: Jangan parkir-parkir sembarangan dech, kalau nggak motor hilang, dikempesin bannya sama pak satpam yang galak….hehe….

13 tanggapan untuk “Mending Kehilangan 500 Perak daripada Kehilangan Motor…

  1. saya setuju2 aja dengan postingan diatas. Tapi barusan ini ada kejadian mahasiswa yang kehilangan sepeda motor di parkiran UM fakultas teknik dekat gedung G6. Padahal itu sudah bayar 500 alumunium lho, tapi tetap aja hilang. Sungguh saya merasa miris dengan kejadian itu. Apakah kampus tercinta kita memang sudah begitu menyeramkan seperti itu pada bidang keamanan. Alangkah lebih baik jika pihak2 terkait mengambil kebijakan yang nyata untuk memberikan keamanan kepada mahasiswanya.

    Kelihatannya berita kehilangan motor atau sepeda sudah lama terjadi di UM. Tapi tindak lanjutnya sepertinya nihil…

  2. menurut saya lebih baik sistem parkir di UM dibuat seperti di UB, karena dinilai lebih aman denga menunjukan karcis ataupun STNK apabila keluar pintu kampus. Namun tetap saja menempatkan sepeda motor di tempat parkir yang telah disediakan dan tidak di sembarang jalan. Saya setuju dengan cara Pak Satpam menggebosi sepeda mahasiswa yang perkir sembarangan. Hali ini akan membuat jera pemilik sepeda motor yang parkir sembarangan dan tidak waspada akan segala kemungkina yang akan terjadi. Karena jaman sekarang walaupun sepeda motor telah dilengkapi dengan kunci pengaman ganda, namun kenyataanya malingnya lebih pintar. Sehingga dengan cara ini walaupun ada maling yang berniat mencuri sepeda motor, namun dia tidak bisa keluar dari kampus karena tidak memiliki STNK atau karcis sepeda motor tersebut. Oleh sebab itu kami mohon petugas keamanan di UM tercinta bisa bekerja lebih baik lagi dengan menjalankan sistem yang lebih aman. Selain itu diharapkan kepada UM untuk memperhatikan kesejahterahan petugas keamanan UM sehingga mereka dapat bersemangat dalam bekerja.
    Mohon maaf apabila ada kesalahan, terimakasih atas perhatiannya.

    Mahasiswa

  3. di buat prkir terpusat aja,trus keluarna pakek stnk.biar qta sehat semua ndk kampus semuana jalan n ngurangi polusi di dalam kampuswkey..

  4. selain kita bersama yang wajib menjaga keamanan, ya selayaknya para pegawai keamanan ditegur supaya kinerjanya lebih baik lagi, gak hanya du2k di pos sambil pake headshet, kan tugas mereka juga untuk ngecek tiap kendaraan yang kluar masuk kampus, supaya lebih aman lg

  5. kenapa kinerja para pegawai keamanan UM menurun? apakah ini dipengaruhi oleh gaji pegawai yang kurang!, tapi menurut aku itu bukan alasan yang menjadikan kita lalai dalam pekerjaan kita, pekerjaan adalah amanah bagi siapa pun, aku cuman bisa kasih saran juga kritik buat para pegawai keamanan agar meningkatkan kinerjanya jangan hanya duduk santai, ngobrol gak karuaan tapi gak tahu maling banyak keliaran di kampus UM.
    Buat bapak-bapak satpam periksa dunk kelengkapan kendaraan kayak STNK yang keluar masuk kampus UM!!!!!!!!!!!

  6. harusnya tiap ada kendaraan keluar gerbang kampus, pak satpam harusnya ngecek stnk nya (kayak di UB)… dulu waktu aku awal kul tahun 2006 tiap kluar gerbang ditanya stnk, skrng kok enggak??????? gaji satpamnya dipangkas ta? atau satpamnya jadi males coz kendaraan yang keluar banyak..heheheheh….

  7. Kampus UM ini luasnya hanya 40 Ha, jarak ujung ke ujung maksimal kurang dari 1 km dengan lokasi parkir resmi bertebaran diantaranya. Jalan kaki dari tempat parkir ke gedung kuliah atau kantor tidak lebih dari 100 meter. Tapi sebagian besar dari kita memang malas. Lebih enak memang parkir di depan gedung kuliah, di depan kantor atau bahkan yang saya lihat banyak yang parkir di dalam kantor (?). Jalan kaki menyehatkan jantung dan melancarkan peredaran darah, otak jadi encer. Terlepas dari biaya parkir yang dipungut, maka seyogyanya kita parkir di tempat yang telah ditentukan. Keamanan kampus bukan hanya tugas pak satpam tapi tugas kita semua. Jelas dalam SK Rektor disebutkan bahwa pengemis, pedagang, dll dilarang masuk kampus UM, dan papan peringatannya dipasang besar di pintu masuk Jl Surabaya. Tapi kenyataannya banyak yang jajan cilok, bakso, gorengan dll yang dijajakan di dalam kampus. Saya pernah lihat mereka kucing-kucingan dengan pak satpam. Jadi, pengin aman, mari kita amankan bersama.

    Muladi
    Dosen Teknik Elektro

  8. Bukan 500 alumuniumnya yang sayang untuk dikeluarkan, tapi jalan kaki dari tempat parkir ke obyek wisatanya yang jauh, sayang sepatunya kan???
    Jika hanya sebentar saja, solusinya parkir yang rapi dan pakai kunci pengaman ganda, tentunya dengan kualitas kunci yang bagus.

Komentar ditutup.