Sistem Keamanan di Kampus

Seringkali kita mendengar berita kehilangan kendaraan di lingkungan kampus UM, hal ini mendorong orang untuk mengamati sistem keamanan di kampus kita tercinta ini.

Banyaknya kasus kehilangan di kampus UM tidak bisa terlepaskan dari lemahnya sistem pengamanan yang selama ini dijalankan oleh pejabat kampus. Bila kita sedikit menengok ke perguruan tinggi negeri yang berada di sebelah kita, setiap kendaraan yang masuk dicatat nomor polisinya dan kemudian waktu keluar diminta untuk menunjukkan STNK. Sedangkan di kampus kita siapapun boleh keluar-masuk seenaknya tanpa ada pemeriksaan sama sekali.

Hal ini menjadi kesempatan besar bagi para pencuri untuk melakukan tidak curanmor. Memang ada pos penjagaan di tiap pintu masuk kampus, namun pemanfaatannya justru lebih banyak untuk tempat nongkrong para petugas keamanan daripada memeriksa setiap kendaraan yang berlalu-lalang keluar masuk kampus UM.

Mungkin perlu kiranya hal ini kembali diperhatikan demi keamanan dan kenyamanan seluruh warga UM.

13 tanggapan untuk “Sistem Keamanan di Kampus

  1. Wah…kayaknya menarik ni soal parkir,,,

    Tempat parkir udah disediain di kampus,,
    tinggal sistem yang kudu dibenahin..

    berita kehilangan selalu heboh ya,,seringkali terjadi krn si empunya gak naruh motor ditempat yang disediakan yakni Parkir…

    Kalo ada rencana parkir langganan,,so far so good lah,,,but anychange do you have they should be accepted by all of civitas academic of learning university..ok choy,,

  2. Yth. Pengelola PARKIR di UM. Sudah selayaknya um yang telah meraih peringkat 6 webometrik membuat kita bangga sebagai warga UM. Tapi, rasa bangga itu tidak sebanding dengan pelayanan sistem parkir UM yang masih JADUL.. katanya temen2 ^^. Saya sarankan supaya UM membuat karcis langganan bagi mahasiswa sehingga yang tidak terjadi antrian yang masuk dan keluar, saya tahu ada beberapa temen yang dapat stiker karcis langganan untuk 1 bulan.. tapi kok kyaknya cuma buat kalangan tertentu saja (pengurus ormawa). Padahal kalo dipikir2 saya sehari bisa 2-4 kali parkir,.. coba dipikirkan lagi sistem manajemennya. Karcis yang cuma ditulis dengan spidol nomor motornya itu mudah untuk ditiru, dan terkadang satpam yang tidak jeli bisa kecolongan.. REMEMBER IT …..

  3. Kenapa sih mesti membandingkan dengan U* (tetangga sebelah). Kalau di U* aja bisa kemalingan di UM kalau hilang juga gag papa… Statement begini ini kalau bisa kita kurangi. Mendingan kalau begini, kalau di U* ada yang hilang di UM tidak pernah ada motor yang hilang.

    Saya sangat setuju dengan segala upaya untuk meningkatkan keamanan di kampus tercinta kita. Kalau bilang pencuri pasti bisa ngakalin sistem, memang ada benarnya. Tapi kalau kita cuma diam aja dengan sistem yang mudah sekali diobok-obok itu yang keterlaluan…

    Semoga pihak terkait segera merespon tentang keluhan ini. (seingat saya dah banyak yang mengeluh di subdomain ini) Tapi kog belum kelihatan ya??

    Maaf bila perkataan saya menyinggung…

  4. @Heo
    iya, sepeda motor tiger anakku yang kuliah di UB di parkir di kampus UB juga pernah disikat pencuri. Yang namanya pencuri tidak mengenal tempat itu dijaga petugas atau tidak. Pencuri lebih lihai dari petugas jaganya, karena mereka mencari sisi kelemahan dan kelengahan petugas jaga. Sebaliknya kalau sudah apes, sepeda yang diparkir di teras rumah kita sendiri juga bisa hilang.

  5. Berbicara mengenai keamanan dari pencurian, menurut ilmunya Polisi bahwa perbandingan langkah antara “PAM dan pencuri adalah 4 banding 1 ” ini sekedar tahu saja dan . kami sadar ujung ujungnyapun akan bermuara pada teknis strategi disamping faktor “individu” metode PAMnya bagus, yang tugas gak tanggung jawab. dan yang kedua faktor mahasiswa sendiri…
    hendaknya membantu PAM dengan cara parkir mematuhi aturan yang ada. dan sayapun mengingatkan anda ,kalau sepedanya dipinjam orang ,hendaklah berfikir kemungkinan akan digandakan melalui “ahli kunci ” maaf ini hanya strategi saja………..bukankah kita banyak mendengar dari berita bahwa yang namanya “MALING” itu tidak sendiri? mereka keba nyakan adalah ter organisir ? o ya, yang nulis ini mantan satpam

  6. Eh…kata siapa di UB g pernah kecolongan? Buktinya…banyak motor bahkan MOBIL anak FK UB tidak sekali dua kali ilang…AMBLAS…BABLAS…walopun ada satpam…..yang cek numb n STNK…!!! kamu ajah yg g pernah taw kabar…..

  7. Sudah puluhan kali kejadian hilangnya sepeda motor di UM ini. Tapi nampaknya sang “maling” masih nekad dan seolah tak “menganggap” bahwa keamanan di UM perlu diperhitungkan, itu karena sistem pangamanan di UM sangat lemah. Tidak mungkin kita sebagai warga UM menutup mata dan telinga kita untuk pura pura tidak tau menahu tentang pencurian kendaraan baik itu milik mahasiswa maupun karyawan itu sendiri. Tidak bisa sepenuhnya dipersalahkan bagi si korban pencurian, karena sistem pengkondisian keamanan di UM sangat sangat terbuka. Sehingga siapa saja bisa memarkirkan kendaraannya sembarang tempat. Saya yakin bahwa dari petugas pun juga sudah bekerja keras untuk mengamankannya tapi yang perlu dipertimbangkan lagi adalah sistem alur jalan yang sangat bebas, artinya sulit bagi warga UM untuk membedakan mana orang yang numpang lewat dan mana warga civitas akademika UM.

    Rudi R Widodo
    FS UM

  8. meski sudah ada satpam, mobil tetap saya pasang kunci stir .. 2 biji lagi … kalopun tetep kemalingan ya apes … tinggal pasrah nunggu berapa pencairan dana dari asuransi ….

    Intinya, sistem dibuat sebaik apapun kalau tidak disertai pengertian dan kedisiplinan dari pelaku sistem (baik subyek maupun obyek) akan sia-sia …

    ekowahyu
    fs-um

  9. Sudah waktunya yang parkir tidak seenaknya saja parkir di sembarang tempat sehingga bisa mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Sudah waktunya juga tidak parkir semaunya sendiri di”emper”an gedung-gedung sehingga tidak indah untuk dipandang. Kalau seperti itu keadaannya yaa jangan salahkan petugas keamanan, karena anda parkir liar seenaknya saja.

Komentar ditutup.