Garam Kehidupan

garamSering kali kita jumpai jika ada saudara kita, tetanga, yang sedang mendapat kesusahan atau mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan keinginan, saran yang muncul adalah terimalah dengan lapang dada atau terimalah dengan besar hati. kalau saja yang menerima saran sempet berfikir, bagaimana caranya bisa membesarkan hatinya????
Tentunya akan menjadikan sebuah dialog atau debat yang berkepanjangan. Hati adalah gumpalan darah yang merupakan salah satu organ tubuh kita, jika hati memiliki ukuran yang lebih besar dari yang normal, maka hati dapat dikatakan membengkak dan membahayakan bagi sang pemilik hati.Besar hati ini berbeda dengan pengertian diatas. Hati atau qalbu ini identik dengan pemikiran dan pemikiran merupakan respon dari panca indra kita. Tentunya respon dari setiap indra yang kita miliki ini akan menyesuaikan dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi-informasi yang pernah didapat dan bahkan dapat membentuk keyakinan dalam diri.
Segenggam garam yang dimasukkan dalam segelas air maka rasa dari air akan sangat asin bahkan menjadi pahit, dengan segenggam garam yang sama bila dimasukkan dalam kolam air atau telaga rasa garam itu tidak akan banyak mempengaruhi rasa air dalam kolam tersebut.
Begitulah perandaian hidup ini yang kita yakini tidak akan lepas dari masalah, dan kita andaikan dengan garam kehidupan. Sekarang seberapa besar ruang kolam air yang kita siapkan dalam diri, yaitu hati atau qalbu kita. Sebesar gelas atau sebesar telaga bergantung kita untuk selalu berusaha melapangkan hati, sehingga kita dapat merasakan kesegaran hidup di dunia ini.
Hati yang lapang akan terbentuk dengan sendirinya jika kita rajin menambah ilmu, pengetahuan, pengalaman dan keimanan kita.

Wicak

Manajer PKBI

3 tanggapan untuk “Garam Kehidupan

Komentar ditutup.