Fiber Optic

Kapan media transmisi Fiber Optic antar PTIK dengan unit lain bisa dipergunakan?

Kami di Fakultas Sastra sering mengalami gagalnya atau kurang lancarnya kompunikasi data dengan PTIK melalui media transmisi Wireless, sering RTO (request Time Out).
Untuk mengatasi sementara, listrik untuk PoE (Power of Ethernet) saya pasang timer yang setiap 2 jam sekali mati selama 1 menit, dengan pertimbangan agar AP (Access Point) dalam kondisi reFresh, dan hal ini saya rasakan berhasil.
Tapi hal ini menurut saya adalah bukan solusi tepat, tapi solusi “asal nyambung” saja.
Untuk itu kami sangat mengharap dalam waktu dekat Fiber Optic bisa melayani kami.

Fa’ul, Fakultas Sastra UM

fa'ul

Kasubbag Tenaga Administrasi UM

5 tanggapan untuk “Fiber Optic

  1. Pak Faul dan B-CAK,
    Terimakasih atas perhatiannya kepada Pusat TIK khususnya mengenai pekerjaan pemasangan fiber optic (FO) dan perangkat utama jaringan.
    Perlu kami sampaikan bahwa pekerjaan FO sudah selesai per tanggal 31 Maret 2010 sesuai kontrak kerja tetapi sampai sekarang belum dapat diserahkterimakan oleh rekanan kepada UM karena termin pembayaran belum dilakukan. Pekerjaan yang belum diserahterimakan belum dapat digunakan atau dioperasikan oleh UM karena masih menjadi tanggung jawab rekanan. Ada kendala keuangan yang cukup rumit (menurut saya) yang menyebabkan tertundanya pembayaran. Sebagai informasi tambahan, pekerjaan FO ini didanai oleh World Bank melalui program IMHERE. Proses pengadaannya sangat rumit misalnya harus melalui NOL (no objection letter) sampai 4 kali yang masing-masing perlu waktu proses minimal 1 bulan. Pengadaannya sudah pernah dilakukan awal 2008 (saat itu masih ditangani UPT Puskom) namun gagal dan diulang lagi pada bulan Juni 2009 yang pelaksanaan pekerjaannya baru dimulai bulan Januari 2010. Karena melalui dua tahun anggaran (TA) yang berbeda maka akan ada proses luncuran anggaran (istilah keuangan) dari TA 2009 ke TA 2010. Kami senantiasa berkoordinasi dengan ULPBJ, IMHERE dan Keuangan dalam memantau status dana luncuran ini yang diharapkan akan masuk pada bulan Juni ini.
    Pak Faul dan saudara-saudara yang lain, kami di Pusat TIK juga sedang menunggu kapan FO ini bisa diserahterimakan dan diintegrasikan dengan jaringan yang sudah ada. Sambil menunggu selesainya jaringan FO, selama ini kami telah membangun koneksi-koneksi menggunakan radio (wireless). Ini kami maksudkan sebagai solusi sementara jaringan kabel kawat DSL yang lama sudah keburu rusak sebelum jaringan yang baru dapat kami siapkan. Solusi wireless ini kami pandang yang paling mudah dan murah serta overlay dengan jaringan FO dapat dengan mudah dilakukan dan yang lebih penting tidak terjadi investasi ganda. Memang anggaran yang dikelola oleh Pusat TIK sangat besar tetapi sebagian besar digunakan untuk investasi peralatan dan sewa bandwidth internet (hampir 80%). Penggunaan anggaran mengacu kepada peraturan yang berlaku.

    Sekali lagi, terimakasih atas perhatiannya.

    Salam,
    Muladi
    Kepala Pusat TIK

  2. Jalur ke Perpustakaan juga pakai wireless masalahnya sama. Perlu segera dilayani diperbaiki, sama parahnya … sambung-putus-sambung-putus. Hallo … Pusat TIK?

  3. sangat ironis sekali barang yg katanya dibeli mahal2 hanya dijadikan pajangan.entah apa yg dikerjakan oleh PTIK disana,ayo bung kerja yg keras duit UM untuk PTIK udah berlebih2 jgn disia2kan,kami yakin kesejahteraan anda disana berlebih2 drpada unit yg laen,mari kita majukan UM.Go ….UM….Go …UM

  4. Pendapat Mas Fa’ul benar. Harapan semua unsur sivitas tentu demikian, terutama waktu pengisian KRS oleh mahasiswa. Semoga dapat segera dioperasikan untuk mengatasi permasalahan beban koneksi. Terima kasih.

Komentar ditutup.