[SELESAI] Dimana Petugas Keamanan UM?

Saya salah satu mahasiswa UM yang prihatin dengan sistem keamanan di UM. Sudah sering terdengar terjadi kehilangan kendaraan bermotor.. kok bisa?? Selain kesalahan korban, tentu nya pihak universitas juga tidak bisa lepas tangan begitu saja.. saya heran, kenapa di UM setiap kendaran bisa masuk dan keluar dengan sangat mudah, tanpa ada pemeriksaan terlebih dahulu (seperti di universitas atau tempat2 umum lainnya)… bagaimana mau diperiksa, lah wong satpam yang jaga di gerbang saja  tidak ada… memangnya UM tidak punya cukup satpam untuk berjaga di setiap pintu gerbang (khususnya di gerbang surabaya)….

Lalu, saya kurang setuju dgn tindakan satpam yang mengembesi ban sepeda motor yang parkir di pinggir jalan. memang tindakan para Bapak satpam itu benar, tetapi kenapa hanya sepeda motor?? padahal di sekitar tempat tersebut banyak mobil yang parkir di pinggir jalan juga… tetapi mobil aman dan tidak dikempesi… (yang bikin macet ya justru mobil itu)

Demikian keluhan saya, terimakasih,. semoga um menjadi lebih baik.

24 tanggapan untuk “[SELESAI] Dimana Petugas Keamanan UM?

  1. maaf kalo begitu, sy kebawa emosi.
    sy cm pgn satpam2 UM bs hebat seperti kampus2 lain.
    yg sudah 24 jam menjaga kampusnya dan setia menjaga dan memeriksa arus keluar/masuk kendaraan pada pintu gerbang kampusnya.
    kalo kampus lain bisa, emg UM g bisa?
    pasti bisa.
    makan sama2 nasi, minum sama2 air, knp kita selalu tertinggal?
    sekali lagi maaf kalo ada yg tersinggung.
    kasian korban pencurian kendaraan.
    memang mereka salah telah lalai dalam memarkir.
    tapi tidak pantaskah mereka dikasihani?
    keinginan sy hanya penjagaan pintu gerbang untuk meminimalisir kehilangan kendaraan.
    jadi jika terjadi pencurian kendaraan, pelaku sulit untuk keluar dari lingkungan UM karena untuk keluar diadakan pemeriksaan STNK.

  2. @brian

    Saudara Brian mestinya sebagai mahahasiswa tahu, bagaimana cara berkata dan bertutur yang baik.

    brian :

    jd bwt para maling, ayo ke UM.
    enak, ambil sepeda, kluar g perlu nunjukin STNK.
    langsung cabut!!
    ada 4 pintu kluar loo.
    jl. ambarawa, jl. surabaya, jl. veteran, jl. semarang.
    monggo, silahkan.
    kecewa saya sm UM. sudah bnyak kasus kehilangan sepeda, tp apa tindakan yg dilakukan?
    menyalahkan pemilik yg parkir sembarangan dan tidak ada tindakan untuk meningkatkan keamanan.
    knp sih pintumasuk/keluar UM tdk ada pemeriksaan STNK????
    bwt apa ada satpam dan posnya di pintu msuk/kelur?????
    apa susahnya sihhh???
    Mahasiswa FE UM

    Saya membela para Satpam. mereka bekerja keras 24 Jam, menjaga UM tercinta. dengan beban kerja yang begitu berat mereka masih sempat melayani dengan senyum/

    Saya tahu sendiri, jam 2 pagi pernah saya membutuhkan uang untuk sebuah keperluan.
    Para Satpam sudah siaga di UM. Pintu yang semula tertutup hanya dengan KTM bisa dibuka

    Saudara Brian tolong juga melihat sisi lain dari kerja mereka.
    Gebyah uyah bukanlah mental mahasiswa UM sejati.
    Bukaknkah dalam berkarya ilmiah gebyah uyah adalah suatu hal yang dilarang keras?
    Saya sarankan saudara melalui jalur yang elegan, struktural dan resmi
    Misal:
    Meminta bantuan Ormawa seperti BEM UM, MPM atau DMF dan BEM FA (ditingkat Fakultas)
    Bukankah disitulah fungsi adanya Ormawa? Menyampaikan aspirasi mahasiswa.

    Ferril Irham M
    Sastra Inggris
    Fakultas Sastra
    Universitas Negeri Malang

  3. jadi di sini tidak ada yang setuju kalo pintu gerbang um diadakan pemeriksaan?
    sy cm pengen adanya pemeriksaan pada tiap gerbang.
    bukan masalah kesalahan dan tanggung jawab pada kasus kehilangan sepeda.
    kok malah bicara premis2.
    orang yang bertele-tele adalah orang sombong.

  4. yang sebenarnya harus dijaga satpam UM itu adalah debu yang menghiasi gedung kita..

    ..karena itu adalah warisan budaya…
    jagan sampai lah hilang gitu aja……

    …….harus di pertahankan kan…….(maaf ini adalah kritikan tpi usaha untuk membuat lebih baik, APA GK MAMPU BAYAR TUKANG BERSIH GEDUNG,, HMJ INDONESIA SASTRA SIAP MEMBANTU KEUANGAN)

    “SAMPAIKAN KEFARUM DOSEN UM YA”

    wima ariya m
    indonesia
    um

  5. PERTANYAAN MASALAH PARKIR

    Bagaimanakah aturan tentang pembayaran parkir bagi warga UM? Mahasiswa dan tamu dikenai biaya parkir. Apakah civitas akademika juga dikenai biaya parkir? Bagaimana petugas bisa membedakan mana yang pegawai mana yang umum? Selama ini, saya selalu membayar biaya parkir, terutama di parkir pusat. Sebenarnya bukan masalah besar kecilnya biaya, tetapi ingin tahu aturan yang sebenarnya. Tetapi tidak untuk di fakultas saya, karena pertugas sudah hafal sehingga tidak dimintai biaya. Terimakasih atas penjelasannya.

    Tri Hapsari Utami/staf pengajar jurusan Mat FMIPA UM

  6. saya pernah kehilangan sepeda motor di parkiran belakang pujasera UM. saat itu memang keamanan sangat minim . saya tidak ingin menyalahkan siapapun dalam kejadian ini karena mungkin ini disebabkan oleh kelalaian saya sendiri . saya hanya berharap agar keamanan di dalam kampus lebih ditingkatkan lagi agar kejadian yang saya alami tidak terjadi pada yang lain . saya harap pihak universitas dapat segera memberikan solusi atas masalah ini . terima kasih…..

    rizky kadhafi
    pend.kimia
    fakultas MIPA
    Universitas Negeri Malang

  7. saya juga pernah digembosiiiiiiii, tapi sudah lama, mungkin 5 tahun yang lalu. jadi panitia wisuda, datang pagi subuh belum ada parkir,trus parkir ditempat pejabat, jam setengah 7 diingatkan satpam, saya menjawab sebentar pak 15 menit lagi, eh saya keluar sepeda motor saya dah digembosiiiiii. sudah “protes” sambil nangis karena kesal, karena masih bertugas ambil sendok untuk sarapan panitia. cari tukang ban jauh dan masih tutup. nelongso rasane, mbok njao ada toleransi, paling tidak menanyakan mengapa kok parkir disitu. Saya memang bukan pejabat, tapi saya merasa tidak adil diperlakukan seperti itu. sekedar curhat.
    Tri Hapsari Utami/Staf pengajar jur matematika FMIPA UM

  8. jangan jadi orang pelit, berapa ongkos bayar parkir di UM? keberatan?

    haikal
    staf jurusan biologi

  9. Premis 1: Orang yang sombong adalah orang yang arogan
    Premis 2: Orang yang arogan tidak mau mendengar pendapat orang lain
    Premis 3: Orang yang tidak mau mendengar pendapat orang lain adalah sok pintar
    Premis 4: Orang yang sok pintar biasanya tidak transparan
    Premis 5: Orang yang tidak transparan adalah orang yang bertle-tele

    Simpulan:
    1. Orang yang sombong adalah orang yang bertele-tele

    @tata

  10. Premis 1: Orang Jujur adalah orang yang rendah hati.

    Kesimpulan:

    1. Orang yang tidak jujur adalah orang sombong

    Ferril Irham Muzaki
    Sastra Inggris
    Fakultas Sastra
    Universitas Negeri Malang

  11. @tata

    Jawaban untuk saudara Tata

    Premis 1

    Premis 1: Orang jujur selalu berani berbuat berani bertanggung jawab
    Premis 2: Orang berani berbuat berani bertanggung jawab adalah orang yang berani menyebutkan nama terang, STATUS jelas (mahasiswa, dosen, karyawan, alumni, atau status lain), dan UNIT KERJA atau ALAMAT di web ini

    Kesimpulan:

    1. Orang yang tidak bertanggung jawab tidak berani menyebutkan nama, status dan unit kerja atau alamat
    2. Orang yang tidak bertanggung jawab adalah orang yang tidak jujur

    Ferril Irham Muzaki
    Sastra Inggris
    Fakultas Sastra
    Universitas Negeri Malang

    Sebab:

    Logika :
    1.

  12. @tata

    Jawaban untuk saudara tata:

    Premis 1: Mahasiswa UM yang rajin adalah mahasiwa yang butuh kuliah

    Logika

    1. Jika Mahasiswa UM ada yang tidak butuh kuliah, berarti mahasiwa tersebut belum rajin

    Referensi:

    1. Ilmu Mantiq

    http://sastrasantri.wordpress.com/2008/09/13/60/
    http://media.isnet.org/islam/Etc/Mantiq.html
    http://examsworld.us/kumpulan-soal-matematika-dan-penyelesaiannya-untuk-sma.html

    Ferril Irham Muzaki
    Sastra Inggris
    Fakultas Sastra
    Universitas Negeri Malang

  13. Assalamuallaikum.wr.wb
    Saya tdk ingin brpnjg lebar..hanya ingin menanggapi tntang ban yg dkmpesin oleh satpam..jika ban mtor anda dikempesin oleh satpam, saya melihat itu justru langkah pengamanan agar mtor anda tidak dcuri.walaupun itu sekaligus peringatan dan hukuman bagi yg melanggar..jadi mari brfikir positif dan koreksi dri kita..

    Anggi atma
    S1 Akunt ’08

  14. @tata

    Jawaban untuk saudara tata:
    Premis 1: Mahasiswa datang ke UM dengan tujuan kuliah

    Logika

    1. Jika tidak butuh kuliah, bukan mahasiswa

    Ferril Irham Muzaki
    Sastra Inggris
    Fakultas Sastra
    Universitas Negeri Malang

  15. @ferril ilham..
    ga usah bertele-tele.. jgn sok pintar dgn “rumus2” anda.. kita ga butuh kuliah anda. yg jd poin ptg adalah di mana petugas keamanan yg harusnya jaga digerbang kampus? udah itu aja..

    meskipun begitu,saya tetap setuju bahwa perlu ada kesadaran dari masing2 pihak.

    maaf sebelumnya. terimakasih.

  16. @brian
    Pelajaran matematika SD kelas 4 kurikulum 1994

    (Pelajaran yang saya terima sewaktu SD kurrikulum 1994)
    Rumus utama
    Jika P maka Q; jika Q maka R ; jadi jika P maka R
    Jika tidak Q maka P bukanlah faktor penyebab dari R

    Premis 1 : Setiap pengemudi kendaraan bermotor haruslah memiliki Surat Izin Mengemudi yang dikeluarkan oleh kepolisian republik Indonesia
    Permis 2 : Salah satu syarat untuk memiliki SIM adalah bisa memahami dan bersedia menaati rambu-rambu lalu lintas salah satunya rambu larangan parkir di sembarang tempat
    Premis 3 : Rambu-rambu lalu lintas dibuat dengan huruf dan simbol
    Premis 4 : UM telah memasang rambu larangan parkir dengan simboll mengikuti standard kepolisian Republik Indonesia
    Premis 5: UM telah menyediakan parkir sepeda motor
    Premis 6: warga UM yang bertanggung jawab dan taat aturan akan memarkir sepeda mortor di parkir um
    Premis 7: Sepeda motor yang diparkir di parkir resmi um akan menjadi tanggung jawab um

    Kesimpulan:
    Pertama : Orang yang parkir di sembarang tempat di um adalah orang yang buta huruf. sebab
    A. Premis 4: UM telah memasang rambu larangan dengan simbol-simbol mengikuti standard kepolisian republik Indonesia
    B. Premis 3 : Rambu lalu lintas dibuat dengan simbol-simbol huruf
    Kedua : Orang yang parkir sembarangan di UM adalah orang-orang yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi
    Sebab
    C. Premis 2: Salah satu syarat untuk memiliki SIM adalah bisa memahami dan bersedia menaati rambu-rambu lalu lintas salah satunya rambu larangan parkir di sembarang tempat
    D. Premis 1: Setiap pengemudi kendaraan bermotor haruslah memiliki Surat Izin Mengemudi yang dikeluarkan oleh kepolisian republik Indonesia
    Ketiga:
    1 UM telah menyediakan parkir sepeda motor maka warga UM bertanggung jawab untuk memarkir sepeda mortor di parkir um.
    2 Jika warga UM bertanggung jawab untuk memarkir sepeda mortor di parkir um maka sepeda motor yang diparkir di parkir resmi um akan menjadi tanggung jawab um
    Sebab :
    Premis 5: UM telah menyediakan parkir sepeda motor
    Premis 6 : warga UM yamg taat aturan dan bertanggung jawab untuk memarkir sepeda mortor di parkir um
    Premis 7: Sepeda motor yang diparkir di parkir resmi um akan menjadi tanggung jawab um
    Keempat: Orang yang kehilangan sepeda motor diluar parkir resmi UM adalah orang yang tidak bertanggung jawab
    Sebab:
    Premis 6: warga UM bertanggung jawab untuk memarkir sepeda mortor di parkir um
    Premis 7: Sepeda motor yang diparkir di parkir resmi um akan menjadi tanggung jawab um

    Logika Sesat

    Pertama: UM harus bertanggung jawab terhadap setiap kehilangan di parkir ilegal di wilayah UM.
    Sebab :
    Premis 5: UM telah menyediakan parkir sepeda motor maka warga UM bertanggung jawab untuk memarkir sepeda mortor di parkir um.
    Premis 6: warga UM bertanggung jawab untuk memarkir sepeda mortor di parkir um
    Premis 7: Sepeda motor yang diparkir di parkir resmi um akan menjadi tanggung jawab um

    Ferril Irham Muzaki
    Sastra Inggris
    Fakultas Sastra
    Universitas Negeri Malang

  17. memang kesalahan pd kasus kehilangan sepeda biasanya adalah kesalahan pemilik yg memarkir sembarangan.
    tapi hal ini jg didukung oleh pengamanan pintu masuk/keluar yang minim sekali.
    cb pintu masuk/keluar UM diberikan penjagaan ketat dg pemeriksaan STNK, maka kasus kehilangan sepeda motor Insya Allah bisa berkurang.
    UM keamanannya sangat kurang sekali.
    belum professional kayak UB sm UIN.
    jd bwt para maling, ayo ke UM.
    enak, ambil sepeda, kluar g perlu nunjukin STNK.
    langsung cabut!!
    ada 4 pintu kluar loo.
    jl. ambarawa, jl. surabaya, jl. veteran, jl. semarang.
    monggo, silahkan.

    kecewa saya sm UM. sudah bnyak kasus kehilangan sepeda, tp apa tindakan yg dilakukan?
    menyalahkan pemilik yg parkir sembarangan dan tidak ada tindakan untuk meningkatkan keamanan.
    knp sih pintumasuk/keluar UM tdk ada pemeriksaan STNK????
    bwt apa ada satpam dan posnya di pintu msuk/kelur?????
    apa susahnya sihhh???

    Mahasiswa FE UM

  18. SAYA pernah jadi korban pan kempes depan belakang 2 kali ^o^

    tapi cukup bikin kapok dan saya nggak pernah parkir sembarangan lagi…

  19. assalaamu ‘alaikum…
    kembali ke pribadi kita masing2. seketat apapun aturan kalo pribadi kita semau gue, ya ga akan menyelesaikan masalah… Mari kita berlatih disiplin, taat aturan, dan takut kepada Alloh. Thanks..

    anang
    alumni P.Mat 2000

  20. sebaiknya mulai pintu gerbang kedaraan umum sdh diperiksa …. keluar masuk dicek…. disini terlalu bebas… ya banyak akibatnya…jadi pintu gerbang tak ada gunanya … hanya untuk hiasan… dan gagah khan? tanpa fungsi…he2…

  21. Saya sudah berulang kali menanggapi hal seperti ini, dan saya rasa tanggapan saya kali ini tetap sama.

    Betapapun pengamanan dan prosedur yang diterapkan oleh pihak UM, keamanan tetap berada pada tanggung jawab pribadi masing-masing.

    Jangankan kendaraan yang diparkir di pinggir-pinggir jalan atau di luar parkir resmi, di dalam parkir resmi saja masih bisa kecolongan koq. Dan bahkan yang lebih parah, pengamanan pada mobil di lahan parkir bahkan jauh lebih longgar dibandingkan dengan motor.

    Oleh karena itu, ada baiknya pengamanan kendaraan oleh pribadi-pribadi lebih ditingkatkan, selain mengandalkan pengamanan dari pihak kampus.

    Terkait dengan kendaraan yang diparkir di pinggir jalan, saya masih tetap mendukung dan setuju dengan langkah pihak keamanan yang melakukan tindakan penggembosan. JIKA PERLU MOBIL JUGA DIGEMBOSI SAJA, BIAR KAPOK… jangan main sok kuasa kalo bawa mobil bisa semaunya sendiri. Nanti lama kelamaan kalo korban tindakan penggembosan sudah males mompa ato ndorong kendaraan, maka tidak akan parkir semaunya sendiri.

    catatan: saya pengguna motor dan juga mobil, jadi tidak berada di salah satu sisi saja.

    ekowahyu-fs um

  22. Sebaiknya,
    segala sesuatunya harus diatur (dibuat peraturan tegas & jelas)
    dan ada yang mempunyai kekuatan untuk menegakkan peraturan itu.
    jika hanya peraturan saja, spertinya masyarakat um belum bisa menaatinya,
    jika hanya ada yg mengatur saja, akan bnyak pelanggaran.
    keduanya harus saling mendukung, Keamanan UM harus segera mensosialisasikan aturannya, yang ada kekuatan dari pejabat um (Rektor misalnya)
    agar nanti kalau ada mahasiswa, Dosen atau karyawan um yang tidak menaatinya, satpam bisa punya alasan yang kuat untuk “MENILANG” dengan sanksi yang tegas.

    “Setidaknya itu hanyalah pendapat saya”
    (Mahasiswa Fisika)

  23. untuk disiplin memang harus dimulai dari diri sendiri….
    saya pemakai mobil dan mengaku pernah memarkir mobil sembarangan (tidak di tempat parkir)….dan siapa bilang kondisi mobil saya aman??? mobil saya ditempeli peringatan yang menggunakan lem/perekat yang sulit dihilangkan…tapi saya tidak marah…saya sadar apa yang saya lakukan salah dan tidak akan mengulangi lagi.
    yang bikin macet mobil itu dimana?? di UM tidak pernah ada macet kecuali klo ada wisuda or event2 lainnya?? klo di jalan raya bukan hanya mobil yang bikin macet tapi juga motor termasuk juga perilaku negatif berlalulintas (untuk semua pengendara)….
    Jadi intinya…think positive, think clear, think fresh, think forward and think others…

    Laras
    dosen

  24. Kepada mas atau mbak Pedulium

    (Pelajaran yang saya terima sewaktu SD kurrikulum 1994)
    Rumus utama
    Jika P maka Q; jika Q maka R ; jadi jika P maka R
    Jika tidak Q maka P bukanlah faktor penyebab dari R

    Contoh:
    P: UM telah menyediakan parkir sepeda motor
    Q: warga UM bertanggung jawab untuk memarkir sepeda mortor di parkir um
    R: Sepeda motor yang diparkir di parkir resmi um akan menjadi tanggung jawab um

    Simpulan dari pernyataan di atas
    1 UM telah menyediakan parkir sepeda motor maka warga UM bertanggung jawab untuk memarkir sepeda mortor di parkir um.
    2 Jika warga UM bertanggung jawab untuk memarkir sepeda mortor di parkir um maka sepeda motor yang diparkir di parkir resmi um akan menjadi tanggung jawab um
    Logika sesatnya:
    3 UM telah menyediakan parkir sepeda motor namun ada warga UM yang tidak bertanggung jawab untuk memarkir sepeda mortor di parkir um.
    4 UM tidak bertanggung jawab bila ada kehilangan sepeda motor di luar parkir resmi.

    Ferril Irham Muzaki
    Sastra Inggris
    Fakultas Sastra
    Universitas Negeri Malang

Komentar ditutup.