Kenyamanan para pejalan kaki

Jumlah mahasiswa Um yang aktif (registrasi administrasi) per 23 Agustus 2010 yang lalu adalah 23104 mhs, jumlah ini belum termasuk yang cuti kuliah dan yang tidak jelas (tidak registrasi administrasi dan tidak cuti kuliah).  Kalau ditambah dengan para dosen, PNS, pegawai harian, dan para pelaku bisnis kemungkinan bisa + 40.000 orang.  Anggap saja 25% dari jumlah tersebut menggunakan kendaraan sendiri memasuki kampus UM tercinta ini, maka ada 10.000 kendaraan roda dua dan roda empat.  Untuk lebih tepatnya jumlah kendaraan yang keluar masuk kampus sebaiknya unit yang terkait dengan hal ini melakukan pendataan dan melakukan penghitungan selama beberapa hari di setiap pintu masuk dan pintu keluar.  Dengan demikian untuk jangka panjang bisa memperkirakan luas tempat parkir yang harus disediakan.

Seringkali terlihat kendaraan parkir tidak pada tempatnya entah karena tempat parkir yang sudah tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang ada ataukah karena memang pemilik kendaraan yang mau mudahnya saja.  Mungkin Tim Pengaman Khusus (Pamsus) UM sudah seringkali menertibkan hal ini, tapi ….

Yang kasihan adalah pejalan kaki yang terpaksa berjalan di jalan aspal tersebut karena memang sebagian besar jalan-jalan di dalam kampus ini tidak memiliki trotoar tempat untuk pejalan kaki.  Di beberapa jalan mereka berjalan diantara kendaraan juga lalu lalang dari depan dan atau dari belakang di jalan yang menjadi sempit karena sebagian menjadi tempat parkir kendaraan, sementara jalan tersebut tidak memiliki trotoar.

Ke depan perlu dipikirkan tempat parkir yang strategis sehingga tidak membuat pemilik kendaraan jadi parkir semaunya di jalan dan untuk kenyamanan para pejalan kaki perlu dibuatkan trotoar di sebagian besar jalan-jalan di dalam kampus yang tidak memiliki trotoar.

4 tanggapan untuk “Kenyamanan para pejalan kaki

  1. Pada intinya semua harus tahu diri dan tempat, dimana fasilitas umum adalah milik semua.

    Ke depan perlu dipikirkan tempat parkir yang ……………….
    ke depan? nantinya? akan kita pertimbangkan? wacana?

    Kenyataannya saat ini, banyak manusia ya otomatis banyak kendaraan tapi masalahnya tempat parkir tetap, dan jadi pengalaman yang wajar jika body mobil atau motor terluka karena semakin padatnya penghuni tempat parkir.
    Kita semua tidak perlu konsep perencanaan yang muluk-muluk tapi tidak ada kejelasan kapan konsep itu terwujud.

    Saya pikir, kita perlu tindakan yang lebih nyata. Misalnya, Tanggal 1 Januari 2011 akan dibangun Tempat parkir di sebelah Utara kampus yang luas dan terpusat. Atau misalnya Tanggal 32 Bulan 13 Tahun 2011 mulai pemberlakuan kebijakan “Civitas akademika UM tidak boleh membawa kendaraan bermotor”.

    fa’ul, sastra

  2. Setuju sama Pak Ekowahyu…

    Jarak antara gedung J dan Gedung D tempat kami… mahasiswa Sastra kuliah gak jauh-jauh amat

    Malahan lebih cepat jalan kaki dibandingkan naik mobil atau sepeda motor

    Ferril Irham M
    Sastra Inggris
    Fs-UM

  3. setuju pak…..
    selama ini saya pribadi selalu berusaha untuk tertib dan mengalah saat di jalan … ga ada yang dikejar dan tak perlu buru-buru koq… wong jarak rumah kantor cuma 5 menit ….

    cuma para pejalan kaki juga harus tertib dong…. jangan jalan sambil SMS-an … jadi ga liat kanan kir, masa ditunggu kesadarannya untuk tidak menutupi jalan tidak juga bereaksi … kalo sudah diklakson baru kaget… hi hi hi hi ….

    salam …
    ekowahyu – fs um

Komentar ditutup.