Burungku

Pernah kulihat sepasang burung puyuh di sekitar jalan Gombong, temanku pernah melihat burung sribombok di sungai tengah kampus, di banyak pohon  pernah juga kulihat burung kutilang, derkuku, trocokan, tapi sekarang tak terlihat lagi dan tak terdengar kicauannya. Kemana mereka?? Mungkinkah kita mengundangnya kembali berhomebase di Kampus!

Satu tanggapan untuk “Burungku

  1. menurut saya, Karena ketidak pedulian kita (‘beberapa’) terhadap mereka (Satwa Liar).

    Ketika burung terakhir kita buru, di saat itulah kita merasakan bahwa kita butuh mereka.

    Aturan dalam kampus sudah jelas, bahwa DILARANG BERBURU DI WILAYAH KAMPUS.
    Tapi siapa yang mau peduli dan mempedulikan, kadangkala saya melihat civitas akademika UM dengan cueknya membiarkan perburuan yang dilakukan di mata mereka, karena pelakunya mungkin tetangga mereka sendiri (Wilayah Sumbersari).

    Saya kadangkala memarahi anak yang sedang berburu (menembak) di wilayah kampus (khususnya di Fakultas Sastra). Saya juga salut kepada salah satu Dosen di Fakultas sastra yang juga melakukan hal yang sama ketika menjumpai pemburu di wilayah Kampus.

    Sepatutnya kita semua turut mewujudkan lingkungan kampus yang asri.

    Go Green, My Campuss!!!!

Komentar ditutup.