Menanam Pohon, Bukan Menanam Bibit

dalam 3 tahun terakhir, saya menjumpai pembangunan yang pesat di kampus UM. Ironisnya, pembangunan gedung-gedung itu tidak diimbangi dengan program lingkungan (sustainable development) seperti penghijauan lingkungan yang siginifikan. Sejak tahun 2000 saya datang ke kampus ini, kampus UM menjelman menjadi kampus yang semakin gersang, terutama di daerah Jalan Gombong, FMIPA, hingga di daerah FIP yang akhir-akhir ini juga menjadi korban penebangan pohon.

Memang benar, saya menemukan ada sekian ratus bibit pohon di kampus ini, namun pertanyaan saya: kita menunggu berapa tahun lagi untuk menjumpai bibit itu menjadi pohon yang rindang?… Jika boleh mengusulkan, jika memang program penghijauan kampus masuk dalam program jangka pendek, kenapa tidak dilakukan penanaman pohon?…Jika memang program jangka panjang, hal ini pun masih terdengan absurd: waktu tumbuh bibit-bibit itu diperkirakan memakan waktu puluhan tahu.

Guk Sueb

Guk Sueb adalah mahasiswa Sastra Inggris Program Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris. Saat ini dia aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa, forum diskusi sosial akademik, debat bahasa Inggris, serta berbagai kegiatan sosial lainnya.

3 tanggapan untuk “Menanam Pohon, Bukan Menanam Bibit

  1. entah dengan dalih penataan dan perbaikan tataruang saya sangat prihatin terhadap penebangan pohon disana-sini. perlu kejernihan hati untuk segalanya, termasuk hal yang kecil sekalipun

  2. saya setuju!!
    saat ini berkembeng isu global warming dsana sni, dan tentu saja penghijauan dengan menanam sejuta pohon
    tapi yang saya herankan knp d um kok tidak tergerak untuk melakukan aksi yang sama malah yang saya lihat pohon2 yang cukup rindang di tebang, dan yang lebih saya herankan knp pohon2 yang ada d dpn fip kok malah d tebang??

Komentar ditutup.