English version?

Saya beberapa waktu lalu iseng-iseng melihat “English version” dari bagian Berita di situs UM. Ya ampuun.. Selain beritanya bukan yang terbaru, bahasa Inggrisnya kacau. Sepertinya diterjemahkan dengan bantuan mesin. Walaupun saya tidak pinter bahasa Inggris, tapi kelihatan sekali ketidak tepatannya. Sebagai contoh, “UM held Pembekalan CPNS Honorary point, on Tuesday (30/03/2010)”. Istilah “Honorer” dalam bahasa Indonesia mengacu ke tenaga kerja yang mendapat honorarium atau tenaga kerja tidak tetap, sedangkan “Honorary” dalam bahasa Inggris mengacu ke bentuk penghargaan atau kehormatan. Contoh lain adalah “Implementation Exam Writing I and SMPD SMPS Current First Walk” yang terjemahan dari “Pelaksanaan Ujian Tulis SMPS I dan SMPD I Berjalan Lancar”. Belum lagi isi beritanya.

Mungkin ada baiknya pihak pengelola situs berani mengontrak tenaga yang bisa menulis dalam bahasa Inggris dengan baik, misalnya dosen jurusan Bahasa Inggris. Beritanya kan tidak keluar setiap hari, lagipula isinya juga tidak banyak. Kalau misalkan tidak memungkinkan, tidak usah mengadakan halaman versi bahasa Inggris. Buat apa, kalau tidak bisa dimengerti orang berbahasa Inggris.

Janganlah kita menggunakan prinsip “salah paham”: walaupun saya salah, anda masih paham….

11 tanggapan untuk “English version?

  1. Terimakasih atas masukan yang telah diberikan.

    Kolom Berita yang ada dalam website UM memang merupakan tanggung jawab HUMAS untuk meng update informasi terbaru mengenai kebijakan dan peristiwa di UM.
    Mengenai English Version benar apa yang telah dikatakan Pak Jo bahwa sampai saat ini HUMAS belum punya penterjemah berita sehingga tentu HUMAS akan sangat senang jika ada yang bersedia membantu.

    Saat ini HUMAS telah mempersiapkan surat permohonan kepada pimpinan untuk menunjuk petugas yang khusus menangani English Version untuk berita.
    Semoga kedepan kolom berita english version dapat lebih baik dan informatif.

    HUMAS UM

  2. @arik
    Wah, mental “TALK LESS DO MORE” Anda terlalu retorik Mas,
    lihat apa yang Anda tuliskan di atas, menunjukkan bahwa Anda memang yang Talk Less Do More. Sekarang secara logika, kita bukannya sok mahal dan sok jual diri, bukannya Humas memang digaji dan dibayar karena pekerjaannya itu: termasuk mencari dan merekomendasikan terhadap fenomena ini. kalau memang menunggu atau menjemput bola (meminjam istilah mas Eko), yah kapan majunya?….

    Miris sekali,

  3. Nama saya Rofiq, salah satu alumni Bahasa Inggris FS UM tahun 2005.
    Saya bersedia menerima tantangan ini (menerjemahkan) dengan sukarela.
    Saya bukan sok pahlawan, tapi ini hanya sekedar rasa cinta saya pada almamater.
    Saya tunggu kabarnya di email saya (alec.roderick@gmail.com).
    Terima kasih…

    BTW, saya skrg bekerja di VEDC Malang sebagai PNS. Selain itu saya mengajar di bimbel Ganesha Operation (GO) Malang.

  4. seandainya semua orang mau berintropeksi dan mau membuka diri untuk dikoreksi alangkah damainya dunia ini

  5. mahasiswa kebanyakan ngeritik tapi belum sepenuhnya bisa untuk terjun langsung meperbaikinya, saya lebih suka kalo mas yang englisnya bagus untuk dateng langsung ke humas menemui kabidnya terus mencarikan solusin, entah dengan mas sendiri yang jadi orang itu atau membawa seseorang untuk direkomendasikan, insyAllh pihak humas akan merespon dengan sangat baik. talk less do more. itu lebih bijak daripada cuman sekedar ngritik lewat omongan dan tulisan”

    arik mahasiswa PLS fip um.

  6. @ekowahyu
    1. Sudah saya tuliskan pada komentar pertama bahwa Kolom BERITA (termasuk English version) dikelola oleh HUMAS. Tentu saja saya tidak bisa menjemput bolanya karena hal tersebut adalah tugas HUMAS.

    2. Kata-kata yang lengkap adalah “Seandainya ada SATU orang saja yang berminat membantu membuat versi Inggris (awalnya mungkin sukarela) maka tentu HUMAS dengan senang hati akan menerimanya.”
    Sampai saat ini HUMAS belum punya penterjemah berita sehingga tentu HUMAS akan sangat senang jika ada yang bersedia membantu.

    3. Saya sudah menghubungi HUMAS untuk menyampaikan hal ini.

    TERIMA KASIH.

  7. @Johanis Rampisela

    Ya jangan menunggu bola dong Pak Jo.

    Silahkan hubungi Pimpinan Fakultas Sastra, biar nanti secara resmi ditugaskan.
    Kalo memang ditugaskan saya juga bersedia, tapi ya jangan trus menggunakan kata “SATU orang saja yang berminat membantu”

    Kalo sekedar 200-400 kata per berita saja saya kira tidak mengganggu pekerjaan rutin sehari-hari di kantor.

    Kalo mahasiswa diberi encouragement yang benar, saya rasa mereka juga akan mau membantu, asal ya itu, encouragement awal yang paling tepat menurut saya adalah diHUBUNGI, dan bukan menunggu ada yang MAU.

    terima kasih,
    semoga usulan saya ini didengar, melihat betapa kacaunya versi inggrisnya….

    ekowahyu
    fs-um

  8. @Guk Sueb
    1. Saya sebagai pengelola website belum pernah menerima rekomendasi yang Sdr maksud.

    2. Saya yakin bahwa di Jurusan Sastra Inggris banyak mahasiswa dan dosen yang andal. Seandainya ada SATU orang saja yang berminat membantu membuat versi Inggris (awalnya mungkin sukarela) maka tentu HUMAS dengan senang hati akan menerimanya.

    3. Jika ada yang berminat bisa menemui saya di Pusat TIK (Gedung G1 Lantai 2) untuk saya antarkan ke Humas atau langsung menemui Pak Zulkarnaen di Humas (Gedung A3 Lantai 2).

    Ketua Divisi Perangkat Lunak
    Johanis Rampisela

  9. Isu ini sempat dijadikan bahan studi Mahasiswa Sastra Inggris, dan sempat diajukan rekomendasi ke pihak TIK (sebagai pengelola website), jika memang belum ada perubahan berarti sistem birokrasi antar lembaga di kampus ini mulai kami pertanyakan. Sebagai informasi, di Jurusan kami terdapat banyak mahasiswa yang mempunyai kemampuan terjemah yang handal, dengan dosen yang juga sudah bertaraf internasional, juga para alumni yang sukses di bidang penerjemahan.

    kalo begitu Pak Johanes,

    saya kok mulai menyimpulkan kalau HUMAS UM membutuhkan supervisor di bidang komunikasi. Hal ini menyangkut kredibilitas kampus UM yang notabene sebagai basis Jurusan Sastra Inggris terbaik di negeri ini. Jika tidak demikian, maka ke depan hal ini berdampak pada citra kampus ini juga. Terlebih HUMAS adalah mata, telinga, dan mulut suatu institusi: apapun yang dilakukan adalah HUMAS adalah mewakili jati diri kampus.

    Sekali lagi,
    Apakah memang benar di HUMAS telah ada supervisor di bidang komunikasi?
    Jika belum, tidak ada salahnya kalau HUMAS mau membuka diri untuk kebaikan ini.

    Guk Sueb
    Mahasiswa Sastra Inggris
    Universitas Negeri Malang

  10. waduh… baru nyadar saya ….
    ini hasil dari gogle translate ato apa ya koq bisa sampai begitu…

    wah .. mending ga perlu di english version kalo udah begitu…

    secanggih apapun machine translation, ga bakal bisa menyamai human translation…

    regards,

    ekowahyu-fs um

Komentar ditutup.