Guru Besar Jangan Berpredikat “xxx”

Saya bangga menjadi warga UM. Berdasarkan catatan saya, pada tahun 2010 ini Rektor UM telah mengukuhkan sembilan guru besar pada empat kali upacara, yaitu pada 06 Mei 2010: 2 orang, 06 Juli: 2 orang, 30 September: 3 orang, dan terakhir pada 16 Desember: 2 orang. Puluhan guru besar lainnya juga menunggu pengukuhan dari Rektor UM. Yang dinanti berikutnya adalah karya-karya “brilian” dari para guru besar tersebut sesuai dengan keahlian masing-masing. Jangan “mandeg” dan “loyo” setelah menikmati kegurubesarannya. Teruslah berkarya dengan semangat sebagaimana semangat berkarya ketika mengumpulkan “credit point” untuk persyaratan memperoleh guru besar. Jangan sampai predikat “xxxxx”(sebagaimana sindiran PD II Fakulas Sastra Dr. Suharmanto) terbukti.

Catatan:

Tulisan ini telah disunting oleh redaksi

Masnur Muslich

Masnur Muslich sedang menekuni "textbook writing". Saat ini telah menghasilkan karya berjudul "Textbook Writing: Dasar-dasar Pemahaman, Penulisan, dan Pemakaian Buku Teks".

2 tanggapan untuk “Guru Besar Jangan Berpredikat “xxx”

  1. @M. Guntur Waseso
    Mudah-mudahan terjadi pada SEBAGIAN KECIL Gubes kita itu tidak merupakan butiran es yang menggelinding turun dan menjadi bola-bola salju. amien. Semangat….semangat… dan selamat berkarya untuk para Gubes “baru” UM

  2. Saya ucapkan selamat kepada Universitas Negeri Malang yang terus menambah jumlah Gubesnya, dan selamat berkarya untuk para Gubes “baru” itu. Harapan pak Masnur Muslich (17-12-2010) itu tentu juga menjadi harapan seluruh warga kampus UM dan masyarakat luas.
    Beberapa tahun yang lalu, selaku ketua penyunting jurnal terakreditasi, saya pernah beberapa kali gagal meminta sumbangan artikel dari beberapa orang Gubes. Beliau-beliau tidak berkenan lagi menulis artikel untuk jurnal kami, karena, kata beliau, “… untuk apa, lha wong saya sudah tidak butuh angka kredit lagi…” Semangat untuk menulis itu sangat jauh berbeda dengan saat beliau-beliau sedang “mengejar” pemenuhan persyaratan kenaikan jabatan ke Gubes.
    Maaf, itu benar-benar terjadi lho. Jadi, jangan buru-buru sewot, lha wong itu hanya terjadi pada SEBAGIAN KECIL Gubes kita kok!
    Sekali lagi, selamat berkarya.

Komentar ditutup.