[SELESAI] Sarana di Jur.Matematika FMIPA UM

Mohon maaf sebelumnya, Saya salah satu warga Jur, Matematika FMIPA UM, Sudah lama sebetulnya banyak yg terganggu dengan tidak berfungsinya salah satu sarana di Gedung Matematika, yaitu Toilet (WC) Mampet, sudah ditanyakan ke petugas kebersihannya kata beliau sudah dilaporkan ke pejabat di FMIPA, tapi sudah berbulan2 tidak diperhatikan dan tidak ditangani, kami mohon perhatiannya, karena hal ini sangat mengganggu sekali, terima kasih.

11 tanggapan untuk “[SELESAI] Sarana di Jur.Matematika FMIPA UM

  1. @djoko rahardjo
    Seingat saya, pejabat-pejabat lain yang sudah pernah “turun gunung” (di Suara Kita atau di Berkarya) untuk membuat tulisan atau menjawab pertanyaan/keluhan adalah: Pak Suparno (Rektor), Pak Ery Tri Djatmika (Dekan FE), Pak Muladi (Kapus TIK), Bu Yuni (Kabag PSI), Bu Mimin (Kabag PK), Bu Fatmawati (Kabag Mawa), Pak Kusmain (Kabag FS), Pak Sumadianto (Kabag FE), Pak Noor (Kasubag RS), Pak Herry Soewito (Kasubag TU FIS), Bu Sugiharti (Kasubag TU), Pak Markus (Sekjur Fisika).

  2. @djoko rahardjo
    Alhamdulillah semoga saja benar-benar segera ditangani, dan terima kasih kepada bapak DEKAN FMIPA yang sudah memberikan perhatian demi kenyamanan kegiatan dikampus.

  3. Alhamdulillah, Bapak Dekan FMIPA UM bersedia menjawab keluhan dari mahasiswanya. Sudah ada dua dekan yang “turun gunung” yakni Ustad Dawud (FS) dan Bapak Istamar Syamsuri (FMIPA). Semoga pejabat-pejabat yang lainnya mengikuti jejak beliau berdua. Terima kasih.

  4. Terimakasih atas kritik, saran dan pendapatnya tentang toilet mampet di Jur Matematika. Masalah kebersihan dan kesehatan, bukan masalah kecil. Itu masalah penting. Begitu tahu kami langsung bertindak.
    Mengingat masalah toilet merupakan masalah bersama, maka diperlukan kehati-hatian dan kedisiplinan semua warga agar penggunaannya memperhatikan kebersihan, kesehatan dan keberlenajutannya.
    Maaf atas kekhilafan kami dan sekali lagi terima kasih.

    Istamar Syamsuri
    Dekan FMIPA UM

  5. Saya mencoba berfikir sebagai orangtua yang sudah bekerja 26 tahun di UM bahwa persoalan kebersihan, khususnya β€œwc yang kotor/jorok” dapat diatasi dengan cara antara lain: mempercayakan kepada cleaning service untuk pekerjaan tersebut. Mengapa demikian? Sebab pegawai harian (petugas kebersihan) kalau sudah diangkat menjadi CPNS maka tugasnya semakin bertambah sehingga tidak fokus pada satu pekerjaan saja. Memang butuh tambahan dana untuk cleaning service.

  6. Jadi inget waktu makan-makan di salah satu fastfood di Malang.
    waktu itu pacar saya ingin buang air,..
    Tapi setelah sampai di toilet, keinginan itu diurungkan karena toilet yang jorok..

    Yah, hal kecil tapi berdampak besar.. sampai sekarang kami tidak mau makan fastfood disana lagi

  7. wah… mas sogol itu bukan buka aib namanya, demi kebaikan bersama, kan udah tertulis sdh dilaporkan sampe berbulan2 gk ditangani, jadi tulisan ini keluar karena sudah merasa tidak diperhatikan dan tidak ditangani, ini bukan masalah sepele, coba pikirkan kalu wc mampet tpi oleh sebagian mahasiswa masih dipakai alhasil?????…. baunya itu mas kemana-mana, ato mungkin mas sogol ini termasuk pejabat yang dilapori (piss…)

  8. Enaknya Mas Sogol bilang sepele, bisa ngurusin nggak? Biasanya kalo dah keluar di suara kita, masalahnya udah “akut” alias tidak segera tertangani dan berlarut2..

    Mungkin bagi mas sepele, karena mungkin mas nggak punya masalah dengan toilet. Bagi yang punya masalah pencernaan, macetnya toilet bisa jadi masalah besar. Seperti kasus temenq, saking g bisa make toilet gedung “x” sampe bingung mo ke gedung mana n terpaksa “terlepas sebagian” di tengah-tengah pencarian Toilet. Hohohoho…

    Setuju ama mas YAN, g ada unsur kata manja atau cengeng. Karena keluhan sudah disampaikan secara sopan, dan sudah ada usaha dari yang mengeluh untuk melapor.
    Kalo cengeng n manja mah bilangnya gini “Ihh… toiletna kok masih mamped teyus cihh, sbel beud dehh”. Hahaha…

    Satu hal lagi, terkadang ada petugas yang masih belum “ikhlas” ama kerjaannya.. Mungkin dia merasa pekerjaannya adalah pekerjaan rendahan, jadinya dia selalu merasa direndahkan kalo ada siapapun yang mengeluh. Udah menyampaikan secara arif bahkan sampek hati-hati takut menyinggung, ehh malah bentak ato sewott. Padahal itu sudah kewajibannya.

    Mahasiswa
    S1 Pendidikan Teknik Informatika 2007

  9. “wah wah” juga,,
    mskipun sy bkn jur. matematika, saya dapat memahami permasalahannya..
    memang begitulah birokrasi, rumit alias mbulet.
    mengurus hal-hal besar yg dianggap penting, tp menyepelekan hal-hal besar..
    dan Nuwun sewu Sdr. Sogol, menurut saya apa yg disampaikan pada keluhan di atas wajr-wajar aja. Ga ada kata berunsur “cengeng atau manja”..

    Mohon maaf, jgn selalu menyalahkn pemberi “keluhan”.. Namanya saja keluhan, ya pasti sesuatu yg tidak baik, kalau yang baik, itu namanya “pujian”..
    Kalau tidak mau dikritik, ya jangan memberi kategori keluhan pada SUARA KITA ini..
    karna sekali lagi, kebanyakan birokrasi hanya mengerjakan hal-hal besar, tapi hal yang kecil dilupakan.

    Terima kasih

  10. Wah wah anda sebagai warga FPMIPA kalau mengkritisi masalah yang sepele begitu mustinya tidak dengan cara yang cengeng,manja bahkan membuka aib segala. Berilah saran yang lebih arif bagi petugasnya ok ?

  11. Wah wah……..anda sebagai warga FPMIPA mustinya cara mengkritisi masalah sepele gitu tidak dengan cara cengeng dan buka aib segala, bantulah dengan memberi saran ……misalnya hendaklah ditulisi “WC rusak” atau ditutup saja – agar tak menyebarkan virus salam….

Komentar ditutup.