[SELESAI] Mahasiswa NR 2007-2009 Tak Berdaya

Ketika saya memasuki gedung H5, pemandangan yang saya lihat adalah hiruk pikuk mahasiswa mengurusi pengajuan Beasiswa 2011. Saya tersenyum dan berkata dalam hati “Betapa beruntungnya mereka dapat mengajukan beasiswa”. Di sisi lain saya jadi sedih seketika, tatkala melihat dan mendengarkan salah satu percakapan mahasiswa “Mahasiswa Non-Reguler masak nggak bisa mengajukan beasiswa? Ada nggak sih beasiswa buat kita?”. Mendengar percakapan tersebut, saya jadi teringat oleh diri saya sendiri ketika masih semester 1 yang mengalami hal yang serupa, tak berdaya oleh label “non-reguler” yang kami sandang.

4 tahun sudah saya berjuang menyuarakan perubahan, tapi di akhir semester saya saat ini, usaha saya sepertinya sia-sia karena tidak ada perubahan seperti apa yang saya dan teman-teman harapkan. Walau semua mahasiswa 2010 mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh beasiswa, tetap saja mahasiswa non-reguler 2007-2009 tak berdaya (baca: tidak memperoleh kesempatan sama sekali mengajukan beasiswa). IPK 3,4 dan prestasi tingkat Nasional yang saya peroleh, sepertinya tidak bisa mengalahkan predikat non-reguler yang saya sandang.

Apa boleh buat, saya harus tetap bersyukur dengan apa yang saya dapatkan, dan berharap prestasi yang saya peroleh dapat lebih dihargai jika nantinya saya ingin melanjutkan S2 di UM.

It’s not about the money

Ada salah seorang teman saya bertanya, “Bukankah hadiah dari prestasimu kemarin di IWIC sudah cukup besar, bisa dibilang cukup untuk membiaya kuliahmu 8 semester (mean: balik modal)? Mengapa masih mengharapkan beasiswa dari UM? Nggak cukup apa hadiah dari Indosat itu?” Spontan saya menjawab, “Hey dude.. It’s not about the money, scholarship is a prestice for me, something that motivating to do more and I never had it before in my life. Hadiah dari IWIC kemarin bagiku adalah penghargaan dari Indosat, bukan dari UM.”

Ini semua ketentuan Sponsor

Kalimat diatas adalah statement yang pasti keluar dari Bu Fatma dan Mbak Nida jika salah seorang mahasiswa non-reguler menanyakan “Kenapa mahasiswa non-reguler tidak bisa mengajukan beasiswa?”  Saya hanya bisa tersenyum melihatnya dan merasa iba kepada mahasiswa yang menanyakannya. Disini saya bertanya-tanya “tidak adakah usaha atau terobosan yang bisa dilakukan pihak yang berwenang terhadap dilema ini?” Jika saya memposisikan diri di posisi beliau, saya berfikir untuk berusaha meyakinkan atau menego pihak sponsor untuk mempertimbangkan kembali persyaratan pengajuan beasiswa. Memang tidak mudah, tapi apakah sudah dicoba? Jika sudah dan hasilnya tetap, OK.. Let’s get another plan. Kemudian saya berpikir lagi, tidak adakah ide untuk menggalang dana dari alumni UM untuk program beasiswa yang lebih “friendly” dengan mahasiswa yang masih berlabel non-reguler tapi mempunyai prestasi yang membanggakan. Saya jadi teringat dengan kakak kelas saya alumni SMAN 2 Jombang bernama Mansyur Ridlo, sarjana Sosiologi UI yang saat ini sedang mengikuti program Indonesia Mengajar. Mas Mansyur pernah bilang ke saya “SMAN 2 Jombang sekarang sudah RSBI dan biayanya pasti mahal,  ayo kita bentuk ikatan alumni yang kuat untuk menggalang dana beasiswa buat adik-adik SMAN 2 Jombang yang berprestasi, seperti apa yang sudah dilakukan para alumni UI selama ini.” Wow, kupikir UM seharusnya juga bisa melakukan hal yang sama.

Semoga tulisan saya ini dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi para pembaca dan pihak yang saya singgung. Mohon maaf sebelumnya jika ada kata yang kurang berkenan. Terima kasih buat Admin yang mau mempublikasikan tulisan ini.

Akhir kata, semoga Universitas Negeri Malang tetap menjadi Universitas kebanggaan kita semua, senantiasa dapat “belajar” dari pengalaman demi kemajuan dan peningkatan kualitas disegala bidang karena UM is The Learning University.

Devid Haryalesmana W.
Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika 2007.

10 tanggapan untuk “[SELESAI] Mahasiswa NR 2007-2009 Tak Berdaya

  1. @Devid
    Terima kasih atas tulisan anda. Sebagai pihak yang anda singgung dan bahkan sebut nama, saya merasa tidak sedang “digurui”. Kalau Devid masih berfikir, saya sudah bertindak. Tugas-tugas yang diamanahkan kepada saya dan telah saya lakukan termasuk “menego’ agar sponsor “mendengarkan” dan selanjutnya sponsor “merubah” persyaratan beasiswa tidak perlu saya publikasikan. Saya lebih memilih bekerja dan bekerja secara proporsional sesuai tupoksi. Dalam berbagai kesempatan yang relevan, kami di Kemahasiswaan (Bapak Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan, beserta jajaran di bawahnya) senantiasa “menyuarakan” hal yang anda tulis itu. Perubahan “status mahasiswa 2010” ini mudah-mudahan sedikit banyak juga ada andil dari “uneg2” para Kabag dan Kasubag di BAAKPSI pada waktu “kopi pagi” bersama Bapak Rektor. Dengan tulisan anda di Suara Kita ini, mudah-mudahan kami lebih bersemangat lagi memperjuangkan solusi mengatasi keluhan mahasiswa UM.

    Beasiswa untuk Reg dan Non Reg telah lama ditulis dalam suara kita dan di kemahasiswaan.um.ic.id. Menurut saya, persoalan mendasarnya tidak terletak pada setuju dan tidak setuju, tetapi pada aturan. Aturan beasiswa itu yang menentukan pihak sponsor. Pihak UM diperbolehkan menambah aturan tetapi tidak boleh mengurangi aturan yang ditetapkan sponsor. Oleh karena itu saya memilih kalimat normatif: INI KETENTUAN SPONSOR. Nida saya minta menjawab dangan kalimat pendek pamungkas itu.
    Kenapa sih sponsor tidak mau memberikan beasiswa kepada yang Non-reg? Dalam hal ini bisa dilanjutkan pertanyaan lainnya kenapa pada waktu itu Perguruan Tinggi membuka jalur Non-reg? Kenapa tidak melalui PMDK dan SNMPTN saja dan menutup jalur lainnya? Saya tidak akan menjawab sekiranya ada yang bertanya seperti di atas, walaupun mungkin jawabannya akan berhubungan erat dengan beasiswa Non-reg.

    Walaupun tidak banyak, ada perubahan sponsor yang telah bersedia tidak mensyaratkan reg/non-reg masih terbatas dan jumlahnya tidak banyak (Bank Indonesia mulai tahun 2010, Supersemar 2010, hanya mengganti penerima supersemar yang lulus). Bank BRI sampai tahun 2010 masih belum bersedia merubah untuk non-reg, Beasiswa Djarum boleh untuk non-reg, pendaftaran dan yang menentukan langsung Djarum. Beasiswa BUMN boleh untuk non-reg (usulan PR3 UM saat diundang Pokja Kementerian BUMN, didukung kolega dari PT lain, khusus untuk mahasiswa tidak mampu. Pendaftaran BUMN diumumkan pada akhir tahun 2009, dalam wkt yg sangat singkat). Pada tahun 2009 Dikti memberikan beasiswa prestasi ekstrakurikuler untuk mahsiswa yang berprestasi nasional/regional/internasional, tetapi tahun 2010 sdh tidak ada lagi.

    Untuk mencukupi kebutuhan calon penerima beasiswa non-reg yang terbatas tsb, pihak UM membijaki tidak mengumumkannya secara terbuka. Banyak kasus mahasiswa reg maupun non-reg yang tidak bisa membayar SPP dan SPSA dari Bagian Keuangan yang kemudian disampaikan ke Bagian Kemahasiswaan untuk dicarikan solusi. Bagian Kemahasiswaan juga menerima rekomendasi mahasiswa yang sangat dan sangat tidak mampu dari Pimpinan UM (Pimpinan Universitas, fakultas dan jurusan). Mahasiswa tidak mampu dan berprestasi yang datang sendiri untuk sekadar dicatat sekiranya ada sponsor yang cocok, juga kami layani dengan senang hati. Tolong diingat, persyaratan tidak mampu merupakan kata kunci sebagain besar persyaratan beasiswa.

    Tentang penggalangan dana alumni untuk beasiswa, Pengurus Pusat Ikatan Alumni UM telah merencanakan dan akan me”lounching” beasiswa Alumni mulai 2011. Kebetulan saya sebagai sekretaris PP IKA UM, saat ini sedang menyusun kriteria dan alokasi untuk beasiswa alumni tsb. Doakan dana dari alumni lancar dan berkesinambungan.

    Demikian jawaban dari saya. Mudah-mudahan ada manfaatnya.
    Terima kasih. Salam

    Fatmawati, Kabag Kemahasiswaan UM

  2. iyaa,, saya sangat setuju dengan tulisan ini ^^b…mohon segera di berikan solusi untuk angkatan 07-09…

  3. @Pak Jo: Semoga segera ditemukan solusi untuk 2007-2009

    @aku Maba: Kamu benar-benar maba, klo membaca tulisan/informasi tidak sepenuhnya.. Alhamdulillah tahun 2010 sudah punya kesempatan yang sama semua dalam mengajukan beasiswa, tapi inti tulisan saya bukan itu. Focus saya bukan 2010, mengenai angkatan 2010 saya sudah tahu sebelum kamu di terima di UM ini bro. ^_

    @YAN: Beasiswa yang anda maksudkan sangat terbatas dan infonya tidak tersebar luas. Tidak seperti PPA dan BBM

  4. Saya mahasiswa angkatan 2009, saya belum mengikuti ujian toufel.
    apakah saya masih bisa mengikuti ujian dengan angkatan berikutnya? bagai manakah caranya?
    terima kasih.

  5. aku MABA 2010.
    di tahun angkatanku semua boleh mengajukan beasiswa.
    tidak ada istilah reguler dan non reguler.
    biaya kuliah pun sama.
    puaskah anda??

  6. KALAU ADA PENGAJUAN BEASISWA SEPERTI ITU, ADA PEMISAHAN ANTARA MHS NON REG DAN MHS REG ITU NAMANYA DISKRIMINASI.
    SEMUA MAHASISWA ITU SAMA YANG MEMBEDAKAN ITU CUMA JALUR MASUK SAJA.
    KASIAN JUGA BILA ADA MHS NON REG YG BERBERPRESTASI TETAPI TIDAK MAMPU SECARA FINANSIAL MAU MENGAJUKAN BEASISWA TETAPI TIDAK BISA.

  7. @iwantgreen
    Sejak mahasiswa angkatan 2010 istilah reguler dan nonreguler sudah mengacu pada pengertian berikut.
    Nonreguler adalah istilah untuk mahasiswa kelas ekstensi. Selain itu semuanya adalah mahasiswa reguler.

    @devid
    Para Kasubag dan Kabag (termasuk Bu Fatmawati) di jajaran BAAKPSI sudah lama ingin mengusahakan agar digunakan pengertian seperti di atas. Untuk mahasiswa angkatan sebelumnya, memang masih perlu dicari solusinya.

  8. Kita jadi bertanya-tanya, apa tujuan dan keuntungan kita memakai istilah reguler dan non-reguler. Pada kenyataannya, seperti yang dialami mahasiswa UM dengan aktivitas satu atap berkenaan dengan perolehan mahasiswa, sudah terjadi ‘sekat’. Bisa saja sekat itu bertambah tebal kalau misalnya timbul istilah mahasiswa yang berhak memperoleh beasiswa diistilahkan ‘mahasiswa bersubsidi’ dan ‘mahasiswa non subsidi’ di lain pihak. Pula, jangan-jangan menimbulkan atribut keren dan kurang keren dengan sebutan tersebut. Pembedaan melalui jalur seleksi rasanya sudah cukup.

  9. mungkin yang saudara maksud adalah beasiswa PPA atau BBM..
    Kalau iya, setahu saya dari dulu memang syaratnya adalah mahasiswa Reguler. Perihal kenapa syarat itu ada, saya juga kurang mengerti lawong sama-sama mahasiswa.
    Tapi diantara Beasiswa-beasiswa tersebut, masih ada beasiswa-beasiswa lain yang bisa menjadi alternatif. Teman seangkatan saya, meskipun non Reg, dia tetap dapat beasiswa karna keaktifannya dalam organisasi (tentang nama beasiswanya saya lupa, maaf). Jadi permasalahannya, bukan ada atau tidaknya beasiswa untuk mahasiswa non Reg, karna pasti ada, tapi seberapa keras anda untuk mencari dan mendapatkan beasiswa itu. Tiap beasiswa memiliki kualifikasi yang berbeda. Nah, pada pengkualifikasian itulah anda dituntut untuk lebih baik, bahkan oleh mahasiswa reguler sekalipun. Jangan hanya menunggu, ayo segera dicari..

    atau cara yang lebih mudah (relatif sih sebenernya), yaitu dengan ikut SPMB lagi. Jika anda terjaring pada jurusan dan universitas yang sama (dalam hal ini adalah UM), maka anda bisa berubah status dari non Reg menjadi Reg (teman satu jurusan di Fisika pernah mengalaminya). Dengan begitu anda bisa masuk kualifikasi beasiswa PPA dan BBM (Beasiswa paling populer karena jumlah penerimanya yang luar biasa banyak).

    Oyi boz,, jangan nunggu dan pasrah, karena tiap ada kemauan dan usaha, disana pasti ada celah 🙂

  10. Saya Ita Purnama Mahasiswa S1 AP UM 2009…
    Saya sangat setuju sekali dengan pendapat mas Devid,,,,
    saya juga termasuk mahasiswa dari jalur non reguler…
    saya juga termasuk mahasiswa dari golongan ekonomi yang pas-pasan,,,saya dari awal tidak mengetahui perbedaan antara mahasiswa reguler dan non reguler,,,jika saya mengetahui kalau perbedaannya seperti itu saya bakal memilih jalur reguler…
    padahal jika dapat kita lihat banyak mahasiswa non reguler yang berprestasi dan dari keluarga kurang mampu….mohon dipertimbangkan untuk memberi beasiswa pada mahasiswa non reg yang berprestasi dan atau dari keluarga yang kurang mampu,,,

Komentar ditutup.