Parkirlah kendaraan di tempatnya

Apa tanggapan Anda tentang foto berikut?

Himbauan, sudah!
Tulisan Larangan, sudah!
Ban sepeda di gembosi, juga sudah!
Nah, ini yang belum… dirantai!
“Jika pemilik ingin mengambil sepedanya, silahkan mengambil kunci rantainya di Pembantu Dekan II”

Faul, FS UM

fa'ul

Kasubbag Tenaga Administrasi UM

25 tanggapan untuk “Parkirlah kendaraan di tempatnya

  1. yang pertama lihat pasti “HA HA HA” ketawa dulu …

    iya yang namanya peraturan itu memang harus di taati ..

    tp ga tau lagi kalau ada orang bilang, adanya peraturan itu untuk di langgar. (GLODAK) 😀

  2. Mantaaap semoga cara ini bisa menertibkan mahasiswa dan para dosen dan pegawai UM untuk lebih tertib dan mengerti akan pentingnya keamanan dan ketertiban bersama,,,,,

    Terima kasih,,,,

    HIDUP UM (Kampus Kita Tercinta)

  3. seharusnya kita mencontoh tetangga kampus kita UB , di kampus itu sistem parkirnya tidak menggunakan karcis tetapi menggunakan stiker yang dipasang pada kendaraan mahasiswa, dosen, maupun karyawan. dengan cara ini mahasiswa akan lebih senang untuk memarkir kendaraanya pada tempat yang telah disediakan, dan untuk tempat parkir disediakan atap agar kendaraan tidak terkena panas dan hujan.

    MOHON PERHATIAN SERIUS UNTUK PEJABAT YANG BERWENANG AGAR DIPERHATIKAN. TERIMA KASIH.

    Mahasiswa S1 PTO

  4. Mawar Susanto,mahasiswa FS UM,,
    jgn hanya bisanya melarang lah, sekarang coba berkaca dari kampus depan kita atau kampus tetangga kita (UIN),, jarang sekali ada mahasiswa parkir sembarangan,,hal itu dikarenakan tempat parkir yg memang STRATEGIS, dekat dengan gedung kuliah, dan yg penting juga mereka cukup keluar dari tempat parkir dgn HANYA menunjukkan STNK motor alias GRATIS,,sekarang buat apa dibuat karcis parkir yg besarnya hanya seperempat bungkus rokok dan diberi tulisan “hilang 2000”,,kenapa tidak langsung saja pakai STNK???sebelumnya maaf tapi yg saya tanyakan kita masuk UM ini sudah bayar uang gedung, itu berarti kita berhak untuk memanfaatkan fasilitas yg ada di UM,tanpa dipungut biaya sepeser pun,,bayangkan saja, mahasiswa misalkan satu hari harus merogoh kocek 1000-1500 hanya untuk parkir,dikali 30 hari,sudah dapat flashdisk 2 giga pak,,
    saya yakin pak, kalo mau disurvei, pasti kebanyakan mahasiswa parkir sembarangan dengan alasan “males bayar”
    UIN bisa dicontoh, parkir gratis, ADA ATAPnya juga..

  5. mungkin tempat parkirnya kurang luas atau lokasi tidak strategis misal jauh dari gedung kuliah jadi terjadi hal-hal kayak gitu. sebaiknya dikaji lagi sarana yang ada sudah memadai atau belum……….

  6. @brianduno
    Betul barangkali yang seperti itu memang sudah tidak pantas disebut orang berpendidikan, apa lagi Dosen wong baca dan aturan aja sudah gak ngerti kok, hehehe

  7. @Ady

    pertanyaan ini lebih tepatnya diperuntukkan bagi jajaran di FIP-Ekonomi …
    dulu pernah tepi jalan (selokan) runtuh gara2 bus lewat situ berpapasan dengan mobil2 yang diparkir sembarangan…

    kalo menurut saya pribadi, seharusnya aturan parkir tidak pandang bulu, berlaku bagi semua yang disebut dengan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

    tapi ya sekali lagi semua kembali ke pribadi masing-masing dan juga pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan.

    ekowahyu-fs um

  8. kalo dosen/pegawai UM yang parkir sembarangan apa hukuman jg diberlakukan?
    bs kita lihat di sepanjang gedung e1 sampai e5 (gedung FIP dan gedung FE) banyak sekali mobil dosen parkir dipinggir jalan, sehingga jika ada 2 mobil dari jalur berlawanan yang mau lewat, harus mengalah salah satu. dan bikin macet.
    knp tdk parkir di tempatnya sj?
    padahal parkiran mobil jg dekat dari situ.
    meminjam kata SINYO dg sedikit perubahan:
    UM adalah kampus yang berarti wilayah pendidikan, lha kalu yang mendidik calon sarjana aja sudah seperti itu terus bagaimana, mereka bisa membaca bisa menulis tetapi tidak mengerti larangan.

  9. sekali lagi, kita butuh teladan dari para pimpinan. Mari kita dorong satpam untuk bertindak tegas menjalankan aturan tanpa pandang bulu. Sukses selalu untuk kampus tercinta

  10. @Sinyo
    Lepas dari kepatuhan, yang bikin rambu 5km itu yang perlu diajak mikir. Naik sepeda motor 5km/jam? Dituntun mungkin iya, 1jam menempuh 5km. Gak rasional blas…

  11. bivo ari patria :

    yah,,, kalo pengen mahasiswa parkir kendaraan dengan tertib ya mohon lah dikasih fasilitas……… misalNya parkir gratis di tempat parkir,,, ditambah lagi dengan penjaga parkir yang ramah… pasti semua mahasiswa UM tidak akan segan untuk parkir dengan tertib

    Alah Bivo itu lagu lama, klise… Jaman gini mengharap gratisan. Dasar mental Pak Ogah. Minta nyaman gratiss punya kakekmu ta yang nalar-nalar saja lah. Mahasiswa itu sebagian ada yang berfikir jalan pintas ndak mau sengsara termasuk kalo bisa sepeda motor dibawa masuk dalam kelas. Dari data yang ada menunjukkan bahwa semua yang terjaring adalah mahasiswa yang notabene mereka generasi muda pernerus bangsa calon sarjana lagi, sayangnya tak acuh pada tatanan. Trus bagaimana ya kedepan bangsa ini. Saya khawatir mereka juga berfikir instant kaya Gayus kerja 3 tahun sudah jadi milyuner. Sungguh memprihatinkan. Merika juga tidak mau tahu bahwa UM adalah kampus yang berarti wilayah pendidikan, lha kalu yang terdidik calon sarjana aja sudah seperti itu terus bagaimana, mereka bisa membaca bisa menulis tetapi tidak mengerti larangan. Ada rambu 5KM per jam tapi siapa yang peduli. Vo, kalau semua tempat dipakai tempat parkir hanya karena ingin memenuhi kenyamanan menaruh kendaraan waah ya kacau he he he

  12. parkir lagi… parkir lagi………..
    Dari mulai saya masuk kuliah sampai sekarang masalah parkir di kampus kita (UM) sepertinya kok g da benarnya ya. yang jadi masalah nie sebenarnya kurangnya lahan parkir atau masyarakat UM yang kurang tertib.

    kalau memang kurang lahan parkir kok kayaknya aneh banget, kampus kita (UM) menurut saya kampus yang lumayan besar lahanya.
    kalau masyarakat UM nya yang bandel, ya mohon kerjasama buat masyarakat UM agar parkir di tempat yang di sediakan.

    ATAU lahan parkir yang kurang strategis buat sebagian masyarakat UM sehingga mereka parkir di tempat yang dirasa mereka nyaman ( dekat dengan kegiatan mereka)….

    kalau melihat foto diatas sebenarnya cara tersebut lumayan bisa mengurangi parkir yang tidak tertib, tp yang jadi masalah apakah setelah tindakan tersebut masyarakat UM jadi benar2 kapok atau hanya KAPOK LOMBOK (istilah orang Jawa) yang artinya jera yang bersifat sementara.

  13. SETUJU tuch…
    karena hal ini dapat memancing modus curanmor..
    apalagi teman saya sering parkir disana padahal saya sudah memberi tahu sebelumnya..
    harusnya motornya kena rantai juga..
    hehehehehe

    untuk PARKIR SEPEDA DIMANA yach??

  14. yah,,, kalo pengen mahasiswa parkir kendaraan dengan tertib ya mohon lah dikasih fasilitas……… misalNya parkir gratis di tempat parkir,,, ditambah lagi dengan penjaga parkir yang ramah… pasti semua mahasiswa UM tidak akan segan untuk parkir dengan tertib

  15. Waduh dirantai. tapi meskipun dirantai kok masih banyak yang parkir sembarangan terutama di sekitar gedung D7 dan D8. tambah parah lagi. jalan deket gedung e7 dan e8 aja masih banyak tu yang parkir sembarangan. padahal deket tempat parkir.

  16. hemmm setiap mengajar pagi, jam pertama, saya sering melihat mobil parkir di bawah tanda larangan parkir, tepatnya dekat warung Pak Japan. Mobil tersebut juga harus ditertibkan

  17. Tindakan ini diiinstruksikan oleh jajaran pimpinan FS setelah pemasangan papan pengumuman pada foto di atas tidak digubris oleh Mahasiswa.

    Biasanya mahasiswa yang parkir di situ adalah mereka yang sedang memanfaatkan fasilitas hotspot namun tidak sedikit pula yang transit kuliah di gedung D7 dan D8.

    Dengan dilengkapi alat komunikasi, para petugas fakultas siap di lokal D (D7 maupun D8) sehingga apabila ada mahasiswa yang sudah menghadap ke Pembantu Dekan II dan mendapatkan pengarahan maka petugas di gedung E segera menyampaikan informasi Nama Mahasiswa dan identitas kendaraan untuk dibukakan gembok rantainya.

    Sebelum mendapatkan ACC dari pimpinan, jangan harap gembok dibuka….

    Semoga dengan cara ini para Mahasiswa yang parkir liar dapat menyadari bahwa uang kuliah mereka selama kuliah di UM pun belum tentu bisa dipake beli motor jika sampai motor itu hilang … (kecuali motor second, he he he )

    Bagi mahasiswa yang merasa pernah digembok, silahkan komplain di sini, pimpinan akan memberikan tanggapan secara obyektif.

    Terima kasih

    ekowahyu – fs um

Komentar ditutup.