terlalu sibuk!

Akhir-akhir ini memang banyak acara/kegiatan yang di gelar di kampus kita UM. Mulai dari penerimaan Maba, peresmian-peresmian gedung, pelepasan Wisudawan/Wisudawati, sampai akan di gelarnya acara yang di selenggarakan oleh TV Nasional TRANS7 “Opera Van Java” di Gedung kebanggaan kita yang baru GRAHA CAKRAWALA di Jl. Gombong pada hari Sabtu, 26-3-2011.

Mungkin terlalu sibuknya beberapa dari Pejabat kita, hingga mereka lupa akan salah satu tanggung jawab mereka akan nasib karyawan (baca:bawahan) yang tergantung pada kinerja dan dedikasi mereka. Salah satunya adalah surat edaran mengenai Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah yang seharusnya informasi tersebut mengalir dari atas ke bawah hingga sampai ke karyawan yang paling bawah sekalipun.

Namun pada kenyataannya, mulai di edarkannya pada tanggal 9 Maret 2011 banyak pegawai/karyawan terutama yang bersangkutan belum tahu surat edaran tersebut sampai hampir habis masa pengajuan berkas-berkas persyaratan yang harus di serahkan ke Subag Kepegawaian tanggal 31 Maret 2011. Ini sangat di sayangkan, mengingat slogan kampus kita yaitu The Learning University, yang salah satu misinya adalah:

– Meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing melalui pendidikan dan pembelajaran, penelitian dan pengembangan ilmu, dan pengabdian kepada masyarakat,

– Membangun organisasi yang sehat dalam rangka penguatan tata kelola, transparansi, dan pencitraan publik menuju per­guruan tinggi yang otonom.

Maka seharusnya dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) perlu mendapat perhatian lebih, ini demi kelanjutan UM dalam menghadapi ketatnya daya saing, dan peningkatan mutu di bidang pendidikan.

Mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi semua, dan mohon maaf apabila ada kesalahan.

13 tanggapan untuk “terlalu sibuk!

  1. huh….UM UM…mau menuju wcu..tp mahasiswannya n sgalanya pd gak respect ke arah sana…
    ngayal gak ya..sbnrnya kiblat dr standart pndidikn yg sbnrnya iu bgmn?brkiblat pd barat?

  2. Setuju mas!
    mungkin ini bisa kita jadikan pelajaran bagi generasi penerus pengemban amanah UM di masa yang akan datang, agar menjadi lebih baik. Bersama kita bisa!

  3. update:

    1. sesuai dengan yang sudah saya tulis sebelumnya, hari ini tanggal 30 Maret 2011, berkas usulan penyesuaian ijazah 3 orang PNS Fakultas Sastra sudah terkirim ke UM, semoga fakultas lain juga sudah memproses.

    2. Sdr. Moh Amin, saya sepakat dengan anda, namun kalo ada yang menganggap masalah ini sepele, maka sangat fatal sekali. Sangat disayangkan kalo ada yang demikian. Semoga tidak ada, baik dari jajaran atas sampe ke bawah….

    terima kasih

    ekowahyu-fs um

  4. @ekowahyu
    Memang semua manusia ada keterbatasan, namun bagaimana cara kita untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan agar tidak terjadi lagi di masa-masa mendatang.
    Ini memang masalah sepele bagi sebagian orang, namun dapat sangat berarti bagi yang membutuhkan. Terutama mengenai hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang lain, masalah pekerjaan hendaknya jangan di campur adukkan dengan masalah pribadi atau yang lain, ini sangat riskan.

  5. Terkait dengan perihal di atas, memang saya sendiri sebagai orang pusat menyesalkan hal tersebut, kenapa kita sebagai (baca: bawahan) kurang begitu di per (baca: hatikan).Mungkin birokrasi di tiap2 fakultas berbeda dengan birokrasi pusat namun semua itu tidak menutup kemungkinan bahwa teman2 kita sendiri pun yang telah memperoleh informasi yang sekiranya menguntungkan bagi dirinya lupa akan teman senasipnya (banyak contohnya). Ini semua jadikan awal yang baik supaya dikemudian hari tidak terjadi lagi sistem birokrasi yang rumit, dimana kita bisa merasakan kesejahteraan yang ada di UM.

  6. pada intinya, birokrasi harus terukur, semua bekerja berdasarkan sistem. ada baiknya kita mengetahui sop semua pekerjaan yanng ada di lingkungan UM, supaya kita tahu jangaka waktu sebuah pekerjaan, termasuk dalam hal surat menyurat

  7. jabatan adalah amanah, tugasnya menjalankan dan menyampaikan amanah dengan ikhlas dan benar sesuai tanggungjawabnya, demikian jika pesan atau informasi kemaslahatan juga disebut amanah, pastikan bahwa kita pemegang amanah yang bisa dipercaya atau lalai yang berakibat kedzoliman. Ingatlah kita akan doá orang yang teraniaya,….

  8. Saya mengomentari bagaimana ya… karena model “dadakan” seperti ini sudah terbiasa di kampus kita ini. Ketika Rektor UM membicarakan konsep “mindset yang berkecukupan” khususnya yang berkaitan dengan administrasi umum, saya jadi “terkesima”. Alangkah baiknya bila Pak Johanis Rampisela membuat program yang diperlukan untuk mengontrol “administrasi umum” agar tidak terjadi kepincangan yang terjadi di kantor pusat. Trima kasih.

  9. @Noor Farochi
    Setuju, satu hal saja yang paling mudah adalah Satya Lencana. Jangka waktunya jelas, siapa yang memenuhi kriteria juga sudah jelas, mungkin bisa diusahakan oleh Kepegawaian untuk mengundang siapa saja yang memenuhi, lalu dijelaskan syarat apa yang harus dilengkapi.

  10. Apa nggak lebih cepat prosesx jika Institusi yang memberikan mengurus dan mengusahakannya, bukankah berkas-berkas yg dibutuhkan ada dalam arsip file pegawai ybs di bagian kepegawaian? tinggal minta ganti biaya fotokopix berapa gitu.
    Misal untuk penghargaan Satya Lencana, prestasi dosen, guru besar dsb.
    lihat http://suara.um.ac.id/?s=profesor

    Noor Farochi – RS BAAKPSI

  11. ikut urun rembug.

    Terkait dengan penyesuaian ijazah, sudah sejak beberapa hari lalu diproses oleh subbag keuangan kepegawaian fakultas.

    Pemrosesan berdasarkan data statistik yang dimiliki oleh pihak fakultas, jadi harusnya subbag di masing-masing fakultas bisa langsung menindaklanjuti edaran tersebut seperti yang sudah dilakukan di Fakultas Sastra yakni dengan langkah:

    1. Menghubungi para pegawai yang notabene memenuhi syarat untuk kenaikan pangkat penyesuaian ijazah.
    2. Menindaklanjuti disposisi dari pimpinan terkait dengan rekomendasi dan uraian tugas pekerjaan (UTP) lama dan yang baru untuk dipertimbangkan oleh atasan langsung masing-masing pegawai yang diusulkan untuk penyesuaian ijazah.
    3. Memproses usulan paling lambat tanggal 31 Maret 2011 untuk ditindaklanjuti di tingkat subag kepegawaian pusat (UM).

    Jadi, menurut saya proses ini tidak melulu berada pada satu titik yaitu di pimpinan saja, melainkan di tingkat pegawai juga harus ikut aktif berperan, misalnya dengan melaporkan status perolehan ijazah terakhir apabila memang memiliki (utamanya yang melalui proses izin belajar).

    Silahkan hubungi subbag keuangan dan kepegawaian masing-masing fakultas untuk informasi lebih lanjut.

    terima kasih

    Eko Wahyu Setiawan
    Staff Subbag Keuangan dan Kepegawaian
    Fakultas Sastra – UM

  12. Birokrasi kita memang banyak kertas. Saya pun kadang-kadang suka lupa atas surat yang saya terima. terlalu banyak, sebaiknya para pimpinan mulai merapikan jalur koordinasi antar lembaga. maksudnya, jangan sampai orang yang sama, menerima undangan pada jam dan waktu yang sama dari unit yang berbeda. (kok gak nyambung ya.. he……)

  13. Bagian kepegawaian atau bagian lain yang berkepentingan menyampaikan informasi perlu membuat sistem milis (mailing list), hal ini diperuntukkan untuk menyampaikan informasi kepada semua anggota (pegawai atau dosen) secara cepat, dan meminimalkan faktor “lupa”.
    Atau membuat papan pengumuman yang diperuntukkan khusus pegawai, khusus dosen, atau umum. Sehingga satu tempat bisa menjangkau semua.

    Fa’ul, FS.

Komentar ditutup.