Universitas Negeri Malang menjadi Universitas Malang

Sejak berubahnya IKIP Malang menjadi Universitas Negeri Malang (tanggal 4 Agustus 1999) terhitung sudah lebih dari 10 tahun perubahan itu terjadi.  Universitas Negeri Malang yang sejak kelahirannya diberi kependekan UM menurut saya rasanya kok kurang pas, yg kalau benar-benar disingkat mestinya Universitas Negeri Malang adalah UNM bukan UM, padahal UNM adalah singkatan milik Universitas Negeri Makasar.

Sudah saatnya, UM adalah merupakan kependekan dari Universitas Malang.  Orang nomor satu di PLN, Bpk. Dahlan Iskan, dalam acara video conferen saat pembukaan pusat bahasa mandarin di gedung Graha Cakrawala saja berulang-ulang menyebutkan Universitas Malang bukan Universitas Negeri Malang.

Ini menunjukkan bahwa UM sudah dikenal sebagai Universitas di kota Malang.  Rasanya sudah cukup waktu 10 tahun itu untuk benar-benar berubah dengan perubahan yang benar.

Noor Farochi – RS BAAKPSI

35 tanggapan untuk “Universitas Negeri Malang menjadi Universitas Malang

  1. perubahan nama berdasarkan kesalhan pemanggilan dalam even tingkta nasional ketika kampus kita dilibatkan, entah itu orang berkata “UNIVERSITAS MALANG” atau yang lain ?????
    namun melihat insfratruktur yang sudah terbangunrapi harus dirombak ulang sehingga menghabiskan lagi biaya mahal hanya untuk pertaruhan kesalahan lisan.

  2. Perlu diingat bahwa di kota Malang ini sudah pernah pernah berdiri perguruan tinggi swasta dengan nama Universitas Malang (UNMA).

  3. waduwh2…. klo menurut saaya sebagai mahasiswa aktif d UM,., lbh baik ganti aja jadi UNIVERSITAS RADEN PATAH Malang, knp???? menurut sejarah, yang mengalahkan Raja BRAWIJAYA kan Raden Patah… so harapannya nanti kita benar2 bisa mengalahkan universitas BRAWIJAYA… hehe

    agak gk nyambung sih…. tp ya begitulah……

  4. UB : Universitas Brawijaya..
    Sekarang UM tetep aja deh…
    Malah ribet..

    mending Nama G usah direbetin, yang terutama prestasi masak OSN (Olimpiade sains Nasional) perwakilan dari Malang mesti dari Brawijaya yang maju di tingkat nasional padahal kampus kita basik pendidikan.

  5. apapun namanya, sudah saatnya kita memikirkan strategi branding yang bagus. Mungkin orang-orang ekonomi yang ahli marketing, terutama yang mengerti masalah positioning sebuah brand perlu dilibatkan. sungguh lucu, sudah 10 tahun brand kita masih kalah dengan UMM. Jangan-jangan kita belum melaksanakan strategi pemasaran yang modern.

  6. Isa Muhammad Said :

    @Noor Farochi
    setuju

    saya setuju info dari pak dawud , tp sangat setuju jika UM tetap merupakan kependekan dari “Universitas Negeri Malang” . . . Masalah orang nomor satu atau orang nomor seribu yang mengenal UM sebagai Universitas Malang itu sama sekali tidak berpengaruh bagi saya pribadi.. Apa bedanya kependekan UM “Universitas Malang” jika dianalogikan dengan “UM yang disingkat Uang Muka ? seperti apa yang disampaikan sdr helmy”, Akankah nanti akan muncul makna yang ambigu ?. . . 😀 …sangat disayangkan jika usulan yang sebenarnya sudah sangat lama baru disuarakan ke public, berubah memang perlu, namun ada saatnya UM mempunyai jiwa sendiri, tidak terikat tentang cara pandang namun bebas berkolaborasi menyusun diri menjadi lebih baik walaupun unsur yg sebenarnya sudah melekat dalam akronim sekarang yg secara tidak langsung memang tidak melanggar aturan penulisan atau penyalahgunaan makna.. :))

  7. ketika saya mengambil uang d ATM BNI sblahnya ASTRI UM kok dalam struknya tertulis BNI Cabang UNEMA ya????mgkin akr0nim UNEMA bs d pertimbangkan jg… 😛

  8. “Ken Arok” mungkin lebih pas, ada kesan ngalamnya, kalau di singkat mgkin jadi “UNIKER” agak keren, dari pada UM kata pak Helmy ada yg menyalah artikan Uang Muka, ada yg identik dengn UMM, atau apalah!!!

  9. Memang nama UM sejak mengganti IKIP MALANG kurang mendapatkan respon yang greget, juga terlanjur melekatnya UMM sebagai identitas Universitas Muhamadiyah Malang, UM seakan-akan meniru singkatan UMM.
    UM jadi kurang terkenal, nama kurang familiar, di ucapkanpun agak sulit, malah orang lebih mengenal IKIP dulu daripada UM sekarang. Saya kira Universitas Negeri Malang dan Universitas Malang tidak perlu di permasalahkan, hanya singkatannya saja yang perlu dirubah agar lebih mudah di sebut, mudah di ingat dan tampil beda. Jaya UM.

  10. @Dawud.
    Wah ternyata pimpinan sudah bergerak nyata. Hebat Pak!

    @David
    Tidak ambigu juga, nama sebelumnya Universitas Negeri Malang khan juga berarti Universitas Negeri yang malang kalau kita mengubah kata tempat (Malang-> dg M besar) menjadi keadaan (malang -> dg m kecil).

  11. @dawud
    apa yang membedakan antara Universitas Negeri Malang dan Universitas Malang nantinya dalam hal manajemen? Apakah lantas pemerintah pusat akan melimpahkan tanggung jawabnya pada pemerintahan Malang ataukah kita berdiri sebagai institusi yang benar-benar independen? Sebenarnya tidak ada masalah dengan nama Universitas Negeri Malang dengan sebutannya UM selama para civitas UM bersedia dengan bangga mengakui alma mater sebagai bagian dari UM. Kebanggaan ini pastinya akan berdampak pada prestasi dan masyarakat akan lebih mengenalnya. yang membuat Dakhlan Ikhsan keliru dalam pengucapannya lantaran kita (mungkin) belum bisa bersua di tingkat nasional.

  12. baiklah, kalu saya sebagai mahasiswa sih gak terlalu merhatiin yang begituan, kita juga masih belum bisa muncul di pentas persaingan wilayah JATIM. sebaiknya, mari kita perhatikan tingkat kualitas prestasi di UM sendiri…mengapa sih kok gak terkenal? kenapa sih kok disebut univ lain? UM itu apa sih???

    pertanyaan demi pertanyaan selalu menghantui saya sebagai mahasiswa di UM ter-lovely ini. solusi terbaik dari masalah ini adalah MENCIPTAKAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS YANG SESUNGGUHNYA UNIVERSITAS ITU, dimana semua mahasiswanya selalu mengisi waktu luangnya dengan belajar…belajar..dan belajar! dimana mahasiswanya disiplin dalam menuntut ilmu, dimana seluruh penduduknya menghabiskan waktu untuk kemajuan negara sehingga kita tidak tertinggal 100 tahun di belakang universitas-universitas DUNIA!

    kalau menurut pemikiran saya pribadi, sebesar atau sekecil apapun sebuah nama….tergantung dari si pemakainya.

    Auzan/ mahasiswa UM

  13. Pernah suatu saat saya ditanya di bank/instansi lain untuk mengurus sesuatu. Kerjanya dimana? Saya jawab di UM. Oleh petugas selalu ditulis Universitas Muhammadiyah (diblanko isian). Mudah-mudahan dapat dijadikan pertimbangan klo merubah nama/singkatan tidak mirip dengan Universitas Muhammadiyah.

  14. Univeristas Negeri Malang diubah menjadi Univeristas Malang sudah merupakan keputusan Rapat Pimpinan UM. Proses selanjutnya adalah memperoleh pengesahan Senat UM yang akan diusulkan ke Mendiknas. Usulan itu sebenarnya sudah sangat lama, tetapi menunggu momentum yang tepat, yakni saat proses pengesahan Organisasi dan Tatakerja UM serta Statuta UM (tim yang dipimpin oleh Rektor UM sudah presentasi di Menpan, Maret lalu). Direncanakan pula nama dalam bahasa Inggrisnya adalah University of Malang yang disingkat dengan UM juga.
    Semoga bermanfaat.
    Malang, 11 April 2011
    Dawud
    Dekan FS UM

  15. harus segera dibuatkan paten ini… hehehe… nanti bersaing dengan negara tetangga yang juga punya UM. 🙂

  16. Y saya sebagai alumni cuma membrikan saran kepada seluruh civitas UM semoga nama kepndekkan UM ini cept n dapt diktahui oleh masyarakat bnyk agar tdk menjdi slah arti,biar tidak menjdi runyam. Kn klo kita lht didaerah blitar bnyk jg ank2 yg kul di UM akan mjdi kwtir karna bnyak *BANNER bertuliskan UM ato kepndekkan dr UANG MUKA untk mmbli mtor jd nnti dikira oleh orang tua merka tertnya anknyya kul dengan uang muka itu hehehe.Cuma saran saja PEACE…….
    Alumni ..

  17. Assalaamu ‘alaikum………Untuk menghindari kesalahan arti dari makna yang sesungguhnya hanya gara gara “singkatan”apalagi levelnya adalah level lembaga, secara global tidak ada salahnya jika kita merujuk pada bunyi”Sumpah Pemuda”pernyataan ketiga,yaitu menjunjung tinggi bahasa persatuan Bahasa Indonesia hitung hitung untuk muhasabah bahasa. Juga didalam Undang Undang 1945 disebutkan bahwa Bahasa Negara adalah Bahasa Indonesia. Dan kalau singkatan UM atau UNM pengertiannya membuat orang bingung sayapun tidak heran sebab pada era sekarang kan era bahasa singkatan, bahkan UM ataupun UNM dianggap sebagai bahasa SMS (Short Message Service)layaknya.makna secara gado gado bahkan dipakai plesetan segala. Mestinya kita malu pada para founding fathers.sebagai pemersatu bangsa ….oh ya lebih runyam lagi pada masa Orde Baru, berbagai singkatan dijejalkan pada rakyatnya yang dampaknya malah memperbodoh bangsa.Contohnya…singkatan Pasutri, Gakin, Pangkopkamtib, Juklak, Tupoksi, Curanmor dan lain lain…Jadi saya tidak taklid pada pendapat diatas tapi menurut saya agar Universitas Negeri Malang tampak jati dirinya yang beda ya sebutan UM saja. Dan bila mau merubah asal jangan ungkapkan”Umwertung Alle Werte” yang berarti perubahan segala galanya(kata Bung Karno…………

  18. Pak Noor saya sebagai securiti UM hanya belajar mengomentari , kalau memang Universitas Negeri Malang menjadi Universitas Malang memang akan lebih pas karena sudah melekat dihati masyarakat malang dan sekitarnya bahwa UM adalah satu satunya Universitas yang berstatus negeri di kota Malang. Dengan demikian kita tidak perlu takut akan menjadinya Universitas Malang. Karena Saya sendiri pernah menjumpai sebagian masyarakat bahwa UM=UMM nah ini malah ribet lagi. Mungkin itu yang bisa saya komen.

    securiti UM

  19. Wah klo jd Universitas Ken Arok kependekanx jd ap ni???? masak UKER????hahahahaha…. mending angk0t2 yg mlintasi kampus UM spt AL oleh kampus diberi stiker Brand name UM aja, br masyarakat lbh mngenal lg… msak styp kali sy naik angkot AL d Arjosari pasti supirx bilang AL IKIP…. AL IKIP….. AL IKIP…. it kn nama kmpus qt pd Rezim Soeharto…. heehehhehe…

  20. jadi ingat awal jadi dosen tahun 1999. Saya sempat berdiskusi dengan Pak Djoko Saryono tentang nama lembaga tercinta ini. waktu itu saya tanya ke Pak DJoko, “kenapa nama kita bukan Universitas Ken Arok? menurut saya, nama ini punya karakter kuat”. nama Ken Arok punya brand yang kuat, bisa jadi sama dengan Gajah Mada atau Airlangga. saya yakin, ketika mendengar Ken Arok, ada image-image tertentu tentang nama ini.
    sejauh pengetahuan saya, pemlihan nama UM lebih terpengaruh kepada nama-nama universitas di luar negeri. kalau tidak salah ingat, para senior UM sempat berkunjung ke Inggris sebelum memutuskan nama UM. Beliu-beliu katanya terinspirasi nama-nama universitas di Inggris yang identik denga nama kota.

  21. Universitas negeri malang,,,,boleh uga,,
    pengen bgd ntar lulus kuliah d sana,,aminnn
    um is the best hehehhehehe,,,arema bah,,,,,,kota malang kota sejuk,,mengasiskan,,,

  22. Setuju. Pas karo karepe atiku Cak Noor.

    Sudah saatnya kita dengan lega bilang “UM, Universitas Malang”. Singkatan dengan kepanjangannya klop.

  23. @djoko rahardjo
    Ya.. Universitas Malang bukan Universitas Negeri Malang.
    Yaaa nggak lah kalau pakai bahasa arema, nanti bisa-bisa Universitas Malang kan bisa jadi Universitas Sakno e’….hehehe osi-osi ae bes

  24. Lha pasnya bagaimana Cak Noor? Masak akan diganti dengan nama “Universitas Ngalam”, itu kan bahasa Arema yang sedang saya tulis di web ini. Yaa jangaaaan…, nanti kan banyak orang yang protes ke saya. He…he…he.

Komentar ditutup.