Singkatan “SMK” yang Membingungkan

Bila ada seseorang bertanya kepada kita, SMKN 1 Malang itu apa dahulunya STM Negeri 1 Malang yang beralamat di Jalan Belitung Malang? Kira-kira jawaban kita apa? SMKN 1 Malang tersebut apakah sama “kelompok jurusannya” dengan SMKN 1 di Kota: Surabaya, Jakarta dan kota lainnya di Indonesia?

Dahulu, sekitar tahun 70-an di Kota Malang ada sekolah teknik menengah (STM), sekolah menengah ekonomi atas (SMEA) dan lain-lain. Tetapi sekarang semua jenis sekolah kejuruan diberi nama “SMK” (sekolah menengah kejuruan).

Beberapa tahun yang lalu, penulis pernah menyampaikan kepada Prof. Soedjito (Dosen FS UM) tentang penulisan akronim “BBWI” (bagian barat waktu Indonesia) dst. yang membingungkan. Beliau “sependapat” dengan penulis bahwa akronim BBWI tidak tepat, yang tepat adalah “wib.” (waktu Indonesia bagian barat).

Prof. Soedjito membawa akronim yang kurang tepat ini ke Konggres Bahasa Indonesia. Tidak hanya itu, penulis juga menyampaikan penulisan kata “madia” yang tidak tepat, yang tepat adalah “madya”. Contoh: yang betul adalah “ahli madya” bukan “ahli madia”.

Penulis berharap kepada para ahli bahasa atau yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan untuk “mendiskusikan” singkatan SMK ini.
Malang, 13 Juni 2011

Djoko Rahardjo, Staf Subbag Sardik BAAKPSI UM

3 tanggapan untuk “Singkatan “SMK” yang Membingungkan

  1. Memang benar pak saya juga binggung dengan nama “SMK” biasanya memiliki prodi teknik, akutansi, dan mesin. Sedangkan STM biasanya cuma untuk mesin dan elektro. Oke

  2. Trimakasih Mas Dedi, sebetulnya tulisan ini dimaksudkan untuk mencari kejelasan dalam pengelompokan “jurusan” sehingga orang tidak bertanya-tanya lagi.

    Pengalaman di masa lalu, kalau seseorang sekolah di STM, pasti memiliki kelompok jurusan teknik: prodi teknik mesin, prodi teknik elektro dll. SMEA memilki kelompok jurusan ekonomi: prodi akuntansi, prodi manajemen/perkantoran dll.

    Sekarang ini, kalau hanya menyebutkan SMK saja, orang masih menanyakan jurusan atau prodinya apa? Nah…, untuk itu perlu dicarikan “nama yang khas” dari masing-masing kelompok jurusan. Sedapat mungkin hal ini berlaku secara nasional.

Komentar ditutup.