Parkir Bertingkat

Pandangan saya waktu pertama kali menginjakkan kaki di Kampus UM adalah rindang. Dapat dikatakan rindang karena waktu itu sangat banyak pohon-pohon tinggi dan besar yang memberikan keteduhan.

Namun seiring bertambahnya waktu Kerindangan itu berubah menjadi gedung bertingkat dan lahan parkir.

Lahan parkir di Kampus UM, sepanjang saya lihat, semakin melebihi kapasitas. hal ini dapat dilihat dari sering sekali tempat parkir ditutup karena telah penuh. bahkan untuk memaksimalkan kapasitas parkir yang terbatas petugas menempatkan kendaraan dibelakang kendaraan lain.  Tak ayal, ada saja kendaraan yang bersenggolan, berbenturan, dan tergores akibat kejadian tersebut.

Sebagai solusi yang dapat dipilih untuk menambah kapasitas parkir tanpa harus mengurangi lahan hijau adalah dengan membangun Parkir Bertingkat. Dengan sistem parkir bertingkat, kapasitas parkir dapat ditingkatkan paling tidak 70% (untuk satu tingkat) dari semula. Memang, masalah klasik dari terwujudnya gagasan ini adalah biaya yang besar.

Semoga dengan momentum perubahan sistem parkir saat ini, dapat meningkat standart layanannya.

3 tanggapan untuk “Parkir Bertingkat

  1. Saya setuju dengan pendapat Mas, sekarang itu sebelah FIP lapangan, mau diapakan juga gak jelas yang jelas merusak kawasan hijau di situ. Dulu jalan menuju FIP rindang dan segar, namun sekarang kosong dan panas. Memang pohon di kawasan FIP sudah tua, akan tetapi bukan berarti tua, terus diganti menjadi bangunan. Terima Kasih.

  2. saya sangat setuju sekali jika di kampus UM ini dibangun tempat parkir bertingkat, disatu sisi kapasitas daya tampung akan bertambah serta akan menghemat lahan (tidak perlu membuat lahan terbuka hijau didirikan bangunan tsb, shg air hujan bisa terserap oleh LTH tsb). dari segi biaya saya tidak bisa memberi komentar…. terimakasih

Komentar ditutup.