Bagaimana Kelanjutan Parkir Berlangganan?

Salam Civitas Akademika UM…
Beberapa waktu yang lalu terbit Pengumuman dari UM tentang penerapan parkir berlangganan di lingkungan kampus UM. Beberapa poin yang sempat saya ingat untuk parkir sepeda motor adalah sebagai berikut:
1. Parkir berlangganan di lingkungan UM dikenakan biaya Rp. 50.000,- (Lima puluh ribu rupiah) per semester.
2. Parkir insidental dikenakan biaya Rp. 3.000,- (Tiga ribu rupiah) per sekali parkir.
3. Parkir berlangganan dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2011.

Seiring waktu, pengumuman ini seolah tanpa kejelasan. Tidak ada follow-up program yang mempertegas akan dilaksanakan program ini. Sebagai mahasiswa yang memanfaatkan jasa parkir sepeda motor, saya sudah berusaha pro-aktif menanyakan bagaimana mekanisme pembayaran/pembelian stikernya di beberapa pos parkir. Tapi hanya jawaban ‘tidak tahu’ atau ‘nunggu pengumuman lagi’ yang saya dapat, padahal saat ini sudah mendekati akhir Juli 2011 yang artinya aturan parkir tersebut akan segera berlaku. Saya dan pengguna sepeda motor yang lain tentu saja tidak mau membayar Rp. 3.000,- sekali parkir yang jauh lebih mahal dari pada parkir berlangganan yang hanya sekitar Rp. 400,- sehari (dengan asumsi 5 hari kerja x 6 bulan) karena ketidakjelasan mekanisme pengurusan parkir berlangganan.

Mengingat pentingnya parkir berlangganan ini, saya harap segera ada pengumuman lanjutan yang menjelaskan mekanisme parkir berlangganan ini sesegera mungkin. Apabila sampai tanggal 1 Agustus 2011 ternyata masih belum ada kejelasan, maka mohon dengan hormat kepada petugas pos parkir agar memungut jasa parkir seperti tarif yang selama ini berlaku.

Mohon perhatian kepada pihak-pihak yang terkait. Atas perhatian dan tanggapannya saya sampaikan terima kasih.

Hanafia Al Faruq
Mahasiswa PPs UM

15 tanggapan untuk “Bagaimana Kelanjutan Parkir Berlangganan?

  1. @radith untuk pegawai dan dosen sudah dipotong vdari gaji,,,,, kalu gak salah dengar hasilnya kalu diitung2 ada 2MILIAR per semester “UM ini tidak sama dengan UB” mahasiswa UM mayoritas kalangan menegah ke bawah sedangkan UB menebgah ke atas.

  2. kurang setuju dengan sistem parkir UM yang menggunakan stiker sebagai tanda udah bayar parkir
    padahal banyak orang iseng yang suka nyabut stiker milik orang
    “dari pada beli, nyolong aja stiker d parkiran trus d tempel d motor sendiri” pasti banyak yang mikir gitu ntar
    knp g pake kartu aja sih?

  3. memang harus ada parkir berlangganan dan stiker , terus terang saya sebel ketika sore/siang capek-capek habis kuliah tapi di pintu gerbang mau keluar masih harus buka tas, buka dompet untuk menunjukkan STNK , padahal kita mahasiswa UM

  4. lah bagaimana kalau kita bolak-balek harus ke kampus??? misalnya pembimbingan skripsi kemudian disuruh ngeprint kemudian kembali lg apa harus bayar lg??? nanti uang kita justru habis buat bayar parkir saja… bkn kuliah

  5. Suryono :

    Pembantu Rektor II UM telah mengeluarkan SURAT EDARAN Nomor 4113/UN32.II/TU/2011 tanggal 18 Juli 2011 yang berisi tiga hal:
    1. Pembayaran parkir berlangganan untuk semester gasal 2011/2012 dilakukan mulai tanggal 18 Juli 2011 melalui Rekening Rektor UM Nomor 0344.01.000135.30-8 di BRI.
    2. Besarnya pembayaran adalah Rp 50.000,- per semester untuk roda dua, dan Rp 100.000,- per semester untuk roda empat.
    3. Bukti pembayaran dari BRI selanjutnya ditukar dengan stiker Tanda Parkir UM di tempat parkir.

    untuk pengambilan stiker itu sendiri bisa diambil tnggal brapa pak…?

  6. Pembantu Rektor II UM telah mengeluarkan SURAT EDARAN Nomor 4113/UN32.II/TU/2011 tanggal 18 Juli 2011 yang berisi tiga hal:
    1. Pembayaran parkir berlangganan untuk semester gasal 2011/2012 dilakukan mulai tanggal 18 Juli 2011 melalui Rekening Rektor UM Nomor 0344.01.000135.30-8 di BRI.
    2. Besarnya pembayaran adalah Rp 50.000,- per semester untuk roda dua, dan Rp 100.000,- per semester untuk roda empat.
    3. Bukti pembayaran dari BRI selanjutnya ditukar dengan stiker Tanda Parkir UM di tempat parkir.

Komentar ditutup.