Plus minus MOdif KRS bagi mahasiswa

Menjelang pendaftaran KRS di awal perkuliahan, hampir seluruh mahasiswa disibukkan dengan kegiatan ini. Mereka akan sibuk melihat jadwal dan dosen mata kuliah yang akan ditempuh. Memang, UM sekarang menerapkan proses pendaftaran KRS atau yang lebih mudah disebut dengan KRSan, dengan cara online. Cara ini sangat efisien karena mahasiswa bisa ber-KRS-an di manapun, yang penting mereka terkoneksi dengan internet. Tidak seperti dulu yang harus mengantri di depan lab.komputer fakultas masing-masing.

Hal yang tak mungkin terpisahkan dari KRS-an adalah MOdif KRS. Sebenarnya, setiap mahasiswa sudah mendapatkan jatah mata kuliah, dosen, sekaligus jadwalnya. Akan tetapi, berbagai macam faktor membuat mereka harus melakukan modif.

Modif KRS adalah hal yang lumrah bagi mahasiswa. Dengan cara ini, mahasiswa bisa mengubah dosen sekaligus jadwal yang telah dijatahkan kepadanya. Selain bertujuan untuk mendapatkan dosen yang “mudah”, mereka juga mencari jadwal kuliah yang pas dan sesuai dengan keinginan.ย Proses modif memang jalan yang bagus untuk memberikan kebebasan pada mahasiswa untuk menentukan konsep kuliah yang terbaik bagi diri mereka. Dengan adanya modif ย ini, diharapkan para mahasiswa bisa mendapatkan yang terbaik bagi proses perkuliahan.

Di satu sisi, layanan modif KRS memang harus diberikan kepada mahasiswa. Akan tetapi, layanan ini pun memiliki efek negatif kepada mahasiswa yaitu mengganggu kestabilan kelas. Banyaknya mahasiswa yang modif membuat kelas yang semula sudah kondusif, menjadi terganggu. Kelas yang baik adalah kelas yang berisi orang-orang dengan keterkaitan psikologis yang baik. adanya orang-orang baru membuat suasana kelas menjadi canggung dan aneh. Hal ini tentu akan berdampak pada proses perkuliahan yang menuntut mahasiswa untuk bersatu padu menghadapi tugas perkuliahan. padahal, Sudah hal yang lumrah jika manusia bisa nyaman bekerjasama dengan orang yang mereka kenal.

Modif KRS memang tak bisa dihilangkan. Pihak kampus pun pasti memiliki berbagai pertimbangan saat memutuskan untuk memberikan layanan ini kepada mahasiswa. Yang terpenting adalah, tetap berusaha meningkatkan layanan kampus demi terciptanya masa depan yang lebih baik.

Hilmia Wardani

Seorang Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Angkatan 2009 yang berjuang mencari beasiswa S2,,

8 tanggapan untuk “Plus minus MOdif KRS bagi mahasiswa

  1. @dayraa
    Sebaran mata kuliah secara keseluruhan bahkan rancangan kasar per semesternya salah satunya dapat diketahui dari katalog berupa buku yang diberikan pada mahasiswa saat PKPT.

  2. saya mahasiswa PJK angkatan 2010

    saya mau tanya, bagaimana caranya kita tau mata kuliah yang harus kita tempuh selama menjalani kuliah S1?
    mohon di jawab yaw….
    makasih….

  3. @Asri Diana Kamilin

    Modif atau tidak, itu adalah pilihan. Semua memilki alasannya sendiri2 dan kita harus menghormati alasan mereka. Hanya saja, saya menyayangkan jika modif tersebut mengganggu mahasiswa yang sudah dijatahkan untuk mengambil matakuliah tertentu. Mungkin jika dampaknya pada sisi psikologis antara nyaman atau tidak suasana kelas nantinya, itu masih bisa dimengerti. Tp kalau modif tersebut dilakukan dengan mengambil jatah mahasiswa lain, saya kurang setuju. Meskipun ini dilakukan oleh beberapa mahasiswa lama keada kelas mahasiswa baru untuk mengikuti matkul tertentu.

  4. tanpa ada modif, dunia kampus serasa SMA..
    Beragam kelas yang diikuti, menambah kawan, belajar untuk siap berhubungan dengan banyak orang di masyarakat.

    Namun sayang, kelemahan yang terjadi di fakultas saya (FIP), terjadi ketidakjelasan masalah ini. Semester II, mahasiswa tidak dipertanyakan jika melakukan modif. Malah, ada sekelompok mahasiswa yang melakukan modif ikut kelas saya diminta pindah kelas esoknya oleh dosen.

Komentar ditutup.