SUARA KITA Perlu Pengelola

Saya melihat pada bagian administrator, bahwa ada 76 komentar spam. Dari 76 komentar spam ini ada yang betul-betul spam tetapi banyak juga komentar dari warga UM. Beberapa komentar yang sempat saya lihat berasal dari Hamid, Humas Pusat TIK, miftah, Dedi, Nurul Fitri, Iwan Sutrisno, maiya, Muhammad Nanang Setiawan. Sayang sekali jika komentar tidak dapat segera diterbitkan. Komentator akan merasa kecewa dan mungkin menyangka bahwa hak suaranya diabaikan.

Sejak 22 Agustus 2008 – 11 Juli 2011, Ketua Divisi Perangkat Lunak Pusat TIK bertindak sebagai pengelola. Saat ini belum ada yang mengelola, pihak yang berwenang perlu mengangkat pengelola untuk blog SUARA KITA sehingga komentar-komentar warga UM yang masuk ke spam bisa segera diterbitkan dan komentar spam yang sesungguhnya bisa dihapus.

Malang, 17 Agustus 2011

Johanis Rampisela

Dosen FMIPA

7 tanggapan untuk “SUARA KITA Perlu Pengelola

  1. SUARA KITA benar-benar perlu pengelola, komentar-komentar yang tidak berkaitan dengan tulisan atau sekedar saling sahut tanpa berisi ide atau solusi seharusnya segera dihapus. Komentar yang tidak sopan juga perlu dihapus. Jika dibiarkan terus demikian maka niat baik SUARA KITA untuk menjadi media komunikasi akan menjadi media saling mengejek.

  2. @Johanis Rampisela

    Oke, Om…. Terima kasih atas perhatian pada tulisan ini. Memang beberapa waktu yang lalu saya asal komen karena tangapan dari admin atau pengelolah tidak, ada. Keseringan saya melihat suara merasa kasihan melihat adek2 maba yang kebingungan tanpa kejelasan. Semoga kedepan saya bisa lebih baik… Thansk OM

  3. Pada awal Suara Kita direlease, saya diberi akses sebagai Editor (Sekali lagi Editor, atas ijin Pimpinan FS), bukan pengelola.
    Kalau tidak salah wewenang saya saat itu hanya menyunting layout tulisan yang belum sesuai.

    Sebagai editor saya juga punya hak akses untuk menghapus/menyetujui/maupun mengedit komentar yang masuk.
    Tetapi itu di luar wewenang saya secara institusional (pernah sekali waktu itu saya sedikit melampui hak akses saya dan menghapus salah satu komentar dan ditegur oleh pengelola).

    Jadi apabila hak akses saya masih tetap sebagai editor, saya tidak akan menyentuh masalah delete/approve/edit komentar. Silahkan pihak yang berwenang menindaklanjuti hal tersebut.

    ekowahyus – fs um

  4. @Dedi Mukhlas,
    Pada periode 22 Agustus 2008 – 11 Juli 2011, saya menjadi pengelola karena saya merintis blog SUARA KITA dalam kapasitas sebagai Ketua Divisi Perangkat Lunak Pusat TIK. Setelah itu saya mundur dari jabatan tersebut dan otomatis juga mundur sebagai pengelola SUARA KITA. Saat ini, setelah lebih dari satu bulan kemudian, saya melihat bahwa belum ada pengelola karena itu saya membuat tulisan di atas untuk mengingatkan perlunya mengangkat pengelola baru.

    Saya pernah mengingatkan dan menghapus tulisan Saudara saat Saudara menggunakan gelar akademik yang tidak sah. Saat itu, setiap hari saya mesti memeriksa apakah tulisan Saudara ada yang masuk dan apakah Saudara masih menggunakan gelar akademik yang tidak sah di blog Saudara. Syukurlah, Saudara akhirnya tidak memakai lagi gelar tersebut.

    Sampai saat ini, saya tetap membaca semua tulisan atau komentar yang ada di BERITA, SUARA KITA, dan BERKARYA. Saya juga menjumpai banyak komentar Saudara, sayangnya masih cukup banyak komentar Saudara yang bersifat “main-main” dan “memanaskan suasana”. Jika Saudara ingin melamar menjadi pengelola tentu Saudara perlu meningkatkan kualitas komentar Saudara. Saya berharap agar komentar Saudara semakin berkualitas dan memberikan “sesuatu yang berguna” bagi UM tercinta. Amin.

  5. Tulisan yang dibuat pak Johanis Rampisela memang ada benarnya, kalau perlu ada Award buat aktif suara ini, sedikit bercerita, dulu saya sempat di baned dari suara karena mengunakan gelar Prof. Dr, dll padahal saya masih semester 5 berkali-kali tulisan saya dihapus. Namun seiring berjalannya waktu saya sadar SUARA UM butuh penulis yang peduli, bukan hanya ngomong dan tidak ada perhatian. Hampir 10 kali tulisan saya diBaned, tapi saya tetap semangat nulis dan akhirnya bisa masuk kembali dengan syarat menghapus gelar… wkwkwk, hal itu menjadikan saya percaya bahwa ada pengelolah di suara.um.ac.id ini, kini tidak tau kemana Adminnya?? Jika ada lowongan pengelola, saya mau daftar dengan sukarela… Respect is Important 😀

  6. Halllllllllllllllloooooooooooooooooooooooo! Yang berwenang, mungkin, berpegang pada semboyan ANJING MENGGONGGONG, KAFILAH TETAP BERLALU ….

    Dawud, FS UM

Komentar ditutup.