Pendidikan Moral Teknologi Untuk Remaja

Perkembangan dunia teknologi memang sudah tidak bisa kita pisahkan dari kehidupan sosial dan komunikasi kita sehari-hari. Kemudahan dalam melakukan akses data dan fasilitas jejaring sosial menjadikan kita lebih mudah dalam saling berinteraksi. Fasilitas seperti facebook, twitter, dan situs jejaring sosial memberikan kemudahan dalam berbagai informasi, foto, video, dan lain-lain. Kemudahan-kemudahan yang diberikan teknologi kepada kita juga harus kita sadari dampak negatifnya, selain dampak postifnya juga.

Dampak positif yang diberikan oleh jejaring sosial adalah kita bisa saling mengenal banyak teman yang berada jauh dari satu kota, luar kota, bahkan luar negara. Jaringan yang luas memberikan kesempatan untuk kita memiliki banyak teman dari berbagai dunia. Selain itu dengan adanya jejaring sosial memberikan kita kecepatan penerimaan informasi dengan cepat, akurat, dan terpercaya. Hal ini dikarenakan disitus jejaring sosial banyak sekali orang mengupdate statusnya dengan kondisi yang sedang dia rasakan saat itu.

Selain dampak positif, jejaring sosial juga memiliki dampak negatife. Teknologi memang sesuatu yang memiliki sisi dua mata pisau yang berbeda. Dampak negatife yang sering kita rasakan adalah anak mulai malas melakukan interaksi secara langsung, suka menghabiskan waktu dengan sesuatu yang tidak penting, malas belajar, dan sebagainya. Kemudahan dalam berbagi hal menjadikan remaja dengan mudah membagikan foto dan video pribadinya tanpa berfikir panjang dampak yang akan ditimbulkan. Misalnya, foto pribadi atau agak porno, dan lain sebagainya. Apa remaja tidak memikirkan dampak selanjutnya dari foto tersebut?

Ketidaktahuan menjadi alasan kenapa remaja dengan mudah membagikan foto yang seharusnya tidak dipublikasikan. Ada contoh beberapa waktu yang lalu sebuah foto di satu akun jejaring sosial yang memasang foto dia sedang berciuman dengan kekasihnya tanpa ada rasa malu sama sekali. Sungguh disayangkan, jejaring sosial yang seharusnya digunakan untuk berbagi informasi dijadikan ajang mesum atau kerusakan moral remaja. Luasnya dunia internet, dan tanpa adanya pantauan yang baik dari orang tua menjadikan remaja dengan bebas melakukan sesuatu hal yang dia suka.

Peran teknologi memang penting dalam kehidupan, akan tetapi peran orang tua, guru, dan masyarakat sekitar remaja jauh lebih penting. Remaja yang masih suka dengan dunia bebas, dan ekpresif harus dibekali dengan moral yang baik dari orang tua. Peran orang tua dalam mengenalkan dunia teknologi sangat penting, dimana orang tua harus pro aktif dalam mengawasi, membimbing, dan memberikan bekal moral pada anaknya. Selain orang tua, guru juga harus memberikan pengetahuan yang berimbang mengenai moral dan teknologi, menjelaskan dampak negative, contoh yang seharusnya tidak dilakukan dijejaring sosial dan penjelasan yang mendalam mengenai moral dalam teknologi. Pada sisi pemerintah, pemerintah harus pro aktif dalam memberikan seminar-seminar pendidikan moral untuk guru, siswa, dan orang tua agar pendidikan moral bisa mengimbangi kebebasan teknologi yang memang tidak bisa kita hentikan atau kita awasi selama 24 jam.

Remaja yang memiliki moral yang baik, akan memiliki kesadaran secara mandiri untuk mengunakan teknologi dengan baik pula. Sehingga diharapkan kedepan pemerintah, masyarakat, keluarga, dan individu menjadi dan memiliki moral yang baik dalam teknologi.

Dedi Mukhlas

Seorang Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang Berkembang dari Mahasiswa TEP UM dan Bekerja Karena Kecintaan akan Lembaga Universitas Negeri Malang (UM). I Like Technology for Education | Master Konsultan Internet Pendidikan. Terima Kasih

Satu tanggapan untuk “Pendidikan Moral Teknologi Untuk Remaja

  1. memang sekarang tehnologi sangat berkembang pesat oleh karena itu seorang anak harus dibekali aklaq yang baik baik dari sekolah,di rumah ataupun di masyarakat, seperti halnya teori pendidikan konvergensi perkembangan anak itu sangat dipengaruhi oleh lingkungannya.
    tetapi yang lebih dibutuhkan generasi muda saat ini adalah contoh yang nyata dari lingkungan disekitarnya.

Komentar ditutup.