Mendongeng Solusi Minimnya Fasilitas Pendidikan

Mendongeng bersama anak selama 20 menit, merupakan cara tepat untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis anak. Mengapa? Sebab mendongeng selama 20 menit sama dengan belajar 10 hari ke depan.

Sebuah kampanye mendongeng sebagai cara untuk melakukan pendidikan karakter di dalam keluarga, telah dilakukan oleh beberapa LSM pendidikan di Library Mall BIP Jln. Merdeka,

LSM tersebut terdiri dari Perkumpulan Keluarga Pendidikan (Kerlip), Kidzsmile Foundations, Komunitas Dongeng Dakocan, Pusat Penelitian Pendidikan Anak Merdeka, dan SMile (Safer Millenium).

Menurut Yanti Sriyulianti dari Perkumpulan Keluarga Pendidikan, mengakui bahwa fasilitas pengembangan dan pendidikan bagi anak sangat minim. Belum lagi dengan berbagai fasilitas untuk anak berkebutuhan khusus, kemiskinan, keterampilan pengasuhan orangtua, dan kurangnya pengetahuan.

Sebanyak 1.186.941 usia 0-6 tahun terlantar dan pemenuhan hak mereka adalah tanggung jawab pemerintah, masyarakat dan keluarga terutama orangtua.

Sedikitnya fasilitas pendukung pengembangan dan pendidikan inilah yang membuat anak cenderung memilih TV sebagai pengisi waktu mereka. Menurut Yayasan Konsumen Anak Indonesia (YKAI), 30-35 jam anak menonton TV dalam seminggu.

Apa lagi ditambah dengan semakin sedikitnya perhatian orangtua karena kesibukan bekerja. Sehingga mendongeng adalah cara tepat dilakukan untuk menggunakan waktu luang berkualitas bersama anak. Cukup hanya dalam waktu 20 menit setiap hari.

Persembahan khusus bagi anak-anak Indonesia adalah dengan menyuarakan semangat mendongeng 20 menit setiap hari. Ini dilakukan sebagai cara membahagiakan kembali anak bangsa kita, seperti saat mereka lahir.

Satu tanggapan untuk “Mendongeng Solusi Minimnya Fasilitas Pendidikan

  1. Dear Admin…

    Artikel ini ada iklan terselubung… harap dicek ulang…
    udah ga zaman nyuri incoming link dari ac.id mas…

Komentar ditutup.