Pengabdian Seorang Penyebrang Jalan

Penahkan teman-teman melewati jalan Galung Malang?? Pasti sering melewati jalan tersebut tentunya, apa lagi yang kuliah di Univeristas Negeri Malang. Pada pertigaan jalan Galungung, atau Bendungan Sutami, pasti teman-teman juga sering bertemu dengan seorang bapak yang letih menyebrangkan teman-teman dengan ihklas.

Sosok seorang bapak tua separuh baya tersebut adalah sosok yang mencermikan seorang yang bekerja dengan hati. Walau saya tidak kenall terlalu jauh mengenai siapa dia dan dari mana dia, itu tidak menjadi sebuah masalah. Sosok manusia yang rela meluangkan waktu, harta, jiwa, dan kerja keras untuk menyebrangkan jalan, dan menjadikan jalan pertigaan tersebut lancar.

Walau tak banyak orang yang memberikan sedikit rejekinya Bapak tersebut masih tetap dengan ihklas menyebrangkan jalan seorang dengan baik, dan Ihklas. Semoga kenbaikan Bapak ini akan mendapatkan balasan yang baik. Amin…

Dedi Mukhlas

Seorang Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang Berkembang dari Mahasiswa TEP UM dan Bekerja Karena Kecintaan akan Lembaga Universitas Negeri Malang (UM). I Like Technology for Education | Master Konsultan Internet Pendidikan. Terima Kasih

4 tanggapan untuk “Pengabdian Seorang Penyebrang Jalan

  1. Saya salut dengan perhatian dan kemauan Sdr Dedi Mukhlas untuk menulis. Sekedar tambahan informasi, melihat Bapak tersebut memakai jaket yang ada lambang kepolisian maka Bapak tersebut memang ditugaskan oleh polisi untuk membantu mengatur lalu lintas dan memperoleh honor bulanan, walaupun tentunya unsur pengabdiannya lebih besar.

    Saya juga menyarankan agar tulisan dikoreksi sebelum diterbitkan karena ada 10 kesalahan tulis:
    (1) Penyebrang->Penyeberang, (2) Penahkan->Pernahkah, (3) Galung->Galunggung, (4) Galungung->Galunggung, (5) menyebrangkan->menyeberangkan, (6) mencermikan->mencerminkan, (7) kenall->kenal, (8) menyebrangkan->menyeberangkan, (9) menyebrangkan->menyeberangkan, (10) kenbaikan->kebaikan.

    Semakin kurang kesalahan tulisan, semakin enak membaca suatu tulisan. Semoga tulisan berikutnya semakin baik. Semangat …

Komentar ditutup.