Teknik Memantau Anak di Jejaring Sosial

Perkembangan dunia teknologi yang semain tidak bisa dibendung menjadikan anak atau remaja khususnya melakukan berbagai macam aksi dijejaring sosial secara bebas dan tak terkendali. Semakin dikenalnya media jejaring sosial pada kalangan remaja menjadikan remaja bebas memabagikan foto dan video yang dinilai bersifat sudah diluar konten kewajaran. Foto yang mungkin diangap oleh remaja adalah foto yang biasa-biasa saja, mungkin akan berbeda dengan pandangan orang tua.

Kencangihan teknologi yang tidak bisa diimbangi dengan usia orang tua menjadikan anak remaja semakin bebas dalam menjalankan aksinya di media jejaring sosial. Saya akan mencontohkan saja gambar foto yang ada adegan agak porno seorang cewek dengan pacarnya. Munkin foto tersebut akan sangat biasa bagi sang remaja, namun bagaimana dengan sikap orang tua jika melihat kelakuan anaknya seperti itu.

Media jejaring sosial yang seharusnya bisa digunakan untuk tujuan berbagi yang baik, kini menjadi ajang untuk pamer foto syur dan video eksotis. Peran orang tua dalam menangapi media hal ini adalah bukan melarang anak untuk melakukan kebiasaannya tersebut tapi justru harus ikut berperan dijejaring sosial tersebut. Ada cara muda sebanarnya untuk memantau kebiasaan anak di akun jejaring sosialnya, simak beberapa cara berikut ini:

  • Langkah pertama adalah Anda sebagai orang tua harus belajar mengunakan jejaring sosial dalam melakukan program ini. Hal ini akan menjadi bekal utama dalam Anda lebih dekat dengan anak.
  • Setelah Anda memiliki akun jejaring sosial add media jejaring sosial anak Anda, jangan menanyakan akun anak secara langsung karena akan membuat anak merasa curiga.
  • Setelah Anda mendapat persetujuan dari anak pada akun jejaring sosialnya, letakan atau posisikan diri Anda sebagai remaja seumuran dan bukan sebagai orang tua atau ibu. Hal ini bertujuan agar anak mau terbuka dan bisa menjadi sahabat baik untuk dia.
  • Lakukan like, dan komen sederhana pada status dia dan berikan hal-hal yang positif untuk menjalin keakraban dengan si anak.
  • Jika Anda sudah merasa dekat, mulai ajak chat dan bercerita masalah-masalah sederhana.
  • Ketika Anda sudah mengetahui mooet anak atau sikap anak saat itu, jangan informasi dari media jajaring sosial Anda gunakan dalam komonikasi secara langsung. Hal ini bertujuan agar anak tidak merasakan dimata-matai.
  • Lakukan pemantauan hanya pada status, sharing, foto, dan sebagainya.
  • Jika Anda menemukan sesuatu hal yang sudah keterlaluan, ajak anak Anda berbicara. Mulai dengan pinjam ponsel, entah itu untuk alasan apa dan sebagainya. Kebiasaan anak remaja pengguna media jejaring sosial adalah tidak melakukan penghapusan foto setelah di upload.
  • Jika menemukan hal aneh, jangan marah. Namun, sikapi hal tersebut dengan bijak dan memberikan penjelasan singkat dan mudah dimengerti oleh anak.

Masa remaja memang masa untuk explorasi diri dan bebas. Namun, Anda sebagai orang tua bukan menjadikan alasan untuk memarahi, melarang, bahkan menghentikan. Mulai dengan menjadi sahabat dia di rumah, media jejaring sosial, dan kehidupannya. Sehingga anak akan mau terbuka kepada orang tua karena sebagai sahabat, bukan sebagai anak dan orang tua. Karena remaja hampir 69% percaya dengan temannya soal masalah pribadi dari pada orang tua. Demikian tips, semoga bisa memberikan manfaat. Amin…

Dedi Mukhlas

Seorang Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang Berkembang dari Mahasiswa TEP UM dan Bekerja Karena Kecintaan akan Lembaga Universitas Negeri Malang (UM). I Like Technology for Education | Master Konsultan Internet Pendidikan. Terima Kasih