Layanan SUARA KITA: Tulisan & Komentar Langsung Tampil #1

Mulai tanggal 24 April 2012, tulisan dan komentar di SUARA KITA langsung tampil tanpa moderasi. Keputusan ini diambil oleh Kelompok Kerja (Pokja) IT untuk memenuhi keinginan banyak penulis dan komentator. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kembali semangat untuk mengakses dan menyalurkan keluhan atau informasi yang positif melalui SUARA KITA secara bertanggung jawab.

Sebanyak 565 kontributor (tidak berhak menerbitkan tulisan) telah diubah kembali statusnya penjadi penulis (berhak menerbitkan tulisan). Sebanyak 6 kontributor telah dipulihkan kembali haknya menjadi penyunting (berhak mengedit tulisan atau komentar). Yang berhak sebagai penyunting (REDAKSI) adalah mereka yang memiliki minat dan kemampuan yaitu Ibu Aminarti Siti Wahyuni (Kabag PSI), Ibu Fatmawati (Kabag Kemahasiswaan), Pak Noor Farochi (Kasubag RS), Pak Faul (Kasubag Kemahasiswaan FS), Pak Eko Wahyu (Subbag Keuangan dan Kepegawaian FS), dan Johanis Rampisela (Pokja IT).  PTIK dihentikan sebagai penyunting tunggal dan ditugaskan sebagai penyedia sarana dan penjaga keamanan SUARA KITA.

Juga telah dilakukan (1) pengkategorian terhadap 123 tulisan tanpa kategori, (2) publikasi terhadap 17 komentar yang ditangguhkan, (3) penghapusan terhadap 85 komentar spam, dan (4) penghapusan terhadap 35 komentar sampah.

Pokja IT ditugaskan oleh Rapim UM untuk mengembangkan IT UM. Pokja IT beranggotakan (1) Pak Rofi’uddin (PR II), (2) Pak Dawud (Dekan FS), (3) Pak Waras (Dekan FT), (4) Pak Johanis Rampisela (Dosen FMIPA), (5) Pak Nugroho Adi Pramono (Dosen FMIPA). Hal-hal yang sudah dikerjakan akan disampaikan melalui media BERKARYA.

Mudah-mudahan hal ini bisa memberikan layanan yang lebih baik.

 

Malang, 24 April 2012

Johanis Rampisela (Anggota Pokja IT)

 

24 tanggapan untuk “Layanan SUARA KITA: Tulisan & Komentar Langsung Tampil #1

  1. @Syamsul,
    Tidak ada komentar yang dimoderasi oleh REDAKSI. Untuk kasus komentar Pak Syamsul yang digolongkan spam oleh antispam (Akismet), maka itu adalah kasus khusus. Untuk itu setiap beberapa hari, kami juga memeriksa kotak spam sebelum membuangnya karena kadang-kadang ada juga komentar bagus yang berada dalam kotak spam. Terima kasih.

  2. @Hadi,
    Kami memasukkan sejumlah daftar blacklist komentar misalnya porno, cialis, buy, dll sehingga jika komentar memuat hal tersebut maka akan dimasukkan daftar spam. Dalam beberapa kasus, entah kenapa, ada juga beberapa komentar yang masuk ke spam, padahal tidak memuat kata-kata tersebut. Untuk itu secara berkala REDAKSI memeriksa daftar spam sebelum menghapusnya.

  3. Mohon maaf, barangkali pertanyaan saya tidak pada tempatnya.

    Kalo membaca tulisan di atas itu semua berkaitan dengan moderasi yang sudah bisa langsung tampil.
    pertanyaan saya. Kalau kita komentar, namun tidak mau tampil.. apakah artinya sudah kena Blacklist?

    Terima kasih

  4. Tidak tahu ya, dari kemarin malam saya mencoba untuk ikut berkomentar di website UM. Tapi kok belum mau muncul ya. Anehnya lagi saya bisa login, dan bisa melihat dari semua komentar saya masuk ke daftar spam.

  5. Mohon maaf,
    Ni beberapa kali menuliskan komentar kok tidak langsung masuk ya.. Apa memang masih dimoderasi..?

    Syamsul
    Alumni FSUM

  6. Tanpa mengecilkan arti ATURAN, untuk sementara saya tetap kembali ke peran yang diberikan kepada saya pada awal-awal terbitnya Suara Kita, yaitu editor dalam artian yang sesungguhnya, yaitu memperhatikan tata letak, tata penulisan dan redaksional agar setiap tulisan/komentar yang terbit layak baca dan layak tampil dalam artian estetika.

    Perkara Aturan dalam artian sempit, biar Pokja TIK yang mengambil kebijakan. Selama tulisan/komentar yang disampaikan oleh civitas akademika UM masuk ke dalam 4 kategori aturan di sebelah kanan atas halaman suara kita, maka tulisan/komentar tersebut tidak akan saya sentuh.

    ekowahyu.s-FS UM

  7. @Johanis Rampisela

    Betul Pak Jo. Rule memang harus dikemas yang sederhana namun bisa mencakup semuanya. Rule ini saya harapkan jadi pegangan bagi penulis/komentator dan moderator karena saya yakin kalau rule yang demikian ada maka Suara Kita semakin semarak. Ibarat pertandingan bola kalau ada rule yang fair dan jelas dan diikuti maka akan terjadi tontonan yang menarik.

    Saya usul juga agar forum Suara Kita atau Berkarya juga diperkenalkan ke mahasiswa baru termasuk rule dan etika mengisinya saat PKPT.

    @ekowahyu.s

    Memang bagi mereka yang sering ikut forum di internet maka etika yang disampaikan oleh Bapak merupakan hal yang lazim dan biasanya mereka juga mencantumkan rule itu di situsnya. Rule ini biasanya ditulis secara hati-hati sehingga tidak ambigu. Saya menganggap rule yang ditulis disini masih lentur sehingga bisa muncul beda penafsiran, seperti saya yang menganggap tidak ada larangan menulis unsur sara ternyata Bapak malah bisa menangkap bahwa aturan pertama sudah mengandung unsur larangan menulis hal yang mengandung sara.

  8. @ Pak Yoyok dan Pak Eko Wahyu,
    Aturan yang sudah ada dirumuskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Jika belum memadai maka silahkan diajukan saran konkrit untuk perbaikan. Saya berharap agar syarat tersebut jangan panjang karena kuatir pengunjung bosan.

    Pokok persoalan yang timbul di masa lalu bukanlah berasal dari tulisan/komentar yang dihapus tetapi karena munculnya redaksi tunggal yang tidak rasional.

  9. @Yoyok Adisetio Laksono

    Ya Pak, nanti biar Pihak yang berwenang mengeksplisitkan Aturan tersebut.

    Tetapi dalam pandangan awam saya, aturan yang saya sampaikan di atas sudah bisa terwadahi koq:
    1. Tulisan berkaitan dengan UM (lihat menu kategori yang ada) – SARA tidak berkaitan dg UM.
    2. Gunakan bahasa Indonesia yang benar – sejalan dg bahasa yg berpendidikan .
    3. Tulisan/komentar disampaikan dengan sopan – personal insult (mencela, menjelek2an) jauh dari unsur kesopanan.
    4. Komentar sesuai dengan isi tulisan.

    Dan konsensus umum Nettiquette sebenarnya berlaku universal tidak hanya spesifik pada domain tertentu saja.
    Juga UU ITE jelas berlaku universal dan tidak merujuk khusus pada domain tertentu saja.

  10. @ekowahyu.s

    Kalau melihat rule yang tertulis di pojok kanan atas saya kutip ulang disini.

    Isi Tulisan dan Komentar

    1. Tulisan berkaitan dengan UM (lihat menu kategori yang ada).
    2. Gunakan bahasa Indonesia yang benar.
    3. Tulisan/komentar disampaikan dengan sopan.
    4. Komentar sesuai dengan isi tulisan.

    maka rule yang disampaikan Pak @ekowahyu.s sepertinya belum termasuk, jadi kalau ada orang menulis hal sara dan tiba-tiba dibredel dia akan protes karena di rule yang dituliskan tidak ada larangan menulis sara.

    Jadi rule harus presisi karena terkait hukuman (bredel/hapus).

    .: Yoyok Adisetio Laksono, Dosen Fisika FMIPA UM :.

  11. Saya dukung model moderasi seperti ini.

    Mungkin yang perlu disampaikan sekarang adalah rule yang jelas dan presisi.

    Syarat-syarat dimana sebuah tulisan atau komentar dibredel atau dihapus harus jelas agar semua sama-sama puas. Misalnya menyampaikan keluhan tanpa kejelasan obyek, subyek, waktu, dan kronologis kejadian dan seterusnya. Juga saat membredel atau menghapus tulisan/komentar diharapkan dijelaskan juga alasannya, misalnya melanggar ayat nomor sekian dari rule atau melanggar UU ITE nomor sekian.

  12. Sarana dan prasaran sudah tersedia….
    Memanfaatkan dengan baik dan benar serta beretika dalam menyampaikan pendapat melalui media untuk kemajuan bersama, selektif dalam memilih dan memilah informasi yang lebih bermanfaat. Maju terus.

    RR Widodo/Wiwid
    FS UM

  13. Hmm… sebuah langkah awal yang baik untuk menyemangati para penulis untuk aktif kembali menulis di laman UM.

    Selamat menulis.

    Michael
    (Alumnus FS UM, Tax Center UM, dan PABTI UM)

  14. Asik, jadi rame lagi…… :P. Gak sia-sia perjuangan di malam hari buat post untuk esok pagi diterbitkan. He..he.. Merdeka, jadi siap-siap nulis lagi. ASIK 🙂

  15. Ya bu @fatmawati…. sekarang Suara Kita dan Berkarya telah ‘merdeka’,… tinggal selanjutnya bagaimana kita ‘merawat’ dan ‘menjaga kemerdekaan’ ini dengan baik.
    Merdeka..a..a….

  16. Tidak ada kata selain siip kembali..
    Mari kita jaga etika berpendapat di dalam kampus..
    fatmawati, Kabag Kamahasiswaan

  17. Menggunakan google readers, kita bisa follow suara kita, dan web lain lewat BB, Tablet ato HP Android.

    Yang belum saya temukan adalah follow comments …

    ekowahyu.s-fs um

  18. @Pak Djoko Rahardjo,
    Bagaimana kalau Bapak ikut menjaga agar isinya benar/baik dan bahasanya santun dengan cara ikut menjadi DALANG (redaksi/penyunting) sehingga bisa menghapus tulisan/komentar yang isinya tidak benar/baik atau tidak santun?

  19. Ini yang namanya demokrasi, paling tidak untuk “kebebasan berpendapat”. Yang penting isinya benar/baik dan bahasanya santun. Terima kasih

  20. Terimakasih…. terobosan baru yang menantang.
    Semoga tidak terlewati dalam mengamati tulisan2 yang tidak beretika dan tidak bertanggung jawab.

  21. Nah begini kan lebih enak …
    tinggal pinter2nya redaksi untuk bredel jika ada tulisan atau komentar yang tidak bertanggung jawab.

    Sudah banyak fasilitas teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk mengantisipasi hal itu.

    ekowahyu.s-fs um

Komentar ditutup.