dosen tunggal

saya aris dari FMIPA saya mau tanya kenapa sih di FMIPA ada salah satu matkul yang dosennya itu cua satu padahal peminatnya banyak?

kan jadi gak maksimal proses belajar mengajarnya

Mohon tanggapannya

4 tanggapan untuk “dosen tunggal

  1. @Imam Supeno (PD II FMIPA)
    ada di jurusan Matematika pak
    contohnya salah satunya itu matkul SA2 itu dosennya tunggal sebenarnya setau saya ada 2 matkul yang dosennya tunggal dan matkul tersebut peminatnya di atas 35 mahasiswa
    jadi gak bisa maksimal gitu

  2. Dear Yolanda,

    Memberikan pendapat saja, mungkin ada mata kuliah yang pada mata kuliah tersebut memang hanya bisa dilakukan oleh dosen yang bersangkutan. Misalnya saja ditempat saya di FIP Khususnya TEP untuk Statistik itu hanya ada satu dosen yang kompeten dibidangnya dan menjadi dosen yang sangat ahli dibidang statistik. Hal tersebutla yang menjadikan dosen tersebut menjadi dosen tunggal di bidang statistik.

    Terima kasih

  3. Sdr. Aris, mohon masalahnya diperjelas biar saya atau pimpinan fakultas/jurusan bisa memberi penjelasan dengan tepat. Matakuliah yang saudara maksud matakuliah apa, di jurusan apa?
    Terima kasih.
    Malang, 19 Mei 2012
    Imam Supeno, PD II FMIPA

  4. Permisi ‘urun jawab’,
    Ini cuma urun jawab, bukan jawaban ilmiah. Maka jika tidak masuk akal, ya maaf dan lupakan saja.

    1. Sederhananya, untuk mengangkat seseorang (siapapun) menjadi pegawai negeri sekarang bukan hal mudah. ‘Bos’ nya jauh, di pusat sana. Untuk urusan rekomendasi saja jalur dan jalannya berliku. Itu tantangan yang tidak mudah dicari jawaban sederhananya -menurut logika kebutuhan lokal. Filter ini tidak bisa ‘mak cemplung’ di jawab begitu saja oleh pemangku jabatan di universitas yang bersangkutan (dalam hal ini UM di jurusan anda misalnya).

    2. Ditambah fakta, bahwa untuk menjadi dosen, ada syarat yang tidak mudah. Meski ada yang kemudian menjadi tidak bertanggung jawab dengan posisinya (dengan tidak pernah mengupgrade kemampuannya), tanpa menyadari bahwa tindakannya tersebut adalah dzalim pada yang lebih kapabel atau lebih berpotensi untuk mengajar untuk menggantikannya. Tetap saja, tidak ada satupun yang menolak fakta bahwa untuk menjadi dosen, setiap orang harus melalui proses yang tidak mudah. Wajar jika yang sudah menggenggam posisi itu berusaha keras supaya tidak sampai melepaskannya. Apalagi di jaman sekarang. Saya menyebut ini sebagai keadaan bahwa ‘supplier potensial’nya terfilter secara alami.

    3. Fans atau peminat sebuah mata kuliah, tidak ‘berhubungan’ dengan minat pengajar. Saya, atau tepatnya kami, pernah mengalami hal itu. Sederhananya, masih bagus dosen tersebut masih mau mengajar. Bersukurlah.
    Jangan prejudice juga.
    Ibaratnya, seseorang menjadi tidak doyan makan, tidak melulu karena makanannya tidak dia sukai, tapi bisa jadi karena ruangannya membuat dia tidak nyaman untuk makan, atau bisa juga karena dia sariawan.

Komentar ditutup.