Beranda > Tanpa Kategori > [SELESAI] BIAYA KULIAH PPS UM TERMAHAL

[SELESAI] BIAYA KULIAH PPS UM TERMAHAL

12/07/2012

Yth: Rektor Universitas Negeri Malang (UM)

Cq: Direktur Pascasarjana UM

di-

Tempat

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakatuh.

 

Dengan ini saya doakan semoga Pak Rektor selalu dalam keadaan sehat, aamiin.

Seiring dengan semakin berkembang Universitas Negeri Malang (UM) pernerimaan mahasiswa baru selalu meningkat dari tahun ketahun, terbukti peminat calon mahasiswa pascasarjana untuk semester gasal 2012/2013 tidak kurang dari 1000 calon mahasiswa. Sayang untuk biaya perkuliah UM sangat tidak berpihak pada rakyat kecil (ekonomi menengah kebawah, apalagi miskin) yang sangat butuh menlanjutkan pendidikan kejenjang pascasarjana dan bahkan UM untuk menarik minat mahasiswa baru pasacasarjana teganya membohongi calon pelamar (UM melakukan praktik pemebohongan public).

 

Sebagai bukti, kesan ini sangat kontras kita lihat antara Surat Pengumuman Nomor: 595 /UN32.9/DT/2012 PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM PASCASARJANA (PPs) UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM) SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2012/2013 GELOMBANG I (surat online, bisa dilihat pada http://pasca.um.ac.id/), Diperbaiki tanggal 16-3-2012 dengan surat Nomor : 3489 /UN32.9/DT/2012 Kegiatan awal semester calon mahasiswa baru jalur Non BPPS Gel. I Tahun 2012/2013, tanggal 29 Juni 2012 (surat online, bisa dilihat pada http://pasca.um.ac.id/).

 

Informasi pada surat pertama; Surat Pengumuman Nomor: 595 /UN32.9/DT/2012) tertulis dengan jelas biaya perkuliahan pascasarjana S2 pada poin E. BIAYA PENDIDIKAN (hal. 4) Biaya yang wajib dibayar khusus untuk  Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) hanya Rp. 6.500.000,- pembayaran semester 1 s.d. 4 dan Rp. 1.200.000,- pemabayaran pada semester 5 s.d. selesai (lulus) dan masih ada biaya lain yang harus dibayarkan oleh calon mahasiswa baru yang relatif terjangkau karena hanya dibayar 1 kali diawal studi.

 

Sementara pada surat kedua; surat Nomor : 3489 /UN32.9/DT/2012 RINCIAN BIAYA STUDI MAHASISWA PASCASARJANA UM ANGKATAN TAHUN 2012/2013 (surat online h.3, bisa dilihat pada http://pasca.um.ac.id/), biaya perkuliahan pascasarjana S2 yang wajib dibayar khusus untuk  Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) terjadi perubahan yang sangat mengagetkan, SPP menjadi Rp. 9.000.000,- pembayaran semester 1 s.d. 4 dan Rp. 4.000.000,- pemabayaran pada semester 5 s.d. selesai (lulus). Begitu juga dengan biaya perkuliahan pascasarjana S3.

 

Permasalahan ini sudah coba dikonfirmasi ke PPs UM melalui telepon dan diskusi langsung, jawaban mereka “INI SUDAH KEPUTUSAN”.

 

Aneh…!!!, sungguh aneh dua surat ini antara pengumuman awal penerimaan calon mahasiswa PPs dengan keputusan rincian biaya studi yang harus dibayarkan oleh mahasiswa baru dalam kurun waktu yang sama. Seharusnya pengumuman awal dengan biaya yang harus dibayarkan itu sama, kalau tidak seperti sekarang ini berarti UM sudah memanipulasi informasi awal untuk menarik minat calon mahasiswa sebanyak-banyaknya, disinilah terletaknya pembohongan public oleh UM. Sebagai perguruan tinggi yang besar, bermartabat, dan merakyat seharusnya UM tidak berbuat praktik-praktik tidak terhormat seperti ini.

 

Pak Rektor yang kami hormati…

Sebagai catatan akhir tulisan ini, beberapa hal yang perlu kami sampaikan kepada Bapak Rektor:

 

  1. Sebagai bagian dari keluarga besar UM kami sangat kecewa sekali dengan dua surat di atas kenaikan biaya perkuliahan yang direncanakan sangat tidak profesioal.
  2. Biaya kuliah tidak mencerminkan keberpihakan UM pada kelompok masyarakat miskin, pada hal kelompok ini yang paling banyak berminat untuk melanjutkan studi ke PPs.
  3. Hasil dialog ke PPs UM melalui telepon dan diskusi langsung pihak UM terkesan menutup mata dan lempar tanggungjawab, sehingga image yang terbentuk sekarang ini UM adalah perguruan tinggi bisnis yang menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya, bukan PT yang menjalankan amanah UUD 1945.
  4. Kami mohon Pak Rektor yang arif dan bijaksanan mau mempertimbangkan dan merevisi kembali surat  Nomor : 3489 /UN32.9/DT/2012 RINCIAN BIAYA STUDI MAHASISWA PASCASARJANA UM ANGKATAN TAHUN 2012/2013.

 

Mohon maaf Pak Rektor kalau seandainya surat ini terlalu lancang, dan keras.

 

Demikian surat pembaca ini disampaikan, kepada Yth. admin Pak Daud kami mohon dengan segala hormat surat ini disampaikan ke Pak Rektor dan Direktur PPs UM.

 

Terakhir mohon maaf Pak Rektor kalau seandainya surat ini terlalu lancang, dan keras. Semoga Pak Rektor selalu dilimpahkan kebaikan, dan kebijakan dalam bertugas dan kehidupan.

 

Terima Kasih…

 

Malang, 5 Juli 2012

Yang bersangkutan,

 

dto,

 

M. Haekal Nasution

Keluarga Besar UM

Kategori:Tanpa Kategori Tag
  1. 13/07/2012 pada 8:01 | #1

    OLEH KARENA M. HAEKAL NASUTION TIDAK MERESPON TANGGAPAN KAMI UNTUK MENUNJUKKAN JATI DIRINYA, KAMI MERAGUKAN KEBENARAN JATI DIRI & ITIKAD BAIK M.HAEKAL NASUTION. UNTUK ITU, KAMI PUTUSKAN KOMENTAR DITUTUP.

  2. 13/07/2012 pada 7:58 | #2

    @ayu endarti K
    Karena rumah Anda dekat sekali dengan Pascasarjana UM, tolong datang ke Pascasarjana UM, gedung H1, temuI Bu Utami atau Bu Komariyah. Terima kasih.

  3. Ayu Endarti Kusumaningtyas
    12/07/2012 pada 20:58 | #3

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Utami Widiati, selaku Asisten Direktur 1 Pascasarjana UM atas kesediaan waktunya untuk menjawab pertanyaan saya.

    Namun, masih ada sedikit pertanyaan bu.
    Kalau seperti itu apa bisa dikatakan bahwa calon mahasiswa baru jalur BU tidak harus membayar sampai tgl 18, Tetapi tetap harus registrasi dan mengikuti kegiatan OPS serta perkuliahan prapasca seperti terlampir pada jadwal?

    Maaf bu kalau banyak pertanyaan, dan terimakasih sekali lagi atas waktunya.

  4. 12/07/2012 pada 15:38 | #4

    Untuk Sdri Ayu Endarti Kusumaningtyas
    di Jl. Bendungan Jatiluhur 24a Malang

    Mengenai calon yg diusulkan ke BU, karena kami di Pascasarjana UM tidak mengetahui kuota yang akan ditetapkan oleh Dikti (dengan tanggal penetapan yang juga ditentukan mutlak oleh Dikti), maka kami memberi toleransi sampai satu minggu dari tanggal penetapan oleh Dikti. Dengan kata lain, para calon yang diterima melalui jalur BU, boleh melakukan registrasi setelah ada penetapan dari Dikti, sedangkan mahasiswa lain yang tidak lolos kuota BU Dikti, dengan mengisi form kesediaan studi tidak lolos BU dan bersedia dengan biaya sendiri, maka kami akan manfaatkan data tersebut dan memberikan toleransi registrasi setelah penetapan Dikti.

    Utami Widiati,
    Asisten Direktur 1 Pascasarjana UM

  5. Noor Farochi
    12/07/2012 pada 14:44 | #5

    Setelah ditanggapi oleh Bu Utami Widiati dan P. Dawud nampaknya penulis ini (M. Haekal Nasution) tidak memberikan jawaban, siapa identitas sejatinya yang sebenarnya.
    Dari sini saya jadi bertanya-tanya, benarkah yang menulis ini M. Haekal Nasution ataukah orang (jadi-jadian) yang mengaku-ngaku bernama M. Haekal Nasution ?

    Noor Farochi – staf BAKPIK

  6. ayu endarti kusumaningtyas
    12/07/2012 pada 13:49 | #6

    Assalamualaikum Wr Wb.

    Salam sejahtera untuk semua.

    Nama saya Ayu endarti kusumaningtyas, saya alumni UM jurusan kimia FMIPA 2011.
    Maaf sebelumnya, saya bukan untuk menanggapi pernyataan diatas, saya ingin bertanya mengenai pernyataan d pengumuman perihal Hasil Seleksi dan Kegiatan Awal Semester Calon Mahasiswa Baru Jalu BU tahun 2012.

    Dalam pengumuman pada tanggal 3 juli 2012 (dan revisi pada 4 juli 2012) dengan no : 3541/UN32.9/DT/2012 pada poin 3 ada pernyataan “Bagi calon yang diusulkan BU, pembayayaran biaya pendidikan mahasiswa baru Pascasarjana UM dilaksanakan paling lambat tujuh hari (satu minggu) setelah penetapan penerima BU oleh DIKTI, dst…”

    lalu pada pengumuman yang sama ada pengumuman mengenai kegiatan awal dan alur rgistrasi dimna tercantum antara tanggal 9-18 juli 2012 seluruh calon mahasiswa pasca sarjana melakukan pembayaran biaya pendidikan.

    hal yang ingin saya tanyakan adalah:
    1. Apakah pengumuman penetapan dri DIKTI akan keluar sebelum tanggal 18?
    2. Bila pengumuman tersebut belum keluar, apakah semua calon yang diusulkan menerima BU (yang tetap ingin kuliah) harus membayar sebelum tgl 18 atau tetap menunggu pengumuman tersebut?

    Demikian pertanyaan dari saya. Mohon maaf bila ada kata2 yang kurang berkenan ataupun lancang.
    Terimakasih atas kesediaan waktunya membaca dan menjawab pertanyaan saya.

    Ayu Endarti Kusumaningtyas
    Jl Bendungan Jatiluhur 24a
    Malang

  7. 12/07/2012 pada 8:49 | #7

    Saudara M. Haekal Nasution
    Tulisan Anda yang Anda posting kemarin dulu sengaja saya hapus didasarkan pada pertimbangan berikut.
    (1) Judul terlalu provokatif, penggunaan pilihan kata yang tidak tepat “keinggris-inggrisan” tapi salah fatal (sebagaimaa yang dikritik oleh Pak Diding. Berkas tulisan Anda yang Anda posting yang lalu masih saya simpan).
    (2) Penulis terikat oleh sejumlah aturan, di antaranya, adalah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Oleh karena itu, Anda harus hati-hati dalam menulis di media publik ini.
    (3) Sudah kami muat di Aturan Rubrik (silakan baca) di web ini, antara lain, penulis harus mencantumkan identitas dengan jelas (antara lain, nama, status: pegawai, dosen, mahasiswa, lembaga: fakultas, jurusan, lembaga). Kejelasan ini penting agar kami dapat merespon dengan benar dan tepat sasaran. Di media lain bahkan harus mengirimkan fotocopy identitas diri.
    (4) Berkaitan dengan angka (3) Anda hanya menyebutkan nama dan status sebagai warga UM. Saya cari di daftar calon mahasiswa baru PPs tidak ketemu. Sementara itu, saya belum mengenal Anda sebagai dosen atau pegawai atau mahasiswa lama. Bagi saya, aneh saja, di alam demokrasi seperti ini, menulis Suara Kita tentang keluhan dan kritik tidak (berani, mau) mencantumkan identatas jelas.
    (5) Kami tidak alergi kritik, selama kritik itu membangun dan diungkapkan secara elegan.
    (6) Setelah kami telusuri, ada dua hal pokok saja yang Anda kritik
    Pertama, ketidakkonsistenan dua pengumuman. Ini terjadi karena edaran pertama lahir sebelum ada ketentuan tentang uang kuliah tunggal. Pada saat itu, perkembangan kebijakan Kemendikbud tentang uang kuliah tunggal ini memang sangat dinamis: dalam hitungan jam bisa berubah. Kami harus mengadakan Rapat pimpinan berkali-kali. Semula wajib untuk tahun 2012 ini, kemudia setelah UM mengambil keputusan untuk UKT, kebijakan waib UKT diterapkan tahun 2013. Akan tetapi, UM mengambil kebijakan tetap dilaksanakan tahun 2012 ini. Untuk D3 dan S1 karena ada subsidi Biaya Opersional PTN, UKT-nya antara Rp1.500.000,- s.d. Rp2.000.000,- (begantung pada program studinya). Adapun PPs belum bisa “diturunkan” karena sampai dengan saat ini belum dapat subsidi BOPTN.
    Kedua, nominal uang yang harus dibayar. Kalau dicermati lebih lanjut dengan cara menjumlahkan uang kuliah semester 1 s.d. semester 4 (untuk S2, misalnya) dari edaran yang pertama ke edaran kedua memang ada kenaikan, tetapi tidaklah terlalu tinggi.
    (7) Dari paparan angka (1) s.d. (6) ungkapan Anda PPs UM melakukan pembohongan publik dan Biaya Kuliah UM Termahal (judul postingan kedua tulisan Anda semula itu kemudian saya edit dengan tambahan PPS) adalah berlebihan.
    (8) Kami tetap berharap Anda mau mencantumkan identitas Anda yang sebenarnya. Kami tidak mau ambil resiko penulis tidak mengatasnamakan diri sendiri. Sekali lagi kami tunggu pencantuman identitas Anda yang sejelas-jelasnya. Jika tidak, kami berhak menghapus tulisan Anda.
    Terima kasih.
    Dawud
    Dekan FS UM, tim Pokja IT

  8. 12/07/2012 pada 7:54 | #8

    Yth. Bapak M. Haekal Nasution
    Keluarga Besar UM
    di tempat

    Sehubungan dengan surat Bapak, perlu kami sampaikan beberapa hal berikut:
    1. Pada skema SPP yang baru dengan model UKT (Uang Kuliah Tunggal) tidak ada lagi komponen SPSA. Mohon Bapak cermati.
    2. Untuk jenjang Pascasarjana (S2/S3), tidak ada skema bantuan dari pemerintah berupa BOPTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri) seperti jenjang Sarjana (S1).
    Demikian jawaban kami, semoga sedikit memberi pencerahan.

    Utami Widiati (Wakil Direktur I Pascasarjana UM)

Komentar ditutup