[selesai] ATM ?

Salah satu pengalaman yang mungkin harus kita perhatikan khususnya bagi nasabah bank yang dalam bertransaksi menggunakan via ATM hendaklah sering sering memantau akan tabungan maupun saldo uangnya, dan saya sebagai pegawai negeri papan bawah di lembaga pendidikan UM mau tak mau harus berhubungan dengan yang namanya bank karena terkait dengan pengambilan gaji walau nilai uangnya kecil. Memang pada awalnya ditawari pilihan bank apa yang kita kehendaki dan pilihan saya jatuh pada bank BNI syari’ah dan ternyata transaksi melaui via ATM tidak terjamin kelancaran bahkan mungkin keamanannya. Seperti biasanya bila tanggal muda tiba bagi golongan selevel saya langsung berbondong bondong siap dengan ATM masing masing ”ngaritri” dan memang kebanyakan teman tak ada cerita sumbang dalam proses transaksinya, hanya saya yang masih ribet sendiri – bagaimana tidak? keluarga di rumah buru buru untuk belanja kebutuhan perut yang sudah kosong sedang saya masih disibukkan oleh transaksi melaui ATM yang lagi mendapat kendala. Saya pencet nominal tujuh ratus rupiah tapi bunyi kalimat di layar ATM “ transaksi anda tidak bisa dilakukan karena saldo tak mencukupi” lalu saya ulangi besok dan uang gaji tetap tak mau cair sebab saldo tak mencukupi seperti kemarin, padahal saldo dan strook dari keuangan masih satu juta dua ratus lima puluh ribu, saya pikir mungkin brankasnya ATM lagi bokek akhirnya saya ketik lagi dengan nominal dua ratus ribu dan uang bisa keluar
Karena merasa penasaran sayapun datang ke cabang bank BNI terdekat ( UM ) kusampaikan kendala dan keluhan diatas dan saya kaget ketika buku rekening dicetak menunjukkan bahwa transaksi tujuh ratus ribu telah dilakukan- padahal uang tidak bisa keluar karena berbunyi “ transaksi anda tidak bisa dilakukan karena saldo tak mencukupi” dan haq saya tidak menerima uang itu.
Hal pengaduan saya pada bank dengan dibumbui argument sederhana ternyata pihak (petugas bank) tidak memberikan jawaban yang memuaskan – abu abu dan tidak menunjukkan tanda atau gambaran apakah uang saya tujuh ratus itu bisa kembali ke rekening saya.Pertanyaannya, benarkah transaksi melalui ATM khususnya bank BNI syari’ah itu tak menjamin kelancaran bahkan keamanannya? Dan kalau pihak bank sendiri tidak bisa memberikan solusi membantu nasabahnya dengan membuktikan faktanya yang konkrit melalui teknologi yang sudah ada lalu kemana lagi pengaduan itu disampaikan? Pantaskah andai saya harus berkoar di media surat kabar nasional? Yah…sengaja saya tulis disini mudah mudahan bisa mengingatkan PNS di lembaga UM agar bisa lebih berhati hati. Terimakasih.

Suhartono
Unit subag RR
Nip. 195911251987031004