[SELESAI] Baju Batik Dies Natalis UM ke 58

Dies Natalis UM yang ke 58 untuk tahun 2012 ini sungguh semakin meriah saja, disamping berbagai menu yang akan dilombakan serta hadiah hadiah yang ditawarkan sangat menarik dan gratis, sungguh rugi bagi warga UM bila tidak ikut ambil bagian dalam merayakannya dan yang tampak makin menawan adalah para panitia penyelenggaranya, mereka memakai ciri baju batik kuning hijau dan saya yakin bisa makin membangkitkan spirit para peserta lomba karena ada kesan akbar….yang jadi pertanyaan saya, mengapa hadiah baju batik yang dapat kok hanya panitianya saja? andai seluruh pegawai dapat juga bagian, saya yakin mereka akan senang bahkan jadi momen yang tak terlupakan dengan kata lain untuk kenang kenangan bagi mereka……

6 tanggapan untuk “[SELESAI] Baju Batik Dies Natalis UM ke 58

  1. Usul juga pak Dawud, bahan kain diusahakan dari 2 jenis, katun (dingin) dan yang sudah jadi itu, sehingga Bapak/Ibu pemakai akan nyaman memakainya sesuai selera. Kebetulan di jurusan saya banyak yang lebih suka katun. Terima kasih

    Siti Awaliyah
    Dosen Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan UM

  2. Bapak Dawud, saya sangat mengapresiasi yang Bapak lakukan yaitu sering membawa masukan dari warga UM yang disampaikan di laman Suara Kita ini ke Rapim. Aspirasi kita bisa sampai ke Rapim itu kan berarti sangat bermanfaat. Terima kasih Bapak, saya jadi lebih bersemangat untuk menulis di laman kita tercinta ini.

  3. Saya sangat setuju jika Desain/Motif dan Warna Kain Batik “disayembarakan” sebagaimana logo dan brand name UM, sehingga memperoleh produk yang menjadi kebanggaan warga UM. Hal tersebut akan monumental karena menjadi satu rangkaian dengan acara peresmian Graha Cakrawala UM dan sarpras pendukung di Komplek Cakrawala UM yang telah diresmikan oleh Bapak Rektor. Semoga UM semakin berprestasi, berkharakter, dan berbudaya.
    Terima kasih.

  4. Kemarin saya sudah melihat batik tersebut. Dari segi komposisi warna nampak dominan kuning lalu hijau. Mengingat di logo UM dimana U berwarna biru maka alangkah baiknya jika warna biru juga diikutkan.

    Alangkah baiknya juga kalau desain batik dilombakan seperti lomba logo kemarin agar diperoleh hasil yang bagus.

    Yoyok Adisetio Laksono
    Fisika FMIPA UM

  5. @suhartono & djoko rahardjo
    Saat upacara Dies Natalis ke-58 UM di Gedung Graha Cakarawala tanggal 18 Oktober 2012 kemarin, saya sempat berbincang-bincang dengan Rektor UM tentang batik terebut. Informasi dari beliau sebagai berikut.
    (1) Saat Dies kemarin, baru Panitia saja yang bisa dijangkau untuk pengadaan batik “percobaan” tersebut.
    (2) Rektor ingin mendapatkan masukan dari berbagai pihak tentang KELAYAKAN batik “khas” UM tersebut SEBAGAI BATIK SERAGAM UM dari berbagai aspek, misalnya, motifnya, warnanya, dan jenis kainnya.
    (3) Hasil masukan tersebut akan dibahas di Rapim sebagai bahan pengambilan keputusan lebih lanjut tentang kelangsunga penggunaan BATIK TERSEBUT. (Sebagai bahan informasi, kebijakan strategis Rektor biasanya memang dibahas lebih dahulu di forum Rapat Pimpinan UM (Rapim) sebelum diimplementasikan. Sebagai contoh, masukan dari pembaca web um.ac.id biasanya saya tampilkan di forum Rapim untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Pada saat Rapim nanti, tulisan Pak Suhartono dan Pak Djoko ini, insayaallah, akan saya tampilkan juga).
    Terima kasih.

  6. Saya sangat setuju dengan usul Pak Suhartono. Seandainya fihak rektorat tidak memiliki dana maka saya bersedia membelinya. Berapa harganya? Dimana tempat membelinya? Apakah baju tersebut dapat dipesan melalui KPRI UM? Terima kasih.

    Dari Bapak Djoko Rahardjo, Subbag Sarana Akademik BAKPIK UM

Komentar ditutup.