[SELESAI] Kecewa jalan sehat Dies Natalis UM

Minggu 21 oktober 2012, Pagi yg cerah….. seorang anak kelas 4 SD bersemangat pagi2 sekali untuk ikut memeriahkan jalan sehat Dies Natalis UM bersama kakaknya yg bekerja disalah satu fakultas di UM, dengan membawa satu tiket bernomor 4180 dia ikut berjalan dg rute yg cukup jauh untuk anak seumurannya, tiba saat pengundian tiket berhadiah satu unit spd motor…. Pembawa acara mengumumkan tiket bernomor 4180 mendapat sepeda motor, setelah maju ke depan eh ternayata… dengan judes dan sombongnya…. Ketua panitia mendiskualifikasi hadiah tersebut dg alasan yg mempunyai nomer tsb bukan warga UM…… apa-apa an ini…. Dalam hati ini bertanya.. apakah jika yg menang tadi adik dari Rektor UM, tetep adakah diskualifikasi tersebut????? Hmmmmm.. memang birokrasi dan keputusan yg rumit yg dibuat oleh para pejabat…… Knpa gk sekalian aja buat peraturan jalan sehat gk boleh ngajak anak, istri, suami, saudara dll….

12 tanggapan untuk “[SELESAI] Kecewa jalan sehat Dies Natalis UM

  1. @Ketua Panitia
    Aslmkm Wr.Wb
    Saya sebagai panangggung jawab tulisan diatas benar2 mohon maaf atas kesalah pahaman yg terjadi :
    1. Saya mengira warga UM itu termasuk saudara saya juga, tapi di ketentuan Rektor Warga UM adalah (Suami/Istri/2
    anak) karena kami datang terlambat sa’at jalan sehat dimulai, jadi saya mohon maaf atas kesalah pahaman saya. dan
    saya sudah menerima segala keputusan yang diambil oleh panitia dengan lapang dada dan saling mema’afkan.
    2. Saya tidak bermaksud menyinggung salah satu pejabat UM (Rektor) yg dimaksud tulisan diatas hanyalah suatu
    illustrasi saja, dan mohon maaf pada saat menulis tulisan tsb adik saya dalam keadaan emosi. sekali lagi atas nama
    adik saya, saya mohon maaf.
    3. Yang dimaksud ketua panitia bukanlah pak Gunadi, tetapi pd waktu itu adik saya bertemu dengan seorang ibu panitia
    yg kebetulan sama2 salah paham dan emosi, tapi kami sudah mengadakan pertemuan dan sudah diselesaikan secara
    damai dan saling mema’afkan.

    Mungkin itu tanggapan dan permohonan maaf dari saya dan adik saya, yg perlu digaris bawahi masalah ini sudah diselesaikan secara damai dan legowo… kami sudah saling mema’afkan.. dan saling menerima segala salah paham yg terjadi. sekian tanggapan kami
    Wslmkm…

  2. perkenankan saya selaku Ketua Panitia perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:
    1. Sepanjang rangkaian kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Dies Natalis UM ke 58 pada hari Minggu tanggal 21 Oktober 2012, sebagai Ketua Panitia Umum, saya tidak sekali pun mendapati anak kecil yang datang menghadap saya;
    2. Pengundian door prizes pada kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Dies Natalis UM ke 58 dilakukan berdasarkan mekanisme yang baku dan tertuang dalam tulisan sebagai ketentuan umum yang perlu dipahami oleh semua peserta (Ketentuan dapat dilihat di Sekretariat Panitia Dies Natalis UM ke 58). Ketentuan umum ini merupakan panduan bagi Panitia dalam pengundian door prizes. Ketentuan tersebut sudah dibacakan 2 kali sebelum start jalan sehat.

    Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka keluhan tersebut di atas perlu ditanggapi dan diluruskan duduk permasalahannya sebagai berikut:
    1. Tidak benar Ketua Panitia Umum mendiskualifikasi hadiah apalagi dengan sikap ‘judes dan sombongnya…’ karena tatacara pengundian door prizes dilakukan berdasarkan aturan yang telah ditetapkan dan mestinya aturan tersebut dipahami dengan baik oleh semua peserta;
    2. Ketentuan umum Jalan Sehat dalam rangka Dies Natalis UM ke 58 kegiatan berlaku bagi SIAPA pun peserta kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Dies Natalis UM ke 58. Jadi, tidak relevan menyebut-nyebut keluarga Pimpinan (Rektor);
    3. Pengundian door prizes pada kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Dies Natalis UM ke 58 pada hari Minggu tanggal 21 Oktober 2012 telah dijalankan dengan baik oleh petugas sesuai dengan peran dan fungsinya berdasarkan tatacara baku yang diketahui Pimpinan.

    Demikian tanggapan saya.

    Gunadi H.S.

  3. kalau menurut saya, seharusnya tidak usah dipermasalahkan siapa yang dapat hadiah baik warga UM atau bukan. ini demi menjaga hub. baik antara UM dengan warga sekitar, apalagi kegiatan semacam jalan sehat yang secara tidak langsung juga menggunakan fasilitas umum (menganggu lingkungan sekitar)
    untuk ke depan tolong ini di pertimbangkan..

  4. @Shanti
    Bu Shanti : tidak bu karena malu anaknya tetep ada kok di lapangan kemaren itu kakaknya yg maju.. yg dipermasalahkan sama ketua panitianya yg memiliki tiket bukan WARGA UM….. lha saya gk tau sapa ya WARGA UM itu??? apa harus kenal dulu sama panitia e ya mungkin….

  5. tak ada maksud membela siapa-siapa, tapi dari setelah baca dari tulisan si “orang bawah diatas” saya jadi mikir: lho kok anak kecil kelas 4 SD yang punya tiket bernomor 4180? yang saya lihat kemaren yang naik ke atas panggung dan diskualifikasi bukanlah seorang anak kelas 4 SD tetapi seorang pemuda dewasa. bukankah memang pemenang tidak bisa diwakilkan? itulah kenapa saya juga tidak meninggalkan lapangan sampai akhir pengumuman pemenang hadiah utama. cmiiw 🙂

  6. @Moch Syahri
    ya pak Moch Syahri, mulai dari dari Um sampai rumah nangis terus gk berhenti2, dan akhirnya dia ngomong gini : “kok jahat yo wong iku….. mugo2 dibalas ambek ALLAH…..” hhmmmmmm.. miris sekali dengernya……

  7. Saya tidak membayangkan dampak psikologis anak itu. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Setahu saya, acara jalan-jalan seperti ini hanya sekedar meramaikan acara Dies dan sarana mengakrabkan antar-warga UM. Kalau saya pribadi senang jika banyak “warga UM” yang ikut acara jalan-jalan. Jika perlu, seluruh warga di sekitar UM di undang sekalian, misalnya warga Ambarawa dan sekitarnya. Anggap saja CSR UM kepada lingkungan sekitar

  8. Maap pak Nur Farochi kmrn sya baca diperturan tidak ada ket keluarga (Bpk,Ibu dan Anak2), yg ada cuman WARGA UM, jadi mungkin yg kenal sama panitia itu yg disebut warga UM mungkin…..

  9. seharusnya ga ada masalah sapa yang pegang tiket …

    toh tiket tidak diedarkan di luar lingkungan warga UM …
    kalopun yang dapat hadiah kebetulan bukan “warga UM” tapi bawa tiket … harusnya tidak didiskualifikasi ….

    lagian … koq kedunyan banget sih … cuman sekedar hadiah untuk meramaikan saja koq tebang pilih…

  10. Sepertinya sejak awal (sebelum start) sudah diumumkan beberapakali kalau hadiah utama hanya untuk warga UM yaitu Mahasiswa, dosen, dan pegawai beserta keluarganya (bapak, ibu, dan anak-anak) tapi tidak berlaku untuk saudara.

  11. Menurut saya, perlu diperjelas lagi yang dimaksud WARGA UM siapa saja. Apakah istri/suami/anak/adik/kakak dari pejabat/karyawan/dosen UM juga dianggap warga UM? Hal ini perlu dilakukan agar tahun depan kejadian tidak terulang kembali. Mungkin alangkah baiknya pada saat pembagian tiket, peserta dapat diverifikasi terlebih dahalu. Jangan sampai kegiatan dalam rangka merayakan dies natalis yang harusnya penuh kegembiraan menjadi penuh kekecewaan karena hal sepele seperti ini.

    Michael
    (Alumnus FS UM)
    – sambil merenung, alumnus masih dianggap warga atau tidak ya?

Komentar ditutup.