[selesai] WAKTU LULUHKAN HATI

Alam terhampar dihadapan kita begitu luasnya, sejauh mata memandang tampak lazuardi biru berhias kerlip bintang dan bila mata menjangkau lebih keatas lagi maka biru langit itu terlihat kelam dan hati makin berdegup kencang sebab angan tak pernah bisa mendapat jawaban atas pertanyaan yang terus berputar didalam kepala, tapi Tuhan tak mutlak membiarkan manusia menyimpulkan jawaban hanya dengan perkiraan atau rabaan belaka hal ini terbukti ada diantara manusia yang diberi walau cuma setetes ilmu pengetahuan dan yang setetes itu sudah cukup bisa membuka mata hati manusia bahwa mekanisme gerak di alam ini tentu ada yang mengendalikannya yaitu Alkhaliq Al Maalik Al Mudabbir

Langit yang berlapis, bumi yang berlapis serta panas matahari disambut lapisan atmosfir hingga panas itu sesuai yang dibutuhkan bumi maupun semua mahluk, begitu juga seluruh benda langit semua bekerja menurut fungsi sesuai kadar ukurannya dan semua tunduk patuh pada aturan hukum yang berlaku di alam ini sejak milyaran tahun yang lalu hingga sekarang dan sampai akhir.(dari berbagai sumber).

Semua ada masanya dan tiada sesuatu yang abadi di alam ini tapi yang jelas waktu terus berjalan maju menjemput saat kehancurannya dan tanda tanda itu telah di ungkap oleh ilmuwan pada Institut Teknologi Waktu dan Frekuensi Amerika bahwa bumi tempat berpijak ini dari tahun ketahun berputar lebih cepat sedetik(diketahui dari jam atom) hal ini disebabkan oleh perubahan cuaca dan gerakan gerakan dari dalam perut bumi dan gerakan gerakan dari planet lain disusunan tata surya kita, contoh lain yang diberitakan oleh space.com. bahwa ketika terjadi gempa bumi di Jepang dengan kekuatan 8,9 skalarichter menyebabkan pendistribusian massa planet dan bumi berputar lebih cepat 1,8 mikrodetik.

Nabiyullah Muhammad saw pernah menyampaikan isyarat jauh sebelum sains mengungkap fenomena alam tersebut dengan sabdanya”Tidak akan datang hari kiamat sehingga waktu makin berdekatan,setahun seperti sebulan,sebulan seperti sejum’at,sejum’at seperti sehari,sehari seperti sejam dan sejam terasa sekejap” (HR. Abu Hurairah ra)

Fakta itu telah ditunjukkan pula pada kita yang awam, bukankah rasanya masih kemarin tubuh ini kuat dan rambut masih hitam legam,juga rasanya masih kemarin kita menimang nimang anak dalam dekapan yang kini mereka sama berlarian dihalaman dan rasanya masih tadi malam seorang ibu menangis bersujud dan bersimpuh dihadapanNya memohon agar anak anaknya menjadi orang yang sukses dunia akhiratnya

Informasi tentang cepatnya perjalanan waktu diatas, sebagai orang muslim tentu akan menyikapinya dengan positif, diantaranya adalah menata, menjaga dan mempersiapkan diri dengan jalan bekerja keras sebagaimana sabda nabi saw ”innallaaha yuhibbul mukminul muhtarifa” sesungguhnya Allah swt mencintai seorang mukmin yang bekerja dengan giat”(HR. Thabrani)

Intinya ada dua poin kalau merujuk pada hadits diatas yaitu:
Pertama memperjuangkan, mendalami dan membumikan syahadatain agar ibadah maupun muamalah lainnya bisa lebih berkualitas, kuat dan kokoh agar bisa mampu mengatasi badai fitnah dan ujian hidup lainnya.

Yang kedua, memperjuangkan syahadatain melalui interaksi dengan sesama khususnya dalam melakukan aktivitas kerja, kalau yang mendominasi jiwa dari unsur ruh maka seluruh aktivitas kerjanya bisa dipastikan baik sebab selalu ter ilhami oleh nilai nilai ruhiyah. Tapi kalau yang mendominasi jiwa dari unsur tanah maka ia akan terseret kejurang kehinaan

Rejeki itu tak kemana mana cuma membutuhkan cara dalam menyongsongnya, dan kata Nabi saw, ”sesungguhnya rejeki itu benar benar mencari seorang hamba jauh lebih banyak daripada apa yang dicari oleh ajalnya” (HR.Thabrani dari Abu Darda’)
Mari kita tengadahkan wajah betapa terik matahari kian cepat berlalu menggilas hari hari yang kian sempit maka peganglah dunia ini sebatas genggaman agar hati menjadi luluh dihadapanNya