[SELESAI] Konspirasi, Korporasi, dan Koperasi

Kasus impor daging sapi menyeret Ketua PKS sebagai tersangka. Yang menarik, ada pernyataan PKS bahwa penetapan tersangka terhadap Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus dugaan suap impor daging sapi sebagai konspirasi besar. Konspirasi macam apa?

Kata konspirasi mempunyai mempunyai makna ganda. Bisa berarti positif di satu sisi, bisa negatif di sisi lain. Dimaknai konsirasi positif, misalnya melawan rezim pemerintahan yang korup dan impresif. Contohnya menjatuhkan rezim Orde Baru. Ada kelompok atau golongan yang membangun jaringan yang kuat, untuk melawan dan menjatuhkan rezim yang berkuasa. Contohnya menjatuhkan rezim Orde Baru. Dimaknai negatif, apabila bertujuan menguntungkan pribadi/kelompoknya saja, tetapi merugikan kepentingan orang banyak. Misalnya kasus korupsi PKS di atas. Tetapi opini yang berkembang dimasyarakat cenderung memaknai konspirasi sebagai hal yang negatif.

Ciri khas dari konspirasi adalah rahasia. Rahasia merupakan kata kunci yang harus ditaati oleh para aktornya. Ibarat surat tagihan bank, sifatnya “pribadi dan rahasia”. Karena kerahasiaan yang terjaga dengan baik, maka hanya para aktornya saja yang bisa mengetahui hal-hal yang dilakukan. Manajemennya rapi, rahasia, sangat tertutup. Tidak untuk umum. Hanya dipakai untuk kalangan sendiri.

Karena kerahasiaan yang terjaga, sehingga sulit untuk mengungkapnya, konspirasi bisa dengan mudah menjadi kambing hitam dalam mengungkap suatu kasus. Seperti pada kasus PKS, dengan mudah mereka menuduh ada konspirasi, tetapi begitu ditanyakan bukti konspirasi, tidak bisa disebutkan dengan pasti. Konspirasi hanya sebagai tameng untuk menutupi ketidakberdayaan kelompok untuk menyelamatkan anggotanya dari ancaman yang mengganggu kepentingan kelompoknya.

Berlawanan dengan manajemen konspirasi yang bercirikan rahasia, ada manajemen yang bersifat terbuka, yaitu manajemen korporasi. Manajemen korporasi begitu “tidak rahasia” sampai mencantumkan singkatan “Tbk” dibelakang nama perusahaan. Sebagai bukti bahwa perusahaan sudah masuk bursa, sehingga manajemen perusahaan dijamin transparan dan akuntabel karena bisa dipantau oleh kahalayak umum. Secara akademik dipayungi dengan slogan “good corporate governance”.

Ada satu pola manajemen lagi, yaitu koperasi. Dengan asas kekeluargaannya, lebih terasa aroma keguyub-an antar anggotanya, karena koperasi adalah milik anggota. Ikatan anggota sebagai ingroup sangat kuat, karena semua merasa memiliki organisasi.

Saat harus memilih, model manajemen mana yang kita ambil? Manajemen konspirasi dengan kerahasiaannya, atau manajemen korporasi dengan keterbukaannya, atau manajemen koperasi dengan kekeluargaannya? Susunan huruf yang mirip, (tetapi maknanya sangat bertentangan), bisa membuat kita “salah pilih”. (Meminjam kalimat iklan ) Selanjutnya? terserah anda ………..