[selesai] MARI BERJUANG UNTUK KEMERDEKAAN FREKUENSI 2.4GHz

Negara kita adalah negara yang sudah merdeka, namun dari sisi IT, apakah kita sebagai warga UM sudah merdeka ? menurut saya BELUM, kita masih dijajah, kita belum merdeka. Tulisan saya ini berkaitan dengan pemakai frekuensi 2.4GHz.
Bagaimana perasaan anda manakala melihat orang-orang dari luar UM, makan dan cangkrukan di kantin UM, sampai sampai anda sebagai warga UM tidak bisa makan di kantin sendiri ? atau bisa makan namun kehabisan kursi ? benar memang kantin tersebut untuk UMUM, namun seyogyanya ada kebijakan yang pro kepada kita sebagai warga UM, sehingga kita menjadi MERDEKA di kampus kita sendiri.
Frekuensi 2.4GHz dahulu diperjuangkan oleh senior senior di dunia IT Indonesia agar dibebaskan, Akhirnya, pada tanggal 5 Januari 2005, di tanda tangani Keputusan Menteri No. 2 / 2005 tentang Wireless Internet di 2.4GHz oleh Hatta Rajasa, yang intinya membebaskan pemakaian frekuensi 2.4GHz dengan beberapa syarat. Sayang sekali karena FREE yang dalam hal ini berarti bebas pakai, justru menjadikan banyak pihak termasuk perusahaan-perusahaan di bidang IT, mulai melakukan penjajahan (menurut pandangan saya). Gelombang radio memang tidak bisa dilihat mata, namun jika anda menggunakan perangkat-perangkat tertentu, anda akan tahu persis bahwa udara segar di atas kampus kita, dijejali begitu banyak gelombang, di frekuensi yang MERDEKA tersebut.
Saya sebagai warga UM dan di bidang IT, sungguh trenyuh jika barang yang tak terlihat mata ini, dianggap tidak ada hanya karena tidak terlihat mata. Yang jelas ADA PENJAJAHAN, yang jelas ADA PENJARAHAN frekuensi di atas udara segar UM. Semoga teman-teman yang perduli pada KEMERDEKAAN ini, turut berjuang, mari kita kobarkan gerakan “PERJUANGAN KEMERDEKAAN FREKUENSI 2.4GHz di UNIVERSITAS NEGERI MALANG”. Kita tolak segala macam bentuk penjarahan frekuensi tersebut dari atas UDARA SEGAR UM. Kita harus berdaulat atas frekuensi tersebut diatas udara UM.
Frekuensi tersebut harusnya kita kelola (melalui pusat TIK) untuk kepentingan kita bersama warga UM, bukan untuk kepentingan perusahaan A atau perusahaan B, walau secara fisik mereka hanya memasang titik-titik hotSpot dengan iming-iming FREE ACCESS, nyatanya mereka hanya menggunakan untuk kepentingan perusahaan mereka. MERDEKA ATAU MATI…

Budiarto
Fakultas Ilmu Pendidikan
NIP. 19700702 200112 1 001

6 tanggapan untuk “[selesai] MARI BERJUANG UNTUK KEMERDEKAAN FREKUENSI 2.4GHz

  1. Beberapa tahun kedepan memang Sp**** sedang mengerakan program untuk membuat Wifi Indonesia dimana semua koneksi menempel pada wifi umum di Indonesia. Tujuan Sp**** adalah untuk memberikan jaringan tanpa putus dimana saja dan kapan saja. Memang pelayanan iming-iming menarik sangat mengiurkan dan menarik, akan tetapi jika dilihat dalam skala panjang tidak sesuai dengan MERDEKA secara jaringan. Saya ikut beropini dan semoga berjuangan Frekuensi 2,4 Ghz terus berjalan dengan baik.

    Salam Sukses
    Dedi Mukhlas/TEP 09

  2. @Budiarto
    Maaf P. budiarto,… mati untuk itu menurut saya rugi,… bukankah kita selalu berikrar “…hidupku dan matiku hanya untuk Allah semata… dst” ?

  3. @pak dawud, matur nuwun pak segala dukungan dan arahannya
    @pak ekowahyu, betul sekali pak, dan ini sudah berusaha menginjak-injak kedaulatan udara UM seolah-olah orang UM ini bodoh banget masalah IT, kampus lain sudah banyak yang MERDEKA
    @pak Noor, hehehe siap pak, saya akan berjuang untuk Merdeka, untuk Mati saya terima jika perjuangan ini harus mengorbankan sesuatu dari diri saya.

    untuk informasi, pada hari Kamis sore kami di fakultas ilmu pendidikan, di telp oleh kampus PP3 Blitar, ada pihak speedy yang akan memasang Wifi di kampus PP3 Blitar, dan sudah mendapatkan ijin dari UM. Kami memberanikan diri bersama teman-teman di fip untuk menyampaikan jangan diperbolehkan. Nantinya jika memang ada yang terpasang di lingkungan FIP, maka saya akan memberanikan diri untuk melepas kabel power yang mensuplay hotSpot PENJAJAH tersebut, apapun resikonya. Kalo tidak sekarang, kapan lagi. MERDEKAA!!!!!

  4. Saya lebih setuju kalau MERDEKA, untuk MATI nanti dulu,… kan nggak bisa menikmati kemerdekaan jadinya

  5. Dan yang paling parah….

    Subscriber SPEEDY sekarang pun juga dijajah, dengan dimasukkannya SSID Grovia dan @WifiID pada modem bawaan SPEEDY. Dengan SSID ini, orang lain yang tidak punya line telepon tetapi subscribe ke speedy instan, TV kabel groovia dan flexinet bisa memanfaatkan modem kita untuk koneksi internet.

    meskipun bisa diakali dengan diupdate firmware nya… tidak semua pengguna berani dan paham caranya (yang bisa beresiko modem mati total).

    itu juga salah satu bentuk penjajahan korporasi ke frek 2.4Ghz.

    ekowahyu.s – FIS-UM

  6. @budiarto
    Dalam berbagai kesempatan (sebagian kesempatan bersama Mas Budiarto), saya selalu menolak penggunaan udara UM oleh dan atau untuk “penjajah” frekuensi 2.4 GHz di UM. Bahkan, ketika pertemuan di ruang BAKPIK, ada vendor yang “menawarkan” free acces sebagaimana yang disebut Mas Budi di atas dengan mengatakan “untuk added value” UM saya tolak mentah-mentah. Saya katakan itu semua mutlak untuk perusahaan Anda, untuk konsumen dan pelanggan perusahaan Anda.
    PILIHAN SAYA JELAS “MERDEKA” DARI PENJAJAH FREKUENSI 2.4 GHz DI UDARA UM. MARI TERUS BERJUANG TERUS, MAS BUDI. Terima kasih.

    Dawud
    Dekan FS/Ketua Pokja IT UM

Komentar ditutup.