[selesai] MENUJU KEBANGKITAN TPA (Tempat Penitipan Anak) UM

Setelah sekian lama kurang mendapat perhatian, tepat di Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober 2013, TPA UM resmi menempati rumah baru.

Bertempat persis di sebelah gedung Dharma Wanita UM, diharapkan akan mendapat perhatian yang lebih dari pengurus Dharma Wanita, bukan hanya menjadi “sapi perahnya” (karena uang dari biaya penitipan masuk ke Dharma Wanita UM), tetapi bisa menjadi aset UM yang bisa dibanggakan seperti halnya lapangan BOLA, Gedung Sasana Budaya, dan tentu saja Graha CAKRAWALA, asal dikelola dengan Baik dan Benar.

Perhatian yang diharapkan bukan cuma sekedar ungkapan sayang, tetapi layaknya perhatian seoarang Ibu kepada anak-anaknya, mulai dari pemenuhan semua kebutuhan TPA, fasilitas, jumlah pengasuh, serta yang tidak kalah penting adalah kesejahteraan pengasuh TPA

Dari sisi fasilitas sudah cukup lengkap, ada tempat tidur, mainan, box bayi juga ada, ayunan serta halaman yang luas.

 

 

TPA UM bisa menjadi aset yang menjanjikan asal tidak salah kelola, modalnya sudah ada, kalaupun ada pembenahan sedikit itu wajar. Akan tetapi bagaimana mau maju, jika pengasuhnya cuma 2 orang. Hal tersebut bisa menjadi penghambat bagi kemajuan TPA. Orang tua yang mendaftarkan anaknya sudah banyak, akan tetapi selama ini masih belum dapat dilayani karena keterbatasan personil pengasuh. Berapa banyak yang bisa di asuh oleh 2 orang, belum lagi kalau ada bayinya, bisa dibayangkan!.

Layaknya ibu-ibu yang membimbing anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Pengasuh di TPA dituntut bukan hanya untuk sekedar menemani, memberi makan, memandikan tetapi lebih kepada pembentukan karakter sang anak. Bisa dibayangkan dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore, anak-anak ini bersama pengasuh, kalau pengasuhnya tidak pandai-pandai mendidik apa jadinya anak-anak ini.

Kalau Dosen ada yang mendapat tunjangan profesi yang berperan besar dalam mencerdaskan anak- anak bangsa, kalau mau jujur sebenarnya lebih sulit mendidik anak kecil daripada mahasiswa, jadi harusnya pengasuh TPA ini juga mendapat penghargaan atas profesi mereka. Tidak muluk- muluk, yang jelas harus ada penghargaan yang lebih dari intstansi untuk profesi pengasuh ini. Ketika kesejahteraan terjamin, mereka akan lebih ikhlas dalam membimbing anak-anak kita.

Dasar untuk menjadi TPA yang besar sudah ada, tinggal niat dari pengurus Dharma Wanita dan para pengambil kebijakan, mau menjadi TPA yang besar dan sukses atau yang biasa-biasa saja. dan Harapanya adalah menjadikan TPA UM menjadi besar, agar PNS di UM pekerjaannya tidak terbengkalai karena sibuk mengurus anak, anak juga tidak terlantar karena di rawat di TPA.

 

 

3 tanggapan untuk “[selesai] MENUJU KEBANGKITAN TPA (Tempat Penitipan Anak) UM

  1. Jika dikelola dengan baik TPA bisa menjadi sumber penghasilan yang lumayan besar dan kita dapat memberikan sumbangan kemajuan buat generasi penerus kita..

  2. Pengelolaan TPA secara profesional mungkin bisa jadi keluar bagi berkembangnya TPA UM. Anak terawat dengan baik, fasilitas memadai dan pegawai TPA juga mendapatkan penghargaan yang semestinya. Tentunya hal ini akan membawa konsekuensi pada orang tua yang menitipkan anak di TPA yaitu dengan naiknya biaya penitipan anak (Penitipan anak di UM sangat murah yaitu Rp. 10.000/hari), sehingga TPA dapat memperkerjakan tenaga baru. Dengan adanya tenaga tambahan tentunya TPA UM akan semakin maju.
    Keberadaan TPA UM sekarang ini sebenarnya sudah lebih maju dari sebelumnya. Kebetulan dulu saya pernah mengalami ketika anak saya balita, untuk menitip di TPA harus terbentuk dengan berbagai aturan, antara lain tidak boleh bayi dan batas penitipan sampa jam 14.00 WIB (jam kerja PNS sampai jam 15.00 WIB), sehingga bagi PNS UM yang mempunyai bayi tidak dapat menitip anak di TPA UM dan terpaksa menitipkan anak di luar UM.
    Menjadi lebih baik tentunya perlu proses. TPA UM sekarang juga sudah berusaha menjadi lebih lebih baik, tentunya dengan kritik dan saran dan dukungan kita semua termasuk orang tua.

    Dwi Astutik
    FIS – UM

  3. Sekedar ikut urun rembug,

    Saya bukan merupakan pengguna jasa TPA ini tetapi sedikit mengetahui perihal TPA ini dari teman kantor yang kebetulan merupakan pelanggan sejak awal berdirinya TPA waktu masih di sebelah timur Pujasera lama, kemudian pindah ke sebelah Lapasila dan sekarang pindah lagi.

    Beberapa kali memang saya dengarkan keluhan dari yang bersangkutan terkait dengan “pelayanan” TPA ini karena faktor pengasuh yang sangat terbatas, dan koreksi jika saya salah, yang notabene merupakan PNS yang ditempatkan di situ.

    Seperti di sampaikan di atas, ada iuran yang dibayarkan oleh pengguna jasa TPA ini kepada pengelola yang sekali lagi menurut informasi yang bersangkutan sebenarnya lebih dari cukup jika hanya untuk menggaji tenaga tambahan bahkan berdasarkan UMR sekalipun. Justru yang mengherankan kenapa fasilitas yang seharusnya sangat membantu ini justru menjadi merepotkan pengguna sendiri karena ketidak-pastian kondisi layanan misalnya saat pengasuh sakit, ada kegiatan di luar atau kepentingan lainnya sehingga dengan terpaksa TPA harus tutup dan pengguna pun terpaksa harus membawa bantal kecil dan selimut bayi hanya sekedar untuk menidurkan anaknya di kantor (itu kalo gak rewel). Bayangkan saja kalo pas si kecil rewel dan ibunya dihadapkan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, misalnya di bagian keuangan atau bagian pelayanan akademik, PASTI beresiko tinggi, belum termasuk resiko sosialnya dimana pelayanan pun terbengkelai dan jam kerja kantor menjadi tidak efisien.

    Bagaimanapun juga anak adalah anugerah, yang harus dididik dan dipantau perkembangannya, sekalipun kedua orang tuanya harus bekerja. Jadi, kalaupun TPA ini bisa melayani dengan profesional, saya rasa semua pihak akan merasa nyaman, staf PNS di UM pun merasa tenang karena bisa bekerja dengan profesional, atasan langsungnya pun juga tidak harus perang batin, di satu sisi tugas pekerjaan harus diselesaikan, di sisi lain tidak tega melihat si anak yang harus ikut orang tuanya ke kantor karena tidak ada tempat untuk menitipkan anaknya.

    Semoga ke depannya akan lebih baik dan meningkat, terutama penambahan tenaga pengasuhnya, biar antrian pendaftaran anak yang akan dititipkan tidak terlalu panjang.

    terima kasih, semoga berkenan

    ekowahyus
    FIS-UM

Komentar ditutup.