[selesai] KELEBIHAN

Nasehat arif yang sering kita dengar adalah: tiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kekurangan tidak perlu di bahas disini karena memperbincangkan (saja) kelemahan seseorang adalah subversi. Sehingga kita lewati jalan yang aman saja lah.Seperti slogan iklan the Sari Wangi: “Mari kita bicara”, tapi tentang kelebihannya saja. Supaya mudah, kita anggap saja kelebihan adalah keahlian dalam bidang tertentu yang tiap orang bisa berbeda.
Mari kita mulai dari bawah anggota tubuh kita. Kaki. Fungsi utama kaki adalah untuk melangkah. Melangkah dengan pelan disebut jalan santai. Melangkah dengan cepat disebut berlari. Tetapi kaki juga berfungsi sebagai alat melindungi diri: menendang. Sebagai pelindung kaki dalam melaksanakan tugasnya, kaki punya alat bantu: sepatu. Sepatu inipun menurunkan keahlian yang lain lagi: keahlian menyemir sepatu. Kaki melangkah dengan cepat. Menendang siapa saja yang menghalangi. Karena ahli menyemir sepatu, sepatu menjadi licin dan mengkilap. Karena keahlian menyemir sepatu ini tidak semua orang memilikinya, maka keahliannya dimanfaatkan juga untuk menyemirkan sepatu orang lain. Tentu dengan ongkos non materi. Tidak ada makan siang gratis. Jangan berpikir puritan bahwa ongkos hubungannya melulu dengan uang. Ada trade off yang bisa disetarakan bahkan melebihi dari sekedar uang. Sepatu yang ujungnya lancip, body mengkilap, sangat efektif untuk melawan angin, membuat nilai aerodinamisnya tinggi, sehingga, bila berlari, dengan mudah menyalip lawannya.
Tangan. Posisi tangan tertentu bisa ditafsirkan untuk siap membela. Bisa untuk memukul KO lawan dengan ditinju demi melindungi dirinya dan (kadang) orang lain.Menggenggam juga bermanfaat untuk menggenggam erat apa yang sudah didapat. Takut bila lepas dari genggamannya. Sayang kalau lepas, karena untuk mendapatkannya memerlukan perjuangan yang berdarah-darah. Juga efektif untuk menuding orang lain. Tudingan ini sangat efektif untuk membentuk opini. Begitu dituding, semua dengan cepat latah menuding, walaupun belum tahu kebenarannya. Mem-bebek menyuburkan perilaku menuding ini. Tangan juga untuk menunjuk. Setelah ditunjuk, dengan sigap segera minta petunjuk, dan segera unjuk gigi. Unjuk gigi ini penting untuk menutupi unjuk kerja. Karena giginya ditopang oleh kekuasaan, maka apapun akan dikremus sampai lembut. Layaknya ngremus permen nano nano yang rame rasanya.
Wajah. Ekspresi wajah merupakan ekspresi perasaan hati. Ada sumringah untuk hati yang senang, cemberut untuk hal yang tidak disukai, bahkan merah padam untuk menunjukkan kemarahan. Wajah tiap individu bisa menjadi pertanda kedua setelah nama. Pertanyaan standar: “Namanya siapa?yang mana sih orangnya?” Untuk mengetahui yang mana orangnya, bisa dikenali dari wajah. Bisa berfungsi lain, dengan sumber yang sama (hati), yaitu mencari muka. Hasil dari rajinnya setor muka. Mencari muka dan setor muka adalah dampak ikutan dari prasyarat yang telah dilakukansebelumnya: yaitu seringnya makan rebung.
Ada organ lain yang merupakan prosessor dari semua gerakan kaki, tangan, dan mimik wajah: hati. Hati ini yang memandu kita untuk berhati-hati. Ucapan belum tentu mencerminkan apa yang sesungguhnya ada dalam hati. Tetapi lain cerita bila bicara hati dari hati nurani, kita akan dibuat tidak berkutik. Hati nurani adalah tempat terbersih dari seorang manusia, karena telah jelas disana terlukis norma dan tindakan yang harus dilakukan. Hanya sayangnya kita tidak bisa mengintip isi hati nurani seseorang. Hanya karena nafsunya, hati nurani manusia menjadi hanya sekedar lukisan indah yang cukup dipajang saja. Bukan untuk dibuat membumi. Karena isi hati ini tidak bisa dilihat, kelebihan dan kekurangan masing-masing individu hanya dapat dilihat dari perilakunya. Masalahnya, perilaku ini mudah menipu, karena hati orang, siapa tahu.
Kembali keawal tulisan, bahwa kita hanya berbicara tentang kelebihan saja, demi stabiltas, yang mengakibatkan diberlakukannya pasal karet, sehingga dianggap tidak punya “loyalitas tanpa batas”. Berlari cepat, menyemir dengan baik, menggenggam dengan erat, bisa unjuk gigi dengan meyakinkan, adalah kelebihan yang tiap orang bisa berbeda derajatnya. Bila derajatnya sesuai standar biasa disebut biso rumongso. Tapi bila derajatnya over dosis, namanya rumongso biso. Kalau cuek bebek (untuk tidak nenyebut dibawah standar), namanya gak iso opo-opo. Hanya masalahnya standarnya pakai yang mana? SNI?ISO?Super Brand?Bukan. Memakai standar baru hasil musyawarah lokal: (b)-iso (huruf kecil, bahasa jawa). Maksudnya? Dengan pasti dan mantab, yakin berjanji sanggup mengerjakan, hanya jangan bertanya selesainya kapan.

 

Diding Kusumahadi

Pegawai Subag Umum dan BMN

Fakultas Ekonomi

 

3 tanggapan untuk “[selesai] KELEBIHAN

  1. “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?” [QS. Ash-Shaff : 2].

    “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” [QS. Al-Baqarah : 44].

    …sekedar untuk direnungi

    mujahidin akbar, subag. akademik fe

  2. @Budiarto
    Lho, kalau saya dimintai petunjuk, ya jadinya saya yang “gak iso opo-opo”. Haaaa….. haaaa……..Monggo ditafsirkan tulisan saya sesuai dengan selera masing-masing. Sah saja. Saya harus berterima kasih pada Pak Budiarto, karena telah menambah varian baru yaitu “rumongso ora iso”. Kalau mau panjang lebar, monggo saya tunggu di e-mail: diding@um.ac.id . Terima kasih tanggapannya.

  3. pak Diding… mohon petunjuk, makna yang sesungguhnya dari tulisan diatas apa ya ? saya sih saat baca, “rumongso ora iso” mengartikannya.

Komentar ditutup.