Bunga untuk Calon Rektor UM

Belantara ilmu, telah disingkapnya dari balik dedaunan lembah nan hijau, dari terjalnya bukit yang mengandung pecahan batu tajam…, telah diangkatnya intan mutiara dari dasar samudera meskipun hanya dengan sebuah lentera, dan telah direguknya pula air kehidupan dari luasnya gurun yang selalu membuat tipu daya, dan ia rela walau sepanjang jalan yang dilaluinya hanya setapak, karena ia yakin kalau didepan ada jawaban dari semua perjalanannya demikian kira kira diantara profil dari calon seorang pemimpin (rektor) yang hebat dan sangat akrab sekali dengan istilah asam garam kehidupan, Detik pemilihan rektor UM Malang makin dekat, sedang kesibukan semakin meningkat dan dari ruang sempit ini saya kirimkan setangkai bunga yang harum mudah mudahan aromanya mampu menyertai calon yang terpilih siapapun beliaunya dan bagi saya tiada lagi syarat, pesan maupun nasehat sebab kriteria calon rektor telah disampaikan oleh Rektor saat upacara Hardiknas dan yang menarik sekali dari kriteria calon seorang rektor adalah “calon rektor yang Visioner”…dan sesungguhnyalah pemimpin yang visioner berarti siap menjalankan misi dan pemikiran besar yang memuat semua kriteria persyaratan, siap menembus, mengurai jawaban bayang bayang abstrak dan untuk saat ini sangatlah langka kebanyakan sulit untuk direalisasikan semuanya dan ditambah lagi kata pakar pendidikan ”kampus yang sehat itu justru kampus yang selalu bergulat dengan dinamika yang cepat berubah,dan generasi generasi baru yang datang itu pasti dengan teknologi dan masalah yang berbeda” – mudah mudahan calon rektor kita sukses dan jayalah UM

Satu tanggapan untuk “Bunga untuk Calon Rektor UM

  1. MENUJU UM 1.
    10 Kriteria Pemimpin Menurut Islam ::
    Setiap manusia yang terlahir dibumi dari yang pertama hingga yang terakhir adalah seorang pemimpin, setidaknya ia adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri. Bagus tidaknya seorang pemimpin pasti berimbas kepada apa yang dipimpin olehnya. Karena itu menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut,karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu. Dalam Islam sudah ada aturan-aturan yang berkaitan tentang pemimpin yang baik diantaranya :
    1. Beriman dan Beramal Shaleh
    Ini sudah pasti tentunya. Kita harus memilih pemimpin orang yang beriman, bertaqwa, selalu menjalankan perintah Allah dan rasulnya. Karena ini merupakan jalan kebenaran yang membawa kepada kehidupan yang damai, tentram, dan bahagia dunia maupun akherat. Disamping itu juga harus yang mengamalkan keimanannya itu yaitu dalam bentuk amal soleh.
    2. Niat yang Lurus bukan AMBISIUS
    “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut”
    Karena itu hendaklah menjadi seorang pemimpin hanya karena mencari keridhoan ALLAH saja dan sesungguhnya kepemimpinan atau jabatan adalah tanggung jawab dan beban, bukan kesempatan dan kemuliaan.
    3. Laki-Laki
    Dalam Al-qur’an surat An nisaa’ (4) :34 telah diterangkan bahwa laki laki adalah pemimpin dari kaum wanita.
    “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara “
    “Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita.”(Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya).
    4. Tidak Meminta Jabatan
    Rasullullah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah Radhiyallahu’anhu,
    ”Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin. Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
    5. Berpegang pada Hukum Allah
    Ini salah satu kewajiban utama seorang pemimpin.
    Allah berfirman,
    ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (al-Maaidah:49).
    6. Memutuskan Perkara Dengan Adil
    Rasulullah bersabda,
    ”Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari kiamat dengan kondisi terikat, entah ia akan diselamatkan oleh keadilan, atau akan dijerusmuskan oleh kezhalimannya.” (Riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Kabir).
    7. Menasehati rakyat
    Rasulullah bersabda,
    ”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).”
    8. Tidak Menerima Hadiah
    Seorang rakyat yang memberikan hadiah kepada seorang pemimpin pasti mempunyai maksud tersembunyi, entah ingin mendekati atau mengambil hati.Oleh karena itu, hendaklah seorang pemimpin menolak pemberian hadiah dari rakyatnya. Rasulullah bersabda,
    ” Pemberian hadiah kepada pemimpin adalah pengkhianatan.” (Riwayat Thabrani).
    9. Tegas
    ini merupakan sikap seorang pemimpin yang selalu di idam-idamkan oleh rakyatnya. Tegas bukan berarti otoriter, tapi tegas maksudnya adalah yang benar katakan benar dan yang salah katakan salah serta melaksanakan aturan hukum yang sesuai dengan Allah, SWT dan rasulnya.
    10. Lemah Lembut
    Doa Rasullullah :
    “Ya Allah, barangsiapa mengurus satu perkara umatku lalu ia mempersulitnya, maka persulitlah ia, dan barang siapa yang mengurus satu perkara umatku lalu ia berlemah lembut kepada mereka, maka berlemah lembutlah kepadanya”

    Seorang pemimpin dapat dikatakan baik bila ia memiliki Sifat Sidiq(jujur), Tablig(menyampaikan), amanah(dapat dipercaya), fatonah(cerdas)
    Sidiq itu berarti jujur.
    Bila seorang pemimpin itu jujur maka tidak adalagi KPK karena tidak adalagi korupsi yang terjadi dan jujur itu membawa ketenangan, kitapun diperintahkan jujur walaupun itu menyakitkan.Tablig adalah menyampaikan, menyampaikan disini dapat berupa informasi juga yang lain. Selain menyampaikan seorang pemimpin juga tidak boleh menutup diri saat diperlukan rakyatnya karena Rasulullah bersabda,
    ”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).
    Amanah berarti dapat dipercaya. Rasulullah bersabda,
    ” Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-hakim). Karena itu seorang pemimpin harus ahli sehingga dapat dipercaya.Fatonah ialah cerdas. Seorang pemimpin tidak hanya perlu jujur, dapat dipercaya, dan dapat menyampaikan tetapi juga cerdas. Karena jika seorang pemimpin tidak cerdas maka ia tidak dapat menyelesaikan masalah rakyatnya dan ia tidak dapat memajukan apa yang dipimpinnya.

Komentar ditutup.