[SELESAI] program studi

21/06/2013 1 komentar

pak, bu, mohon maaf, kami sudah bisa log ini ke daftar mandiri UM. dan sudah menyelesaikan 3 tahap. tetapi tidak bisa menjyimpan pilihan program study untuk melangkah ke proses selanjutnya. mohon bantuan bapak, ibu.
KAP 613448030007 atas nama Moh. Musyfiq

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[SELESAI] Perbaikan Server di Pusat TIK

20/06/2013 2 komentar

Sehubungan dengan adanya konfigurasi server di Pusat TIK dalam rangka peningkatan kapasitas layanan, maka perlu kiranya kami informasikan bahwa beberapa akses ke sub domain um.ac.id akan mengalami gangguan untuk sementara, tepatnya pada hari Jum’at, 21 Juni 2012 jam 15.00 s/d jam 17.00.

Demikian harap maklum.

Tim Pokja IT UM

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[SELESAI] bidikmisi mandiri

17/06/2013 1 komentar

mohon maaf pak/bu, brdasarkan info di laman bdik misi, masih ada ksempatan untuk ikut bidik misi jalur mandiri. Dengan ctatan PTN yang dituju membuka program tersebut. Apakah UM juga membuka untuk bidik misi jalur mandiri?
Terimakasih. . . .

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[SELESAI] Denah Acara Kickfest dan Kewirausahaan UM

31/05/2013 Comments off

Denah Acara Kickfest dan Kewirausahaan UM – Tanggal 31 Mei ssampai dengan 1, dan 2 Juni 2013 adalah hari yang menjadi ajang anak muda dan Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Hal ini dikarenakan pada even tersebut ada kegiatan dari Kickfest sebuah pameran distro kaos terbesar di Indonesia. Lokasi pameran di Kampus Universitas Negeri Malang yang ada di dekat gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang.

Denah Acara Kickfest dan Kewirausahaan UMDenah acara kickfest & pameran kewirausahaan mahasiswa UM, 31 Mei, 1-2 Juni 2013 di Stadion Cakrawala UM. Pukul 10.00 sampai 22.00 WIB. Hadir ya!!!! tiket masuk Rp. 15.000,- (limas belas ribu rupiah). Alhamdulillah sudah terjual 16.000 tiket……Smoga teman2 mahasiswa UM yang jualan & bisnis laris manis

[selesai] KALEIDOSKOP [ diambang batas ]

27/05/2013 2 komentar

Sebelum batas akhir itu tiba [pensiun] dan sebelum kuucapkan selamat tinggal buat UM tercinta, saat ini masih kuhirup udara sejuk hijaunya taman dihalaman fakultas sastra yang asri, juga masih sempat kunikmati canda burung kutilang yang bebas bernyanyi sambil berlarian diranting pepohonan nan rindang tanpa takut adanya pemburu liar yang mengejarnya, keceriaan antara pagi dan siang dalam suasana redup oleh mendung yang bergayut sejak pagi seakan mengundang silir angin agar membelai wajah bumi, juga agar daun daun hijau itu sama menari untuk mengiringi daun daun kering yang luruh satu satu seakan siap menjadi rabuk demi lancarnya manusia dalam membudayakan penghijauan
Sesaat jiwa inipun terlena hanyut bersama datangnya kenangan lama yang tiba tiba singgah dipelupuk mata, terbayang saat pertama datang ke UM dengan wajah dan tubuh kotor oleh debu beramai ramai ikut mengetuk pintu depan lembaga, bersaing melalui ujung pena bersama sama dalam pengharapan untuk bisa mengerjakan lahan cangkulan yang sudah ditawarkan oleh lembaga, dengan modal percaya diri dan rasa yakin terhadap proses seleksi karena UM adalah lembaga pendidikan tempat berkumpulnya para pakar intelektual dan termasuk salah satu tempat rujukan bagi lembaga pendidikan yang ada di Indonesia dan dalam hal seleksi penerimaan pegawai barupun saya percaya dan yakin bahwa para senior pengemban amanah di UM tak mudah terharu oleh ratap dan tangisan, tak mudah terayu oleh hangatnya pelukan dan tak bergeming sedikitpun terhadap berbagai penampilan, juga UM tak mengenal adanya “pegawai siluman”yang konon masuknya tak diketahui pintunya,
Menengok masa lalu bukan berarti memasang ranjau untuk menimbulkan gelisah dan kemurungan tapi merupakan sinyalemen khususnya bagi generasi mendatang bila ingin mendapatkan pekerjaan tetap, harus sejak dini mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tantangan atau resiko dan tentu medan akan berbeda mengikuti masanya tapi yang jelas baik berbeda zaman atau beda medan, yang dibutuhkan tetap sama yaitu sosok yang “berilmu dan punya jiwa pejuang”
Tak pernah terlupakan dalam benak ini begitu UM membukakan pintu untukku, berarti telah membersihkan wajah dan tubuh ini dari tebalnya debu, menerangkan ketidak pastian, mengentaskan keterpurukan dan kefakiran ilmu melalui siraman air kehidupan, ungkapan syukur telah menuntunku kepada jalan amanah sebagai konsekwensi nikmat yang telah diberikan Tuhan kepadaku, kulaksanakan sampai batas kemampuan meski kusadari sangat banyak kekurangan, yang tak terlupakan juga adalah ketika mahluk astral menjelma dengan berbagai macam bentuk yang menyeramkan sering menyapa dihadapanku diberbagai keadaan, tapi semua tak menggoyahkan aktivitas yang harus kukerjakan dan
Yang berkesan paling mendalam adalah lembaga telah mendidikku melalui – dimudahkan memasuki perpustakaan serta prosesnya, baik perpustakaan pusat maupun perpustakaan masjid al hikmah maka saya manfaatkan agar bisa mengurangi kefakiran dalam hal wawasan maupun informasi, dan benar kata orang bahwa buku adalah sumber ilmu yang tak pernah kering dan bagi orang orang yang haus mereka menyebut buku buku diperpustakaan itu sebagai jendela dunia Dan perpustakaan di UM dibuka untuk siapa saja yang berminat, terutama para karyawan atau pegawai agar bisa dijadikan mitra profesional bagi masyarakat akademis, jadi idealnya memang kita harus melek informasi tidak hanya mengenai ilmu eksak saja tapi juga wawasan dalam hal spiritual, sebab ilmu tentang ke Tuhannan akan bisa mengingatkan siapa sebenarnya jati diri kita dan di islam memang mewajibkan bagi penganutnya agar menuntut ilmu mulai sejak kecil agar tidak disebut” hamaqah”(bodoh menurut al Ghozali) yaitu tak tahu cara mencapai arah tujuan hidup, tak tahu adanya negeri impian sehingga bingung hendak kemana sampan didayung dan alqur’an pun menceritakan orang orang bodoh ketika ditanya diakhirat mereka menjawab – innaa kunnaa’an hadzaa ghaafilin, artinya”sesungguhnya mengenai hal ini kami lupa” (QS Al A’raf 172), dan sungguh banyak yang kurang menyadari bahwa dengan ilmu merupakan proses menuju puncak kenikmatan dan dasar dari ladang amalan yang menekankan kualitas tuk mencapai ruhnya
Kutengadahkan wajah ini sambil kutarik nafas dalam dalam dan kini perjalanan ini sudah diambang batas dan kuucapkan terimakasih kepada lembaga pendidikan Universitas Negeri Malang yang telah memberikan sarana dan prasarana mudah mudahan UM mendapat keridhaanNya sepanjang masa dan bisa menjadi wasilah keberkahan dunia dan akhirat bagi mereka yang belajar didalamnya………….(d7-fs)

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[selesai] LIBUR PILKADA MALANG

Kemarin anak-anak pulang sekolah membawa edaran kalau hari Kamis, 23 Mei 2013 besok itu libur,  bagaimana kita di sini? sepertinya kok tidak ada edaran, jadi ya mengalir saja… ke kantor – mencoblos – terus balik ke kantor lagi.

Kategori:3-Pertanyaan Tag

[SELESAI] pengisian kusisioner

20/05/2013 27 komentar

assalammu’alaikum
ma,f saya mau menyakan pakh benar hari ini adalah hari untuk pengisian terakhir kusioner di siakad?
kalau memang benar demikian mengapa untuk pengisian kusisioner saat ini say mengalami gangguan dan susah sekali untuk masuk ke akun siakad?
mohon penjelasannya dan bagaiaman cara termudah untuk biasa masuk siakad
terimah kasih

[selesai] TOURING

20/05/2013 Comments off

Alon-alon asal kelakon. Hikmah yang bisa kita ambil, bahwa dalam mencapai tujuan, kita tidak boleh tergesa-gesa. Segala sesuatunya harus diperhitungkan dengan cermat, sehingga walaupun pencapaian tujuan tidak efisien, tetapi efektif. Efisiensi nomor dua, yang nomor satu adalah efektivitas. Tujuan adalah yang paling utama, walaupun harus dicapai dengan tergopoh-gopoh. Keong adalah icon yang pas.
Dalam budaya kontemporer, semua serba cepat. Efektif dan efisien adalah dua kata kunci dalam mencapai tujuan. Instan mensyaratkan efektivitas dan efisiensi sederajat. Efektif tapi tidak efisien, dianggap tidak berhasil. Efisien tapi tidak efektif, juga salah. Maka keduanya harus berjalan bergandengan untuk mencapai tujuan. Dua variabel ini harus berkolaborasi dengan akur untuk mencapai garis finish. Kacamata kuda merupakan asesoris wajib yang harus dikenakan, supaya tidak tolah-toleh dan fokus ke sasaran. Walau tidak melihat samping, tetapi dia akan tahu pesaing akan menyalip lewat suara dan senggolannya dari samping. Kalau musuh di samping, akan disikutnya dengan harapan tidak berani menyalip. Tetapi walaupun kena sikut akhirnya dapat menyalip juga, tanpa ragu-ragu sengaja diambil cara ekstrim untuk menghalanginya: jegal kaki belakangnya hingga terjatuh. Yang penting lari secepat-cepatnya untuk mencapai garis finish dan menjadi juara satu. Tidak peduli cara yang digunakan licik dan curang, yang penting juara satu. Prinsipnya adalah siapa cepat, akan dapat. Kata January Christy: “:…. tutup mata, tutup telinga, jangan dengar apa katanya….”
Lawan yang tidak sepadan dari budaya modern ini adalah kearifan budaya lokal. Jelas, budaya lokal anti instan. Budaya lokal dirancang untuk memanusiakan manusia. Sedangkan budaya modern dirancang dengan memperlakukan manusia sebagai mesin. Dari rancangan awal saja sudah kelihatan, bahwa budaya modern bukan tandingan budaya lokal. Kelasnya berbeda. Budaya lokal penuh kearifan kemanusiaan. Masih memikirkan toleransi dengan sesama (bukan hanya manusia) makhluk ciptaan Tuhan. Ada harmoni dan keseimbangan diantara sesama makhluk hidup. Budaya modern menggilas habis budaya lokal yang penuh kearifan dalam menjalani kehidupan.
Dalam prakteknya, alon-alon asal kelakon bermetamorfosis menjadi alon alon, gak kelakon. Sehingga pengartiannya: jika kita berprinsip alon alon asal kelakon, akibatnya akan dapat memetik dua dampak sekaligus yaitu akan: alone (bahasa Inggris yang artinya sendiri) dan alone (bahasa Jawa yang artinya lambat sekali). Sehingga apabila tetap mempertahankan prinsip alon-alon ini, akan sendirian karena lambaaaat sekali. Namanya juga keong, ya jelas tidak akan pernah bisa ngebut. Teman temannya tidak akan sabar menunggu, sehingga keong di tinggal sendirian. Dengan sirine yang meraung-raung lengkap dengan lampu kelap-kelipnya, rombongan touring anti macet berangkat dengan arogan. Derum mantab knalpotnya saja, sudah membuat orang ketakutan. Belum lagi sepatu boot-nya yang penuh kancing logam, siap menendang siapa saja yang mencoba menghalangi. Akibat tendangannya akan membisa menimbulkan infeksi akut. Lambaian tangan pengawal untuk memerintahkan minggir, merupakan sinyal dari yang punya hajat untuk tidak mau diusik. Jika semua pengguna jalan antri , dan mentasbihkan kemacetan sebagai TtM, rombongan touring melenggang lancar tanpa hambatan. Penggguna jalan yang antri, segera protes karena haknya diserobot rombongan touring. Tetapi protesnya sengaja tidak dihiraukan dan memang tidak terdengar, kalah dengan kerasnya suara sirine pemecah antrian. Kalaupun mendengar protes meskipun lamat-lamat, ya ……”sikat saja, bleh”.
Hanya, yang perlu dipastikan sebelum berangkat touring adalah janga lupa membawa kotak P3K. Namanya celaka di tengah jalan, siapa tahu. Dan periksa dengan teliti bekal yang dibawa, jangan sampai terbawa jenis keong yang satu ini. Bahayanya adalah keong ini fokus menyengat ubun-ubun. Dampak sengatannya, lebih hebat dari Tomcat. Keong apakah gerangan? Bukan keong sembarang keong, tapi keong racun. Keong racun bisa mengganggu kenyamanan touring.
Selamat touring. Hati-hati, jangan ngebut. Kalau kesandung , bisa disalip keong. Sampai jumpa di ……

Diding Kusumahadi
Pegawai Sub Bagian Umum dan BMN
Fakultas Ekonomi
e-mail: diding@um.ac.id

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[selesai] SEMINAR NASIONAL PERAN STRATEGIS BK | 2 JUNI 2013

16/05/2013 3 komentar

Latar belakang

Kualitas pendidikan merupakan salah satu indikator kemajuan sebuah bangsa dan negara. Melalui pendidikan yang berkualitas pula, karakter warga negara dibentuk.  Karena itulah maka Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui beragam pembaharuan penyelenggaraan pendidikan. Kurikulum 2013 menjadi salah satu bentuk upaya pembaharuan pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah. Ide cerdas kurikulum 2013 dimaksudkan untuk mengembangkan karakter peserta didik agar menjadi insan-insan yang kompetitif dan berkarakter positif.

Hal baru yang ada dalam Kurikulum 2013 adalah peminatan bidang ilmu bagi siswa SMA dan SMK. Peminatan pada SMA bersifat lentur, sedangkan di SMK bersifat fix. Bagi siswa SMA, peminatan dilakukan lebih awal yaitu semenjak kelas X atau tahun pertama. Peminatan pada hakikatnya adalah metamorfosa dari penjurusan yang ada pada kurikulum sebelumnya. Peminatan bertujuan memberikan ragam pilihan bagi siswa agar potensi dan minatnya dapat optimalisasikan disamping minat utamanya. Dampak dari peminatan ini tidak saja terhadap pelaksanaan pendidikan di Sma/SMK, tetapi juga pada peran guru bimbingan dan konseling di SMP.

Bertumpu pada konsep tersebut maka peminatan di SMA dan SMK merupakan amanah baru bagi seluruh personil dan pemerhati pendidikan khususnya praktisi dan akademisi bimbingan dan konseling serta stake holder. Pola peminatan menuntut peran bimbingan dan konseling di SMA yang lebih intensif, proaktif dan progresif dalam memfasilitasi proses peminatan siswa agar sesuai dengan potensi dan minatnya.

Dalam tahap awal penerapannya, pola ini tentu perlu dipersiapkan dengan matang agar dapat terselenggara dengan baik. Karenanya, konsep ini perlu dipahami secara cermat dan komprehensif. Bagaimana ide pokok peminatan di SMA dan SMK dan kaitannya dengan pengembangan potensi peserta didik akan dibahas tuntas dalam seminar ini.

Tujuan:
1. Mengkaji hakikat peminatan dalam konteks kurikulum 2013
2. Mengkaji penyiapan peran dan fungsi guru BK
3. Mengkaji kiat sukses pengembangan potensi peserta didik dalam kurikulum 2013

Tema Kegiatan
Program peminatan dalam kurikulum 2013: kebijakan pengembangan dan implementasinya di sekolah serta peran strategis bimbingan dan konseling

Narasumber:
1. Surya Dharma, M.Pa. Ph.D (Direktur Pembinaan PTK Dikmen, Kemdikbud)
2. Prof. Dr. Mungin Edy Wibowo, M.Pd. (Ketua ABKIN, Dosen UNNES)
3. Dr. Muh. Farozin, M.Pd. (Pengembang Naskah Peminatan, Dosen UNY)
4. Prof. Dr. Abdul Munir, M.Pd. (Ketua Divisi IIBKIN, Dosen UNIMED)
5. Dr. M.Ramli, M.A. (Dosen UM)

Peserta:
Kegiatan ini terbuka bagi:
1. Kepala sekolah SMA dan SMK
2. Para Akademisi bimbingan dan konseling
3. Guru BK di sekolah
4. Pemerhati bimbingan dan konseling

Pelaksanaan
Minggu, 2 Juni 2013
Aula A3 UM

Kontribusi:
Mahasiswa S1 : Rp 50.000,-
Mahasiswa S2/S3 : Rp 75.000,-
Guru/Umum : Rp 150.000,-

Registrasi Peserta:
Jurusan BK FIP UM, Jalan Semarang 5, Malang
Gedung E2 Lantai 2, Telepon 0341 588100/588099

Pembayaran via transfer ke:
BRI Cabang Malang No. 3127-01-015247-53-1
a.n. Devi Permatasari

Contact Person:
Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes 08123351318
Devi Permatasari, S.Pd. 085649951233

Kategori:1-Informasi, Kabar Gembira Tag

[selesai] UKT

14/05/2013 1 komentar

apakah UM tetap memberlakukan UKT rentang 1,5 – 2 jt untuk tahun 2013? selalu ditanyakan oleh adik kelas pak. saya maba PSRU

Kategori:Tanpa Kategori Tag