[SELESAI] Cara Login Registrasi Seleksi Mandiri UM

Dear PTIK UM,
Saya ingin menanyakan dimana saya bisa login untuk masuk link ID dan PIN yang sudah saya dapat dari Bank Mandiri untuk melakukan registrasi Calon Seleksi Mandiri UM?? Karena pada link https://registrasi.um.ac.id saya menggalamai kegagalan terus.

Terima kasih

Kategori:3-Pertanyaan Tag, ,

[SELESAI] Lupa Email dan Password Registrasi SBMPTN 2013

Dear Suara Kita,
Pak Nama Saya Fitri Mahasiswa Baru yang ditrima di Jalur SBMPTN 2013, dengan data sebagai berikut:

313-55-02374 FITRIYA (552041) PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH , UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Saya ingin menanyakan password untuk login saya Pak, karena Email dan Paswordnya saya lupa. Apa bisa di informasikan Bapak?? Ini saya menggunakan Akun Mas Dedi Mukhlas karena saya sulit membuat Akun Baru di Sini. Mohon bimbingannya Pak karena hari ini adalah hari terkahir untuk upload data.

Terima Kasih
Fitri | 085730130718

[selesai] JALAN PAVING

09/07/2013 1 komentar

Tanpa diberi polisi tidurpun siapa saja yang berkendaraan roda dua masuk kampus UM Malang akan berhati hati, sebab jalan paving yang baru dibangun itu ditaburi pasir kali sangat banyak sehingga membuat jalanan jadi licin membahayakan, mestinya disiram air agar padat, rapat dan kuat

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[SELESAI] Gangguan Layanan Internet Jalur Internasional

25/06/2013 2 komentar

Dengan ini kami menginformasikan kepada segenap civitas akademika UM mengenai adanya gangguan layanan internet dari PT. Telkom selaku ISP (internet service provider) yang digunakan oleh Universitas Negeri Malang.

Menurut informasi, gangguan terjadi pada hari Selasa, tanggal 25 Juni 2013, tepatnya mulai jam 13:00 dan diakibatkan oleh terputusnya kabel gateway internasional di Kota Batam sehingga mengakibatkan matinya jalur akses internasional seperti akses ke google, yahoo dan sebagainya, sedangkan untuk situs-situs nasional masih bisa diakses.

Untuk menanggulangi hal ini, maka backup bandwidth akan secepatnya disebar sambil menunggu perbaikan dari ISP, sehingga untuk sementara akses internet mungkin akan terasa lambat.

Demikian harap maklum.

 

Tim Pusat TIK

Universitas Negeri Malang

 

Kategori:1-Informasi Tag

[selesai] BAMBU

24/06/2013 Comments off

Meskipun sudah agak terlambat karena berita lama, tetap faktual dan tidak kehilangan daya tariknya karena masalah yang diperbincangkan adalah masalah universal yang tidak mengenal kadaluarsa yaitu kejujuran. (http://edukasi.kompas.com/read/2013/04/08/08492234/Para.Pengungkap.Kecurangan.UN.Itu.Kini.Berjuang.Sendiri).
Ada pernyataan yang menarik dari berita ini, saya kutipkan sebagai berikut: “…….Psikolog anak Silmi Kamilah Risman berharap orangtua selalu menanamkan nilai-nilai kejujuran pada anak sejak dini di rumah karena anak sudah mulai mengikuti contoh-contoh yang ada di masyarakat. Orangtua harus tetap kritis meski harus menentang arus.
“Suara-suara yang kritis itu seperti suara sumbang dalam tim koor yang kompak,” ujarnya.”
Kritis meski harus menentang arus. Kalimatnya pendek, tapi implikasinya panjang. Enak yang ngomong, tapi butuh nyali yang jempolan serta mental yang kuat bagi pelakunya. Bila berani, resikonya: dikucilkan atau malah dihancurkan. Tentu melawan dengan sembodo, bukan anymous. Jati diri harus jelas. Perlunya jati diri yang jelas adalah sebagai penanda bahwa inilah “calon musuh yang berbahaya”. Jangan menjadi Godot.
Seperti kasus Siami yang melaporkan kecurangan UAN. Siami sempat menjadi artis dadakan, karena berita tentang dia menjadi perbincangan yang hangat. Atas nama kejujuran, dia berani melaporkan kecurangan UAN. Hal yang biasa dan wajar saja, tetapi dampaknya yang luar biasa. Siami diusir orang sekampung karena dianggap jujur. Implikasi yang tidak terduga. Orang jujur koq malah disalahkan orang sekampung. Pada perkembangan selanjutnyas, hanya majalah Tempo yang memberikan bukti, bukan janji. Majalah ini menghadiahkan sebuah rumah untuk Siami. Pelaku kejujuran terusir dengan tidak hormat di kampungnya sendiri. Bukti ramalan Joyoboyo: jamane jaman edan. Ora edan ora keduman.
Ada beragam cara untuk menolak pelawan arus. Cara yang paling lazim dan lugas adalah menolak mentah-mentah. Menolak dengan cara mengamputasi kakinya, sehingga hanya bisa jalan di tempat, walaupun suaranya keras. Karena tidak bisa berjalan, lama lama akan hilang, karena teman-temannya yang sebarisan sudah berjalan meninggalkan dengan cepat di depan. Cara yang halus adalah adalah dengan memberi stempel (dianggap!) tidak bisa bekerjasama. Padahal, kalau mau bicara jujur, aslinya adalah karena tidak mau kepentingannya terganggu. Agenda kepentingan sudah disusun rapi dan siap implementasi. Dengan datangnya arus, akan dianggap mengganggu kelancaran implementasi. Karena dianggap mengganggu, harus disingkirkan. Dengan kekuasaan dalam genggaman, sangat mudah untuk membuat kapok pelawan arus. Mudah saja sebenarnya untuk menilai tindakannya benar atau tidak karena indikatornya sudah terang benderang, yaitu kembali ke laptop. Artinya kembali pada rule of the game. Apakah sudah sesuai dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
Adakalanya juga pelaku tidak kuat melawan arus. Bila orientasi prinsipnya berubah, maka tinggal memutar dayung saja untuk ikut mendut-mendut hanyut mengikuti arus. Ketika merasakan nikmatnya terhanyut, hatinya berguman menyesal: “gak mbiyen-mbiyen, rek”. Ada kalanya karena memang secara fisik tidak mampu melawan karena kewalahan dan kelelahan mendayung. Energinya telah terkuras habis, sehingga dengan terpaksa berbalik arah mengikuti arus. Tidak jarang juga sudah kewalahan dan kelelahan, tetapi tetap memegang teguh niatnya: kamu bisa!. Akhirnya karena kebulatan tekadnya untuk bisa, akan mengakibatkan mati tenggelam karena melawan arus yang deras.
Setali tiga uang dengan tim koor yang kompak di atas. The Show must go on. Kalau pada waktu show ada dissenting opinion, apa jadinya? Karena bersikeras tidak mau menyesuaikan diri dengan teman-temannya, maka dengan terpaksa harus disingkirkan karena mengacaukan suara yang telah padu. Pentas paduan suara akan kacau gara-gara satu orang yang punya suara berbeda.
Saya jadi ingat nasehat seorang sohib: ibarat pohon bambu, semakin tinggi akan tertunduk di terpa angin. Tapi akan kembali tegak ketika angin telah lewat. Jarang ada pohon bambu yang roboh. Pohon bambu itu liat dan lentur. Tetapi jangan sampai tumbuh menjadi bambu yang lurus. Pasti akan dipotong duluan. Bener juga ya? Berani coba?

Diding Kusumahadi
Pegawai Sub Bagian Umum dan BMN
Fakultas Ekonomi
e-mail: diding@um.ac.id

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[SELESAI] program studi

21/06/2013 1 komentar

pak, bu, mohon maaf, kami sudah bisa log ini ke daftar mandiri UM. dan sudah menyelesaikan 3 tahap. tetapi tidak bisa menjyimpan pilihan program study untuk melangkah ke proses selanjutnya. mohon bantuan bapak, ibu.
KAP 613448030007 atas nama Moh. Musyfiq

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[SELESAI] Perbaikan Server di Pusat TIK

20/06/2013 2 komentar

Sehubungan dengan adanya konfigurasi server di Pusat TIK dalam rangka peningkatan kapasitas layanan, maka perlu kiranya kami informasikan bahwa beberapa akses ke sub domain um.ac.id akan mengalami gangguan untuk sementara, tepatnya pada hari Jum’at, 21 Juni 2012 jam 15.00 s/d jam 17.00.

Demikian harap maklum.

Tim Pokja IT UM

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[SELESAI] bidikmisi mandiri

17/06/2013 1 komentar

mohon maaf pak/bu, brdasarkan info di laman bdik misi, masih ada ksempatan untuk ikut bidik misi jalur mandiri. Dengan ctatan PTN yang dituju membuka program tersebut. Apakah UM juga membuka untuk bidik misi jalur mandiri?
Terimakasih. . . .

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[SELESAI] Denah Acara Kickfest dan Kewirausahaan UM

31/05/2013 Comments off

Denah Acara Kickfest dan Kewirausahaan UM – Tanggal 31 Mei ssampai dengan 1, dan 2 Juni 2013 adalah hari yang menjadi ajang anak muda dan Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Hal ini dikarenakan pada even tersebut ada kegiatan dari Kickfest sebuah pameran distro kaos terbesar di Indonesia. Lokasi pameran di Kampus Universitas Negeri Malang yang ada di dekat gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang.

Denah Acara Kickfest dan Kewirausahaan UMDenah acara kickfest & pameran kewirausahaan mahasiswa UM, 31 Mei, 1-2 Juni 2013 di Stadion Cakrawala UM. Pukul 10.00 sampai 22.00 WIB. Hadir ya!!!! tiket masuk Rp. 15.000,- (limas belas ribu rupiah). Alhamdulillah sudah terjual 16.000 tiket……Smoga teman2 mahasiswa UM yang jualan & bisnis laris manis

[selesai] KALEIDOSKOP [ diambang batas ]

27/05/2013 2 komentar

Sebelum batas akhir itu tiba [pensiun] dan sebelum kuucapkan selamat tinggal buat UM tercinta, saat ini masih kuhirup udara sejuk hijaunya taman dihalaman fakultas sastra yang asri, juga masih sempat kunikmati canda burung kutilang yang bebas bernyanyi sambil berlarian diranting pepohonan nan rindang tanpa takut adanya pemburu liar yang mengejarnya, keceriaan antara pagi dan siang dalam suasana redup oleh mendung yang bergayut sejak pagi seakan mengundang silir angin agar membelai wajah bumi, juga agar daun daun hijau itu sama menari untuk mengiringi daun daun kering yang luruh satu satu seakan siap menjadi rabuk demi lancarnya manusia dalam membudayakan penghijauan
Sesaat jiwa inipun terlena hanyut bersama datangnya kenangan lama yang tiba tiba singgah dipelupuk mata, terbayang saat pertama datang ke UM dengan wajah dan tubuh kotor oleh debu beramai ramai ikut mengetuk pintu depan lembaga, bersaing melalui ujung pena bersama sama dalam pengharapan untuk bisa mengerjakan lahan cangkulan yang sudah ditawarkan oleh lembaga, dengan modal percaya diri dan rasa yakin terhadap proses seleksi karena UM adalah lembaga pendidikan tempat berkumpulnya para pakar intelektual dan termasuk salah satu tempat rujukan bagi lembaga pendidikan yang ada di Indonesia dan dalam hal seleksi penerimaan pegawai barupun saya percaya dan yakin bahwa para senior pengemban amanah di UM tak mudah terharu oleh ratap dan tangisan, tak mudah terayu oleh hangatnya pelukan dan tak bergeming sedikitpun terhadap berbagai penampilan, juga UM tak mengenal adanya “pegawai siluman”yang konon masuknya tak diketahui pintunya,
Menengok masa lalu bukan berarti memasang ranjau untuk menimbulkan gelisah dan kemurungan tapi merupakan sinyalemen khususnya bagi generasi mendatang bila ingin mendapatkan pekerjaan tetap, harus sejak dini mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tantangan atau resiko dan tentu medan akan berbeda mengikuti masanya tapi yang jelas baik berbeda zaman atau beda medan, yang dibutuhkan tetap sama yaitu sosok yang “berilmu dan punya jiwa pejuang”
Tak pernah terlupakan dalam benak ini begitu UM membukakan pintu untukku, berarti telah membersihkan wajah dan tubuh ini dari tebalnya debu, menerangkan ketidak pastian, mengentaskan keterpurukan dan kefakiran ilmu melalui siraman air kehidupan, ungkapan syukur telah menuntunku kepada jalan amanah sebagai konsekwensi nikmat yang telah diberikan Tuhan kepadaku, kulaksanakan sampai batas kemampuan meski kusadari sangat banyak kekurangan, yang tak terlupakan juga adalah ketika mahluk astral menjelma dengan berbagai macam bentuk yang menyeramkan sering menyapa dihadapanku diberbagai keadaan, tapi semua tak menggoyahkan aktivitas yang harus kukerjakan dan
Yang berkesan paling mendalam adalah lembaga telah mendidikku melalui – dimudahkan memasuki perpustakaan serta prosesnya, baik perpustakaan pusat maupun perpustakaan masjid al hikmah maka saya manfaatkan agar bisa mengurangi kefakiran dalam hal wawasan maupun informasi, dan benar kata orang bahwa buku adalah sumber ilmu yang tak pernah kering dan bagi orang orang yang haus mereka menyebut buku buku diperpustakaan itu sebagai jendela dunia Dan perpustakaan di UM dibuka untuk siapa saja yang berminat, terutama para karyawan atau pegawai agar bisa dijadikan mitra profesional bagi masyarakat akademis, jadi idealnya memang kita harus melek informasi tidak hanya mengenai ilmu eksak saja tapi juga wawasan dalam hal spiritual, sebab ilmu tentang ke Tuhannan akan bisa mengingatkan siapa sebenarnya jati diri kita dan di islam memang mewajibkan bagi penganutnya agar menuntut ilmu mulai sejak kecil agar tidak disebut” hamaqah”(bodoh menurut al Ghozali) yaitu tak tahu cara mencapai arah tujuan hidup, tak tahu adanya negeri impian sehingga bingung hendak kemana sampan didayung dan alqur’an pun menceritakan orang orang bodoh ketika ditanya diakhirat mereka menjawab – innaa kunnaa’an hadzaa ghaafilin, artinya”sesungguhnya mengenai hal ini kami lupa” (QS Al A’raf 172), dan sungguh banyak yang kurang menyadari bahwa dengan ilmu merupakan proses menuju puncak kenikmatan dan dasar dari ladang amalan yang menekankan kualitas tuk mencapai ruhnya
Kutengadahkan wajah ini sambil kutarik nafas dalam dalam dan kini perjalanan ini sudah diambang batas dan kuucapkan terimakasih kepada lembaga pendidikan Universitas Negeri Malang yang telah memberikan sarana dan prasarana mudah mudahan UM mendapat keridhaanNya sepanjang masa dan bisa menjadi wasilah keberkahan dunia dan akhirat bagi mereka yang belajar didalamnya………….(d7-fs)

Kategori:Tanpa Kategori Tag