[selesai] LIBUR PILKADA MALANG

Kemarin anak-anak pulang sekolah membawa edaran kalau hari Kamis, 23 Mei 2013 besok itu libur,  bagaimana kita di sini? sepertinya kok tidak ada edaran, jadi ya mengalir saja… ke kantor – mencoblos – terus balik ke kantor lagi.

Kategori:3-Pertanyaan Tag

[SELESAI] pengisian kusisioner

20/05/2013 27 komentar

assalammu’alaikum
ma,f saya mau menyakan pakh benar hari ini adalah hari untuk pengisian terakhir kusioner di siakad?
kalau memang benar demikian mengapa untuk pengisian kusisioner saat ini say mengalami gangguan dan susah sekali untuk masuk ke akun siakad?
mohon penjelasannya dan bagaiaman cara termudah untuk biasa masuk siakad
terimah kasih

[selesai] TOURING

20/05/2013 Comments off

Alon-alon asal kelakon. Hikmah yang bisa kita ambil, bahwa dalam mencapai tujuan, kita tidak boleh tergesa-gesa. Segala sesuatunya harus diperhitungkan dengan cermat, sehingga walaupun pencapaian tujuan tidak efisien, tetapi efektif. Efisiensi nomor dua, yang nomor satu adalah efektivitas. Tujuan adalah yang paling utama, walaupun harus dicapai dengan tergopoh-gopoh. Keong adalah icon yang pas.
Dalam budaya kontemporer, semua serba cepat. Efektif dan efisien adalah dua kata kunci dalam mencapai tujuan. Instan mensyaratkan efektivitas dan efisiensi sederajat. Efektif tapi tidak efisien, dianggap tidak berhasil. Efisien tapi tidak efektif, juga salah. Maka keduanya harus berjalan bergandengan untuk mencapai tujuan. Dua variabel ini harus berkolaborasi dengan akur untuk mencapai garis finish. Kacamata kuda merupakan asesoris wajib yang harus dikenakan, supaya tidak tolah-toleh dan fokus ke sasaran. Walau tidak melihat samping, tetapi dia akan tahu pesaing akan menyalip lewat suara dan senggolannya dari samping. Kalau musuh di samping, akan disikutnya dengan harapan tidak berani menyalip. Tetapi walaupun kena sikut akhirnya dapat menyalip juga, tanpa ragu-ragu sengaja diambil cara ekstrim untuk menghalanginya: jegal kaki belakangnya hingga terjatuh. Yang penting lari secepat-cepatnya untuk mencapai garis finish dan menjadi juara satu. Tidak peduli cara yang digunakan licik dan curang, yang penting juara satu. Prinsipnya adalah siapa cepat, akan dapat. Kata January Christy: “:…. tutup mata, tutup telinga, jangan dengar apa katanya….”
Lawan yang tidak sepadan dari budaya modern ini adalah kearifan budaya lokal. Jelas, budaya lokal anti instan. Budaya lokal dirancang untuk memanusiakan manusia. Sedangkan budaya modern dirancang dengan memperlakukan manusia sebagai mesin. Dari rancangan awal saja sudah kelihatan, bahwa budaya modern bukan tandingan budaya lokal. Kelasnya berbeda. Budaya lokal penuh kearifan kemanusiaan. Masih memikirkan toleransi dengan sesama (bukan hanya manusia) makhluk ciptaan Tuhan. Ada harmoni dan keseimbangan diantara sesama makhluk hidup. Budaya modern menggilas habis budaya lokal yang penuh kearifan dalam menjalani kehidupan.
Dalam prakteknya, alon-alon asal kelakon bermetamorfosis menjadi alon alon, gak kelakon. Sehingga pengartiannya: jika kita berprinsip alon alon asal kelakon, akibatnya akan dapat memetik dua dampak sekaligus yaitu akan: alone (bahasa Inggris yang artinya sendiri) dan alone (bahasa Jawa yang artinya lambat sekali). Sehingga apabila tetap mempertahankan prinsip alon-alon ini, akan sendirian karena lambaaaat sekali. Namanya juga keong, ya jelas tidak akan pernah bisa ngebut. Teman temannya tidak akan sabar menunggu, sehingga keong di tinggal sendirian. Dengan sirine yang meraung-raung lengkap dengan lampu kelap-kelipnya, rombongan touring anti macet berangkat dengan arogan. Derum mantab knalpotnya saja, sudah membuat orang ketakutan. Belum lagi sepatu boot-nya yang penuh kancing logam, siap menendang siapa saja yang mencoba menghalangi. Akibat tendangannya akan membisa menimbulkan infeksi akut. Lambaian tangan pengawal untuk memerintahkan minggir, merupakan sinyal dari yang punya hajat untuk tidak mau diusik. Jika semua pengguna jalan antri , dan mentasbihkan kemacetan sebagai TtM, rombongan touring melenggang lancar tanpa hambatan. Penggguna jalan yang antri, segera protes karena haknya diserobot rombongan touring. Tetapi protesnya sengaja tidak dihiraukan dan memang tidak terdengar, kalah dengan kerasnya suara sirine pemecah antrian. Kalaupun mendengar protes meskipun lamat-lamat, ya ……”sikat saja, bleh”.
Hanya, yang perlu dipastikan sebelum berangkat touring adalah janga lupa membawa kotak P3K. Namanya celaka di tengah jalan, siapa tahu. Dan periksa dengan teliti bekal yang dibawa, jangan sampai terbawa jenis keong yang satu ini. Bahayanya adalah keong ini fokus menyengat ubun-ubun. Dampak sengatannya, lebih hebat dari Tomcat. Keong apakah gerangan? Bukan keong sembarang keong, tapi keong racun. Keong racun bisa mengganggu kenyamanan touring.
Selamat touring. Hati-hati, jangan ngebut. Kalau kesandung , bisa disalip keong. Sampai jumpa di ……

Diding Kusumahadi
Pegawai Sub Bagian Umum dan BMN
Fakultas Ekonomi
e-mail: diding@um.ac.id

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[selesai] SEMINAR NASIONAL PERAN STRATEGIS BK | 2 JUNI 2013

16/05/2013 3 komentar

Latar belakang

Kualitas pendidikan merupakan salah satu indikator kemajuan sebuah bangsa dan negara. Melalui pendidikan yang berkualitas pula, karakter warga negara dibentuk.  Karena itulah maka Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui beragam pembaharuan penyelenggaraan pendidikan. Kurikulum 2013 menjadi salah satu bentuk upaya pembaharuan pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah. Ide cerdas kurikulum 2013 dimaksudkan untuk mengembangkan karakter peserta didik agar menjadi insan-insan yang kompetitif dan berkarakter positif.

Hal baru yang ada dalam Kurikulum 2013 adalah peminatan bidang ilmu bagi siswa SMA dan SMK. Peminatan pada SMA bersifat lentur, sedangkan di SMK bersifat fix. Bagi siswa SMA, peminatan dilakukan lebih awal yaitu semenjak kelas X atau tahun pertama. Peminatan pada hakikatnya adalah metamorfosa dari penjurusan yang ada pada kurikulum sebelumnya. Peminatan bertujuan memberikan ragam pilihan bagi siswa agar potensi dan minatnya dapat optimalisasikan disamping minat utamanya. Dampak dari peminatan ini tidak saja terhadap pelaksanaan pendidikan di Sma/SMK, tetapi juga pada peran guru bimbingan dan konseling di SMP.

Bertumpu pada konsep tersebut maka peminatan di SMA dan SMK merupakan amanah baru bagi seluruh personil dan pemerhati pendidikan khususnya praktisi dan akademisi bimbingan dan konseling serta stake holder. Pola peminatan menuntut peran bimbingan dan konseling di SMA yang lebih intensif, proaktif dan progresif dalam memfasilitasi proses peminatan siswa agar sesuai dengan potensi dan minatnya.

Dalam tahap awal penerapannya, pola ini tentu perlu dipersiapkan dengan matang agar dapat terselenggara dengan baik. Karenanya, konsep ini perlu dipahami secara cermat dan komprehensif. Bagaimana ide pokok peminatan di SMA dan SMK dan kaitannya dengan pengembangan potensi peserta didik akan dibahas tuntas dalam seminar ini.

Tujuan:
1. Mengkaji hakikat peminatan dalam konteks kurikulum 2013
2. Mengkaji penyiapan peran dan fungsi guru BK
3. Mengkaji kiat sukses pengembangan potensi peserta didik dalam kurikulum 2013

Tema Kegiatan
Program peminatan dalam kurikulum 2013: kebijakan pengembangan dan implementasinya di sekolah serta peran strategis bimbingan dan konseling

Narasumber:
1. Surya Dharma, M.Pa. Ph.D (Direktur Pembinaan PTK Dikmen, Kemdikbud)
2. Prof. Dr. Mungin Edy Wibowo, M.Pd. (Ketua ABKIN, Dosen UNNES)
3. Dr. Muh. Farozin, M.Pd. (Pengembang Naskah Peminatan, Dosen UNY)
4. Prof. Dr. Abdul Munir, M.Pd. (Ketua Divisi IIBKIN, Dosen UNIMED)
5. Dr. M.Ramli, M.A. (Dosen UM)

Peserta:
Kegiatan ini terbuka bagi:
1. Kepala sekolah SMA dan SMK
2. Para Akademisi bimbingan dan konseling
3. Guru BK di sekolah
4. Pemerhati bimbingan dan konseling

Pelaksanaan
Minggu, 2 Juni 2013
Aula A3 UM

Kontribusi:
Mahasiswa S1 : Rp 50.000,-
Mahasiswa S2/S3 : Rp 75.000,-
Guru/Umum : Rp 150.000,-

Registrasi Peserta:
Jurusan BK FIP UM, Jalan Semarang 5, Malang
Gedung E2 Lantai 2, Telepon 0341 588100/588099

Pembayaran via transfer ke:
BRI Cabang Malang No. 3127-01-015247-53-1
a.n. Devi Permatasari

Contact Person:
Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes 08123351318
Devi Permatasari, S.Pd. 085649951233

Kategori:1-Informasi, Kabar Gembira Tag

[selesai] UKT

14/05/2013 1 komentar

apakah UM tetap memberlakukan UKT rentang 1,5 – 2 jt untuk tahun 2013? selalu ditanyakan oleh adik kelas pak. saya maba PSRU

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[SELESAI] Cara Daftar Masuk Seleksi Kampus UM 2013

14/05/2013 Comments off

Cara Daftar Masuk Seleksi Kampus UM – Tahun 2013 adalah tahun dimana kampus universitas negeri malang akan membuka jalur untuk pendaftaran mahasiswa baru di 2013. Tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena sistem dan tata cara pendaftaran yang berbeda di kampus um 2013. Pada halaman awal halaman website utama: http://www.um.ac.id/ sudah di jelaskan menu untuk informasi pendaftaran jalur seleksi mahasiswa baru um 2013.

http://berkarya.um.ac.id/2013/05/14/cara-aman-pendaftaran-sbmptn-2013/

Informasi pendaftaran mahasiswa baru um 2013, sudah terdapat pada menu Seleksi Mahasiswa 2013 pada link: http://seleksi.um.ac.id/. Selain itu pada bagian kanan website ANda bisa melihat statistik website um pada tahun-tahun sebelumnya: http://statistik.um.ac.id/. Berikut menu wajib untuk mahasiswa baru yang ingin daftar dan masuk seleksi mahasiswa baru um 2013:
http://berkarya.um.ac.id/2013/05/14/cara-aman-pendaftaran-sbmptn-2013/
Oke, itu dulu share informasinya semoga bermanfaat | Salam sukses :D

Catatan:
Maaf link saya matikan karena di larang oleh Admin untuk memberikan link. Terima kasih

Penulis:
Dedi Mukhlas | 209121419493 | dedimukhlas@gmail.com

[SELESAI] Perguruan Tinggi Indonesia Jangan Terobsesi Ranking

13/05/2013 Comments off

Ranking merupakan salah satu indikator performa sebuah perguruan tinggi. Di tengah maraknya upaya internasionalisasi, perguruan tinggi berlomba-lomba mengejar ranking agar diakui sebagai perguruan tinggi kelas dunia dan berkualitas.

Meski demikian, ranking yang dikeluarkan oleh lembaga perankingan dunia sebaiknya tidak menjadi satu-satunya indikator kualitas perguruan tinggi. “Internasionalisasi bukan berarti memiliki ranking di tingkat internasional. Seharusnya yang menjadi fokus perguruan tinggi adalah pengakuan internasional melalui keunikan universitas,” demikian yang diungkapkan oleh Dra. Tjitjik Srie Tjahjandarie, M.S., Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Universitas Airlangga.

Tjitjik mengungkapkan hal tersebut dalam acara International Office (IO) Meeting 2013 yang diadakan oleh International Office and Partnership (IOP) Universitas Airlangga (UA) di Hotel Bumi, Surabaya (30/4). Pertemuan ini diadakan sebagai ajang silaturahmi antar International Office dari seluruh Indonesia.

“Universitas Airlangga misalnya, kami menganggap ranking sebagai efek sampingf dari capaian yang telah dilakukan. Ranking bukan sesuatu yang kami kejar, tetapi kami ingin menunjukkan kepada dunia keunikan Universitas Airlangga sebagai National Health Science Center. Melalui upaya mengejar keunikan tersebut, lembaga perankingan dunia akhirnya mengakui kami,” tutur Tjitjik.

Pernyataan Tjitjik tersebut juga diamini oleh Prof. Daniel M. Rosyid, Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur. Menurutnya,ranking tidak boleh dianggap lebih penting dari pengakuan. Jika perguruan tinggi terlalu menganggap penting sebuah ranking, hal itu bisa memicu perbuatan tidak bertanggung jawab, misalnya manipulasi data.

“Untuk perguruan tinggi yang belum memiliki ranking, fokuslah pada nilai-nilai yang dibangun. Tunjukkan keunikan universitas, itu akan menarik perhaian internasional. Bangun proses yang baik dan akuntabel, lakukan manajemen yang baik. Selanjutnya, ranking yang akan datang sendiri,” saran Prof. Daniel.

Kondisi yang terjadi saat ini, ada bermacam-macam ranking yang dikeluarkan oleh lembaga perankingan dunia. Setiap lembaga memiliki kriteria sendiri dalam menentukan peringkat perguruan tinggi. Ada yang melihat dari visibiltas website, ada pula yang melihat dari segi reputasi akademik, citasi per fakultas, rasio dosen dan mahasiswa, serta reputasi employability lulusan. Bahkan ada pula yang melihat dari segi penerapan konsep hijau (green campus).

IO Meeting yang diadakan untuk kedua kali ini dihadiri perwakilan International Office dari 35 perguruan tinggi seluruh Indonesia. Tema yang dibahas kali ini adalah standarisasi perankingan. Tujuannya adalah menyadarkan perguruan tinggi di Indonesia untuk memilih lembaga perankingan yang sesuai dengan nilai-nilai mereka.

Selain itu, dalam IO Meeting kali ini, IOP UA mengundang 12 perguruan tinggi asing yang telah menjadi partner UA, seperti Melbourne University, Macquaire University, Chatham University, University of Pittsburgh, dan University of West England. Diharapkan peserta IO Meeting dapat membangun kerja sama dengan mereka.

“Kami berupaya menghubungkan partner internasional kami dengan rekan sesama IO. Selama ini kita selalu melihat universitas lain di luar negeri yang sudah maju, tapi kita lupa melihat tetangga kita di Indonesia. Harapannya, melalui IO Meeting ini, kerja sama antar perguruan tinggi di Indonesia juga sebaik kerja sama dengan universitas luar negeri,” ujar IGAK Satrya Wibawa, MCA., Ketua IOP Universitas Airlangga.
dikutip dari http://www.unair.ac.id/berita.unair.php?id=1503

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[selesai] FACE/OFF

06/05/2013 2 komentar

Ayam merupakan simbol jagoan, bila si ayam adalah ayam jantan. Ayam jago merupakan manifestasi dari kekuatan, kemenangan, kejantanan. Seseorang akan disebut dengan jagoan apabila selalu berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Ini mungkin ada hubungannya dengan sabung ayam, dimana salah satu pihak akan menang. Persepsi sebaliknya, ada pada ayam betina. Ayam betina diasosiasikan secara paradoks dengan ayam jantan. Ayam betina dianggap hanya bisa bertelur dan mengeram. Tidak punya daya untuk bertarung. Ada lagi ayam yang lain, yang maknanya juga berbeda, yaitu ayam sayur.
Ada unggas lain yang serumpun dengan ayam, yaitu bebek. Bebek identik dengan latah, ikut-ikutan. Istilah mem-bebek mempunyai makna hanya mengikut saja yang ada di barisan depan, tanpa memperhitungkan resiko yang dihadapi.
Tetapi, (saya baru tahu), ternyata telur bebek bisa dititip tetaskan pada ayam. Menjadi unik, karena seekor bebek harus hidup sekomunitas dengan ayam. Dari penampilannya jelas berbeda. Ayam terlihat gagah, sedang bebek terlihat lamban. Gerakan ayam begitu gesit dalam mematuk makanan. Sedangkan bebek kalah cepat gerakannya dengan ayam dalam mencari makan. Tetapi pada saat di dunia air, ayam hanya kan menjadi penonton, sedangkan bebek dengan gesit mencari makanan di dalam air. Ayam bisa berlari cepat dan gesit, sedangkan bebek harus megal-megol dengan tergopoh-gopoh untuk meraih kecepatan lari.
Bagaimana dengan perilakunya? Apakah bebek akan berperilaku seperti ayam, karena telah serumah dan sehidup semati dengan ayam? Atau sebaliknya, sang bebek akan mempertahankan sifat ke-bebek-annya, walaupun hidup di komunitas ayam? Dengan kata lain, apakah bebek akan melawan takdirnya dengan menjadi ayam, atau patuh pada takdirnya dengan tetap menjadi bebek? Saya tidak tahu. Tapi karena ini kisah nyata, saya diambil hikmahnya bahwa lingkungan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku.
Ada jagoan lain yang juga hebat: macan. Dengan sorot mata yang tajam, dengan kecepatan kemampuannya menangkap mangsa, macan merupakan raja hutan yang sosoknya ditakuti. Bila sudah melihat macan, semua akan terbirit-birit menjauhi, karena tidak mau berurusan dengan sang raja. Sang raja tidak takut menghadapi apapun dan siapapun. Namanya juga raja “hutan”.
Lalu, bagaimana kalau macan masuk kandang bebek? Apakah akan berperilaku menjadi bebek, atau tetap menjadi macan? Namanya bukan macan si raja hutan, tetapi macan ompong, karena tidak mampu menangkap mangsa. Hanya penampilannya yang menakutkan, tetapi sebenarnya tidak punya daya serang terhadap lawan, hanya karena giginya sudah tanggal semua. Tinggallah auman-nya yang menggetarkan lawan, walau taringnya sudah pensiun. Hanya macan ompong yang berani melawan bebek, supaya tidak kehilangan status sosialnya sebagai raja.
Bagaimana seandainya macan masuk kantor? Jelas sang macan akan mengobok-obok tikus kantor. Kantor menjadi bersih dari tikus, karena macan adalah saudara tua kucing. Bukankah tikus takut dengan kucing? Dengan kucing saja, takutnya setengah mati, apalagi dengan mbah-nya kucing. Lha iya, namanya macan apa? Macan kertas. Apa mungkin macan masuk kantor? Tidak mungkin, karena macan kertas tidak buta huruf. Sehingga begitu masuk pintu kantor, terpampang tulisan “dilarang memakai sandal”, sang macan tertunduk lesu dan segera berbalik langkah meninggalkan kantor dengan rasa kecewa, karena tahu diri tidak bisa mematuhi ketentuanyang berlaku, hanya gara gara tidak bersepatu. Atas nama etika dan norma kesopanan, macan kertas harus memadamkan hasratnya untuk menyerang, hanya karena bersandal jepit. Character assasination untuk macan kertas dirancang sedemikian rupa, sampai akhirnya semua penghuni kantor plus tikusnya punya persepsi yang sama bahwa si macan tidak sopan, menjengkelkan, memuakkan, mengganggu, menyebalkan, sehingga berbahaya bagi kelestarian kerajaan. Walaupun niatnya bagus, yaitu membasmi tikus kantor, sang macan dengan berat hati harus mengibarkan bendera putih, harus kalah “hanya karena” selembar kertas pengumuman juncto rekayasa opini subyektif. Akhircerita, sang macan dengan geram meninggalkan kerumunan tikus yang berpesta dengan dua agenda: pertama, merayakan terusirnya si macan. Kedua, merayakan pelestarian kekuasaan para tikus akan kepentingan sesaatnya yang sesat di kantor.
Tetapi, meskipun macan kertas, tetaplah macan yang mempuyai sifat pantang berputus asa. Sang macan punya harapan bahwa suatu saat akan mendapatkan sepatu. GPL, sang macan pergi ke negeri dongeng, untuk membeli sepatu. Ternyata ada dua alternatif: Pertama, Cinderella tidak keberatan meminjamkan sepatunya. Kedua, pesan pada Eyang Gepeto (abah-nya Pinokio). Karena dikejar waktu, diputuskan untuk meminjam, bukan memesan. Sepatu kaca digunakan sebagai tiket yang sah untuk masuk kantor, dan tumit sepatunya yang lancip, rencananya dipakai untuk menggembosi perut para tikus kantor yang gendut.
Begitu mendapat pinjaman sepatu kaca Cinderella, babak kedua setelah istirahat 15 menit, dimulai. Aksi sang macan ditunggu semua orang. Aksi macan kali ini benar-benar menghibur semua orang. Tingkah polah macan ini sangat ditunggu oleh banyak orang. Orang menjadi puas dan terhibur dengan aksinya. Aksi sang macan pada babak kedua ini mengejutkan dan membuat penonton tersenyum. Karena memakai sepatu kaca, macan harus menyesuaikan penampilannya. Tetap menjadi macan, tetapi melakukan FACE/OFF  (ingat  Travolta dan Cage) . Menjadi macan macam apa lagi? Macan sirkus.
Lho……lho……siapa itu yang interupsi? Oooooo….. ada yang ketinggalan, dan minta jatidirinya di tampilkan. Siapakah dia? Macan Kemayoran. Ayo, macan mana yang belum diabsen, silahkan angkat tangan!

 

Diding Kusumahadi

Pegawai Sub Bagian Umum dan BMN

Fakultas Ekonomi

e-mail: diding@um.ac.id

 

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[SELESAI] Gerakan 1000 Tanda Tangan Mahasiswa FIP UM

Gerakan 1000 Tanda Tangan Mahasiswa FIP UM – Pada Rabu pagi, 01 Mei 2013 digelar acara “Refleksi Hari Pendidikan Nasional”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan FIP serentak di kampus I, II (Jln. Ki Ageng Gribik Sawojajar) dan kampus III (di Blitar). Tema yang diangkat kali ini adalah menanpilkan foto Ki Hajar Dewantoro dan membentangkan kain putih untuk menjadi ajang kreasi mahasiswa dalam menumpahkan isi hatinya dalam memperingati hari Pendidikan Nasional.

post

post

post

post

post

post

Reporter: Dedi Mukhlas – TEP FIP UM

[selesai] HARTANAS

01/05/2013 Comments off

Hartanas adalah hari tawuran nasional, merupakan penawaran dari negeri antah berantah yang konon kabarnya disebut negeri kebenaran, hartanas meskipun hari kecil dan bukan hari besar tapi kalau dalam memperingatinya penuh penghayatan tentu akan memotivasi pada niat sehingga dengan sungguh sungguh mau merubah keadaan yang lebih baik lagi dari yang sekarang, peringatan hartanas ini pertama untuk para orang tua agar bisa meredam anak anak remajanya agar tidak memberikan kebebasan emosional,walaupun mereka tetap memberontak dan selalu membuat ketegangan tetapi ketegasan itu harus tetap dijalankan sesuai aturan keTuhanan,sehingga perasaan peka, toleran,rasa saling menghargai yang mulai hilang itu akan kembali. Hartanas juga perlu diperingati oleh para tokoh masyarakat dan elit negara agar letupan letupan bara itu cepat ditanggapi dan diatasi oleh” kitab kebenaran”dan disampaikan dengan penuh kearifan,sehingga masyarakat tiada merasa dikecewakan. Begitu juga hartanas perlu diperingati oleh para profokator agar mau memikirkan dampak yang terjadi bila selalu menyulut ketidak benaran bahkan dibesar besarkan dimedia pemberitaan, karena akibat yang lain malah justru memperbodoh masyarakat bukan mencerdaskan………..

Kategori:Tanpa Kategori Tag