[selesai] JOSSEA 2103: Mahasiswa Bidik Misi UM Seminggu Keliling Jogja-Jateng

28/02/2013 Comments off

Peran mahasiswa dalam mewujudkan ASEAN Community 2015 sangat penting. Seperti yang diatakan sebuah jargon populer: “Mahasiswa, Agent of Change”. Hal ini dikarenakan mahasiswa bukan lagi sebagai partisipan pasif yang hanya menjadi objek dari kebijakan para pemimpin ASEAN, melainkan juga sebagai subjek. Hal itulah yang melandasi diadakannya kembali forum mahasiswa Internasional se-ASEAN. Forum yang bernama Join Opinion Solving for South East Asia (JOSSEA) itu diselenggarakan oleh ASEAN Student Organization Network (ASONe) bersama BEM KM UGM yang didukung oleh ASEAN Foundation pada 21-26 Januari 2013 di Yogyakarta. Dalam serangkaian kegiatan yang bertemakan Ecotourism, Nuclear Energy dan Environment tersebut seorang mahasiswa Bidik Misi dari Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan, Rafendra Aditya Rahman, berkesempatan menjadi delegasi Universitas Negeri Malang tercinta ini bersama dengan 28 delegasi dari berbagai perguruan tinggi se-ASEAN.

Kegiatan dikemas sangat unik selama 7 hari (6 hari aktif) berlangsung di beberapa tempat di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Diawali Opening Ceremony pada malam hari pertama (21/1) di café terbuka Indraloka Homestay dengan cuaca hujan deras. Bapak Rektor UGM, Presiden Mahasiswa UGM, Sekretaris Jenderal ASONe, dan Pendiri ASONe memberikan sambutan kepada para delegasi. Dalam pidatonya, Bapak Pratikno, Rektor UGM menyampaikan bahwa forum seperti ini sangat penting untuk mempersatukan ASEAN dan mewujudkan cita-cita ASEAN: ASEAN Community 2015. Bhima Yudistira, pendiri ASONe, mengatakan “ASEAN be The One!” Opening Ceremony ditutup dengan penerbangan balon oleh Bapak Pratikno dan welcome dinner yang sekaligus sebagai sesi berakrab ria para delegasi. Beberapa delegasi menyatakan sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Rektor.  “Kehadiran Bapak Rektor ‘WOW’ banget! Apalagi beliau turut berakrab ria dengan para delegasi selayaknya mahasiswa, bahkan turut angkat-mengangkat kursi” ungkap Rizky, delegasi dari Tadulako University.

Acara berlanjut dengan kunjungan ke Badan Nasional Tenaga Nuklir (BATAN) di hari kedua. Disana para delegasi melihat secara langsung reaktor nuklir yang selama ini hanya dapat dilihat dan dibayangkan dari televisi. Lalu perjalanan berpindah ke Desa Wisata Tembi dengan kegiatan talk show tentang nuklir dan membatik. Para delegasi pun beramah-tamah dengan warga dan beberapa ikut merasakan serunya panen buah rambutan. Malam harinya digelar GOST (Group of Solving Topic) untuk mendiskusikan ketiga topik dalam grup kecil. GOST digelar tiga kali setiap malam sampai pukul 23.00.

Waktu terus bergulir dan kegiatan terus berpindah-pindah tempat. Delegasi mengunjungi TPA Piyungan Sleman untuk melihat pengolahan sampah padat, Desa Wisata Brayut untuk belajar Tari Tradisional dan menanam padi, Museum Ullen Sentalu sekaligus menengok keadaan Gunung Merapi paska erupsi.

Pada hari kelima, kegiatan inti yang ditunggu-tunggu pun dimulai. International Seminar di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya dan International Conference JOSSEA 2013 yang bertempat di University Club (UC) UGM, sekaligus bermalam di UC UGM. Konferensi yang dijadwalkan selesai pukul 6 sore tersebut molor 3 jam lebih hingga pukul 10 malam karena begitu antusiasnya para delegasi sehingga banyak termin debat dan diskusi berantai. Keesokan harinya city tour ke Candi Borobudur dan Malioboro. Malam harinya delegasi bermalam di Rumah Dinas Rektor UGM, diluar agenda, karena atas instruksi langsung dari Bapak Rektor sekaligus sebagai hadiah bagi para delegasi. “Sesuatu yang sangat sesuatu banget,” kata Della, delegasi Bogor Agricultural University.

Akhir kegiatan ini ditutup dengan closing ceremony dan penandatanganan deklarasi. Diselinggi dengan peformace art dari masing-masing negara. Para delegasi berpelukan dan menitikkan air mata, karena kebersamaan akan segera berakhir. “JOSSEA 2013 boleh berakhir, tapi semangat kami untuk ASEAN tiada akhir. ASEAN be The One!”

 UPCOMING EVENT of ASNONe: ICAYL #4 (International Conference of ASEAN Young Leader) November 2013, Cambodia.

Rafendra Aditya Rahman

CO of EMAS (Ecotourism Movement of ASEAN Student) at ASONe (Asean Students Organization Network)

CO of Human Resources and Public Relation Department of FORMADIKSI UM

Teknologi Pendidikan FIPUM 2011

fb: facebook.com/rafendra.ar | tw: @rafendraAR

p.s. Dari event internasional ini saya mendapat banyak hal yang sangat berharga. Bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa hebat se-ASEAN, bertemu dengan ‘agent of change’ sejati. Kami berasa seperti saudara dengan similar passion. Memang saya mengorbankan satu minggu kuliah, tapi itu bisa saya kejar. Tapi mereka tidak dapat mengejar apa yang telah saya peroleh dari event ini. Keseluruhan funding event ini saya memakai tabungan pribadi saya, tapi semua telah terbayarkan dengan sangat amazing. Harapannya, UM dapat memfasilitasi mahasiswanya untuk event serupa. Om santi santi santi om.

[SELESAI] Website IKA UM Error

Dear Admin UM,

Beberapa waktu ini saya melihat Website: http://ika.um.ac.id/index.php, namun ada hal yang berbeda disana. Halaman website menampilkan adanya error pada:

Notice: Undefined index: c in /var/www/ika/userconfig.php on line 106

Terima Kasih ^_^ | Dedi Mukhlas TEP 2009

Kategori:4-Keluhan Tag, ,

[SELESAI] Remunerasi

20/02/2013 3 komentar

Berita Remunerasi dari JPNN.com (http://www.jpnn.com/read/2013/01/27/155833/Pegawai-Kemendikbud-Terima-Remunerasi-Separuh-Gaji-Pokok-) menyatakan bahwa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, pada tahun 2013 akan mendapatkan remunerasi 50% dari gaji pokok.
Banyak pihak yang merasa senang dengan diberikannya remunerasi. Akan terbayang pendapatan tambahan yang bermanfaat untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Atau, sudah merencakanan untuk membeli sesuatu, mungkin juga digunakan menambah rekening tabungan yang belum (dan tidak akan pernah) “jumbo”.
Begitu mendengar kabar semakin dekatnya remunerasi diimplementasikan, perasaan berbunga-bunga muncul. Perasaan yang wajar dan bentuk dari rasa syukur. Tetapi, jangan berbahagia melulu. Dibalik “si manis remunerasi”, terbayangkan jugakah konsekuensi logis remunerasi? Bahwa dibalik “kebahagiaan” (berupa penerimaan remunerasi), konsekuensi logisnya adalah “ancaman” (berupa peningkatan kinerja)?
Konsekuensi logis inilah yang mungkin luput dari “mimpi” kita. Kita hanya bermimpi bahagia menerima remunerasi, tetapi kita tidak pernah bermimpi upaya apa yang dapat kita lakukan dalam meningkatkan kinerja. Mampukah kita meningkatkan kinerja? Inilah pertanyaan esensial yang akan membuat kita malu dan ngeri.
Malu (tapi mau) karena kita menerima remunerasi, tetapi tidak ada peningkatan kinerja. Etos kerja tidak meningkat, bahkan cenderung tetap.
Ngeri, karena sadar akan kemampuan diri, sehingga tidak mungkin akan dapat mencapai standar peningkatan kinerja yang telah ditargetkan. Ada rasa tidak yakin akan mampu meningkatkan kinerja. Terutama dalam bidang TIK. Perkembangan TIK yang begitu pesat, membuat kita ngeri, apakah kita mampu mengejar ketertinggalan itu?
Oleh karena itu, marilah menyikapi remunerasi secara proporsional. Artinya kita terima uang remunerasi dan “dibayar lunas” dengan “peningkatan kinerja”. Bukan diterima uangnya, tetapi “enggak janji deh” dengan peningkatan kinerja. Deal?

Diding Kusumahadi
Pegawai Sub Bagian Umum dan BMN
Fakultas Ekonomi
e-mail: diding@um.ac.id

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[SELESAI] Konspirasi, Korporasi, dan Koperasi

18/02/2013 Comments off

Kasus impor daging sapi menyeret Ketua PKS sebagai tersangka. Yang menarik, ada pernyataan PKS bahwa penetapan tersangka terhadap Luthfi Hasan Ishaaq dalam kasus dugaan suap impor daging sapi sebagai konspirasi besar. Konspirasi macam apa?

Kata konspirasi mempunyai mempunyai makna ganda. Bisa berarti positif di satu sisi, bisa negatif di sisi lain. Dimaknai konsirasi positif, misalnya melawan rezim pemerintahan yang korup dan impresif. Contohnya menjatuhkan rezim Orde Baru. Ada kelompok atau golongan yang membangun jaringan yang kuat, untuk melawan dan menjatuhkan rezim yang berkuasa. Contohnya menjatuhkan rezim Orde Baru. Dimaknai negatif, apabila bertujuan menguntungkan pribadi/kelompoknya saja, tetapi merugikan kepentingan orang banyak. Misalnya kasus korupsi PKS di atas. Tetapi opini yang berkembang dimasyarakat cenderung memaknai konspirasi sebagai hal yang negatif.

Ciri khas dari konspirasi adalah rahasia. Rahasia merupakan kata kunci yang harus ditaati oleh para aktornya. Ibarat surat tagihan bank, sifatnya “pribadi dan rahasia”. Karena kerahasiaan yang terjaga dengan baik, maka hanya para aktornya saja yang bisa mengetahui hal-hal yang dilakukan. Manajemennya rapi, rahasia, sangat tertutup. Tidak untuk umum. Hanya dipakai untuk kalangan sendiri.

Karena kerahasiaan yang terjaga, sehingga sulit untuk mengungkapnya, konspirasi bisa dengan mudah menjadi kambing hitam dalam mengungkap suatu kasus. Seperti pada kasus PKS, dengan mudah mereka menuduh ada konspirasi, tetapi begitu ditanyakan bukti konspirasi, tidak bisa disebutkan dengan pasti. Konspirasi hanya sebagai tameng untuk menutupi ketidakberdayaan kelompok untuk menyelamatkan anggotanya dari ancaman yang mengganggu kepentingan kelompoknya.

Berlawanan dengan manajemen konspirasi yang bercirikan rahasia, ada manajemen yang bersifat terbuka, yaitu manajemen korporasi. Manajemen korporasi begitu “tidak rahasia” sampai mencantumkan singkatan “Tbk” dibelakang nama perusahaan. Sebagai bukti bahwa perusahaan sudah masuk bursa, sehingga manajemen perusahaan dijamin transparan dan akuntabel karena bisa dipantau oleh kahalayak umum. Secara akademik dipayungi dengan slogan “good corporate governance”.

Ada satu pola manajemen lagi, yaitu koperasi. Dengan asas kekeluargaannya, lebih terasa aroma keguyub-an antar anggotanya, karena koperasi adalah milik anggota. Ikatan anggota sebagai ingroup sangat kuat, karena semua merasa memiliki organisasi.

Saat harus memilih, model manajemen mana yang kita ambil? Manajemen konspirasi dengan kerahasiaannya, atau manajemen korporasi dengan keterbukaannya, atau manajemen koperasi dengan kekeluargaannya? Susunan huruf yang mirip, (tetapi maknanya sangat bertentangan), bisa membuat kita “salah pilih”. (Meminjam kalimat iklan ) Selanjutnya? terserah anda ………..

Kategori:5-Pendapat Tag

[SELESAI] Kesulitan mendaftar di blog.um.ac.id

15/02/2013 1 komentar

Kepada Bapak Admin blog.um.ac.id, tolong diperbaiki mungkin ada yang error di blog um. Saya kesulitan mendaftar, email aktifasi pendaftaran tidak pernah masuk ke inbox email. Kesulitan serupa juga dialami teman2 disini

 

 

Haritsah

Fisika-UM

Kategori:4-Keluhan Tag

{SELESAI] Kompetensi: Prestasi atau Opini?

13/02/2013 5 komentar

Reformasi birokrasi yang sedang dijalankan pemerintah saat ini, membuat Iklim birokrasi gandrung membicarakan kompetensi, sebagai kompensasi dari remunerasi.

Contoh yang paling tepat adalah kompetensi guru. Yang diributkan oleh para guru adalah uji kompetensi guru. Mereka yang lulus uji kompetensi, berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi. Kompetensi seorang guru diukur berdasarkan hasil uji kompetensi, disamping (tentu saja) prestasi mengajar, tingkat dan latar belakang pendidikan serta pengalaman mengajar, dan tentu saja keikutsertaan dalam berbagai diklat. Dari contoh ini, dapat disimpulkan, kompetensi seorang guru diukur dengan parameter uji kompetensi, prestasi kerja, tingkat pendidikan, pengalaman, keikutsertaan diklat.

Demikian pula dengan PNS. Akan diadakan uji kompetensi pada tahun 2013 ini (salah satu link-nya adalah http://www.antaranews.com/berita/322020/pemerintah-gelar-uji-kompetensi-pns-pada-2013 atau cari di google dengan kata kunci uji kompetensi pns). Terasa adil bahwa ada uji kompetensi pegawai. Uji kompetensi merupakan salah satu parameter utama yang tepat untuk mengukur kompetensi pegawai. Disamping (seperti contoh guru di atas), prestasi kerja, tingkat dan jenis pendidikan, pengalaman kerja, serta keikutsertaan diklat. Berbagai parameter ini diolah sedemikian rupa sehingga dapat mengukur secara tepat, akurat dan obyektif tentang kompetensi seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya.

Uji kompetensi merupakan syarat pertama dan utama dalam “memvonis” seseorang kompeten atau tidak dalam bidang pekerjaannya. Dengan kata lain, ada parameter yang jelas dalam mengukur kompetensi kerja seseorang. Berdasarkan parameter yang jelas, akan menghasilkan penilaian seseorang kompeten atau tidak kompeten dalam bidang tugasnya. Mengukur kompetensi seseorang harus berdasarkan prestasi.

Sebaliknya, adakalanya kita memvonis seseorang kompeten atau tidak kompeten, bukan berdasarkan prestasi, tetapi opini. Opini artinya persepsi pribadi yang menafikan faktor obyektivitas penilaian. Karena opini pribadi penilai yang negatif, seseorang bisa dikategorikan tidak kompeten, hanya karena yang dinilai menjadi “duri dalam daging”. Atau (yang lebih fatal!) seseorang dianggap kompeten (disebabkan penilaian subyektif yang bersifat positif), karena selalu menuruti kehendak penilai, dengan berdiri di garda terdepan menjadi “pembela, fans berat, dan pengikut setia kelanggengan kekuasaan”.

Kesimpulannya, kita jangan gegabah dalam menilai kompetensi seseorang dalam bekerja. Untuk menilai kompetensi kerja seseorang, harus ada parameter yang jelas, akurat, tepat, dan obyektif sebagai alat ukur. Uji kompetensi merupakan syarat utama, pertama, dan mutlak. Menilai kompetensi kerja harus berdasarkan prestasi, bukan opini. Oleh karena itu, masihkah kita berani bicara kompetensi bila parameternya tidak ada?

Diding Kusumahadi
Pegawai Subag Umum dan BMN
Fakultas Ekonomi
e-mail: diding@um.ac.id

Kategori:5-Pendapat Tag

[selesai] TARZAN MASUK KANTOR

12/02/2013 6 komentar

Istilah diatas adalah ungkapan dari orang yang merasa bahwa dia masuk ditempat kerja barunya sangat berbeda dari pekerjaan yang selama ini ditekuninya, tapi dengan sadar bahwa ia harus bias menyesuaikan diri dan beradaptasi, lain dengan tarzan yang terpagut ular, ini ibarat seseorang yang biasanya bekerja berhandai handai bergelantungan dengan bersenda gurau tiba-tiba terlempar dari pepohonan dan dipaksa berjalan untuk memenuhi kebutuhannya. Lain lagi dengan tarzan yang jadi actor atau selebritis, walaupun ditempatkan dimana saja pun tak masalah yang penting action.Tulisan diatas adalah fenomena diawal rotasi kerja….

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[SELESAI] Peringkat Webometrics Januari 2013

07/02/2013 2 komentar

Kamis pagi,  7 Pebruari 2013 Webometric telah merilis peringkat webometric seluruh universitas sedunia untuk periode januari 2013. Khusus untuk universitas seluruh Indonesia, UM berada pada peringkat 12 yang tahun lalu (Juli 2012) berada pada peringkat 16.

Capaian ini diraih dengan jerih payah semua pihak. Selamat untuk UM sebagai Universitas Eks IKIP yang menempati urutan pertama.

Mari berkarya dan terus berkarya.

Ranking

World Rank

University

Presence

Impact

Openness

Excellence

1

440

Universitas Gadjah Mada

96

420

45

2004

2

497

Institute of Technology Bandung

179

231

657

1875

3

581

University of Indonesia

466

480

384

1734

4

634

Gunadarma University

503

148

24

4583

5

722

Brawijaya University

1077

505

86

2976

6

781

Diponegoro University

633

984

21

2871

7

839

Bogor Agricultural University

755

1144

81

2447

8

848

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

228

1256

13

3311

9

885

Universitas Padjadjaran

1527

554

364

2871

10

929

(3) Airlangga University

263

904

576

2871

11

1020

Petra Christian University

453

633

280

4240

12

1045

Universitas Negeri Malang

277

1259

96

3806

13

1078

Universitas Sriwijaya

323

525

239

5203

14

1097

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

1388

386

443

4583

15

1108

Universitas Pendikan Indonesia / Indonesia University of Education

268

811

587

3976

16

1196

Universitas Islam Indonesia

639

634

551

4583

17

1240

Universitas Sebelas Maret

644

818

382

4583

18

1277

Universitas Mercu Buana

694

340

1262

5203

19

1440

Universitas Muhammadiyah Malang

481

1793

36

5203

20

1481

Hasanuddin University

1317

1432

919

3643

Kategori:1-Informasi Tag

[selesai] TEMPAT SAMPAH

Pada Hari Minggu pagi saya berjalan-jalan di Jalan Gombong. Di tengah jalan tepat di depan Gedung Graha Cakrawala ada gelas aqua kosong dan saya ambil. Saya melihat ke sekeliling dan melanjutkan jalan sambil mencari tempat sampah, tapi tidak ketemu yang namanya “tempat sampah”. Akhirnya saya buang di trotoar, walaupun risih juga mau membuangnya, biar tidak kelihatan di tengah jalan yang lebih tidak enak di pandang mata. Sementara itu di parkir Graha juga banyak sampah, padahal pagi itu sedang persiapan acara karnaval…, kok lapangan parkirnya tidak dibersihkan dulu ya, apakah mungkin menunggu sekalian setelah acara selesai, jadi sekalian kotornya. Entahlah. Mohon kepada yang bagian pengadaan tempat sampah, mohon Jalan Gombong diberi tempat sampah kira2 tiap 100/200 M dan beberapa tempat sampah lapangan parkir. Gedung dan jalan yang megah akan kelihatan kurang bermakna jika kotor, lebih nyaman melihat gedung yang biasa tapi bersih. Bagaimana bisa bersih jika tempat sampah saja tidak ada. Mari sama-sama kita budayakan bersih dengan membuang sampah pada tempatnya, karena itu sediakanlah tempat sampah.
Terima kasih.

Siti Awaliyah
Dosen Hukum dan Kewarganegaraan

Kategori:Tanpa Kategori Tag

[SELESAI] Kapan ya Mahasiswa UM bisa seperti kampus “Tetangga Sebelah”

30/01/2013 1 komentar

Mahasiswa Unibraw Ciptakan Energi Alternatif Dari Suhu 

Mahasiswa Universitas Brawijaya berhasil menciptakan energi alternatif memanfaatkan perbedaan suhu udara. Temuan mengacu pada sistem kerja dispencer ini diberi nama Hybrid Micro Thermoelectric Generator.

“Hybrid Micro Thermoelectric Generator adalah sejenis pembangkit listrik yang dihasilkan lebih dari satu sumber yang memanfaatkan perbedaan suhu udara dingin dan panas,” kata Rahmat Ananta, salah satu pencipta alat tersebut kepada wartawan, Senin (28/1/2013).

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) ini menjelaskan, untuk menciptakan sebuah energi listrik memerlukan suhu panas dan dingin dengan perbandingan 1:2.

Jika suhu dinginnya 60 derajat celcius, maka suhu panasnya berkisar 30 derajat celcius, atau bisa juga sebaliknya. “Yang penting mempunyai perbandingan 1:2,” jelas Rahmat.

Temuan ini juga membawa Rahmat bersama tiga mahasiswa lain meraih medali emas di World Inventor Award Festival di Seoul Korea Selatan pada Desember
2012 lalu.

selengkapnya silahkan Baca Disini

http://surabaya.detik.com/read/2013/01/28/151959/2154236/475/mahasiswa-unibraw-ciptakan-energi-alternatif-dari-suhu-udara?y990101mainnews

Kategori:Tanpa Kategori Tag